
BANNY dan Mona masih menunggu kedatang Zeanu yang sedari tadi belum terlihat akan kehadirannya.
Mona beberapa kali mencoba menghubungi Zeanu via telepon namun no yang di tuju sang operator yang menjawab.
" No yang ada tuju sedang tidak sibuk."
Mona memonyongkan bibirnya dengan gusar.
Banny mulai terlihat gusar menanti, sesekali ia menatap ke arah Mona yang masih sibuk dengan gawainya lalu menengok kembali jam yang ada di pergelangann tanganya itu.
" Gimana ? Zeanu bisa di hubungi ?" Tanyanya dengan wajah dingin.
" Mungkin dia lagi di jalan pak,sebelumnya sudah saya hubungi dan pak Zeanu sudah p
memastikan akan datang." Jelas Mona menyakinkan sang Bosnya yang sudah terlihat bosan menunggu.
Tak lama kemudian Zeanu pun muncul dengan wajah terlihat kurang semangat.
" Sory Ban! Motor gue tadi bannya bocor.Mau tak mau gue harus tambal ban dulu,sorry ya lo udah nunggu lama." Ucap Zeanu seraya duduk di hadapan Mona.
" Memangnya Lo habis dari mana ?" Tanya Banny menatap panjang Zeanu.
" Tadi gue lagi di luar kantor pas Mona hubungin ." Sela Zeanu yang sengaja tidak menatap ke arah Mona yang sedari tadi memperhatikannya.
" Gue pikir lo gak dateng." Balas Banny dengan singkat.
" Acara pertemuan lo dadakan banget sii Ban soalnya hari ini gue ada jadwal pertemuan dengan kolega yang lain juga." Ujar Zeanu seraya mengeluarkan gawainya dari saku jasnya.
" Iya soalnya setelah pertemuan ini kelar gue mau feeting baju buat lamaran gue." Ucap Banny melirik Mona yang sedari tadi hanya sibuk mengotak atik gawainya.
DEEEKK.....
Seperti ada benda berat menghantam hatinya Zeanu ucapan Banny setidaknya mengusik perasaannya.Dengan sikap yang tak menentu Zeanu pun melirik ke arah Mona yang mendadak terdiam dengan raut wajah yang langsung berubah tak enak ketika Banny mengatakan hal tersebut.
Sedari tadi Mona memang tidak ikut berbicara hanya menyimak serta memperhatikan pembicaraannya Banny dan Zeanu.
" Oh !!" Balas Zeanu pendek lalu ia pun langsung mengalihkan tatapan dengan cuek ke gawainya seolah-olah ia tidak terlalu berminat untuk menanggapi ucapannya Banny.
" Ok kita kepermasalahan inti.Gue minta Desain baru lo untuk cabang perusahaan gue yang baru." Ucap Banny seraya menyimpan gawainya di meja.
" Secepat itu realisasinya ?" Tanya Zeanu menatap serius.
" Tunggu apa lagi?Kondisi perusahaan gue lagi meningkat bagus dan progresnya semakin tinggi jadi apa salahnya jika gue membuka peluang baru untuk membangun lagi cabang yang baru." Jelas Banny menatap lurus ke arah Zeanu.
" Gue mau lo bikinin Desainya yang berbeda dengan yang kemaren." Ucap Banny dengan terus menatap Zeanu dengan seksama,sementara Zeanu terlihat sedang berpikir untuk menerima tawaran job dari sahabatnya itu.
__ADS_1
Sejenak Zeanu terdiam ia mencoba mempertimbangkan akan tawaran sahabatnya itu.
" Tenang saja soal bayaran lo gak usah khawatir gue bisa bayar lo lebih dari yang kemarin." Ucap Banny dengan tersenyum sinis.
" Bukan masalah pembayarannya Ban,gue hanya perlu waktu saja untuk mencari ide yang bagus akan Desain yang gue buat,karena sekarang ini gue lagi ada permintaan juga untuk desain yang lain." Balas Zeanu dengan terenyum kaku.
Entah kenapa ia merasa apa yang di lakukan Banny terhadap dirinya itu seolah-olah ada sesuatu hal yang sedang di rencanakannya.
" Butuh berapa lama lo berpikir untuk mencari ide buat desain gue ?"
" Hmmm.Gue belum bisa memastikannya mungkin nanti keputusannnya akan gue kabarin,masalah desain jujur saja gue tidak bisa diminta buru-buru." Balas Zeanu membalas tatapan Banny yang kian menajam.
Obrolan ini mulai terasa tegang tidak sesantai dan senyaman dulu lagi terlebih-lebih Banny mulai mengetahui jika Zeanu diam-diam menaruh perasaan terhadap sekertarisnya itu.
" Ok ! Tapi gue tidak suka mengulur-ngulur pekerjaan dan gue harap keputusannya tidak melebihi satu minggu ini, karena gue bisa saja kan mencari Desain yang lain." Tandasnya dengan tegas.
Sontak ucapan yang keluar dari mulut Banny seperti sebuah ancaman bagi Zeanu atas kelancaran karirnya yang kian sudah banyak peminatnya. Zeanu menegakan kepalanya menandakan ia cukup tertekan dengan perkataan Banny terhadap dirinya itu, lalu ia menghela seraya menatap Mona yang sedari tadi menyimak obrolan mereka dengan raut wajah ikut tegang.Sekiranya Banny memang orang yang sangat tegas dan tak kenal kompromi.
" .........." Zeanu terdiam urat nadi lehernya terlihat menengang dan tulang rahanya menyembul dengan tegas, ekspresi wajahnya terlihat menahan ketidak nyamanan atas sikap Banny yang di tunjukan terhadap dirinya,Jelas ini adalah sebuah kode keras dalam persaingan yang ketat secara tidak langsung Banny alamatkan untuk Zeanu dalam mencari kelemahannya.
