
MONA merasakan letih dan pegal pegal di bagian badannya ia terlihat beberapa kali menguap lebar merasakan ngantuk yang sangat luar biasa yang kini di rasakannya.Di kucek-kuceknya kedua bibir matanya hingga menimbulkan kemerahan entah kenapa hari ini ia merasa tidak semangat untuk bekerja.
Wajahnya di angkatnya lalu menegadah ke langit-langit ruanganya dan matanya melotot lebar berusaha untuk mengusir rasa ngantuknya yang kian menjadi-jadi.
" Sumpah ini mata tidak bisa di ajak kompromi,Jam segini udah minta merem." Gumannya dengan kesal.
" Sepertinya gue butuh secangkir kopi panas." Ucapnya seraya memaksakan diri untuk bangkit dari duduknya dan berniat untuk ke ruangan OB.
Tak lama kemudian Mona membawa secangkir kopi panas yang begitu menggoda aromanya,Wanginya semerbak memenuhi isi ruangan.
" Heemm...,Wanginya aja bikin gue melek." Ucapnya seraya berjalan menuju ruangannya kembali.
Mona berjalan dengan hati-hati ia tidak mau kopi yang di bawanya tumpah sedikitpun.
Namun ketika ia sedang tengah asyik berkonsentrasi tiba tiba dari arah belakang ada yang berjalan dan dengan sengaja menyenggolnya.
Sontak Mona terkejut bukan main dan alhasil kopi yang di bawanya ikut tersenggol dan tumpah mengenai baju blezeer putihnya itu.
" OH MY GOD !!" Pekiknya seraya terkejut lalu air kopi itu pun tumpah mengenai blezernya.Tumpahan air kopi panas itu membuat Mona merasa kepanasan,Dengan tak sabar ia pun menoleh ke arah orang yang menyenggolnya itu dan di lihatnya Manda sedang tersenyum puas menatapnya dengan tidak merasa berasalah sedikitpun ia sengaja melakukan hal itu sontak membuat Mona terkejut setelah melihat Manda hanya tersenyum puas seraya berpangku tangan.
" Opsss kena yaa ??Soryy yaa." Ucap Manda dengan nada meledeknya.
Mona menarik napas panjang lalu ia mencoba meredakan amarahnya untuk tidak membalas kejahatan Manda dengan caciannya.Ternyata ada saja cara lain yang Manda lakukan untuk memancing emosinya itu.
" Tenang Mon.Lo harus sabar jangan kepancing emosi dia,lo harus yakin jika dia lagi nyari gara-gara buat ngejatuhin lo dan akhirnya lo jelek di mata Bos,Ok lo harus tenang !!"
Bisik hati kecil Mona menncoba menenangkan perasaannya.
" Ok !!" Jawab Mona dengan santai lalu ia pun memilih pergi dan meninggalkan Manda yang berharap jika dia akan marah atas kelakuannya itu, Tapi sayang Mona malah menanggapinya dengan dingin dan santai.
" Ehh kok cuman gitu doank sii !" Ucap Manda dengan kesal sendiri setelah melihat reaksi santuynya Mona terhadap dirinya.
Jika dia yang seperti itu sudah jelas ia akan marah dan mencak mencak di hadapan Mona,Tapi tidak dengan Mona ia malah memilih pergi dengan elegan dan tidak tertarik untuk meladeninya.
Beberapa saat kemudian Mona segera membersihkan Baju blezeernya yang kena tumpahan kopi dengan tisu.Ingin rasanya ia marah terhadap sikap Manda kepada dirinya namun ia berpikir ulang untuk tidak melayaninya dan itu bukanlah hal yang baik untuk membalas kelakuan Manda dengan amarahnya.
" Dasar cewek gak jelas,Kotorkan jadinya blezeer gue." Gumannya seraya memandangi blezernya itu yang sudah kotor.
" Mona !!" Panggil Banny seraya berdiri di belakangnya Mona membalikan badannya dengan terkejut karena Banny datang ke ruangannya secara tiba-tiba.
" Aturkan jadwal pertemuan saya dengan Zeanu,Kita akan membahas tentang pembangunan cabang baru perusahan kita karena kita akan memakai jasa dia kembali." Ucap Banny menatapnya dingin.
" Untuk siang ini pak ?" Tanya balik Mona dengan mentap ragu Banny.
" Ya ." Jawab Banny singkat.
" Tapi untuk siang ini kita ada peninjoan ke lokasi cabang MITRA LOGISTIK pak."
__ADS_1
" Pending dulu saja dan sekarang tolong kamu atur pertemuan dengan Zeanu.Pertemuannya kalau bisa di autdor saja." Pinta Banny dengan tegas.
" Baik pak." Balas Mona singkat lalu ia pun berniat akan menghampiri meja kerjanya.
" Mona !!" Panggil Banny menatapnya panjang menghentikan langkahnya Mona membalikan badannya dan menghadap kembali ke arah sang bosnya.
" Iya pak." Sahut Mona dengan cepat.
" Kenapa baju kamu ?" Tanya Banny menatap ke arah blezernya Mona yang kotor.
" Hmm,Tadi kena tumah air kopi pak." Balas Mona demgan perasaan takut.Takut ia kena komplen dan pastinya akan di protess keras oleh sang bosnya itu.
" Jorok sekali." Guman Banny seraya membalikan badannya.
