CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 12~ Sekertaris Baru 1


__ADS_3

 


MOTOR zeanu berhenti di pelataran sebuah Kos-kosan bernuasa cat putih abu-abu, lalu dengan sigap Mona pun segera turun dari motor Zeanu yang sudah mengantarnya pulang.


" Makasih Zean.."Ucap Mona sembari merapihkan bajunya.


 " Sama-sama Mon,Oya ini rumah kamu ?"Tanya Zeanu sembari membagi padangannya kepelosok tempat itu.


" Bukan ! ini kosan temen gue.."


" Oh.Kalau gitu gue balik dulu ya Mon." Pamit Zeanu sembari tersenyum manis Mona hanya menggangguk sembari melambaikan tangan lalu motor besar Zeanu pun melesat meninggalkan dirinya yang mengantar dengan tatapannya.


 


" Lo di anterin siapa ?"Tanya Amel menyembul dari balik pintu pagar halaman kosannya itu.


" Zeanu !!" Jawabnya pelan.


" Cowok si tanpa Nama itu ?"Tanya Amel dengan menatap tak percaya.


" Zeanu Amel...!!" Sela Mona keki, mendengar Amel selalu menyebutnya dengan panggilan si cowok tanpa nama.


" Jiaa...Lo ngambek,Eh lo mau minum apa Mon?"


" Es tes aja beb gue aus banget ne"Ucap Mona sembari melangkah mengikuti Amel lalu ia pun menghepaskan tubuhnya kesopa dengan perasaan lega.


Tak lama Amel membawakan segelas es teh manis lalu duduk di samping Mona yang sedang merapihkan isi tasnya.


" Lo serius hari ini kerja..?" tanya Amel dengan penasaran.


" Serius beb gak liat gue pake baju kerja.."


" Ko bisa see ?Emang lo gak ingat hari ini hari apa..??"


" Itu dia gue ingat pas udah nyampe kantor.. sial kan!!" Gerutu Mona dengan kesal.


" Teruss ?? Lo kenapa gak buru buru pulang aja ?"


" Nah itu dia,Setadinya gue mau balik Ehh pas pintu keluar Pak Banny udah muncul aja di belakang gue dan gue di suruh ikut kerja bareng ama dia.sial kan gue.."Ucap Mona dengan mimik wajah sangat jengkel.


" Teeruss...??"


" Gue gawelah gak bisa nolak.Yaa Ampyun Mel itu Bos Boskul banget sikapnya,lebih dari lemari pendingin,Gue pikir tu orang turunan kulkas kali ia.Jadi selam beberapa jam gue kaya berasa tinggal di dalam prizeer sumpah beku banget."Jelas Mona dengan mimik wajah lucu.


" Haa...ha...haa... Boskul apaan see??"Tanya Amel menatap heran Mona.


" Bos kulkass.."


" Haa...haa bisa aja lo gantiin nama orang.." Amel tertawa terbahak bahak melihat sikap lucu Mona.


b" Habisnya dia dingin banget Mel sikapnya.Mana kaku lagi kaya kanebo kering."Jelas Mona ngedumel Amel pun semakin terbahak bahak mendengar kata kata Mona.


" Lo kemana aja ?Bos kita kan jarang bergaul gitu,Terus sekalinya bergaul dia kan sama orang orang tertentu,Gak sembarang orang .." Jelas Amel lagi yang masih tertawa lebar.


" Cowok kalo jutek kaya gitu mana ada yang mau,sumpah gak akan laku." Seloroh Mona seraya mengunyah cemilan yang Amel suguhkan.


" Lo aja yang gamreng masih jomlo yaa ?gimana yang kaku ?...kwkkwwk.." Amel terkekeh.


" Siitt !! Lo yee kok ujung ujungnya gue yang kena."Ucap Mona dengan jengkel mendengar candaan Amel.


" Asli Mel dia tuh jutek banget.sekalinya ngomong doi bikin gue sakit ati dan serba salah."


" Gue doain,Mudah mudahan lo berdua jodoh.."Celetuk Amel enteng.


" Idihhh cowok dingin gitu,Gak lahh yang ada gue beku lagi deket deket sama dia.."Ucap Mona dengan bergidik geli.


" Terus terus lo berdua di ruangan Boskul donk ?"


" Ya gitu Mel,Tapi untung aja ada si Zean, yaa seengganya gue gak terlalu tegang banget lah."


" Tegang... ?? Tumben lo ngerasa tegang ?"Tanya Amel dengan mengernyitkan kedua alisnya.


" Kalo lo jadi gue,Lo bisa-bisa kencing di celana.Gila Bos gue tuhh ampunn dah,Tapi kalo si Manda ko bisa betah ya.."Tanya Mona dengan berpikir keras.

__ADS_1


" Manda kan emang naksir juga sama tu Bos.."


" Gilla !!Gue mah sii ogahh !"


" Yakinn lo..??"


