
Erland terus menatap Mayra sambil mendengarkan suara di seberang,kemudian mengangguk angguk dan menjawab untuk mengadakan pertemuan waktu makan siang.
Erland meletakkan ponsel nya di meja,kemudian memainkan pulpen di jari nya sambil menatap Mayra lebih dalam.
Mayra merasa canggung di tatap Erland,Dia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Nanti temani Saya makan siang sekalian menemui klien"Kata Erland kemudian.
"Iya..."Jawab Mayra pasrah.
"Ini draft yang harus kamu pelajari untuk rapat nanti"Kata Erland sambil memberikan dokumen ke Mayra.
Mayra menerima dokumen itu dan melihat perusahaan yang akan di ajak kerjasama,ternyata perusahaan dari Belanda yang sangat terkenal.
Sedikit Mayra tahu tentang perusahaan itu,cuma Dia tidak pernah ingin menggali tentang sebuah perusahaan karena itu bukan bidang nya.
Dia bekerja dengan David karena Dia cuma ingin mengerti tentang mengelola keuangan di sebuah perusahaan.
Tujuan nya hanya satu bila suatu saat nanti Rumah sakit Maharani bisa Dia genggam,maka Dia sudah punya pengalaman tentang keuangan.
Selama ini Dia hanya fokus tentang Rumah sakit dan lembaga penelitian untuk pengembangan usaha milik nya.
Mayra melihat draft itu,ternyata kerjasama mereka di bidang alat teknologi dan komunikasi.
Kalau soal beginian hanya Kenzo yang tahu...
"Gimana kamu bisa?"Tanya Erland sambil menatap Mayra karena dari tadi yang Dia lihat Mayra membaca dokumen sambil mengernyitkan kening nya.
"Entahlah...."Mayra membolak balikkan dokumennya mengisyaratkan kalau Dia tidak mengerti.
"Insya Allah Pak..saya akan coba,cuma jujur banyak kode kode yang tidak saya mengerti,sebenarnya ini tentang apa ya pak?"Tanya Mayra.
"Ini soal alat Teknologi yang sedang ingin Saya kembangkan untuk membantu orang yang terkena Kanker,Di Jerman Saya dengar sudah ada alat untuk mengobati Kanker Otak,maka Saya juga ingin mencapai seperti itu"Kata Erland
"Jadi Bapak juga ingin menciptakan alat yang sama?apa tidak mengambil konsep yang lain saja,seperti teknologi di bidang pertanian,industri ,atau mungkin di bidang properti Pak,kebetulan Perusahaan Bapak cenderung di bidang Properti jadi lebih baik Bapak menciptakan alat sesuai bidang perusahaan ini"Kata Mayra berusaha memberikan masukan,karena Perusahaan Jerman yang Erland maksud adalah Perusahaan yang Ia dirikan agar di kelola Kenzo.
__ADS_1
La ini..mosok Ayah dan anak
harus bersaing bisnis di bidang
yang sama?
"Tapi Erlangga corp juga punya Rumah sakit,jadi di mana letak kesalahan nya kalau Saya ingin mengembangkan alat Tekhnologi di bidang kesehatan ?"Tanya Erland.
"Iya..sich Pak...tapi setahu Saya ketika kita berniat terjun di bidang tersebut,setidak nya kita tahu sedikit walau hanya dasar agar kita bisa membawa usaha kita kemana"Kata Mayra.
"Saya kan bisa minta pendapat dengan Dr.Leon?"kata Erland.
"Dr.Leon?"Tanya Mayra.
"Iya ..Dr leon..kamu kenal..Dia kepala Direktur Rumah sakit Erlangga"Tanya Erland karena merasa Mayra mengenalnya.
"Eng....ga sih Pak..mana ada Saya kenal Dia,saya kan orang biasa,apalagi Dia kan seorang Kepala Direktur Rumah sakit"Kata Mayra berusaha setenang mungkin karena Dia masih penasaran apakah Dr.Leon itu seniornya dan merupakan ayahnya Richard.
"Mmmm...tapi boleh juga ide kamu, coba nanti Saya pertimbangkan kembali dengan Mr William,kebetulan Dia juga di bidang properti juga"Kata Erland sambil melihat ke arah Mayra.