" Ok!Nanti akan gue usahakan dan memberi kabar secepatnya." Balas Zeanu berusaha untuk terlihat santai.
" Ok.Gue harap lo bisa menerima tawaran gue ini,karena kapan lagi lo bisa nerima job sebagus ini." Ucap Banny seraya menyeringah dingin.
" Lanjut makan siang kita !" Ucap Banny seraya melambaikan tangan ke seorang pelayan.
" Gue sudah makan !" Jawab Zeanu pendek.
" Ayolah sudah lama kita tidak makan siang bersama dan sepertinya gue lumayan kangen dengan suasana makan siang bersama." Ucap Banny dengan tersenyum kaku.
Zeanu terdiam ia memilih mengalihkan pandanganya ke arah Mona yang sedari tadi sibuk dengan gawainya dan buku cacatan kecil yang ada di hadapannya.
Seorang pelayan menyodorkan buku menu kehadapan mereka lalu Banny memilih menu favoritnya sementara Mona ia hanya memilih untuk memesan minuman segar dan menu pelengkap saja dan Zeanu ia memilih memesan orenjus saja.
" Beneran lo tidak memesan makan siangnya ?" Tanya Banny dengan enggan menatap Zeanu.
" Tidak.Gue masih kenyang." Jawab Zeanu singkat.
Sejenak hening entah perasaan apa yang sedang mereka pendam selama duduk bersama. Banny mulai sibuk mengecek beberapa pesan singkat yang masuk ke gawainya.
Sementara Mona lebih sering mengecek laporan-laporan yang masuk lewat emailnya.
" Mon ko lo tumben seksi banget hari ini ?" Tanya Zeanu memecah kesunyian seraya melirik Mona yang duduk di hadapannya.
" Hah !!" Pekik Mona dengan repleks ia mendaratan tatapannya tepat di wajah Zeanu yang sedang tersenyum kaku.
__ADS_1
" Iyaa,Tadi blezzer gue kena tumpahan air kopi." Balas Mona dengan gugup lalu di tolehnya Banny yang sedari tadi tidak menghiraukan ucapan Zeanu.
"......." Zeanu tidak berbicara ia hanya tersenyum-senyum manis menggoda ke arah Mona yang mulai salah tingkah.
Sementara itu Mona dengan repleks membetulkan beberapa buah kancing bajunya dengan rona wajah menahan malu.
Ia mengira jika Zeanu mulai trafeling dengan pemikirannya itu.
" Jelek ya ?" Tanya Mona dengan pelan.
Zeanu menggeleng dan terseyum lembut ke arahnya.
" Tidak.Tapi lo keliatan seksi." Ucap Zeanu dengan tertawa renyah.Tak lama Banny menoleh ke arah Zeanu yang sedang tertawa sementara Mona terlihat kurang nyaman di bilang seksi oleh Zeanu.
" Nanti siang kamu ganti saja,Kita kan mau ke butik." Sela Banny seraya menatap lurus Mona.
Mona mengernyitkan alisnya dan menatap ragu ke arah sang Bosnya ia yang mulai mencium aroma kecemburuan dari sikap yang di tunjukan secara tidak langsung oleh sang Bosnya itu.
Zeanu terdiam ia paham maksud akan ucapannya Banny meski tidak di tunjukannya secara langsung Zeanu memahami bahas tubuh Banny yang tidak suka Mona di pandangiya oleh dirinya,lalu Zeanu pun berusaha untuk bersikap santai meski rasa panas di dada kian membara.
Mona tidak menjawab ia hanya terdiam seraya tersenyum datar.
Ingin rasanya Zeanu segera pergi meninggalkan tempat itu meski ia berusaha untuk tenang dan baik-baik saja namun perasaan kecilnya tetap saja tidak bisa menolak jika ia merasa cemburu melihat sikap Banny yang seolah-olah sedang memanasi dirinya.
" Jadi siang ini lo ada pertemuan juga ?" Tanya Banny mengalihkan pembicaraan.
" Ya." Jawab Zeanu pendek.
" Oya Desain yang di minta perusahaan sebelah udah selesai ?" Tanya Banny seraya menyantap menu yang baru saja di antarkan si pelayan.
" Baru selesai kemaren,lumayan respon dari perusahaan itu cukup bagus." Balas Zeanu seraya menyesap oren jusnya.
" Gue yakin semakin banyak Desain yang lo terima maka kesuksesan akan segera lo gengam."
" Aamiin,do'ain saja yang terbaik. " Balas Zeanu seraya melirik Mona yang sedang menyesap juga jusnya.
Sekilas Banny menangkap lirikan Zeanu terhadap Mona entah kenapa ia merasa tidak suka saja dan ia merasa seolah-olah cemburu ketika Zeanu selalu menatap Mona dengan tatapan lain.
Tatapan yang penuh arti dan hal itu ia sangat memahami sebagai laki-laki normal ia dapat merasakan apa yang di rasakan Zeanu terhadap Mona.
Dan Banny merasa yakin jika Zeanu mempunyai rasa yang terdalam untuk seorang Mona sang sekertarisnya itu.
" Massa iya gue mulai benar-benar mencintai perempuan ini,karena selama ini gue hanya berpura-pura mencintai dia demi kebahagian papah.Bahkan selama ini juga gue sudah mencoba melawan perasaan ini tapi semkain hari kian semakin kuat akan perasaan ini terhadap perempuan ini !!."
...Bantin Banny berbicara sendiri seraya memandangi Mona yang asik menyesap jusnya itu,sementara Zeanu pun larut dalam pikirannya ia melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh Banny yaitu berbicara dalam batinnya tentang perasaannya terhadap Mona....
__ADS_1