Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Sobat Lama


__ADS_3

Faham melihat jika Dia ni tampak nya sedang menyembunyikan sesuatu tapi apa? Apa yang membuat Fiani tidak ingin menceritakan nya padanya? Ah mungkin saja belum waktu yang tepat.


"Tampaknya kedua wanita ini tengah menyembunyikan sesuatu padaku, apa yang direncanakan Fiani? Mengingat dia memang wanita yang pandai menyembunyikan sesuatu padaku, apa aku tanya saja tapi nanti apa dia tidak akan marah, ah biarkan saja lah nanti pasti dia akan menceritakan nya padaku, Faam Faam baru juga beberapa menit kau menjadi suaminya kenapa kau curiga sampai berlebihan begini." batin Faam.


"Lain kali kau jangan asal kabur aja, para tamu sudah menunggu kita," Fiani merasa sangat gugup semoga saja tidak terlalu banyak orang dua mencari keberadaan Ana karena ia sangat gugup melihat tamu yang sangat banyak entah apa yang di pikirkan Faam sampai mengundang banyak orang, tapi jika di pikir-pikir semua yang datang memang keluarga besarnya sih bukan tekan kerjanya atau teman-teman nya.


Orang penting keluarganya pastilah datang, tapi bagaimana ini semoga saja pestanya cepat selesai kepalanya sudah terasa mau pecah,


"Ayo..." Dengan terpaksa Fiani kembali ke sana tempat acara resepsi padahal niat hati mau menghindari tapi bagaimana lagi Faam pasti akan mencarinya kemana pun dia bersembunyi.


Faam tidak melihat orang yang tadi ia lihat apa dia salah orang? Tapi siapa yang mengundang dirinya ataukah ada yang memberi tahunya jika dirinya hari ini menikah?


"Kau memikirkan apa sayang?" tanya Fiani ingin tahu karena dari tadi Faam memperhatikan semua orang dan tak jarang memandangi Fiani. Nih Faam kenapa?


"Ah tidak, aku mencari sesuatu tapi apa mungkin dia ada di sini?" tanya Faam pada Fiani.


"Siapa? Yuda kah?" ucap Fiani keceplosan.


"Kau mengundangnya? Dan apa kau juga mengenal Yuda? Apa dia memang ada di sini?" tanya Faam ingin tau nah kan Fiani selalu selangkah lebih depan dan dia juga mengetahui sahabat yang sudah lama tidak ia jumpai.


"Kau itu cerewet amat ya suamiku, lihat di sana dia ada di sana?" ucap Fiani menunjuk seseorang yang sudah berdiri bersama dengan temannya Danil.


"Kau kau mengenalnya?" tanya Faam ingin tahu.


"Iya, dia temanku hehe..." Faam tersenyum kan nih anak temennya banyak dan tidak mengatakan sesuatu padanya kan banyak rahasia yang pelan pelan harus di ungkap oleh Faam mengenai istri nya ini.

__ADS_1


Faam yang tadi buru-buru pun meninggalkan Fiani yang hanya memandang ke arah Ana dengan tatapan malas.


^^^"*Nah kan, katanya dia mencari diriku setelah dia menemukan ku dia malah menghampiri Yuda ah dasar, tapi untunglah dia tidak curiga mengenai diriku." Fiani segera menggandeng lengan Ana dan menyapa beberapa tamu dan kerabat Faam dan juga kerabat Fiani dan tidak dia sangka ternyata ada Ibu tirinya dan ayahnya. ^^^


Mereka ternyata hadir di pesta ini juga tapi kelihatannya ayah tengah ada masalah? Apa dia tidak suka datang kemari lihatlah ibu tiri ku sepertinya juga tidak berniat datang apa yang mereka rencanakan semoga saja mereka tidak mengacaukan acara ini*.


"Nona apa yang kau lihat?" tanya Ana yang tidak tau jika Fiani sedang memperhatikan ayah dan ibunya.


"Tidak, lebih baik kita temui tamu yang lain." pinta Fiani seraya menggandeng tangan Ana menjauh dari pasangan suami istri yang sibuk mengobrol dengan temannya mereka tidak tau jika Fiani memperhatikan mereka dari kejauhan.


Ana hanya mengangguk tanpa tau apa yang sebenarnya Nona Mudanya perhatikan.


"Nona kenapa kita menjauh?" tanya Ana ingin tahu.


Sedangkan Faam yang masih merasa tidak percaya dengan kehadiran Yuda pun menepuk pundak Yuda dari belakang.


