CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode102


__ADS_3

ACARA demi acara sudah terlewati kini saatnya di penghujung acara tersebut yaitu penyematan cincin di jari jemari pasangan tersebut.


Pria dingin itu terlihat berbisik ke arah seseorang yang berdiri tak jauh darinya.Ia meminta kepada orang itu untuk mencarikan keberadaan seseorang yang menjadi sahabat baiknya.Karena sedari tadi ia tidak melihat akan batang hidung sahabatnya tersebut.


Orang itu pun segera beranjak lalu mencari seseorang yang di maksud oleh pria dingin berwajah tampan tersebut.


Tak membutuhkan waktu yang lama, orang yang di suruhnya itu pun menemukan orang yang di maksud oleh pria tersebut yang tiada lain adalah Zeanu,sahabat dektanya.


Lantas orang yang di perintahkan oleh Banny pun segera meminta agar Zeanu segera bergabung bersama atasanya serta yang lainya.


Dengan berat hati Zeanu pun mengikuti ajakan seseorang tersebut yang tiada lain pak Hendra staff Menejer di perusahan sahabatanya tersebut.


Meski langkahnya terasa berat namun ia berusaha untuk terlihat baik-baik saja,Zeanu pun melangkah mendekati sahabatnya tersebut.


Mona menoleh ke arah kedatangan-nya dengan tatapan kaku.


Dengan perasaan risih sekaligus tak enak Mona menatapi pria berwajah tenang itu dengan tak pasti.


" Lo dari mana saja ?gue nungguin lo dari tadi, sampe acaranya di tunda bebera menit cuman buat nyariin lo dulu." Tanya Banny dengan setengah berbisik ke arah Zeanu.


Zeanu hanya tersenyum pasi seraya menggeleng pelan.


" Gue tadi ada perlu sebentar,jadi gue baru sampe ini." Balas Zeanu berbohong.


" Hallo om,apa kabar ?" Sapa Zeanu menyapa hangat sang Ayah sahabatnya tersebut.


" Hallo Zeanu,kabar om baik,lama sekali kamu tidak main kerumah kenapa ?" Tanya seorang pria berwibawa itu dengan hangat.


" Iya om,kebetulan saya lagi banyak pekerjaan,jadi belum ada waktu main ke rumah om lagi." Balas Zeanu tersenyum penuh hormat.


" Baiklah,semoga pekerjaan mu semakin lancar." Ucapnya pelan.


" Iya Om,makasih banyak do'anya." Sahut Zeanu tersenyum hangat.


" Gue pikir lo gak akan datang,karena cemburu." Ujar Banny dengan setengah berbisik,sontak membuat wajah Zeanu memias.


" Shiittt !!,lo gak usah manas-manasin gue,kalau gak mau acara lo ini berantakan." Balas Zeanu dengan menyeringah sinis.


" Bercanda lo garing man." Bisik Banny meninju pelan pundak sahabatnya tersebut.


Zeanu hanya tersenyum kaku saat Banny mencandai dirinya.


Mona menatap dalam ke arah Zeanu yang berdiri tak jauh di samping pria dingin tersebut,ada perasaan yang berbaur menjadi satu di benaknya tatkala melihat kilasan sorot mata pria tersebut menatapnya kosong.


Tak lama kemudian acara pun kembali di lanjutkan,seorang Mc pun mempersilahkan Banny untuk menyematkan sebuah cincin di jari manis gadis tersebut.


Dengan gamang Mona mengangkat tanganya ke udara lalu perlahan mengarahkan jari nya ke arah pria yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan yang berbeda.


Mona sekilas menatap raut wajah bosnya tersebut seperti menahan sesuatu perasaan yang tak biasa kepadanya.Dan Banny pun bersiap-siap akan menyematkan cincin tersebut di jari manisnya.


Namun entah kenapa ada perasaan bahagia diam-diam menyelinap di ujung hati walau hanya untuk sesaat.


Namun ia tak bisa di pungkiri jika debaran-debaran di hatinya mengganggu ruang pikirannya ketika tangan pria tersebut meraih tangannya tersebut.


Ada banyak pikiran tiba-tiba meracau se isi pikirannya,entah kenapa pikiran buruk nya tersebut berspekulasi bahwa ini adalah sebuah awal penderitaanya dalam menjalani kehidupan yang semu.


Mona menatap sembilu ke arah tangan pria tersebut yang perlahan memasangkan sebuah cicin bermata berlian di jari manisnya tersebut.


Entah kenapa tatapan pria tersebut terlihat mantap menatap dirinya.Apakah bosnya itu sengaja melakukan hal ini karena ada Zenu ?


pikirannya semakin kacau.


