CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 38


__ADS_3

 


" Makasih ya Zean Lo udah repot repot nganterin gue, Tapi Sorry gue gak bisa ajak lo mampir dulu soalnya habis ini we ada janji bareng Amel sama Tamara." Ucap Mona seraya menatap Zeanu yang masih duduk di atas motornya.


 


" Gak apa apa,lain kali gue mampir." Ucap Zeanu dengan tersenyum simpul.  


" Ok." Jawab Mona singkat.


" Hmm..,Mon Besok malam lo ada acara gak ?"


" Besok malam??" Tanya Mona dengan sedikit heran.


" Iya besok !kalo lo gak ada acara gue mau ngajak lo ke acara pesta buat nemenin gue."Ucap Zeanu seraya menyimpan helmnya di bagian depan motornya.


 


 


" Hmm..,Gimana yaa ??.Soalnya gue udah ada acara juga Zean." Ucap Mona dengan wajah tidak enak menatap lurus Zeanu yang sama sama menatapnya.


 


 


" Oh gitu yaa?,yaa udah gak papa deh." Ucap Zeanu dengan nada suara kecewa.


" Sorry yaa Zean,Lain kali aja ya." Ucap Mona dengan tersenyum lembut mencoba untuk membuat Zeanu tidak merasa kecewa dengan penolakannya.


 


Zeanu hanya tersenyum tipis dan mengagguk pelan lalu ia pun memakaikan kembali helmnya serta tak lama menyalakan kembali mesin motornya.


 


" Ok ! Gue balik dulu ya."Pamit Zeanu tersenyum manis dan segera menutup kaca helmnya. 


" Thanks yaa Zean. lo Hati hati di jalan" Ucap Mona dengan lembut seraya melambaikan tangannya ke arah Zeanu yang perlahan lahan mulai menjalankan motornya dan meninggalkan Mona dengan perasaan kecewa.


Mona menarik napas panjang hati kecilnya ia ingin menerima ajakan dari seorang Zeanu namun ia sudah ada janji dengan Sang Bos untuk menemaninya ke acara pestanya,tentu jika ia menolak akan ajakan sang Bosnya tentunya akan terjadi kekacauan di dunia persilatannya.


Sang Nenek tersenyum curiga ke arah Mona yang masih memandangi Zeanu yang semakin jauh meninggalkannya.


" Siapa itu Mon?" Tanya Sang Nenek dengan ikut mengiringi tatapan Mona yang masih lurus ke arah Zeanu yang mulai menghilang di telan tikungan simpang jalan.


 


" Nenek...ngagetin aja!!." Sela Mona yang cukup terkejut dengan kehadiran sang nenek yang secara tiba tiba.


" Kamu kok tidak di anterin pulang sama Nak Banny ?"Tanya sang Nenek dengan tatapan penuh tanya.


" Banny sibuk." Jawab Mona dengan melangkah duluan Mona mencoba untuk mengalihkan perhatian sang nenek agar tidak bertanya perihal Banny kembali.


 


" Terus yang anterin kamu pulang siapa ?" Tanya Nenek dengan wajah curiga.


" Itu teman Nek." Jawab Mona dengan menoleh sang nenek yang masih berdiri di belakangnnya.


" kamu to yah,jangan suka di antar antar pulang cowok selain nak Banny,Nanti kalo Nak Banny tau dia bisa cemburu." sela Nenek dengan wajah kesal rupanya sang nenek cukup khawatir dengan sikapnya Mona.


 


 


 


" Nenek.Banny itu kenal kok sama Zeanu mereka itu sahabatan tenang aja gak ada apa apa ko." Ucap Mona dengan segera menjelaskan tentang Zeanu meskipun Mona harus berbohong untuk menenangkan perasaan Sang Nenek yang sepertinya khawatir dengan sikapnya.


 

__ADS_1


Padahal Mona sangat merasa bersalah jika selama ini dia sedang bersandiwara dengan sang bosnya demi kebahagiaan sang nenek.


 


" Nenek cuman ngingetin aja,Hati hati dengan perasaan jaman sekarang itu musimnya tikung menikung." Ucap sang nenek dengan mempercepat langkahnya menuju kedalam ruangan.


 


 


" Tikung menikung ??" ucap Mona pelan dengan mengernyitkan kedua alisnya ia merasa geli sendiri mendengar ucapan nyelenehnya sang nenek.


