
"Keluar! Keluar! Ku bilang." Ruslan segera mendobrak pintu kamar mandi namun Ruslan tidak menemukan Yuda melainkan seseorang yang memakai topeng yang segera memukulnya hingga pingsan.
Sintia yang ingin cepat cepat Yuda menjadi pasangannya pun tidak sabar lagi namun aneh dia sudah lama menunggu namun Yuda tidak kunjung keluar apalagi menghampiri nya.
Bagaimana ini semua tamu undangan sudah memandanginya dan bahkan menanyakan di mana calon mempelai prianya.
Sila yang tak sabar lagi segera beranjak dari tempat duduk nya dan mencari keberadaan Yuda namun Sintia tidak menemukan Yuda di manapun kemana perginya Yuda tidak mungkin jika Yuda bisa pergi jauh pasti dia masih ada di sekitar tempat ini tapi di mana?
"Menyerah lah!" terang seseorang membuat Sintia hanya bisa bengong ternyata dia sudah di kepung dan tidak bisa apa-apa lalu ke mana perginya calon suaminya ini tidak boleh terjadi Yuda adalah calon suaminya tidak ada yang bisa merebutnya dari tangannya.
Sintia berlari ia tidak ingin tertangkap namun sayangnya tempat itu sudah terkepung. Dan Sintia pun akhirnya dapat di tangkap bersama dengan ayahnya yang sangat licik itu.
Ibunya tersenyum akhirnya anaknya datang, ibunya sangat takut mengingat jika dia tidak menurut dia di ancam akan di bunuh.
Tapi bagaimana dengan keadaan suaminya apakah suaminya baik-baik saja dan apakah penjahat itu semuanya sudah di tangkap?
__ADS_1
Ibunya tidak habis pikir Sintia gadis yang sangat di harapkan menjadi menantu yang baik ternyata sangat di luar dugaan untung lah Yuda tidak jadi menikah dengan wanita itu.
"Nak maafkan ibumu ini." Yuda tersenyum.
"Maaf untuk apa bu, ibu tidak bersalah." jelas Yuda sambil memeluk ibunya.
"Lalu bagaimana dengan ayahmu?" tanya Ibunya Yuda bingung harus mengatakan apa dia juga belum tau bagaimana keadaan ayahnya yang dia tau terakhir kali ayahnya babak belur katena di hajar oleh orang-orang suruhan dari wanita brengsek itu.
"Ayah!!"
Sesampainya di sana orang kepercayaan dari Yuda alias Bima mengatakan jika ke adaan Tuannya sangat parah apalagi tuannya tadi di hajar habis-habisan oleh pria yang tidak di kenal itu.
Ibu nya yang mendengar hal itu hanya bisa lemas bahkan energinya sudah terkuras karena kelelahan berteriak meminta tolong namun tidak ada orang yang dapat mendengarnya.
Yuda membawa ibunya untuk beristirahat Bima pun tau jika sebenarnya Sintia dan ayahnya itu orang yang tidak baik.
__ADS_1
Namun dia bingung harus menjelaskan nya dari mana, dia hanya bawahan nama mungkin atasannya akan percaya dengan ceritanya.
"Bima... Apa kau tau tentang semua ini?" Bima yang tadinya duduk biasa saja langsung terkejut bahkan matanya itu sampai melotot.
Bima yang tidak ingin berbohong pun hanya mengangguk memang benar dia tau dari awal jika Sintia bukanlah wanita yang baik apalagi dia juga bukan termasuk orang yang kaya mereka berdua hanya numpang hidup saja.
"Memang tidak bisa di ingkari bos, memang aku mengenalnya lebih dari kenal tapi aku juga sudah memperingatkan mereka."
"Maksudmu apa dengan memperingatkan mereka?" Yuda jadi bingung memangnya ada hubungan apa Bima dengan Sintia?
Penasaran ikutin terus ok 😄😄
Maaf ya telat up
Selamat membaca 😊😊
__ADS_1
.