Air muka Mona berubah semakin tak menentu.Tapi apalah daya ia pun hanya bisa pasrah dengan semua ini.


Para tamu undangan yang hadir dengan serentak bertepuk tangan setelah Banny berhasil menyematkan cincin di jari Mona.


Seorang pria dengan perawakan tubuh tegap serta penuh wibawa melayangkan pandangan rasa haru menatap dalam sang putranya ya tersebut.


Tidak berbeda halnya dengan sang Ayah,sang nenek pun melakukan hal yang sama menatap haru kepada sang cucu terkasihnya itu dengan berbagai perasaan yang bergelimang di hatinya.


Lelehan bening itu pun mulai menuruni pipi yang sudah menua,menyaksikan hal tersebut setidaknya melahirkan perasaan haru sekaligus penyesalan atas ketidak hadiran sang anak sekaligus orang tua kandung dari cucunya tersebut.


Sang nenek mengela lalu tersenyum getir seraya menyeka air matanya dengan lembut.


Tak jauh dari sang nenek kedua sahabatnya,Amel beserta Tamara ikut bertepuk tangan dengan perasaan bahagia yang bercampur aduk dengan khawatir menjadi satu,antara harus ikut bahagai atau kah sebaliknya karena mengingat hal ini adalah awal dari penderitaan nya sang sahabatnya tersebut.


Begitupun pria berwajah tampan itu yang berada percis di belakang Banny hanya bisa menatap pilu seraya tersenyum kaku ikut bertepuk tangan tanpa ekspresi.


" Selamat ya nak." Ucap Pria berjas abu-abu tua itu merangkul hangat sang anak.


" Makasih pah." Balas Banny membalas hangat pelukan sang Ayah dengan ekspresi datar.

__ADS_1


Lalu tak lama sang nenek mendekati cucunya tersebut.


" Sayang,selamat ya! " Sang nenek merangkul hangat sang cucu terkasihnya itu.Gadis itu pun hanya mengangguk pelan seraya membalas pelukan hangat sang nenek.


" Ban,selamat ya !" Zeanu mendekatinya lalu menyodorkan tangannya ke hadapan sahabatnya itu.


" Thank's Zean." Balas Banny tersenyum tipis seraya menerima uluran tangan sahabatnya tersebut.


" Meski ini hanya tipuan,tapi gue berharap lo bisa merubah niat awal lo,untuk tidak menyia-nyiakan Mona." Ucap Zeanu setengah berbisik ke arah telinganya Banny dengan menepuk pelan pundak sang sahabat.


Banny mengernyit lalu menatap penuh keheranan terhadap sahabatnya tersebut.


" Maksud lo apa ?" Tanya Banny dengan menatap kaku Zeanu.


" Gue hanya ingin melihat Mona bahagia." Balas Zeanu dengan suara pelan,wajahnya sengaja di arahkan ke hal yang lain agar orang lain tidak menatapnya curiga.


" Sepertinya gue perlu ngobrol lagi dengan lo,agar kecemburuan lo bisa teratasi." Banny menyeringah sinis ke arah sahabatnya tersebut.


" Tak perlu,tak ada yang harus di obrolkan lagi." Ucap Zeanu seraya menepuk kembali pundak sang sahabat itu.


Banny menyoroti heran ke arah sahabatnya tersebut.Ia tidak memahami apa yang di ucapkan nya itu namun sekilas ia menangkap kilasan sorot mata yang dalam menatapnya.


" Gue gak suka lihat gaya lo ini,terlalu kolot." Sela lagi Banny sedikit mendecih.


" Anggap aja gue sebagai abang nya Mona mengingatkan lo untuk bisa menjaga perasaan Mona." Terang Zeanu dengan.


Banny kembali menatap dingin sahabatnya itu.


" Lo gak usah berlaga so jadi pahlawan,lo pikir dengan hal seperti ini lo akan berubah menjadi abang angkat Mona." Ucap Banny kesal.Zeanu mengangkat bahu.


" Tapi setidaknya gua akan tetap melindungi perasaan-nya Mona,dan gue pastikan terlepas dari lo ia akan mendapatkan kebahagian." Bisik lagi Zeanu membuat Banny semakin terpojok.


" Hentikan nasihat konyol lo itu,semua akan baik-baik saja,bisa lo pegang ucapan gue." Ucap Banny membela diri.


" Semua akan baik-baik menurut lo,tapi tidak dengan perasaan dia." Ucap Zeanu jelas.


Banny menarik napas panjang kalimat yang di ucapkan sahabatnya tersebut seperti busur panah yang melesat dan menancap di sasaran.


