
Tepat pukul enam sore Mayra terbangun karena mendengar suara Adzan di alarm jam di kembar.
"Astaghfirullah...."
Mayra bergegas bangun dan melihat anak anaknya masih tertidur.
""Zo...bangun udah magrib..kalian belum mandi kan?"Mayra berusa membangunkan Kenzo.
"MMM...5 menit lagi My..masih ngantuk nich..."Kata Kenzo masih memeluk guling nya.
"Ok...5 menit lagi,jadi jangan salahkan Mommy kalau nanti di akhirat Allah meminta kamu 5 menit di neraka"Kata Mayra sambil membangunkan Kenza
Kenzo mendengar ucapan Mayra langsung bangun.
"Jangan My...nanti bilang Ama Allah Jangan suruh Kenzo di Neraka selama 5 menit ya..boro boro 5 menit 5 detik Zozo ga mau,ni Zozo bangun ya..."Kata Zozo sambil bangun walau mata masih tertutup.
"Zaza juga bangun...Zaza juga tidak mau 5 menit di neraka"Kata Kenza langsung bangun,Dia anak yang selalu sensitif kalau terdengar suara suara walau lagi tidur mungkin karena Dia benar benar menguasai beladiri makanya instingnya terlalu kuat.
Mayra langsung tersenyum melihat tingkah anak anak nya.
"Ok...mari kita mandi...siapa yang mau di mandiin Mommy?"Mayra menggoda anaknya terutama Kenzo yang masih tutup matanya.
"Zaza mandi sendiri...."Kata Zaza langsung ngacir ke kamar Mandi.
"O...berarti Zozo yang mau di mandiin Mommy..ya"Kata Mayra mulai menggoda anaknya.
"Ga mau...Zozo mandi sendiri ,Zozo sudah besar.."Kata Kenzo langsung turun dari ranjang nya dan menuju kamar mandi lainnya,walau kadang tersandung Zozo tetap berusaha menggapai kamar mandi takut Mommynya memandikan dirinya.
Mayra hanya geleng geleng kepala kemudian menuju lemari pakaian anak nya dan menyiapkan baju mereka masing masing.
__ADS_1
Setelah selesai menyiapkan baju anak anaknya Mayra keluar dari kamar anak nya.
"Baju kalian sudah Mommy siapkan ,Mommy tunggu di mushola ya"Kata Mayra sambil keluar dari kamar anak nya.
Dia pun menuju kamar sendiri dan mandi karena takut waktu Magrib keburu habis.
Setelah mandi mereka bertiga langsung menuju ke mushola untuk sholat berjamaah dan kemudian mengaji.
Itulah kebiasaan yang di terapkan Mayra kepada anak anaknya,sesibuk apapun mereka di siang hari,mereka pasti meluangkan waktu untuk mengaji sambil menunggu waktu Isya.
Selesai mengaji Mayra mulai menyiapkan untuk makan malam,sedangkan anak anak nya juga di sibukkan tugas online nya.
Setelah beberapa kemudian mereka pun tenang di ruang makan di lanjutkan acara keluarga yang santai di mana mereka mulai menceritakan kegiatan mereka di siang hari tadi.
...Ampunkanlah aku...
...Terimalah taubatku...
...Sang Maha Pengampun dosa...
"Mi...dari tadi ponsel Mommy bunyi ga tahu dari siapa ?berisik banget mengganggu konsentrasi kita waktu Daring,untung ponsel nya di ruang tamu,jadi kita ga terlalu menggubris,coba kalau di dekat Zaza udah pasti Zaza angkat dan Zaza teriakin "Berisik" "Ucap Zaza sambil memakan camilan dan menonton Tv.
"O..ya ponsel Mommy mana ya?Mommy sampai lupa dengan benda ajaib itu?"Kata Mayra masih di depan laptop nya.
'Di depan Mommy...biar Kenzo ambilkan "Ucap Zozo sambil berdiri dan melangkah di ruang tamu.