" Nenek gue ngomong apaan see? dia tau darimana juga tuh kata kata nikung menikung,jangan jangan nenek gue korban pelakor juga nee.." Guman Mona dengan terkekeh lucu atas sikap sang neneknya yang merasa khawatir dengan sikapnya yang dekat dengan sahabat kekasih seetingannya.


 


Mona tersenyum geli rupanya sang nenek cemas akan hubungannya dengan Banny yang walaupun hanya sekedar sandiwara belaka lalu Mona sejenak berpikir ternyata sang nenek begitu sangat sayang kepada dirinya meski Mona sedang melakukan sandiwara,Dan sang nenek menganggap hal ini dengan sangat antusias.


Raut wajah Mona berubah cemas ketika ingat akan hal itu,sampai kapan dia akan mengakhiri sandiwara cintanya ini dengan sang Bosnya yang benar benar di luar dugannya.


" Kepikiran kan jadinya ?makanya jangan suka coba coba." Ucap Sang nenek dengan duduk di sopa santai dan menghadap ke arah televisi setelah melihat sikap Mona yang hanya termenung dengan ekspresi wajah gamang.


" Apa see nek,semua akan baik baik saja kok Nek.Udah ah Mona ada janji ni sama Amel dan Tamara,Mona siap siap dulu ya." Ucap Mona seraya menghambur ke kamarnya.


" Baru juga sampe Mon !kok udah mau pergi lagi." Teriak sang nenek dengan wajah kecewa.


Mona tidak menyahut dia sudah berada di dalam kamar mandinya untuk bersiap siap mandi.


*********


Beberapa menit kemudian Mona sudah rapih dengan mengenakan pakaian yang sangat santai dia bersiap siap untuk pergi menemui kedua sahabatnya.


" Janjian dimana Mon ?" Tanya sang nenek menghadang Mona yang baru keluar dari kamarnya.


" Di tempat biasa kita hanya ngumpul ngumpul bersama doank nek,lagian gak lama kok nek kita lagi kangen ngumpul aja." Jawab Mona seraya membenarkan ikatan rambutnya.


" Jangan malam malam yah pulangnya Mon.Tar Nenek cemas."


Mona melangkah menuju pintu ia bergegas untuk segera menemui kedua sahabatnya dan ketika pintu terbuka Mona terkejut bukan main tatkala di lihatnya Banny sudah berada di depan pintu rumahnya dan berdiri tegak dengan tersemyum manis.


" BAPAK !!"Pekik Mona cukup kencang matanya melotot ke arah Banny yang ada di hadapannya.Mona menatap dengan penuh terkejut seperti melihat sesuatu yang menakutkan.



" Ada apa Mon ?" Tanya Nenek menyembul dari balik Mona.


" Sore Nek !" Sapa Banny dengan ramah. sedangkan Mona masih terlihat terpaku tak percaya menatap ke arah Banny.Kenapa Banny harus tiba tiba datang kerumahnya pikirannya mencoba mencari jawaban atas segala pertanyaannya.



" Eh Nak Banny ! panjang umur baru tadi kita bicarakan ya kan Mon.." Ucap sang nenek dengan rona wajah yang di liputi rasa bahagia.


Banny mengeryitkan alisnya dan melirik Mona yang masih mematung dengan sikap terkejut.


" Oia ??ko ngomongin saya ada apa nee ?" Tanya Banny dengan tersenyum menggoda ke arah Mona.Mona semakin bingung di buatnya dengan sikap Banny yang tiba tiba saja berubah derastis terhadapnya.



" Loh Mon kok malah bengong ! suruh masuk donk Nak Bannynya." Ucap sang nenek dengan mencolek tangan Mona.



" Ehh iya nek! silahkan Pak masuk.Eh..," Ucap Mona tiba tiba terlihat kikuk dan gugup.


" Pak ??" Sela sang nenek menatap heran ke arah Mona yang masih terlihat linglung.


" Ayo sayang..." Ucap Banny seraya menarik tangan Mona yang masih terlihat kebingungan sendiri. Mona menatap tak percaya ke arah tangannya Banny yang menuntunya dan mengajak masuk kedalam ruangan kembali.


Mona hampir tak percaya dengan apa yang sedang di alaminya saat ini sedangkan sang nenek hanya tesenyum dengan bahagia.


" Bapak ada apa kesini ?" Bisik Mona seraya ikut duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Nak Banny mau minum apa ?" Tanya sang nenek dengan sangat ramah.