"........... " Banny tidak bisa lagi berbicara ketika Zeanu sudah berhadapan dengan Mona dan mengabaikan dirinya.


" Mon !" Panggil Zeanu menatap nanar ke arah gadis tersebut.Lalu Zeanu mengangkat tanganya dan meyalami gadis tersebut.


" Selamat ya !" Ucap Zeanu dengan suara parau mencoba memberanikan diri untuk mengatakan ucapan tersebut kepada gadis itu.


" Ma makasih Ze Zean." Ucap Mona terbata-bata.


Banny melengos memalingkan wajahnya ke arah yang lain ketika Mona menerima uluran tangan Zeanu.


Rasanya ia tak rela jika Zeanu harus berlamaan menyalami tangan gadis tersebut.


" Ehem !!" Banny mendehem lalu menatap penuh isyarat ke arah mereka dengan menatap lurus ke tangan tersebut.


Dengan repleks Mona segera menarik tangannyan itu lalu tersenyum kaku ke arah Zeanu.Begitupun Zeanu ia tak bisa menyembunyikan perasaan kekalutannya ketika ia harus merelakan seseorang yang sangat ia cintai di lamar yang lain,walaupun itu hanya sandiwara.


Dari ujung samping kedua sahabat Mona tersenyum tipis menyaksikan kejadian yang sedang berlangsung,momen yang tak pernah ia jumpai sekaku ini,dengan raut wajah yang tak menentu mereka pun hanya menatap pasrah ke arah Mona.


Semoga saja sahabatnya tersebut akan baik-baik saja,pikir mereka menatap haru.


" Mel !" Panggil Tamara seraya mencolek Amel.


Yang di colek menoleh perempuan jangkis tersebut.


" Kenapa sih ?" Tanya Amel cepat.


" Itu !" Ucap Tamara singkat lalu bibir mungilnya menunjuk ke arah seseorang yang sedang berjalan ke arahnya.


" Si Manda mau ngapain dia ke arah sini." Bisik Tamara menatap dengan resah.


Dengan sigap Amel pun segera bergerak menuju ke arah Manda,mereka mengantipasi hal-hal yang tak di unginkan karena mereka melihat langkah Manda mengarah ke arah tempat Mona berkumpul.


Dengan berpura-pura berjalan cepat Amel pun dengan sengaja menyenggolkan tubuh nya ke arah tubuh ramping perempuan tersebut.


" Aww !!" Manda memekik setelah di hanta lumayan kerasa oleh tubuh padatnya Mona.


Amel melongo ke arah perempuan tersebut dengan menoleh tanpa berdosa.


" Oww !! sorry,sorry." Pinta Amel menatap lurus Manda yang masih meringis kesakitan.


" Heh !punya mata gak sih ?kalau jalan lihat-lihat dong." Bentak Manda dengan nanda tinggi.


" Kan gue sudah bilang....SORRY,kurang kenceng gue ngomong." Ujar Amel dengan menatap tajam perempuan ramping tersebut.

__ADS_1


" Dasar preman kampung."Hardik Manda mendegus.


Amel hanya menaikan kedua alisnya dengan ekspresi datar.


" Minggir ! gue mau lewat." Manda mendorong kuat tubuh Amel.


" Lo mau kemana ?" Tanya Amel menahan dorongan kasar perempuan tersebut.


" Itu bukan urusan lo !" Jawab Manda ketus.


" Kalau elo mau ngerusak acara ini,gue orang yang pertama akan ngehadang lo." Terang Amel dengan memasang badan menghalangi langkah Manda.


Manda melirik tajam ke arah Amel.


" Dan gue orang yang kedua." Sela Tamara dengan membenarkan poni pendeknya.


" Urusan lo apa nanya-nanya gue ?lagian gue mau kemana aja terserah gue dong.Kenapa sih kalian yang ribet." Terang Manda dengan kesal.


" Ya itu urusan gue juga dong kalau nanya lo mau kemana,karena apa? karena gue tau lo punya hati busuk dengan pesata ini." Ucap Amel menatap tidak suka.


" Kalau iya kenapa ?masalah buat lo ?asal lo tahu aja gue gak akan pernah rela liat sahabat lo itu bahagia.Dan sekarang gue akan kasih tau terhadap semua orang jika pesta ini cuman sandiwara doank." Tungkas Manda dengan menyirah sinis.


" Lo punya nyali seberapa hebat buat ngeberantakin acara pesta ini ?lagian percuma juga lo ngebatalin acara ini, lamaran sudah terjadi,jadi lo buang-buang energi doang." Jelas Amel menatap puas ke arah Manda.