"Terimakasih Zozo..."ucap Mayra masih sibuk di laptop karena tugas audit nya kurang sedikit lagi ,dan Senin Dia targetkan sudah selesai,habis itu Dia akan mengundurkan diri dari Erlangga Group untuk menjauhi Erland,entah kenapa hati merasa tidak sanggup untuk berhadapan dengan Erland,dan Dia akan mulai fokus dengan pengalihan Rumah sakit nya milik Kakek nya.
Untuk akuisisi Rumah sakit itu sudah berjalan setengah,dan yang setengah lagi Mayra harus gerak cepat,karena Dia yakin akan segera di sibukkan dengan MR X yang sedikit demi sedikit Dia sudah mulai menemukan titik terang.
__ADS_1
"Mi..ini ponselnya ada catatan dari Paman Jack...dan 160 panggilan tidak terjawab...benar kata Paman Jack orang gila mana yang tidak mau menyerah..apa tidak kriting tu tangan ?kurang kerjaan aja,dan lagi bisa di lihat setiap 5 menit ponsel Mommy pasti bunyi soalnya ponsel sampai puanas buanget,padahal selama ini kita tahu kalau batu Ponsel Mommy yang paling tahan"kata Kenzo sambil meletakkan ponsel di dekat Mommy nya kemudian Dia mulai sibuk di depan laptop sambil makan camilan.
Mayra kemudian membuka ponsel nya dan sangat terkejut bukan hanya panggilan tak terjawab aja yang tidak masuk akal tetapi pesan yang di baca hampir 100.
Orang ini memang gila
Mayra kemudian membuka pesan dan rata rata spam dari "Bos Aneh".
Ini orang pa ga salah ,kaya kurang kerjaan aja,apa Dia punya waktu senggang yang benar benar banyak sehingga tangan terasa gatal kalau ga...sibuk pijat pijat Ponsel.
Mayra mengabaikan pesan dari "Bos aneh",kemudian membaca pesan dari David terus pesan dari anak buah nya.
Dia juga mengabaikan pesan dari David juga yang Dia anggap tidak penting.
Kemudian Mayra pun sibuk dengan laptop nya dan sesekali berdiskusi dengan kedua anak nya tentang masalah masalah yang harus mereka selesaikan.
Walaupun baru usia lima tahun,tapi mereka benar benar anak genius,yang bisa bekerja sama dengan Mayra.
Walaupun mereka mempunyai sifat kedewasaan yang sangat tinggi,tapi mereka pun punya sisi sifat ke Kanak kanakan seperti di saat weekend mereka pun suka bermain dengan boneka dan Robotnya,terkadang suka minta di antarkan ke tempat bermain.
Mayra sangat bahagia,karena kehadiran buah hatinya Dia tidak merasa kesepian dan selalu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
Terkadang Mayra merasa takut kalau suatu saat Erland dan keluarga besar Erlangga mengetahui kalau pewaris mereka bersama nya apakah Dia bisa mempertahankan mereka dari kekuasaan besar Erlangga,seperti dulu Dia kehilangan Ibu nya,dan apakah sekarang Dia juga harus kehilangan kedua anaknya yang sudah menjadi nafas hidup nya?
Mayra pun tidak berharap Erland akan menerima Dia dan membangun Rumah tangga bersama,karena perbedaan mereka yang sangat mencolok dan mungkin sekarang Erland mungkin sudah memiliki tunangan atau mungkin sudah menikah.
Karena kehidupan Erland di luar negeri sangat tertutup rapat,sehingga kemungkinan kemungkinan itu bisa terjadi.
Walaupun Mayra tahu kalau Erland adalah sepupu David,tapi Dia juga tidak berani terlalu mengorek kehidupannya karena Mayra tidak ingin David tahu kalau anak kembarnya adalah Darah mereka .
__ADS_1
Mayra masih takut akan kenyataan kenyataan yang bakal terjadi,walaupun suatu saat ini cepat atau lambat itu bakal terjadi.
Mayra memejamkan matanya,tak terasa air mata mengalir di sudut mata nya.