CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 17~ permintaan sang Nenek 2


__ADS_3

 


TIDAK terasa sepekan sudah Mona menjadi Sekertaris seorang Direktur bernama Banny Pratama Wiguna.Meski Mona begitu semangat menjadi seorang sekertaris pak direktur namun rupanya ia perlu skil serta kesabaran yang lumayan ekstra dalam menghadapi sikap atasanya itu yang memiliki sikap sedingin salju.


Meski terkadang atasan nya itu selalu moody tapi Mona yakin jika bos direkturnya itu orang nya baik.


Dan semangat kerja nya pun tak pernah patah semangat dalam melaksanakan semua pekerjaan ia lakukan dengan penuh totalitas.


Mona selalu berpikir setiap pekerjaan pasti akan ada plus minusnya,jadi ia yakin jika dirinya mampu sabar dalam menghadapi sikap dingin sang Bosnya tersebut.


Mona terlihat melepas lelahnya dengan duduk sendiri di pojok ruangan kantin kantornya itu tanpa di temani oleh kedua sahabatnya yang selalu membuat rame suasana.


Kali ini ia asyik sendiri menikmati penatnya rutinitas sehari-hari dia.Meksi ini adalah waktunya pulang namun Mona masih memilih santai di kantin kantornya itu ia tetap memantau pekerjaannya melalui laptoplnya ,dengan tidak lupa secangkir coffe panas beserta cemilan snak kentang menemaninya.


" Hai !"


Sapa seseorang berdiri tepat di hadapanya seraya tersenyum semeringah.


Mona mendongkak lalu menatap lurus ke arah si pemilik suara renyah itu.


Seorang pria dengan perawakan jangkis dengan berpenampilan maskulin tersenyum hangat kepadanya.


" Hai Zean." Jawab Mona membalas senyuman pria tersebut.


" Lo sendirian aja ??" Tanya Zeanu dengan tersenyum simpul.


" Iyaa nih,lagi menyendiri saja. "Jawab Mona dengan santai.


" Boleh gue duduk...??" Pinta Zeanu ijin.


" Silahkan !lagian tempatnya gak di booking orang kok jadi bebas." Jawab Mona tersenyum ramah.


" Lo bisa aja,Tumben Lo masih disini,belum pulang?" Tanya Zeanu menatap lurus.


" Iyaa tadi ada sedikit pekerjaan penting bersama pak Banny."Ucap Mona sembari membenarkan posisi duduknya.


 


" Banny belom pulang juga?" Tanya Zeanu menyipitkan matanya.


" Sepertinya udah deh.Tadi see gue liat dia udah masuk lift ke parkiran basmant." Jawab Mona dengan menatap kembali laptopnya.


Zeanu tersenyum lalu menatap dalam wajah gadis yang ada di hadapanany itu.


"Gue kagum sama lo,baru saja jadi sekertaris barunya Banny tapi kinerja sudag terlihat sangat bagus." Puji Zeanu tersenyum penuh ke kaguman.


Mona tersenyum pipinya mulai terlihat mengembang.


" Gue lihat progres lo sangat bagus,dan lo juga totalitas dalam membantu semua pekerjaan Banny."Puji lagi Zeanu sembari menatap lembut Mona.


" Ahh lo berlebihan. "Sela Mona sembari tersipu malu.


" Gue bicara apa adanya Mon.."Ucap Zeanu tersenyum dan menatap semakin dalam ke wajah Mona.


" Justru gue malah kagum sama lo,Marketing lo Dasyat serta pembawaan lo itu sangat menyakinkan ketika mempromosikan karya lo itu.Gue sih yakin elo bakal jadi orang yang sukses.." Sela Mona membalasnya dengan pujian.


 


" Aamiin !Makasih doanya Mon ?" Balas Zeanu tersenyum lembut.


" ....... !" Mona hanya menggangguk seraya tersenyum simpul.


" Gimana menjadi Sekertaris Banny...??" Tanya lagi Zeanu kini tatapan nya semakin penuh arti.


" Maksudnya Pak Banny...??" Tanya Mona memperjelas.


" Iyaa Banny.Dia sahabat gue,kita seangkatan pas waktu kuliah dulu."


" Oya..?? pantesan kalian akrab banget." Ucap Mona menatap tidak percaya.


" Meski kita berbeda Universitas tapi kita tetap solid,dan Banny meskipun sikapnya seperti itu tapi dia adalah tife cowok yang lumayan peduli terhadapa teman yaa walau kadang memang sipatnya susah di tebak."Jelas Zeanu dengan tersenyum tipis ke arah Mona.


Tiba-tiba saja ada rasa penasaran menyelinap dalam hatinya Mona untuk bisa lebih tau banyak hal tentang sosok Direkturna tersebut.


