
Kini Bastian dan Dini telah sampai ditempat tujuan mereka yaitu pulau Bali.
Dini yang tengah berdiri di dekat jendela kamar hotel tempat mereka menginap, ia memandang keindahan pantai dari tempat ia berdiri.
"Indahnya suasana disini. Bas, kita kepantai yuk!"
Ajak Dini.
"Ntar agak sorean aja ya, istrihat bentar. " Sahut Bastian yang tengah berbaring di tempat tidur.
"Ih gimana sih, kok malah tiduran sih kalau mau tidur ngapain jauh-jauh kesini coba?"
"Ia bentar lagi ya."
"Gak ah sekarang ayok!" ajak Dini sembari menarik tangan Bastian.
"Ia, ia kamu tuh gak sabaran sih, padahal masih panas gini juga. "
"Panas gimana ini tuh udah sore bas."
"Ia deh terserah kamu aja, udah ayok!" Bastian bangkit dari atas tempat tidur.
"Nah kan, coba dari tadi. Gak usah dipaksa dulu baru mau." Gerutu Dini sambil merangkul tangan Bastian.
Sesampainya di pantai Dini langsung berlari-lari di pasir sesekali hempasan ombak air laut mengenai kakinya.
Ia sangat menikmati liburan mereka, berjalan-jalan di tepi pantai sambil menyaksikan matahari terbenam.
Sungguh pandangan yang sangat indah. "kamu senang? "selidik Bastian.
"Ia aku senang bangat malah." Sahut Dini sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bastian.
Bastian pun merangkul Dini dalam pelukannya sambil terus memandangi pantai tersebut yang sudah mulai gelap.
"Kita balik ke kamar yuk, udah mau gelap" ajak Bastian.
"Ia ayok!" sahut Dini sambil berdiri dari duduknya kemudian mereka berjalan hendak kembali ke kamar hotel tempat mereka nenginap.
"Bas, makan yok udah lapar nih. " Rengek Dini.
"Ya udah kita makan dulu sebelum kekamar, kita makan ditempat itu aja. " Ucap Bastian sambil menunjuk ke arah tempat makan yang ada didekat pantai itu.
"Boleh deh." Sahut Dini antusias.
Kini mereka berdua tengah menikmati makanan mereka masing-masing dengan lahap selain karna enak juga karna rasa lapar diantara keduanya.
Selesai makan mereka segera kembali menuju hotel tempat mereka menginap.
"Aku mau mandi dulu. " Tukas Dini setelah memasuki kamar tersebut.
"Mandinya sama ya!" sahut Bastian.
"Apaan sih kamu, gak ah!" tolak Dini.
__ADS_1
"Kok gitu sih ya kan wajar aja aku suami kamu!" protes Bastian.
"Ntar gantian aja, bisa-bisa gak jadi mandi aku kamu buat." Gerutu Dini sambil berlalu memasuki kamar mandi.
"Yah, kok gitu sih!" sahut Bastian sambil mencoba mengikuti langkah Dini namun Dini yang sudah memasuki kamar mandi dengan cepat ia menutup pintu kamar mandi tersebut.
"Bukain dong." Suruh Bastian dari luar sambil mengetuk-etuk pintu tersebut.
"Udah ntar gantian jangan berisik. " Teriak Dini dari dalam sambil melakukan ritual mandinya.
Merasa tak ada lagi harapan untuk niatnya tersebut ia akhirnya pun meninggalkan pintu tersebut dan berbaring di tempat tidur sambil menunggu giliran untuk mandi.
Tak lama Dini pun selesai dan keluar dari kamar mandi itu dengan menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya, Bastian melihat itu tidak ingin melepaskan kesempatan ia berjalan menghampiri Dini yang tengah mengambil baju ganti di dalam koper kemudian ia memeluk tubuh Dini dari belakang dan membenamkan wajahnya di leher milik Dini.
'Bas, mandi dulu dong sana!"
"Gak ah maunya gini aja! sayang mau Itu. "
"Mau apa?" selidik Dini yang belum tau arah bicara Bastian.
"Mau itu loh!"
"Itu apa coba?" selidik Dini lagi.
"Cup"
Bastian mencium leher jenjang Dini dan hal itu membuat Dini paham maksud dari Bastian.