Saat Yuda membalikkan badan betapa terkejutnya dia melihat Farham sahabat lamanya yang sudah berdiri berhadapan dengan dirinya. Apa dia suami Fiani, haduh drama apa lagi ini? Apa yang di pikirkan Faam ketika nanti dia melihat dirinya bersama dengan istrinya wah pastinya nih bakalan perang dunia.


Haduh Fia Fia tau gini aku kemarin nolak aja deh, berurusan dengan Faam urusannya bakalan berabe tingkat dewa dan Fiani sudah menjebaknya kali ini.


"Yuda?" tanya Faam yang tak percaya dia pun memeluk sobat lamanya ini entah sudah berapa tahun mereka tidak berjumpa.


"Farham? He,, ternyata kau suaminya Fiani aku sungguh tidak menduganya loh." jawab Yuda membuat Faam tersenyum.


"Sudah berapa lama kau berteman dengan Fiani?" tanya Faam ingin tahu.

__ADS_1


"Dua tahun, biasa lah ada urusan bisnis, dan kau tau beberapa hari aku pinjam istri mu." ucap Yuda tanpa ada rasa bersalah sedikitpun disambut cengiran kuda dari Faam.


"Apa? Buat apa kau meminjam istriku?" tanya Faam ingin tahu.


"Apa kau ingin menggagalkan acara bulan madu ku ya sob?" lanjut Faam ingin tahu.


"Eh bukan, bukan maksud ku menggagalkan acara bulan madu antara kau dan istrimu tapi rencana ini sudah lama apa kau tau membangun bisnis itu tidak mudah." jelas Yuda mengingatkan.


"Memang pekerjaan apa?" tanya Faam penasaran karena selama ini Fiani selalu di rumah tapi selalu saja telponan dengan orang yang misteri dan setiap kali Faam bertanya selalu saja Fiani mengatakan jika dia ada pekerjaan dengan seseorang dan ini toh teman kerjanya selama ini.


Padahal semua biaya sudah dia tanggung tapi Fiani selalu saja ingin mandiri dan tidak ingin merepotkan dirinya memang istrinya ini selalu membuatnya terheran-heran.


"Kepo banget yang pasti kita berdua harus pergi satu minggu lagi jadi kau masih bisa berbulan madu bersama istri mu." Faam menampol Yuda nih anak selalu saja membuatnya merasa cemburu sendiri.


"Tenang aku akan jagain istri kesayangan mu, aku minta izin lebih dahulu gak papa kan sebelum lo cemburu, hahahaha" Faam tidak keberatan dengan ucapan Yuda dan memang dia sangat cemburuan orangnya untung Yuda sudah mengatakan lebih dulu jadi dia tidak perlu mencemaskan istrinya terlebih lagi Yuda tipe laki-laki yang menjaga perempuan.


"Dasar...!!!"


"He bro apa kau tidak mau mengakuinya jika kau sangat sayang pada istri mu?" Yuda kali ini membuat mata Faam membulat memang dia sangat mencintai Fiani ya jelas lah.


"Ya aku mengakui nya, bahkan jika sesuatu terjadi padanya pasti aku akan sangat sedih." ucap Faam membuat Yuda tidak bisa mengatakan apapun bahkan dia saat ini juga sudah tau jika Fiani mengidap penyakit yang sangat parah dan alasan pekerjaan itulah yang membuat nya bisa membawa Fiani untuk pergi ke rumah sakit. Jangan sampai Faam tau pasti sahabatnya ini sangat amat sedih dan nanti dia tidak tau lagi apa ini yang harus dia jalani kehilangan orang yang sangat ia cintai untuk yang kedua kalinya?


"Memang akan aku apakan istri kesayangan mu itu, kau jangan berburuk sangka dulu padaku sob." Faam tersenyum dia sangat percaya dengan temannya ini dan tidak lah mungkin jika dia berani menyentuh istri nya.


"Jika urusan bisnis ok lah, memang kau dan istriku akan pergi selama berapa hari?" tanya Faam ingin tahu.

__ADS_1


"Entahlah inginkan proyek baru ya mungkin paling cepat nya satu minggu dan paling lama dua mingguan lebih." Faam merasa jika Yuda memang sengaja memisahkan dirinya dengan Fiani dasar rese nih bocah satu pekerjaan kan bisa di undur nah ini di majuin kan resepnya minda ampun deh bocah satu ini.


__ADS_2