CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 42


__ADS_3

 


MONA membagikan pandangannya keseluruh ruangan pesta hampir seluruh tamu undangan yang hadir mengenakan kostum serba gelamor,Bahkan lebih dari itu ada dia antaranya beberapa tamu perempuan yang sebayanya mengenakan baju yang sangat indah dan cantik.


 


Layaknya pesta di sebuah dongen seorang putri,hampir seluruh tamu udangan mengenakan busanaya serba indah dan mewah mungkin seperti Inilah pesta pestanya Orang elit.


Banny masih memperhatikan sikap Mona yang masih asik memperhatikan para tamu yang hadir di acara pesta mewah itu Mona terpesona dengan kemewahan dan keindahan suasana pestanya.


Sesekali Mona terlihat tersenyum sendiri sembari membayangkan sesuatu hal yang menarik di pikirannya.


Banny hanya menggeleng melihat tingkah sang sekertarisnya itu dengan perasaan kaku,Namun ada perasaan kagum yang menyelinap dalam hatinya tatkala ia memperhatikan akan kecantikan Mona yang benar benar berkesan di hatinya,Meski Mona tidak memoles wajahnya dengan pull make up tapi Mona mampu menarik perhatian dirinya.


Sosok lelaki yang tak mudah jatuh cinta kepada perempuan,dan sosok lelaki yang telah lama menutup hatinya untuk persaan itu.


Tapi tidak berlaku kali ini hatinya sedang berbading terbalik dari persaanya yang selama ini ia pertahankan.


Nyaris selama bertahun tahun lamanya Banny lebih fokus ke karir dan pekerjaannya tidak ada keinginan akan hatinya untuk bisa membuka kembali hati dan perasaannya untuk merajut jalinan kasih setelah sekian lama ia pernah kecewa dengan penghiantan seseorang yang pernah berharga dalam hidupnya.


Mungkin lebih tepatnya Banny telah trauma akan perasaan cintanya atau bisa jadi dia masih mencari sosok perempuan yang benar benar klik dengan keinginan serta kriterianya.


Malam ini desiran itu hadir kembali dalam hatiya dan debaran jantungnya terasa begitu cepat tatkala menatap wajah Mona yang lugu dan polos.


entah kenapa ia merasakan sesuatu hal yang lain dalam perasaannya,perasaan yang membuat ia mendadak gelisah.Perlahan lahan kehadiran Mona membuat ia merasakan ada setitik harapan untuk bisa bahagia kembali,dan ada rasa kenyaman ketika berada di sampingnya.


Tak bisa ia pungkiri meski dia bersikap tegas dan terkadang jutek kepada Mona tapi ia selalu memperhatikan Mona bahkan ia juga sering penasaran dengan keadaan sang sekertarisnya itu.


Mungkingkah ia telah jatuh cinta lagi ? dan mungkinkan perasaan cintanya itu jatuh di hatinya seorang Mona?Banny terlihat memperjelas pandangannya ke arah mona seraya melipat bibirnya dalam dalam.


" Pak !!" Panggil Mona membuyarkan lamunannya,Banny hampir terkejut di buatnya ia segera mengalihkan tatapanya ke tempat lain dan berusaha menyembunyikan persaanya yang sesungguhnya ketika Mona menatapnya dengan heran ke arahnya.


" Bapak kok malah melamun,Dari tadi saya panggil panggil loh ?" Ucap Mona setengah mendekatkan wajahnya kehadapan Banny yang masih terlihat mengatur posisi duduknya.Mona masih menyimak baik baik sang Bos ia memastikan bahwa sang Bosnya baik baik saja.


" Ada apa ?" Tanya Banny seraya menoleh kembali wajah Mona yang berada tak jauh dari sampingnya.


TAPP......


Pandangan itu beradu,Mona memiringkan kepalanya dan masih menatap wajah tampan Banny dengan jarak lumayan dekat.


Tiba tiba hati Mona dan Banny berdebar atas pandangannya mereka entah kenapa mereka hanya terpaku saling terdiam sikapnya langsung Tertahan dengan perasaannya masing masing, dan saat itu juga terjadilah saling bertatapan antara Mona dan Banny dengan cukup lama.


Mona dan Banny Larut dalam debaran debaran asmara mereka terlena dalam perasaan yang sangat luar biasa mereka rasakan dan percikan api asmara itu mampu menyentuh perasaan mereka dengan begitu lembut namun mampu mengguncangkan seluruh tubuhnya.


Mona dan Banny tersadar atas tatapannya yang tidak menyadari jika jarak wajah mereka kian mendekat Tatapan Banny begitu terasa menggetarkan perasaan Mona.Bahkan untuk sekedar mengalihkan bola matanya Mona tak mampu terhipnotis dengan tatapan mata Banny yang begitu Menawan.