" Gak usah nek,Aku kesini ada keperluan sedikit sama Mona." Ucap Banny seraya menoleh Mona yang masih menatap dengan penuh tanya.


" Oalah...,Saking sibuknya kamu sampe gak sempat ketemu di kantor yaa ?sampe Mona pulang pun di antar teman kamu Nak Banny." Jelas sang Nenek yang duduk di hadapan Banny.


Sontak Mona terlihat terkejut bukan main tatkala sang nenek mengatakan hal yang benar benar di luar pekiraannya dia,Banny menatap Mona dengan ujung matanya dengan penuh isyarat lalu kembali menatap sang nenek dengan penasaran.


" Mona di antarin pulang ?,sama siapa Nek ?" Tanya Banny dengan penasaran lalu dia pun menoleh Mona yang tersenyum tipis ke arahnya.


Raut wajah Mona berubah pucat pasi yang menatap dengan kaku ke arah Banny.


Entah kenapa perasaannya menjadi campur aduk di dalam hatinya ketika ia berada di hadapan Bosnya itu.


" Tadi siapa Mon yang ngantar kamu pulang ?bukannya kamu tadi bilang itu temanya Nak Banny juga ?"Tanya Si nenek semakin meluas ceritanya.


Mona menatap Banny dengan perasaan tidak enak ada sorot matanya yang berbeda dari balik tatapannya Banny seolah olah ia merasa tidak senang ketika dirinya mengetahui Mona di antar pulang oleh seseorang.


" Itu...,Zeanu Pak. Eh sayang." Ucap Mona yang benar benar tidak bisa lagi menguasai dirinya tak kala tatapan Banny benar benar menusuk ke dalam palung hatinya.



" Zeanu ??,Bukannya kamu tadi ada urusan sama kedua sahabat kamu itu kenapa Zeanu yang mengantar kamu pulang ?" Tanya Banny semakin penasaran dengan menatap dengan tajam ke dalam wajah Mona.



" Nak Banny nenek buatkan minum dulu ia" Ucap sang nenek seraya beranjak meninggalkam Banny dengan Mona.


Sementara Mona masih terlihat seperti orang yang tengah kebingugan dan tak tau harus berbuat apa.


" Bapak ada apa kesini ?" Tanya Mona dengan sedikit mendelik kesal.


" Ada perlu sama kamu !" Ucap Banny dengan kembali terlihat jutek.


" Masalah pekerjaan ?, Kan bisa besok di kantor pak,Saya sudah ada janji sama amel dan Tamara."


" Batalkan !" Ucap Banny tegas.


" APA ??,Bapak ini gimana see ?"


" Pokonya sore ini kamu ikut saya.!"


" Ikut ?ikut kemana Pak ?" Tanya Mona mulai merasa geram.


" Kamu ikut saja.Ini urusan pekerjaan kita."


" Pekerjaann ?"Tanya Mona semakin gelagapan ia tidak mengerti sama sekali maksud dari ucapan Banny.


Sejenak mereka terdiam ketika sang nenek menyembul dari arah ruang dapur.


" Ini Nak Banny nenek buatkan teh hangat buat Nak Banny,Ayo diminum dulu!"


" Iya Terimakasih Nek,sepertinya saya sedikit buru buru Nek soalnya ada urusan penting sama Mona sore ini."



" Oya ? Ada hal apa ?" tanya Nenek dengan wajah penasaran.


" Masalah pekerjaan !" Jawab Banny dengan kembali bersikap ramah.


" Baiklah." Balas sang Nenek dengan menatap penuh arti ke arah Mona yang masih terlihat kebingungan.



" Nenek Saya pamit dulu ya." Ucap Banny seraya bangkit.


" Ya silahkan !!." Ucap Nenek Mona dengan tersenyum penuh rasa tenang melihat Mona yang sudah memiliki seorang kekasih walaupun itu hanya seetingan belaka.


Mona tidak menolak ia pun mengikuti langkahnya Banny di belakang dengan di liputi berbagai perasaan serta pikiran yang bercabang hingga tak menentu.


Acara kumpul kumpul bareng kedua sahabatnya kembali gagal berantakan gegara kehadiran Banny yang sama sekali tidak menduganya akan kedatangan kerumahnya secara tiba tiba.

__ADS_1


..........Bersambung


__ADS_2