" Maksud lo susah di tebak ?" Tanya Mona mengeryitkan alisnya.


" Iyaa Banny itu orangnya emang sedikit angkuh,gue sangat paham betul akan wataknya dia.Karena dia adalah tife orang yang sangat perfectsionis...." Jelas Zeanu sedikit menjelaskan tentang sosok pria tersebut.


" Oh ya ?tapi emang keliatan sih ."Sela Mona dengan pikirannya tertuju kepada sosok seorang Banny.


" Lo suka merhatiin dia juga ?" Tanya balik Zeanu menatap curiga.


" Kadang-kadang sih ?" Sela Mona dengan tersenyum malu.


" Lo udah lama kerja di perusahaan Banny ?"Tanya Zeanu menatap dalam Mona.


" Yaa sudah sekitar 4 tahunan ada lah.,"Ucap Mona sembari meraih minumnnya.


" Awalnya juga gue gak ada kepikiran bisa kerja disini,cuman gue kenal baik dengan Ayahnya Pak Banny.yaa lumayan lah gue bisa di tawarin kerja disini.."Jelas Mona tersenyum tipis.


" Oya ??Lo kenal juga sama ortunya Benny.Ortunya Banny kan pengusaha ternama sekakigus seorang Rektor ?"Ucap Zeanu yang telah mengenal lama keluargannya Banny itu.


" Yaa itu dia. gue kenal Ayahnya pak Benny karna pada saat itu gue sering bertemu terus berurusan sama beliau, papahnya pak Banny yang ternyata kebetulan Rektor di universitas gue. Lumayan gue cukup dekat dengan beliau,Hingga pada suatu hari beliau menawarkan pekerjaan ke gue di perusahaannya yang di kelola langsung oleh pak Banny sekarang."Jelas Mona dengan sesekali memperhatikan laptopnya.

__ADS_1


" Baik banget ya papahnya Banny...,Dan beliau juga gak salah pilih orang buat memberi kesempatan untuk bekerja di perusahaan nya itu,lo beruntung bisa bekerja di perusahaannya." Terang Zeanu dengan tersenyum penuh arti ke arah Mona.


" Lo selalu muji gue berlebihan "Sela Mona dengan raut wajah merona.


" Tapi Pujian gue sesuai kenyataan kan ?" lagi-lagi Zeanu menatap dalam ke wajah gadis manis tersebut.


" Thank's atas pujiannya..."Sela Mona tertunduk.


" Gue kenal betul keluarga besar Banny,Mereka keluarga yang sangat terhormat.."


" Yaa gue tau hal itu. Dan ortunya pak Banny itu tau percis kehidupan gue seperti apa selama jadi mahasiswa di Universitasnya, dari masalah keuangan gue hingga masalah nilai gue di kampus,gue selalu berurusan langsung sama beliau dengan baiknya beliau memberi gue beasiswa hingga selesai kuliah,dan entah kenapa beliau sangat baik sama gue.."Ucap Mona dengan terharu.


" Bahkan gue ngerasa jika beliau menyayangi gue sekan- akan menyayangi anaknya sendiri.Pokonya baik banget dah sulit gue membayangkan kebaikan beliau itu."Jelas Mona dengan tersenyum simpul mengenang kembali akan jasa kebaikan dari sang Ayah nya Banny yang tak lain PRESIDEN DIREKTUR di perusahannya itu.


" Gue yakin Orang sebaik lo pasti banyak yang menyayangi .." Timpal Zeanu dengan melemparkan senyuman bangga ke arah Mona.


Mona terdiam sembari melirik manis ke arah Zeanu yang masih menatapnya.


" Lo seneng banget ya nyanjung-nyanjung gue.."Ucap Mona seraya membenarkan rambutnya yang tergerai.


" Serius ! Lo emang baik kok Gue aja suka liat sikap lo itu."


" Ahh elo jangan lebay gitu,Norak..!!"Balas Mona mendelik manja.


Entah kenapa Mona merasa tersanjung dengan ucapan yang di katakan oleh Seorang Zeanu.Ia merasa perasaan nya kini berubah dari dalam dirinya semenjak mengenal Zeanu.


Sikap Mona yang selalu cuek terhadap para seorang pria kini malah berbalik arah, Ia terkesan lebih terlihat santai dalam merseponnya.


TREELENGGGG.....


Sebuah nada panggilan dari ponselnya berbunyi cukup nyaring,lalu perhatian Mona pun teralihkan ke arah ponselnya yang berdering.


" Ow ! pak Banny..."Pekik Mona setelah melihat di layar ponselnya tersebut sang Direktur memanggil nya.