Wajah Banny kian mendekat sesuatu hal mungkin akan Banny lakukan terhadap Mona,Tatapan yang membuat Mona susah berkutik Napasnya mulai menyapu lembut ke kulit wajah Mona.Seketika Mona terperanjat saat ia sadar Banny mulai menatap dalam ke arah bibir mungilnya yang bergincu merah merona,Mona tersadar napas hangat Banny terasa begitu dekat menyapu wajahnya.


Mona menatik wajahnya dan dengan cepat ia memalingkan wajahnya untuk menunduk,Begitu juga dengan Banny ia tersadar atas sikapnya yang terbawa suasana nyaris dia melakukan hal di luar dugaannya. ia pun segera menunduk dengan perasaan hatinya yang mulai meracuni pikirannya.


Tiba tiba saja Banny tersenyum tipis seraya kembali mencuri pandangan ke arah Mona yang masih tertunduk dengan rona wajah yang masih tersipu sipu mereka menyadari akan sikap replesk mereka.


 


" Sorry!" Ucap Banny singkat.


 

__ADS_1


Mona hanya mengangguk pelan tanpa menolehnya sedikitpun Mona tak berani untuk kembali menoleh ke arah sang Bosnya ia hanya bisa menyentuh dadanya dengan perasaan was was bercampur bahagia.


" Banny !!" Panggil seseorang yang berdiri di hadapannya Banny dan Mona mendongkak ke arah suara lembut yang memanggilnya.


Seorang perempuan dengan perawankan tinggi langsing serta berparas cantik menatap Banny dengan tersenyum manis.


" Kinayaa ??" Pekik Banny dengan setengah terkejut.


" Apa kabar ??" Tanya wanita cantik itu yang di panggil namanya Kinaya oleh banny menatap dengan lembut.


Banny tidak menjawab ia masih menatap tidak percaya kearah Kinaya yang menggantungkan tangannya untuk mengajaknya salaman .


Mona menyimak baik baik wanita yang ada di hadapannya itu Mona menatap dengan penuh kagum ke arah Kinaya yang berparas wajah sangat cantik.


dengan postur tubuh yang tinggi serta ramping layaknya seorang model menatap ke arah Mona.


Parasnya yang cantik membuat Mona berdecak kagum akan kecantikan Kinaya.Mona terus memberi pujian di dalam hatinya.


Sekilas wanita yang ada di hadapan Banny seperti seorang model dan Mona yakin jika Banny pasti akan kagum akan kecantikannya bahkan Mona berpikir lebih dengan hal itu bisa jadi Bosnya akan langsung jatuh hati kepada wanita itu dia sangat yakin akan hal itu.


Mona pun sibuk dengan pikirannya yang tak pasti pikirannya yang perlahan lahan membakar perasaan hatinya dan alhirnya melahirkan perasaan tidak suka dengan kehadiran wanita asing itu.


" Aku ba baik baik saja." Balas Banny dengan tetlihat ragu untuk membalas uluran tangan Kinaya.


" Tidak menyangka aku bisa di pertemukan lagi dengan kamu." Ucap Kinaya dengan menyunggingkan senyuman seksinya.


Banny tidak segera menimpali ucapan Kinaya ia dengan segera melepaskan jabatan tangannya dan memindahkan tangannya di pundak Mona yang sedang duduk memperhatikannya.


Mona menoleh tangan sang Bos yang masih mendarat di pundaknya.


Sontak membuat Mona terkejut setengah mati,Mona menatap Banny dengan sorot mata yang penuh dengan keterkejutan.


" Sayang ! ini kenalkan teman aku Kinaya." Ucap Banny seraya menarik tangan Mona untuk berdiri.


Dengan syok Mona berusaha untuk berdiri dan berusaha tersenyum manis ke arah Kinaya yang menatapnya dengan sorot mata yang terlihat tercengang lalu menatap Mona dengan sinis.


Kinaya menatap panjang ke arah Mona yang menyodorkan tangannya untuk mengajak ia bersalam.


" Mona." Ucap Mona dengan mengulurkan tangannya kehadapan Kinaya.


Kinaya masih terpaku menatap tidak percaya ke arah Mona,Tangan Mona masih menggantung di udara dan Mona masih menunggu balasan tangan Kinaya.


Kinaya semakin menatap cemburu ke arah Banny yang merangkul pinggangnya Mona dengan mesra.


Mona semakin syok di buatnya,belum juga sirna rasa syoknya atas pendengarannya yang menyebutkan dirinya tunangan sang Bos,Banny sudah menambahnya dengan dekapan kecil tangannya yang melingakar di pinggannya dan Banny menariknya perlahan lahan untuk lebih dekat lagi.


