
" Cantik aja butuh proses."Ucap Mona seraya memandangi dirinya di cermin dan ia masih sibuk memoles wajahnya secantik mungkin.ia sedang mempraktekan cara cara dandan yang baik setelah beberapa hari yang lalu Yonce ajarkan kepada dirinya cara berhias yang baik dan benar yaa setidaknya ia paham dengan apa yang di arahkan Yonce tentang berpenampilan yang menarik.
Mona tersenyum puas ke arah penampilannya ia memandangi dirinya dengan rasa bangga dan penampilannya yang sekarang jauh berbeda dengan penampilan sebelum sebelumya,Meskipun masih mencoba coba namun tapi dia setidaknya tidak berpenampilan norak ataunpun berlebihan lagi.
Kini Mona terlihat lebih frees dan elegan dengan model baju yang ia padu padankan dengan warna warna senada.
Dia sangat bersyukur bisa di perkenalkan dengan Yonce sehingga dengan mudah ia bisa tau cara berpakaian yang menarik dan enak di lihat.
..................
Mona berjalan dengan penuh percaya diri ia merasa bahwa penampilannya kali ini ia tidak terlihat norak dan berlebihan.Setidaknya kini ia bisa menyerasikan penampilan dengaan riasaan wajahnya lebih pas dan tidak berlebihan.
" Mon !!" Seru Amel memanggil Mona dengan suara kencang dari balik kubikelnya.
Mona menoleh lalu ia tersenyum dengan ceria lalu iapun menghampiri kubielnya Amel.
Sesaat Amel menatap Mona dari ujung kaki hingga ujung kepala ia dengan menatap penuh takjub.
" Lo serius dandan sendiri ni ?siapa yang dandanin lo ?Sumpah cantik banget." Tanya Amel memberondong Mona dengan beberapa pertanyaan.
" Serius lo bilang gue cantik.Kok gak bilang gue kaya emak emak arisan" Balas Mona melirik genit ke arah Amel.Amel mengangguk seraya tersenyum simpul.
" Kali ini dandan lo cantik.Good" Ucap Amel dengan mengacungkan kedua jempol tangannya.
Tamara yang sudah memulai pekerjaanya ia penasaran mendengar suara ribut Amel dan Mona lalu ia pun menganggkat kepalanya dan mengintip dari bilik kubikelnya.
" Sumpah hari ini lo cantik banget.beda sama yang kemaren yang kaya emak emak arisan itu loh." Ucap Amel dengan menatap semeringah.
" Jadi....penampilan gue hari ini ok ?" Tanya Mona dengan menatap panjang Amel.
" Serius.Gue suka liat dandan lo yang sekarang. siapa see yang ngajarin ??" Tanya Amel menatap penuh curiga.
Mona hanya tersenyum tipis seraya mengerlingkan matanya dengan genit.
" Waaaooo !!! ada yang berbeda nih kayanya hari ini." Sela Tamara yang akhirnya keluar juga dari kubikelnya dan merasa gatal mukutnya ikut juga menghampiri Mona dan Amel.
" Kalian nanti sore abis pulang kerja gue teraktir." Ucap Mona dengan rona bahagia.
" Teraktir ??" Sela Amel mengernyitkan kedua alisnya.
" Apa hubungannya ?" Sela lagi Tamara dengan terlihat planga plongo.
" Gue nanya siapa yang dandanin lo kok lo malah ngajak kita teraktiran.Ada apa see ?" Tanya Amel dengan terheran heran.
" Lo lagi dapet hadiah undian Mon ?" Tanya Tamara dengan polos.
" Pokonya nanti gue ceritaain semuanya ok." Ucap Mona seraya melangkah
" Tapi Mon !" Sela Amel menggantung
" Sst...Bos udah datang kayanya tar gue di panggang lagi." Ucap Mona seraya bergegas memasuki lif.Amel dan Tamara masih melongo dengan rasa penasaran dengan apa yang akan di bicarakannya nanti.
" Tu anak kenapa ya??" Tanya Amel yang masih menatap ke arah Mona yang telah hilang masuk kedalam lift.
__ADS_1
" Lo ngerasa gak ada yang aneh dengan sikap tu anak hari ini ?." Tanya Amel menatap Tamara.
" Gue liat see gitu !sekarang ko dia bisa dandan juga tuh." Sela Tamara dengan menoleh Amel seraya membenarkan poni pendeknya lagi.
" Gue see yakin ini pasti ada sangkut pautnya dengan Bos kita " Tambah Amel seraya kembali ke kubikelnya.
" Loh ko ama Bos,Kenapa ?Bos kita emang ada nyuruh Si Mona buat dandan ?" Ucap Tamara dengan polos.
Amel melirik dengan sebal ke arah Tamara yang mulai kambuh tulalitnya.
" Tam ??" Pekik Amel dengan gemas.
" Gue see yakin kalo si Mona sekarang bisa dandan karena doi lagi deket ama si Zeanu." Ceplos Tamara dengan polos.
Amel melirik lagi dengan menaikan kedua alisnya pertanda semakin aneh dengan ucapannya Tamara.
" Kan dia sering di atar jemput si Zean Mel lo gak pernah liat apa?"
" Lo tau dari mana ?" Balik Amel mulai penasaran dengan ucapan Tamara.
" Kali aja." Ucap lagi Tamara dengan polos.
" EEUUH !!! Dasar lo.gue pikir lo tau!!." Ucap Amel dengan jengkel melempar Tamara dengan penanya.Tamara terkekeh melihat sikap kejengkelan Amel.