" Sueerr.."Ucap Mona sembari mengacukan kedua jarinya.Sementara Amel hanya terlihat tersenyum senyum merasa lucu sendiri.


" Tapi Mel,Ko pas gue mau pulang terus si Zeanu kan nawarin gue pulang bareng.kayanya Pak Banny kaya gak seneng gitu deh ngeliat ke gue.Kenapa yaa ? "Tanya Mona dengan mengingat ngingat kembali ekspresi wajah sang Bos.


" Ah itu perasaan lo aja yang so kegeeran.."


" Tapi serius Mel,Apa dia gak suka kalo karyawannya di antarin orang lain..?"Tanya Mona dengan wajah serius.


" Gak lah itu kan hak karyawan lah mau di anterin sama siapapun itu kan praevesi masing masing dan gak ada sangkutannya sama pekerjaan kita."


" Tapi feeling gue ko ngerasa lain aja Mel !"


" Terus kalo seandainya pak Banny cemburu lo mau gimana ?"Tanya Amel menyela.


"Lah emang gue siapanya dia ?Ko dia cemburu sama gue."Ucap Mona sembari mencomot kembali cemilan yang di toples.


"Jodoh kan engga ada yang tau Mon !"


" Lo jangan nyuruh gue bermimpi di siang bolong ! Halu tau.." Ucap Mona dengan tersenyum kecut.


" Eh ko si Tamara gak main ke kosan lo,, ?"


" Tadi dia baru pulang di jemput Bian,Mereka mau jalan."


"Oh..." ucap Mona sambil membulatkan mulutnya.


**************************


~SINAR mentari pagi sudah bersinar terang,Cahanya mulai terlihat dari balik gorden jendela kamar Mona yang masih tertutup.Cahanya seolah olah mengintip genit dari balik tirai jendela perlahan lahan sinarnya mulai menembus hangat ke tubuh Mona yang masih terlelap.


Ada yang hangat menyentuh pipinya lalu perlahan lahan Monapun menggerecep grecepkan matanya yang masih terasa lengket untuk di buka.


Ia menatap lurus jam yang menempel di dingding ruangan kamarnya yang berwarna violet.


Tapi Beberapa detik kemudian Mata Mona terbuka lebar,Lalu ia mengingat ngingat sesuatu yang terasa aneh. Sontak Ia pun terloncat histeris dari tempat tidurnya setelah melihat lagi ke jam dingding.


" Ohh MY GOD.."Pekiknya dengan menghempaskan selimutnya kelantai.


" Gue bener bener kesiangan.. Sittt.."Serunya seraya terloncat kaget,Lalu tanpa pikir panjang lagi Ia pun langsung berlari kekamar mandinya.Dengan gerak cepat Mona mencoba memburu waktunya agar Ia tidak terlambat berangkat ke kantor.


Mona berlari dengan potang panting,Ia berusaha cepat seraya memasang sepatunya yang berhak standar dan berlari lari kecil,sesekali Ia terlihat berjnjit-jinjit untuk membenarkan sepatunya yang belum terpasang dengan baik.


Dengan sigap Ia menyetop sebuah taxsi lalu tidak menunggu lama sebuah Taxsi sudah berhenti di hadapannya.dengan cepat mona lantas memasukinya.


Bukanlah Mona jika Ia tidak bisa bergerak cepat,Segala sesuatunya ia kerjakan di dalam taxsi.


Sang sopir Taxsi hanya menatap lucu kebarah Mona menatapnya dari balik kaca spion.


" Cepetan dikit ya pak !!"Ucap Mona sambil memasang jepitan di rambutnya yang masih acak acakan supaya terlihat lebih rapih.


" Di depan macet mbak !"Ucap si sopir dengan raut wajah bingung dan menatap ke antrian kendaraan di depannya.


" Aduh gimana inii saya sudah telat ni pak "Ucap Mona terlihat kebingungan.


" Telat berapa bulan mbak ? " Tanya si sopir polos


" Telat berapa bulan ?"Guman Mona berpikir sejenak.


" Et dah pak. saya telat ke kantor ! Bukan telat datang bulan Bapak ini ngajak berantem ya !"Ucap Mona dengan suara nada tinggi.


" Hee...hee... bercanda mbak ! Biar gak panik kita."Sela si sopir sembari nyengir kuda ke arah Mona yang terlihat merengut.


" Ini bukan bercanda pak tapi ngajak ribut "Ucap Mona kecut.


" Maaf mbak !" Ucap si sopir melirik mona dari balik kaca spionnya.


" Untung saya orangnya gak suka naik darahan pak,karena saya sukanya naik gaji bisa shoping shoping kan."Guman Mona dengan kesal.

__ADS_1


" Gimana ni pak ?"Pekik Mona dengan nada gusar melihat antrian macet semakin memanjang,Ia pun sembari menunggu kemacetan dan lampu merah Mona segera memasang lipstiknya lalu mengalungkan id cardnya di lehernya.