Perasaan itu dulu pernah Dia rasakan waktu bersama Mayra semasa SMA,walaupun mereka dekat tapi Erland tidak berani jujur karena takut persahabatan mereka akan hancur karena cinta.Maka dari itu Erland hanya mencintai dalam diam.
Tapi karena peristiwa di hotel waktu Mayra bersama Faisal,Erland marah hatinya di kuasai api cemburu di tambah hasutan dari Mita,makanya Dia pun langsung menghindar dari Mayra dan membiarkan Andre menyebar aib yang berakibat menghancurkan reputasi Mayra.
Tapi setelah Dia merenggut kesucian Mayra Dia merasa bersalah dan mulai hari itu hatinya terkunci untuk wanita lain,dan berusaha mencari keberadaan Mayra.
Sampai Dia tahu kalau sepupunya bekerja sama dengan Mayra untuk mengaudit perusahaan kakeknya.
Ternyata selama bertahun tahun Mayra menghilang ke Jerman dengan fakta Dia membawa benih nya.
Tapi setelah bertemu Rani sang resepsionis,Dia merasa mata itu milik Mayra,makanya Dia mulai penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang Rani.
Dari Rani yang memberi ide tentang desain kantor nya yang sesuai seleranya karena selama ini hanya Mayra yang mengerti apa yang dia ingin kan.
Di tambah kemarin Rani pun ijin tidak masuk bertepatan Setelah peristiwa bom di pesawatnya dan Dia menyakini kalau orang yang menolong nya adalah Mayra.
__ADS_1
Maka dari itu Mata elang Erland mulai menyelidiki dari ujung kepala sampai kaki agar Dia tahu apakah ada luka waktu pengeboman itu.
Tapi sayang Erland tidak bisa menemukan luka itu,hanya kaki Rani yang tertatih dan alasan keseleo karena kecelakaan.
Erland berharap dengan Rani di sisinya Dia akan tahu apakah itu Mayra apa bukan,makanya Dia menunjukkan dokumen yang isinya sebuah sandi sandi untuk menciptakan alat lewat komputer.
Karena Erland tahu kemampuan Mayra semasa SMP Dia adalah salah satu orang peretas yang termuda.
Tapi melihat reaksi Rani waktu membuka dokumen itu,membuat ragu Erland karena mana mungkin seorang Mayra tidak mengerti kode itu.
Maaf Pak kalau boleh tanya meja kerja Saya di mana ya?"Tanya Mayra mengagetkan Erland dalam lamunannya.
Mayra melihat keliling ruangan karena di dalam ruangan itu terlihat hanya meja Erland,dan tidak jauh dari mereka hanya terdapat sofa,sedangkan di luar hanya ada ruangan untuk Ferdi selaku asisten Erland.
Mayra tidak tahu meja kerja Johan di mana.
"Oh..ya..habis ini Saya akan meminta orang mengubah tata letak ruangan ini,kamu mau di sebelah mana?"Tanya Erland.
Mayra mengernyitkan keningnya.
Kalau gua satu ruangan sama Erland bisa bisa setiap hari gua harus menekan titik jantung gua,dan lama lama Dia akan tahu siapa gua.
"Maaf Pak kalau boleh saya usul kalau di luar bersama Pak Ferdi aja gimana?"
"Kenapa?banyak para wanita ingin satu ruangan dengan saya,bahkan mereka dengan sukarela melempar tubuhnya untuk menjadi teman ranjang saya"Kata Erland dengan bangga nya.
"Uih...Bapak narsis sekali...lagian jangan samakan Saya dengan mereka,walau saya miskin tapi Saya ga akan seperti itu"Kata Mayra jijik,Dia ga bisa membayangkan banyak wanita yang mengelilingi Erland dan ga bisa membayangkan berapa wanita yang berhasil turun ranjangnya Erland.
Dada Mayra terasa sesak entahlah...emosi nya terasa membuncah .
"Saya permisi dulu Pak...pokoknya saya mau kerja di luar bersama Pak Ferdi,kalau Pak Erland tidak setuju lebih baik saya mengundurkan diri,dan soal uang kompensasi kontrak kerja Saya usahakan segera di bayar"Kata Mayra sambil berlalu karena emosinya sudah tidak tertahankan.
"Ra..tunggu"Panggil Erland.
Spontanitas Mayra berhenti karena panggilan itu,panggilan yang selama ini Dia rindukan.
__ADS_1