
"Kenapa dia hanya diam saja?" tanya Wulan yang ingin tahu kenapa Fiani hanya diam saja padahal biasanya dia akan cerewet ketika bertemu dengan dirinya.
Rendra melirik Fiani yang memang hanya diam saja, bagaimana dia tidak diam saja kan dia lupa ingatan.
"Sebenarnya Nona ku ini dia lupa ingatan," jelas Rendra membuat Wulan hanya bisa mengangguk saja.
"Amnesia? Pantas dia hanya diam saja melihatku, jika dia melupakan ku pasti dia juga.. Hah bagaimana ini bagaimana cara memberi tahu kan jika Hikmal mencarinya dasar mantan kurang ajar kan sudah milik orang aja di cari.
"Apakah kamu ini teman Nona?" tanya Rendra menebak.
"Iya, aku teman Fiani dulu waktu SMA." Rendra mengangguk mengerti tapi kenapa dengan wajah nya.
Pasti dia ingin mengatakan sesuatu. Tapi nampaknya dia ragu-ragu.
"Wulan, seperti nya kamu nampak tengah menyembunyikan sesuatu pada kami? Ayo katakan saja aku tidak masalah kok."
"Sebenarnya, aku itu bingung, karena apa Hikmal mantan pacar Fiani dulu memintaku untuk mencarinya." Rendra sangat terkejut mantan pacar Nona.
Lalu apa hubungannya sekarang? Bukankah mereka sudah tidak saling berkomunikasi lagi lalu apa alasan Hikmal mencari cari Nona wah ini sudah tidak beres.
"Mantan pacar Nona?" tanya Rendra.
Sedangkan Fiani yang tidak ingat apapun pun memandang Wulan dengan tatapan biasa saja.
"Nona apakah Nona ingat sesuatu tentang Hikmal?" Fiani tentu saja hanya menggeleng dia saja lupa siapa dia dan pernah ada hubungan apa dengan dirinya.
"Iya, sekarang dia ada di rumah sakit, kata keluarganya dia kambuh lagi dan anehnya dia malah memanggil manggil nama Fiani. Jadi kebetulan sekali Fiani datang kemari."
__ADS_1
"Kebetulan kamu bilang, Wulan bagaimana mungkin kebetulan, iya aku tau jika mantan pacar Nona sedang sakit, aku tau itu tapi aku tidak mungkin mengajak Nona untuk sekedar datang menengok. Kau tau nanti aku bisa di gorok sama Tuan." terang Rendra jujur.
Haduh masalah apa lagi ini, satu sisi ada orang lain yang ingin sekali untuk melihat Nona namun di sisi lain bagaimana cara memberitahukan Tuan haduh masalah masalah.
"Kau bilang apa tadi!" Faam tiba-tiba ada di samping Rendra.
Buku bune apa apaan nih Tuan hah buat orang kaget aja.
"Tuan!"
"Maaf sebelumnya, itu sekarang bukan urusan Fiani lagi, saya tau jika kamu menghawatirkan tentang Hikmal. Tapi aku sebagai suami melarang dia untuk menemui mantan pacarnya itu. Berikan saya alasan yang jelas kenapa dulu dia meninggalkan Fiani istriku dan sekarang kamu menyuruhnya untuk menemuinya." Wulan bingung bukan main.
Haduh ribet lagi menjelaskannya.
"Karena dulu saat Hikmal berpacaran dengan Fiani, dia memutuskannya tanpa sebab yang jelas. Hikmal membuat Fiani merasa tidak nyaman waktu itu... "
Dengan balutan seragam putih abu-abu. Fiani tersenyum memandang seorang pria yang sedang duduk di dekat pohon.
Pria itu sudah menunggu dirinya lebih dari setengah jam.
"Kau... Mau apa lagi kamu mengajak ku bertemu? Bukankah kita sudah lama putus?" tanya Fiani yang tidak menyukai pria ini semenjak kejadian beberapa bulan yang lalu.
"Bukan maksudku untuk bertengkar lagi dengan mu."
"Lalu apa apa lagi?" tanya Fiani yang sudah merasa sangat sebal.
Dia sudah menerima semua keputusan yang Hikmal berikan. Lalu buat apa dia masih saja ingin bertemu dengan dirinya.
__ADS_1
"Fia! Hikmal kalian ngapain disini?" tanya Wulan menengahi karena mereka kalau di biarkan pastikan akan berkelahi. Karena tidak ingin sampai hal itu terjadi jadi Wulan menengahi mereka.
"Fia... Kasih aku kesempatan lagi!" Fiani merasa muak dengan pria ini.
Kemarin dia meminta putus sekarang dia kembali lagi, hah dasar tidak mempunyai pendirian.
"Hikmal sebaiknya jangan ganggu sahabatku lagi, kamu sudah membuatnya kecewa, kau sudah membuat Fiani tersakiti karena dirinya dan sekarang kamu ingin balikan dengan dirinya? Apa kamu tidak waras!"
"Aku mempunyai alasan tersendiri, coba kamu dengarkan apa yang ingin aku katakan."
Wulan tidak ingin jika Fiani tersakiti oleh Hikmal lagi."
Flashback off
"Ceritamu itu tidak masuk akal."
"Itulah kenyataan nya, aku tidak bisa menceritakan banyak lagi, lebih baik kamu temui saja dia." Faam merasa sebal sendiri.
Apa dia bilang di suruh menemui dirinya? Tidak itu tidak akan terjadi.
"Aku selaku suami dari Fiani tidak membolehkan dia untuk bertemu dengan pantan pacarnya itu, ayo kita pulang." Faam segera menarik lengan Fiani.
Sedangkan Rendra masih ingin tau banyak hal jadi dia hanya diam saja.
"Tolong bantu aku!"
"Kok jadi aku yang di minta tolong, hah nih perempuan... "
__ADS_1