" Ganti baju kamu saya tidak suka melihat orang yang jorok." Cetusnya seraya melangkah pergi.
Mona terlihat kesal dan sebal ketika sang Bosnya itu memerintahkan dia untuk ganti baju dengan nada khasnya itu yang ketus dan jutek.
" Uhhh Tanpa lo suruh gue pasti ganti juga kali !!" Ucapnya ngebatin mulutnya terlihat komat kamit.
" Ngomong ngomong gue ganti pake apaan ini ?" Tanya Mona menatap bajunya yang sudah kotor itu.
" Kalo gue pake kemeja doank gak enak banget tar gue di komplen lagi sama tuh Bos,Kalau ganti masa iya gue harus balik dulu." Gumannya dengan jengkel.
" Ada ada aja tuh ulah si Manda,Kalo gue gak ingat lagi kerja udah gue jambak tuh kondenya." Ucap Mona seraya cembetut asam lalu ia pun berpikir keras bagaimana caranya dia bisa mengganti bajunya itu.
Dengan cepat Mona pun segera turun ke lantai dasar dan mendatangi ruangan kerjanya Amel,Di lihatnya Amel tengah serius mengerjakan pekerjaannya.
" Ssssst....Suit suit..." Mona memanggilnya setengah berbisik.Amel melongo dari kubikelnya dan mencari cari arah suara yang memanggilnya.
" Mon ngapain lo disitu ?" Tanya Amel dengan heran setelah melihat kedatangan Mona dengan terpogoh pogoh.
" Gue boleh pinjem blezeer lo gak ?" Tanya Mona seraya clingukan mengawasi keadaan.
" Blezeer gue??Buat apaan ?" Tanya Amel seraya menatap heran ke arah Mona.
" Blezeer gue kotor kena air kopi,Siang ini gue ada pertemuan lo pinjemin gue blezeer ya." Ucap Mona dengan suara sangat pelan.
Tamara melongo ke arah suara yang berbisik bisik di hadapan kubikelnya lalu ia pun menjulurkan kepalanya untuk mengecek keadaan.
" Lo Mon ngapain bisik bisik di sini biasa juga lo teriak teriak ?" Ucap Tamara dengan polos.
" Ssttt lo jangan keras keras nanti kedengeran bu Siska." Ucap Mona dengan jengkel melihat sikap polosnya Tamara.
" Ada apa see ?" Tanya Tamara semakin penasaran.
" Udah lo diem aja ! Mel mana blezeer lo." Ucap Mona dengan cepat.
__ADS_1
" Emang muat ?" Tanya Amel dengan polos.
" Buka aja !Gue cobain !" Ucap Mona dengan tidak sabar.
Tak lama Amel pun membuka blazeernya dan di sodorkannya ke Mona dengan cepat Mona pun segera memakainya dan begitu blezeer Amel menempel di badanya Tamaralah orang yang pertama yang terawa lebar melihat penampilan Mona.
" Haaa....,Huaaa...aaa..,Lo kaya orang cacingan !!" Serunya dengan tertawa renyah.
Kenapa tidak blezeer yang di pakai Mona terlihat menggantung di tubuhnya dan jelas saja blezer Amel terasa sempit di bagian ketiaknya sedangkan ukuran badan dia tidak jauh berbeda dengan Amel sangat hanya di bagian ketiak Mona terlihat tidak nyaman.
Meski di badan pas namun di bagian pingul dan tangan memang terlihat berbeda.
" Yahhh !!" Pekik Mona dengan sedih ia menatap ketubuhnya yang tidak bisa memakai blezeer Amel.Lalu ia menatap ke tubuh Tamara yang lebih cungkring darinya.
" Lo mau pinjem punya gue,Apa lagi....,Haaa...haaa.. !!" Ucap Tamara semakin tertawa lucu melihat sikap Mona.
" Blezerr lo kenapa ?" Tanya Tamara penasaran.
" Kotor !!" Jawab Mona dengan jengkel.
" Ko bisa ??" Tanya Tamara dengan heran.
" Kena tumpah air kopi."
" Jorok emang,udah see lo pake kemeja gitu aja masih keren kok." Balas Amel seraya mengamati penampilan Mona yang tanpa mengenakan blezernya itu.
" Tapi tali beha gue keliatan ." Jawab Mona dengan bar bar.
" Seksi dikit gak apa lah, kali-kali sis.." Sela Amel menggoda Mona.
" Sialan luh !!" Ucap Mona mendengus kesal.
" Eh By the way ceritanya gimana tuh lo kemaren bisa pulang bareng si cowok tanpa nama itu ?" Sela Amel mengalihkan pembicaraan.
" Kumat lagi ni orang nyebut nama orang asal mulu." Sela Mona dengan nada kesal.
" Yaa elah gak seneng banget see tu cowok gue ledekin." Sela Amel seraya kembali ke kubikelnya.
" Gak lucu !!" Ucap Mona sewot.
" Cerita yaa,Please !!" Pinta Amel dengan memelas.
" Nanti gue cerita nya,Sekarang gue buru-buru mau ada pertemuan !" Ucap Mona seraya menggeloyor pergi.
" Enak ya kalau jadi sekertaris kerjaannya pertemuan mulu." Seru Amel dengan cekikikan.
Mona hanya menoleh dan menjulurkan lidahnya membalas menggoda ke arah kedua sahabatnya itu lalu ia pun segera melangkah pergi.
__ADS_1