Giliran ada maunya aja panggil sayang, dasar! gerutu Dini dalam hati.
"Ihh ntar aja!" ketus Bastian sambil mengeratkan pelukannya.
"Udah ah gak ada ntar, ntar mandi dulu sana!"
"Ya udah deh." Sahut Bastian dengan nada sedikit kecewa sambil melepaskan tangannya dari pinggang Dini kemudian ia segera masuk kekamar mandi.
Sementara Dini selesai menggunakan pakaiannya ia menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur "ah, cape!" keluhnya.
Bastian yang baru saja keluar dari kamar mandi segera berjalan menghampiri Dini yang berada di tempat tidur dan setelah berada disamping Dini ia melihat Dini sudah tertidur disana.
"Yah, dia udah tidur! ahh." Keluh Bastian sambil mengacak-acak rambutnya.
Setelah mengenakan pakaiannya ia pun ikut berbaring di samping istrinya tersebut dan tertidur bersama Dini.
Keesokan harinya sinar matahari mulai memasuki kamar tersebut dan membangunkan Dini dari tidurnya.
Dini ingin bergerak menuruni tempat tidur namun ia merasa ada sesuatu yang berada di tubuhnya segera ia melihat kesampingnya ternyata Bastian memeluknya dengan begitu erat, ia pun melepaskan tangan Bastian yang sedang memeluknya itu dengan sangat pelan agar tidak membangunkannya.
Setelah berhasil menggeser tangan Bastian segera ia membersihkan diri dikamar mandi dan setelah itu ia segera membangunkan Bastian.
"Bas, bas." Panggilnya sambil menggoyang-goyangkan lengan Bastian.
"Uummm."
__ADS_1
"Bangun udah siang!"
Bastian pun perhalan membuka matanya sembari mengucek-ucek matanya dengan kedua tangannya kemudian ia duduk diatas tempat tidur tersebut.
"Buruan mandi!" suruh Dini.
"Masih ngantuk!" sahut Bastian dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ayo dong mandi trus kita jalan-jalan ya." Tukas Dini.
Humm.. Bastian
"Kok cuman humm sih?"
" Trus mau apa?" selidik Bastian.
"Ya kan bisa jawab dengan kata apa ke yang lain atau ia gitu!"
Malas berdebat akhirnya Bastian pun mengiayakan perkataan Dini dan segera bergegas mandi. Setelah itu mereka berdua sarapan bersama didalam kamar yang sudah dipesan oleh Dini sebelumnya.
Pukul 10 pagi mereka berdua keluar dari kamar untuk berkeliling pulau tersebut. Kini mereka tengah berada disalah satu tempat wisata yang ada disana, banyak pengunjung yang berlalu lalang dan banyak juga oara pedagang yang menjajakan kerajinan tangan warga lokal.
Mata Dini tertuju pada gelang tangan yang dipajang ditempat salah satu pedagang disana.
Bastian yang memperhatikannya pun mendekat kearahnya, "kamu suka dengan gelang itu?"
"Aa. Ia cantik bukan?" tanya Dini sembari melemparkan senyumannya ke arah Bastian.
"Kalau suka ambil aja!"
" Boleh deh!" sahut Dini.
Tolong ambilkan yang ini tunjuk Bastian kepada pedagang disana.
"Baik sebentar ya." Kata pedagang itu dengan sopan kemudian mengambil gelang tersebut dan memberikannya kepada Bastian.
"Ini tuan, mau langsung dipakai atau saya bungkuskan?"
Bastian pun menoleh kearah Dini hendak bertanya.
" Ntar aja deh pakenya kalau udah di hotel. " Sahut Dini yang mengerti dengan Bastian hendak bertanya kepadanya.
"Ya udah kalau gitu. "
Bastian pun membayar gelang tersebut dan segera pergi dari tempat itu tanpa mereka sadari gelang tersebut tertinggal di tempat pedagang tersebut.
Aduh barang belanjaannya tertinggal gumam pedagang itu sambil melihat kesana kemari mencari sosok pemelik barunya gelang tersebut namun Bastian dan Dini sudah tak terlihat olehnya.
Kemudian pedagang itu menyimpan barang tersebut berharap pemiliknya akan datang untuk mengambilnya kembali.
-
-
__ADS_1
-
Bersambung.