Zeanu pun ikut menengok ke arah layar ponsel mikiknya Mona,dan benar saja sang Direktur yang di berinama oleh Mona memanggilnya.


" Ada apa dia ?" Tanya Zeanu penasaran.


Mona mengangkat pundaknya dengan acuh.


" Sebentar.." Ucap Mona yang segera mengangkat teleponnya.


" Hallo Pak...!"Sapa Mona dengan perasaan deg-degan.


" Mona kamu dimana ?" Terdengar dari sebrang telepon Banny bertanya lantang.


" Saya.Saya masih di kantor pak.Mohon maaf pak ada apa ya ?"Tanya Mona dengan sedikit penasaran.


" Dompet saya tertinggal !"Ucap Banny kaku.


" Coba kamu cek dulu di ruangan saya ada dompet saya tertinggal tidak ?" Titah Banny dengan suara yang mulai sedikit normal.


" Oh baik pak !"Ucap Mona dengan segera mematikan ponselnya.


" Ada apa Banny nelpon..?"Tanya Zeanu menatap penasaran.


" Dompetnya ketinggalan.." Jawab Mona seraya merapihkan laptopnya.


" Terus lo turun lagi donk.."Tanya Zeanu sedikit kecewa


" Terpaksa..."Ucap Mona dengan mengangkat kedua tangannya dengan pasrah.


" Gue temenin yaa..?"Ucap Zeanu semangat.


" Gak usah gue berani ko." Sela Mona cepat.


" Yakinn ?" Tanya Zeanu meyakinkan.


" Yakinn.Lagian security kantor masih ada kok belom pada balik semua."


" Kali aja lo penakut.." Sela Zeanu menggoda Mona.


" Gak lahh !Gue turun dulu iaa.."Ucap Mona sembari memasukan laptonya ke hand bagnya.


" Gue tunggu disini ya... ??"


" Buat apa..?"Tanya Mona dengan wajah datar.


" Gue mau pulang bareng lo lagi."


" Iiss lo baik banget .."Ucap Mona dengan tersenyum manis yang cukup membuat hati seorang Zeanu berdebar.


Mona pun lalu bergegas kembali keruangan sang Direktur dengan terpogoh pogoh Mona mencoba memasuki ruangan atasanya itu dengan di sertai perasaan campur aduk,karena kondisi ruangan lampunya memang sudah terlihat gelap dan sepi.


Di lihatnya sebuah dompet tergeletak begitu saja di dekat pesawat telpon lalu di bawahnya terhimpit sebuah tiket pesawat terbang.


Sejenak Mona memandanginya dengan penasaran lalu ia pun mengamati sebuah tiket pesawat itu dengan seksama tapi tak lama ia pun segera berlalu seraya mengangkat tinggi pundaknya.


Taklama ponselnya berdering kembali dan dengan cepat Mona pun segera mengangkatnya.


" Hallo Pak !" Sapa Mona dengan pelan.


" Sudah ketemu belum ?"Tanya Banny dengan tak sabar dari sebrang telepon.

__ADS_1


" Ada ini pak.." Jawab Mona singkat.


" Tolong kamu antar ke parkiran basmant.."


" Basmant pak ?" Tanya lagi Mona dengan memekik.


" Iya Basmant !Kamu taukan parkiran Basment?" Ulang Banny dengan anda ketus.


Tapi selang beberala detik Banny sudah meralatnya kembali.


" Kalau tidak,kamu tunggu saja di lobi utama biar saya yang naik.."Ucap Banny berubah pikiran.Dan menyuruh Mona untuk menemuinya di loby Utama.


" Jadi saya nunggu di lobi utama saja pak..?" Tanya lagi Mona memastikan.


" Yaa dan sekalian kamu bawakan kertas yang ada di bawah dompet saya itu.


" Baik pak !"Ucap Mona dengan tanpa berkomentar apapun lagi.


panggilan berakhir, Mona terlihat menatap keki kearah ponselnya itu.


Dengan cepat Mona segera menuju lift.Untuk menuju lobyy Utama dan menunggu bosnya itu sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh sang Bosnya.Ia pun terlihat kebingung ketika teringat Zeanu masih menunggunya di lantai tiga.


Sejenak Mona dilanda dilema menentukan sikap karena ia tidak enak meninggalkan Zeanu yang masih menunggunya di lantai tiga.


Namun dengan tak berpikir lama ia pun memutuskan untuk menuju lobby utama terlebih dahulu menemui Banny.Karena Mona takut kalau Banny sudah menunggu dirinya,sehingga mau tak mau dia harus melihat wajah juteknya sang Bos jika ia terlambat menemuinya,ia tidak mau membayangkan jika ia terlambat apa jadinya nanti.