" Kinaya." Jawab Kinaya dengan singkat dan nadanya terdengar sedikit di tekan.


" Apa kabar ?" Tanya Banny dengan tak percaya atas kehadiran Kinaya di pesta itu.


" Aku baik baik baik saja Ban," Jawab Kinaya tersenyum manis.


" Tapi Kok kamu bisa ada di pesta ini ?" Tanya Banny dengan tersenyum hambar.


" Lorena teman aku Ban,Dan kebetulan Suaminya masih ada hubungan kerabat dengan aku." jawab Kinaya dengan sesekali melirik Mona yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.


" Tapi ko kamu sendiri ?" Tanya Banny sedikit heran Ketika melihat Kinaya tidak ada yang mendampingi.

__ADS_1


Kinaya tidak menjawab ia hanya menganggukan kepalanya dengan rona wajah yang muali berubah ragu.


Mona terdiam ia menatap heran ke arah Kinaya ada perasaan curiga terhadap sosok wanita yang ada di hadapannya itu.


" Hmm jadi kamu udah Tunangan ?" Tanya lagi Kinaya mengalihkan pembicaraan.


Banny hanya mengangguk dengan senyuman yang menggantung.


" Selamat yaa,Semoga kalian bahagia." Ucap Kinaya dengan tersenyum hambar ke arah Mona.


" Terimakasih atas doanya." Balas Banny dengan menoleh ke arah Mona.


Mona membalas senyuman Banny dengan menatap manja ke arahnya entah kenapa ia merasa ingin membuat perasaan hati Kinaya panas padahal ia tidak pernah tau akan siapa Kinaya itu.


" Sayang,Kita pulang yaa.." Ajak Mona seraya mengusap ngusap dada Banny yang masih berdiri dengan rapat menggandengnya.


Kinaya semakin tidak menentu menatap Banny dan Mona yang terlihat sangat mesra dan sepertinya Kinaya mulai terlihat cemburu dengan sikap bahasa tubuh Banny dan Mona.


" Soryy ya Ban,Aku ganggu kalian."


" Tidak apa apa Kin,aku juga tidak menyangka jika kita bisa bertemu lagi dan apa kabarnya dengan sultan ?" Tanya Banny yang masih menggandeng mesra Mona.


Mona hanya terdiam meski ia merasa tidak nyaman dengan sikap Banny yang memperlakukan dirinya seperti layak kekasihnya.


" Hmmm..,Aku sudah lama tidak bersama dengan Sultan ?" Ucap Kinaya seraya menunduk malu.


Banny mengernyitkan kedua alisnya dan menatap tajam ke arah Kinaya yang raut wajahnya mulai berubah sendu.


" Aku sudah cerai sama sultan,Kamu benar ketika seseorang merampas kebahagianmu maka sesungguhnya yang ia sedang merampas luka dari yang di rampas kebahagiannya." Ucap Kinaya dengan suara begitu parau.


Banny benar benar terkejut dengan apa yang telah dikatakan Kinaya tentang Sultan yang tiada lain laki laki yang sudah merampas Kinaya darinya.


Banny menarik napas dan ia menghela cukup panjang ia menatap penuh iba ke arah Kinaya yang berdiri dengan wajah mulai terlihat sangat sedih.


Mona menoleh ke arah Banny yang menatap dalam ke arah Kinaya,Mona mencoba bermain tebak tebakan dengan hatinya akan sosok Kinaya.


Mona menduga jika Kinaya adalah seseorang yang pernah ada di dalam hatinya sang Bosnya.


" Maaf,Permisi ya Pak !,Eh sayang aku,Aku ambil minum dulu yaa." Ucap Mona gugup lalu ia melangkah meninggalkan Banny yang masih menatap lekat Kinaya dengan perasaan iba.


Kinaya menatap langkah Mona yang melangkah menuju tempat minuman.


" Jadi dia tunanganmu Ban ?" Tanya Kinaya menatap kembali Banny yang masih tetap menatapnya.


" Ya !" Jawab Banny singkat.


" Beruntung ya dia mendapatkanmu !" Ucap Kinaya dengan terbata bata.


" Beruntung ??" Tanya Banny dengan menatap teduh ke arah Kinaya.


Perempuan yang pernah ia cintai dengan segenap hatinya.


Perempuan yang pernah membuat hatinya terpaut kuat dengan perasaannya dan sekaligus perempuan yang telah membuat hatinya hancur berkeping keping sehingga Banny perlu waktu untuk melupakan sosok Kinaya di dalam kehidupannya.


******


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2