Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Capter 2


__ADS_3

"Sifat ayah dan ibu kok berubah?" Hans tersenyum saja.


Ya memang dia harus berubah untuk membuat anak satu satunya bahagia bukan? Jika anak Satu-satunya tidak bahagia lalu buat apa? Mereka juga ingin melihat Yuda hidup bahagia bersama orang yang dia sayang, Hans juga tidak bisa memaksakan kehendaknya, tidak bisa membuat keputusan yang bodoh lagi.


Dia akan menerima apapun jodoh yang di kehendaki anaknya yang terpenting anaknya bahagia.


"Berubah, untuk kebahagiaan anak ayah sendiri, memangnya kenapa? Ibumu benar ayah seharusnya menuruti apa yang kamu mau dan kamu inginkan, pilihan ayah dan ibu belum tentu kamu akan menerima nya dan belum tentu terbaik untuk dirimu, jadi kami berdua memutuskan untuk menyetujui hubungan mu dengan Ana, kamu bahagia kami juga akan bahagia.


Yuda memeluk ayahnya, ini lah ayahnya ayah yang selalu mendukung dirinya, ayah yang tidak pernah berhenti untuk mengatakan terus berjuang untuk apa yang kamu harapkan.


Sosok ayahnya telah kembali, dia pun sangat berterimakasih pada sahabatnya ternyata ucapan sahabat nya itu mujarab sekali.

__ADS_1


"Nak bagaimana jika kamu melangsungkan pernikahan mu satu minggu lagi, dan ayah sudah mempersiapkan hadiah untuk mu." Yuda terkekeh nih sosok ayahnya kembali dia nya yang malah kebingungan sendiri.


"Apa hadiahnya ayah?" tanya Yuda malah di buat penasaran dengan apa yang akan ayahnya berikan pada nya saat acara pernikahan mereka.


"Pokoknya pasti kamu akan menyukainya, ya sudah sana pilihkan lah emas yang bagus ah tidak sekalian permata saja." Yuda tidak tahu kenapa ayahnya malah jadi aneh tapi dia sudah kembali seperti semula.


"Akhirnya setelah sekian lama aku menanti ayah dan ibu akhirnya menyetujui hubunganku dengan Ana, bahkan kali ini mereka sangat menyayangi nya, sangat mencintainya seperti mencintai anak mereka sendiri. Terima kasih Tuhan telah membuat kedua orang tuaku yang dulunya tidak pernah menganggap Ana sebagai sosok yang sangat istimewa kini mereka sudah berubah menjadi yang seharusnya."


"Bantuin dong." ucap Hikmal seraya mencoba menggapai tangan Ana.


"Sayang, cobalah beberapa langkah berjalan masa itu cuma dua langkah kemari lah. " Wulan sengaja berjalan mundur agar Hikmal tidak bisa meraih tangannya. Dia memang sengaja melakukannya karena jika Hikmal belajar berjalan lagi maka dia tidak akan lumpuh, dia akan bisa berjalan seperti sedia kala.

__ADS_1


"Sayang kaki ku berat, aku tidak kuat." Wulan segera menghampiri Hikmal dan membawakan nya kursi roda mungkin latihan berjalan nya untuk kali ini cukup sampai di sini besok bisa di lanjutkan lagi.


"Baiklah sekarang kamu duduk, biar aku bantu duduk di kursi roda. " Hikmal tersenyum ternyata Wulan memang sangat mencintainya sayangnya dia sangat lah usil sangatlah rese tapi selama beberapa hari ini memang dia lah sumber kebahagiaan. Jika tidak ada ibunya bahkan dia rela sampai ketiduran untuk menjaganya.


Wulan segera memapah Hikmal sampai di kursi roda. " Sayang... Ternyata kamu begitu mencintai diriku, hanya aku yang terlalu bodoh sampai malah mengejar-ngejar cinta seseorang.


"Haha.... Kenapa kamu terlalu bucin sih jadi orang? Aku sih terbiasa tersakiti jadi biasa saja lah. " Hikmal pura pura sedih.


"Aku sedih saja, aku yang sudah banyak menyakitimu tapi kamu malah segitu cintanya padaku, segitu sayangnya padamu."


"Ah kamu ini, aku kan sudah terbiasa, dan kamu sekarang sudah menjadi milikmu jadi sudah jangan sedih bagaimana jika kita makan saja,"

__ADS_1


"Tidak.... Aku tidak mau makan... Aku ingin ke taman saja." Wulan tersenyum dana bilang saja dia kangen gitu ah ribet bangett.


__ADS_2