Banny bisa berbicara pedas kepada dirinya.


Rupanya ketika sampai di lobby utama mobil mewah sang bosnya belum ada lalu ia pun memilih untuk menunggu sejenak.


Selang beberapa menit kemudian setelah menunggu mobil mewah Banny datang perlahan-lahan masuk kepelataran loby Utama.Banny terlihat membuka sedikit kaca jendela mobilnya seraya berhenti tepat di hadapan Mona.


" Ini pak..."Ucap Mona menyodorkan dompet sang bos dengan penuh hormat,ia membungkukan sedikit badannya ketika memberikan dompet milik bosnya tersebut.


" Terimakasih.."Jawab Banny datar.


" Sama-sama pak.."Balas Mona dengan tetap penuh hormat.


" Kenapa kamu belum pulang ?" Tanya Banny sembari menyimpan dompetnya di dalam tasnya.


" Belom pak !Saya masih ngobrol-ngobrol dulu sebentar."


" Ngorbol ?dengan siapa ?" Tanya Banny mulai terlihat ingin tahu.


" Hmm..., itu Pak.Mmm..., kebetulan tadi bertemu dengan pak Zeanu di kantin kantor jadi saya ngobrol dulu sebentar ." Terang Mona dengan polos.


Sejenak raut wajah Banny berubah ketika mendengar nama Zeanu di sebut oleh Mona lalu ia pun menatap Mona dengan tatapan semakin dingin.


" Saya antarkan kamu pulang.."Ucap Banny singkat.


" Maksud bapak..?" Tanya Mona menatap bingung ke arah perubahan sikap bosny itu.


" Saya antarkan kamu pulang ?kenapa kalau berbicara sama kamu harus di ulang dua kali.Payah !!."Ucap Banny menatap geram.


"Oh.Tidah usah pak,terimakasih banyak atas tawarannya tapi saya....." Ucapan nya menggantung.


" Kenapa? kamu tidak suka saya antar." Cetus Banny menatap cukup tajam sehingga membuat Mona semakin serba salah.


" Tapi Zeanu menunggu saya di atas pak !" Sergah Mona dengan ragu.


" Kamu menolak ajakan saya ?" Tanya lagi Banny dengan menatap tajam Mona seolah-olah tatapannya itu menembus ke jantungnya.


" Oh tidak pak !!bukan seperti itu maksud saya.."


" Lalu..?" tanya lagi Banny dengan sorot mata semakin bringas.


" Pak Zeanu nunggu saya di atas jadi....."Ucapan Mona kembali menggantung.


" Jadi kamu tidak mau di antar pulang oleh saya ?." Sela lagi bosnya dengan dengan tegas.


Mona menarik napas dan akhirnya ia pun tidak bisa lagi menolak ajakan nya sang bosnya itu,dengan perasaan yang tidak menentu ia akhirnya ia menuruti perintah nya sang bos.


" Baiklah.." Jawab Mona mengangguk pasrah Lalu tak lama ia pun perlahan membuka pintu dan masuk ke dalam mobil mewah sang Bos itu dengan perasaan terpaksa.


Baru saja ia hendak duduk pria berwajah dingin itu berbicara kembali.


" Saya bukan sopir kamu ! jadi duduk lah di depan." Ujar Banny dengan tak menoleh sedikit pun ke arah sekertarisnya itu.


Mona terlihat menahan napas dengan membulatkan bola matanya hingga sempurna.Betapa ribetnya jika ia berada dekat dengan Bosnya itu,Ingin rasanya ia mengacak ngacak seluruh isi tong sampah yang berada di samping tak jauh dari Mobil bosnya berhenti.


"pyuuuhhhh sabar gueee...."


Pekik dalam hati nya ngebatin.


Dengan raut wajah tertekuk akhirnya Monapun pindah duduk ke depan lalu duduk di samping bosnya itu.


Mobil mewah Banny melaju perlahan meninggalkan pelataran lobyy utama perkantoran nya hendak menuju jalan raya.


Dengan sigap Pak eko membukakan plang parkiran dengan tersenyum penuh hormat ke arah Banny.


" Makasih pak Eko." Ucap Banny dengan wajah datar.


" Sama-sama pak." Balas security itu dengan penuh hormat.

__ADS_1


Pak Eko menatap penasaran ke dalam mobilnya sang Direktur itu lalu wajahnya berubah kaget ketika ia melihat dengan jelas Mona berada di dalam satu mobil dengan sang Direktur.Mona sekilas menangkap jelas perubahan raut wajah pak Eko yang menatapnya dengan terheran-heran.


Bersambung.


__ADS_2