" Lo kepo juga yaahhh..." Ucap Tamara dengan masih terkekeh.
" Lo so tau !"Ucap Amel tak kalah sewot
" Tapi lo penasaran kan ?" Balas lagi Tamara dengan bercanda.Amel hanya mendilak sebal seraya merengut ke arah Tamara yang sedang meledeknya.
..................
ENTAH kenapa perasaan Mona menjadi tidak tenang tiba tiba perasaanya di liputi dengan rasa was was lalu ia kembali menatap layar laptopnya dan berusaha memfokuskan pikirannya ke pekerjaan,Namun entah kenapa hati kecilnya merasa kegelisahan yang tak biasa ia rasakan selama ini.lagi lagi ia kepikiran dengan sosok Banny sang atasannya.
" Pliss Mona pliss ! jangan bodoh dehh masa lo suka ama bos lo sendiri." Gumannya seraya mengusap ngusap wajahnya dengan frustasi.
TOK TOK......
Tiba tiba terdengar pintu ruangannya di ketuk dengan keras sontak jantung Mona kembali berdetak lebih tidak karuan.Prasangkanya terus bergejolak di hatinya ke arah sang Bosnya entah kenapa ia merasa was was jika akan bertemu dengan sang Bosnya.
" Ma masuk " Sahut Mona dari dalam ruangan dengan ragu.Pintu terbuka dan Zeanu menyembul dari balik pintu itu dengan tersenyum lembut.
" Lo Zean." Ucap Mona dengan menarik napas.
" Pagi Mon !Loh ada apa ?Kok lo pucet gitu see ?"Tanya Zeanu seraya duduk di hadapan meja Mona.
" Gue pikir bos gue." Ucap Mona seraya menatap kembali laptopnya dengan berusaha bersikap lebih tenang.
" Kalo Bos lo kenapa ?" Tanya Zeanu menatap tajam ke arah Mona.
" Ya engga apa apa " Balas Mona dengan berusaha untuk menyembunyikan raut wajahnya yang terlihat gerogi.
" Ada apa see ?gue liat lo kaya gelisah gitu ?"
__ADS_1
" Gak ada apa apa Zean.Gue baik baik aja." Ucap Mona dengan tersenyum hambar ke arah Zeanu.Tanpa berbicara lagi Zeanu hanya mengangguk seraya menatap dalam ke arah Mona.
"By the way.Lo ada apa ?tumben ni jam kantor lo ke sini.Ada perlu ama Bos ?"Tanya Mona dengan masih terlihat gugup.
" Gue gak ada perlu ama Bos.Gue ada perlu ama lo. Gak bole ya ?"
" Ya enggak apa apa see,yaa siapa tau lo ada perlu penting ama Pak Banny."
" Gue ada perlu penting sama lo ?"Ucap Zeanu dengan tersenyum menggoda
" Sama gue ?" Tanya Mona dengan kaget seraya menunjuk dirinya sendiri.
" Iya." Jawab Zeanu singkat.
" Ada apa ?" Tanya Mona dengan wajah tegang.
" Serius banget see wajah lo,Santai aja lagi." Ucap Zeanu dengan tersenyum simpul.
Mona membuang wajahnya dengan tersenyum tipis.
" Hadehh lo udah bikin gue deg degan tau.datang datang lo bilang ada perlu penting sama gue.Yaa Gue kan jadi tegang." Ucap Mona dengan tersenyum kecut.
" Hmmm..Tar malam gue ajak lo makan malam."
" Hah !" Pekik Mona spontan.
" Kenapa ?Lo ada acara lagi sama Bos lo ?" Tanya Zeanu dengan raut wajah sedih.
" Gak ada lagi,Lo ngajak gue makan malam dalam rangka apa ?"
" Hmmm... yaah gue pengen aja makan malam berdua sama lo." Ucap Zeanu seraya memajukan badannya kemeja Mona untuk lebih dekat.Sontak membuat Mona mendadak salah tingkah apa lagi Zeanu menatapnya dengan begitu Manis kepadanya.
" Hmmm... " Mona tidak menjawab dia melipatkan bibirnya lalu mata belonya melirik kanan kiri seperti sedang berpikir keras.
" Lo jawab iya aja sampe mikir keras juga Mon." Ucap Zeanu tersenyum lucu melihat sikap polosnya Mona.
" Jangan Bilang lo ada acara sama temen temen lo ?" Ucap Zeanu mencoba menebak isi pikirannya Mona.
" Iya see." Balas Mona dengan tersenyum lebar.
" Tukan !!" Cetus Zeanu dengan kecewa.
" Ok makan siang Lo harus ikut gue keluar." Ucap Zeanu seraya berdiri lalu membenarkan jas bajunya.
" Tapi !!"
" Tidak ada kata penolakan gue tunggu di loby.ok !" Ucap Zeanu seraya melangkah menuju pintu.
" Happy nice day Mon." Ucap Zeanu seraya tersenyum lembut ke arah Mona.
Mona tidak menjawab ia hanya tersenyum tipis seraya menggangguk.
Zeanu pun melangkah keluar dari ruangan Mona. sedangkan Mona masih terlihat kebingungan dengan sikap Zeanu terhadap dirinya.Sepertinya Zeanu mulai menyimpan perasaan yang lain terhadap dirinya entah kenapa Mona pun merasakan apa yang sedang Zeanu rasakan terhadap dirinya.Sedangkan dia sendiripun lagi kebingungan dengan perasaannya sendiri terhadap sang Bosnya.
__ADS_1
" Ikhh STEESSS GUE.!!" Guman Mona dengan ekspresi down.