Manda terlihat naik pitam lalu ia pun mendorong kasar tubuh Amel.


" Heh !lo pikir gue gak punya nyali,gue bisa aja ngeberantakin pesta ini hingga cincin yang di pake si Mona di balikin lagi,asal lo tahu itu." Balas Manda tak kalah sengit.


Tak terima tubuhnya di dorong kasar,Amel pun melakukan perlawanan mendorong balik tubuh yang lebih kecil darinya.


" Lo gak usah kasar sama gue !lagian mana ada yang akan percaya sama omonganlo itu,jadi kasian ya gue sama hidup lo." Ucap Amel dengan menatap puas.


Tamara yang sedari menyimaknya mulai menatap panik ke arah dua perempuan tersebut,karena ia tahu betul akan karakter dari seorang Amel sahabatnya tersebut.


" Buat gue tidak ada kata terlambat,semua orang harus tau akan sandiwara sampah ini,mumpung semua orang ada disini tak terkecuali pak Wiguna,papahnya bos gue." Ucap Manda dengan mengangkat salah satu alisnya dengan karaktersitik sinis.


Lalu Manda pun mencoba merangsak menerobos tubuh Amel dan Tamara yang menghalangi langkahnya.


" Lo gak perlu ikut campur urusan orang,ini sudah jelas buka urusan lo." Tamara yang sedari tadi diam ikut menimpali.Rasanya mulutnya gatal juga jika tak ikutan menimpalinya.


Manda mendecih lalu menatap sinis ke arah mereka berdua.


" Heh,lo sengaja ikut menutupi masalah ini karena lo kecipratan recehnya kan? memang lo sama sahabat lo tuh cewek-cewek Recehan." Ungkap Manda semakin sinis.


" Lo tahu apa tentang sahabat gue ?" Tanya Amel dengan lantang.


" Yahh kalau gak matre apa lagi sebutannya hingga ia mau di bayar mahal untuk sebuah sandiwara ini,mending jadi l***e aja sekalian lebih jelas jual diri nya." Ucap Manda dengan enteng.


Belum saja ia berhenti berbicara tiba-tiba.......


BUUUUkkkk......


Sebuah pukulan keras menghantam wajah cantik nya tersebut.


Dengan spontan Tamara mengangkat tinggi tangan Amel hingga ke layaknya seorang pemenang dalam sebuah pertandingan.


" Yeess,kena loh !!" Sorak Tamara dengan masih mengangkat tinggi tangan sahabatnya tersebut.Ia menatap puas ke arah Manda yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Lo boleh hina gue,tapi tidak sahabat gue,lo tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi kepada dia,jadi lo gak usah menuduh yang bukan-bukan terhadap sahabat gue." Hardik Amel dengan terlihat menahan amarahnya.


Jari telunjuknya mengarah lurus ke wajag perempuan yang tengah kesakitan tersebut.


Jeritan Manda cukup terdengar kencang sehingga menarik perhatian para tamu undangan yang tengah menikmati hidangan nya pesta tersebut.


" Lo kurang ajar !!! " Pekik Manda kesal.


asuaranya terdengar bergemetar,ia hanya bisa meringis kesakitan seraya memegangi pipinya yang terasa berdenyut seletah kena bogem mentah tangan Amel.


Suasana seketika menjadi gaduh,Mona beserta yang lain menoleh ke arah suara ribut tersebut,ia sangat terkejut ketika melihat Amel sedang bersi tegang dengan Manda.


Matanya belo Mona membulat sempurna menatap shok kerah kedua sahabatnya tersebut.


Manda terlihat akan mengadakan perlawanan dengan menyerang balik Amel,namun dengan sigap Tamara menghalanginya hingga tubuh imutnya itu tersungkur percis di hadapan Amel.


" Hentikan.Stop !!" Sergah seorang ke amanan menengahi mereka dengan sigap.


" Ada apa ini ?" Tanya Banny menatap tajam ke arah Manda dan Amel.


" perempuan bodoh ini memukul saya pak." Ucap Manda dengan menunjuk ke arah pipinya.


" Maaf pak,perempuan ini yang duluan membuat saya marah pak." Jawab Mona dengan menunduk takut.

__ADS_1


" Kalian merusak acara saya, jadi besok pagi kalian menghadap ke ruabgan saya." Titah Banny dengan menatap tajam.


Mona menghela lalu menatap cemas ke arah Amel sahabatnya tersebut,ia paham betul seperti apa karakter dari bosnya tersebut,Mona merangkul pundak Amel dengan perasaan yang tak menentu.Jadinya kekhawatirannya pun kian bertambah.


__ADS_2