" Kok malah gak jalan jalan see Pak udah lampu hijau loh??" Ucap Mona semakin khawatir sepertinya dia akan terlambat.


" Itu masih lampu merah mbak belum hijau."Sahut si sopir dengan masih terus memperhatikan ke arah depan.


" Yaa namanya juga JAKARTA mbak,Mana ini jam kerja lagi.Ya mau gimana lagi "Ucap si supir pasrah.


" Aduh mati guee !Mana pagi ini ada pertemuan lagi.." Guman Mona dengan terlihat panik.


Ditengah-tengah kebingungannya Mona terlihat clingak clinguk mencari cari sesuatu,Barang kali Ia bisa menemukan kendaran yang bisa lebih cepat dari pada mobil sedang yang ditumpanginya dan..........


~ TAAAPPP........


Pandangannanya tertuju pada seseorang yang sedang duduk di atas motor besarnya. Mona mencoba memperjelas penglihatannya dan benar saja itu Zeanu, dengan wajah semeringah Ia terlihat menemukan sebuah ide Ia pun menarik napas lega.


" Zeanu.."Pekiknya dengan bahagia.


" Pak ini ongkosnya !!Saya turun disini saja."


ucap Mona dengan segera keluar dari Taxsi.


Sang sopir hanya melongo menatap sikap nekad Mona yang berani menerobos antrian kendaraan yang menunggu lampu merah berganti.


" Zeanu ! Zeanu tunggu !!"Seru Mona sambil berlari lari kecil dan menerobos kendaraan yang masih mengantri di lampu merah.


Zeanu menoleh ke arah suara yang memanggil- manggil nama dirinya.


Zeanu pun lalu membuka kaca helmnya untuk memperjelas penglihatannya Mona melambaikan tangannya ke arahnya seraya berlari cepat.


" Mona...!!" Seru Zeanu cukup kaget.


" Zeanu bareng ya ke kantor,, gue udah kesiangan ni."


" Ok naiklah.."


" Haduhh syukurlah..."Ucap Mona lega dengan cepat Monapun segera menaiki Motor besarnya Zeanu.


Setelah lampu hijau menyala Zeanu pun melesat dengan cepat,Meninggalka antrian mobil yang panjang akibat macet dan lampu merah.


*********


" Makasih ya Zean lo udah nolongin gue,Hampir saja gue kesiangan."Ucap Mona sambil turun dari motornya zeanu ketika sudah sampe di pelataran parkiran kantornya.


" Sama sama Mon,Kebetulan saja kan kantor kita deketan.."Ucap Zeanu tersenyum tipis.


" Makasih banget... kalo gak ada lo gak tau gue nyampenya kapan kejebak macet.Dan bisa jadi Pak Banny ngomelin gue dan......,"Ucap Mona menggantung ketika sebuah mobil dari belakang mengelaksoninnya dengan keras.


TINTIN...TINTIIIIIINNN......


Cukup mengejutkan Mona dan Zeanu,mereka pun menoleh kearah siempunya suara klakson itu.Kaca jendela mobil perlaha lahan terbuka,Banny dengan memakai kaca hitam melongo keluar dengan raut wajah tanpa ekspresi.


" Lo Ban.bikin gue kaget saja."Ucap Zeanu sambil mencopot helm hitamnya.


" Gue kirain siapa ngalangin jalan gue.Awas gue mau masuk nee.." Ucap Banny seraya membuka kacamatanya dengan raut wajah yang penuh wibawa.


" Kamu Baru nyampe ? "Tanya Banny sambil menoleh Mona yang masih berdiri di samping Motor Zeanu,Lagi lagi Banny menatap dengan tatapan tidak begitu suka kearah Mona.


" I....,Iyaaa pak.Pagi Pak !"Sahut Mona dengan tersenyum ramah dan agak gugup.


" Pagi ."Jawab Banny singkat hingga Mona menatap heran akan sikap Banny yang terlihat judes menatapnya.


" Gue duluan ya."Ucap Banny menoleh Zeanu sambil menjalankan kembali mobilnya lalu memasuki parkiran gedung.


" Makasih banyak ya Zeanu.kalo gitu gue masuk dulu ya."Ucap Mona sembari berpamitan, Zeanu mengangguk dan tersenyum simpul.


" Pagi Bu Mona !!"Sapa Pak Eko securuty kantor menyapa dengan hangat.


" Pagi Pak Eko !"Balas Mona dengan di sambut tersenyum ramah.


"Bu Mona gak kesiangan lagi ni kayanya ya,Soalnya sudah ada yang nganterin ya sekarang ?" Ucap Pak Eko dengan tersenyum menggoda.


" Iya ajalah biar cepet.."Ucap Mona seraya tersenyum genit ke arah Pak Eko.Lalu melangkah pergi memasuki ruangan kerjanya.

__ADS_1


# bersambung #


__ADS_2