Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Kasih Sayang Faam


__ADS_3

"Maksud dari perkataan mu apa? Seseorang?" Ana sangat lah ingin menampol. wajah tidak berdosa ini. Pura-pura tidak tahu apa bagaimana, ah atau mau di ingatkan saja.


"Tuan ini selalu saja lolo, siapa lagi jika bukan istri tuan," Faam terkekeh saja dasar asisten istrinya rese bisa enggak sih sekali saja tidak menghina dirinya selalu saja seperti ini.


"Kau ini... " Fiani terkekeh saja tuh selalu saja suami dan asisten pribadinya selalu saja bertengkar dan bertengkar memang dasar.


"Sayang, nih kenapa sih kok kalian jika aku lihat keseringan berantem mulu."


"Nona tidak saya tidak berantem kok, hanya saja tuh tuan Faam menghayal nya tidak jelas." Faam menjuk dirinya sendiri.


Menatap mata Ana nih dasar Ana rese.

__ADS_1


"Ana tadi aku dengar apa kamu ingin menikah? Wah selamat ya akhirnya kamu menikah juga dengan Yuda." Faam sedikit menggeser tubuh nya dan segera menatap anaknya.


"Iya Nona, tahu tidak Nona sekarang kedua orang tua dari Yuda sangatlah baik padaku bahkan sudah menerima diriku sebagai menantunya, mereka sangat baik, semenjak kejadian itu Nona."


"Kau ini, orang kan bisa berubah jadi bagaimana apakah kamu bahagia sekarang?" Ana mengangguk pokoknya nanti dia akan berusaha menjadi istri yang baik bagi Yuda.


"Owh ya Nona tadi tuan itu membahas tentang sekolah nya tiga bocil ini, ya saya bilang mereka kan masih kecil ya masa sudah bahas tentang itu?" Fiani tertawa memang dia sukanya bahas tentang sekolah bakan tuh di kamar sebelah sudah terdapat beraneka ragam mainan padahal tuh tiga anaknya belum juga bisa berjalan apalagi merangkak. Main di belikan banyak barang.


"Nona besok ada jadwal memeriksa kan ketiga bayi nona ke rumah sakit." Fiani juga tahu tapi yang heboh mah ya ayahnya siapa lagi.


"Owh begitukah, lalu apakah kamu sudah janji dengan dokter kita?" Ana mengangguk saja. Dia susah mempersiapkan semuanya untuk besok apalagi membawa tiga bayi kecil ini juga butuh baby sister dan tentunya ada Faam yang tidak ingin lepas dari ketiga anak nya.

__ADS_1


"Sudah Nona, Nona tidak perlu khawatir jika Nona tidak bisa datang dokter itu yang akan datang seperti biasa." Fiani memperlihatkan jempolnya dan tersenyum ke arah Ana.


"Nona saya ada kabar baik untuk nona, tiga bulan lagi saya akan menikah dengan Yuda, terimakasih karena berkat bantuan nona dan Tuan Faam saya bisa memperjuangkan cinta saya." Fiani tersenyum saja ya kelas Fiani akan ikut campur kan Yuda juga pernah menolong walau pun banyak gagalnya.


"Wah selamat Ana, nanti aku akan datang bersama dengan suamiku."


"Jangan Nona jangan datang ke rumah biar pengantinnya yang datang saja, aku tidak bisa membuat Nona pusing karena harus menggendong tiga bayi apalagi kasihan nanti tiga anak Nona pasti sangat panas ada di pernikahan. Yang jelas pokoknya saya akan mengadakan pesta di sekitar sini." Fiani tersenyum akhirnya dia bisa melihat wajah bahagia Ana tidak seperti dahulu yang selalu sembab karena menangis.


"Kami ini Ana, Lihatlah suamiku semenjak ada ketiga bayi dia sering di rumah. Pekerjaannya saja di serahkan pada tangan kanan nya."


"Namanya juga lagi sayang sayangnya sama tiga anaknya lalu bagaimana lagi."

__ADS_1


"Kamu benar Ana... "


__ADS_2