CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 57


__ADS_3

SETELAH menyelesaikan pekerjaannya Mona segera merapihkan beberapa peralatan kerjaannya supaya rapih lalu ia diam-diam mengalihkan pandanganya ke ruangan sang Bosnya.


Sang bos terlihat sedang asik berbicara di telpon dengan seseorang,Lalu di lihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 16:00 WIB dan itu artinya waktunya dia untuk pulang.


Mona terdiam seraya terus memperhatikan ke arah sang Bosnya itu yang sedari tadi masih belum mengakhiri obrolan via teleponnya itu.


Sejenak ia berusaha berpikir untuk menebak dengan siapakah sang bos berbicaranya karena ia melihat gerak gerik dan ekspresi wajah sang Bos sangat bahagia.


" Lama banget tu bos nelpon !" Gumannya seraya terus memperhatikan sang bosnya itu.


" Apa mungkin dia lagi nelpon mantannya ?" Guman lagi Mona bertanya tanya lalu ia pun memperjelas lagi pandangannya.


" Ahh !! emang gue pikirin." Cetusnya pelan lalu ia pun menyambar tasnya dan berniat untuk segera pulang lebih dahulu.


" Tapi !!" Selanya menggantung lalu Mona menghentikann langkahnya tiba-tiba saja ia mendadak ragu.


Jika ia tidak berpamitan kepada Bosnya pasti hal ini akan berujung berpikiran negatif sang bos terhadap dirinya,Dan yang pasti sang bos akan menegor dia panjang kali lebar.


Mona pun melangkah mundur lalu ia melongokan kepalanya ke arah dinding kaca itu di lihatnya sang bos sedang memakai jasnya lalu di sambarnya tas koper kecilnya itu seraya melangkah menuju pintu dengan tetap masih dalam keadaan menelpon.


Dengan cepat Monapun segera keluar agar bisa bertemu dan berpapasan di luar ruangan agar bisa berpamitan pulang secara tidak langsung.


Perlahan lahan Mona membuka pintu ruanganya dan ia pun segera keluar ruangannya lihatnya Banny sudah berada di luar namun sayang sang Bos tidak menghiraukan keberadaan dirinya sehingga sang Bos pergi dengan begitu saja.


Mona yang berdiri di depan pintu ruangannya yang hanya bisa melongo menyaksikan Bonsya pergi padahal ia berharap Banny bisa menengoknya dan ia bisa berpamitan pulang namun dugaannya meleset.


" Hmmm mentang mentang lagi nelpon gue aja kagak di lihat." Gumannya dengan jengkel lalu ia pun melangkah kembali.


" Tau gini gue cabut duluann dah !!" gumannya lagi dengan sangat jengkel.


Beberapa menit kemudian Mona sudah berada di loby bersama kedua sahabatnya.


" Lo gak di jemput Tam ?" Tanya Mona menoleh Tamara yang berjalan di sampingnya.


Tamara menggeleng dengan memasang wajah sedih.


" Kenapa loh ? " Tanya Amel yang berada di sampingnya ikut bertanya setelah melihat raut wajah Tamara merengut .


" Gue udah putus huu...huu... !!" Ucap Tamara dengan semakin mengerucutkan bibir mungillnya.


Mona dan Amel langsung menoleh mereka menatap Tamara yang raut wajahnya mulai sembab.


" SERIUS ??" Tanya keduanya dengan kompak.


Tamara menggangguk ia tak sanggup menjawab.


" Kapan ?? Kok lo gak ada cerita sama kita kalau lo udah putus sama cowok lo?" Tanya Mona dengan nada sedih.


" Hmm...,Baru dua hari yang lalu sii,Cuman gue berusaha tegar aja." Balas Tamara dengan wajah mulai memerah.


" Alah so tegar lo,Biasa lo kalau ada apa-apa sama cowok lo suka mewek mewek sama gue,Kok sekarang sok tegar gitu." Ucap Amel dengan tertawa meledeknya.


" Serius lo udah putus sama cowok lo ? Kenapa ?" Tanya Mona dengan nada sedih.


TIn tin....


Suara klaskson motor mengejutkan mereka lalu ketiganya pun menoleh ke arah suara klakson motor itu.


Zeanu datang mengampiri Mona dan kedua sahabatnya


Amel serta Tamara menatap aneh ke arah Zeanu yang berhenti tepat di hadapan Mona dan ia pun menunggu Mona untuk naik ke motornya.


" Tam,Mel,Gue duluan ya." Ucap Mona membagikan pandangannya.


" Lo pulang bareng Zeanu ?" Tanya Amel dengan melongo.Mona menangguk seraya tersenyum tipis.

__ADS_1


" Lahh Bos loh ?" Sela Amel heran.


" Udah pulang duluan dia,Tam tar lo cerita yaa! Tenang lo gak usah sedih gue masih ada untuk lo." Ucap Mona seraya menghampiri Zeanu lalu ia pun naik ke atas motornya Zeanu.


Zeanu membuka kaca helmnya lalu ia manggut sembari tersenyum tipis ke arah Amel dan Tamara yang masih menatapnya dengan penuh berbagai pertanyaan.


" Byee !" Seru Mona melambaykan tangannya lalu tak lama kemudian Motor Zeanu pun melesat meninggalkan pelataran loby utama kantor mereka.


Amel dan Tamara saling berpandangan satu sama lain mereka rupanya merasa penasaran dengan sikap Mona yang memilih pulang bareng Zeanu hal ini akan menjadi berita yang menarik untuk besok pagi.


**********


ZEANU menepikan kendaraannya di tepi jalan yang tak jauh dari sebuah danau kecil dengan panorama yang sangat indah dan tempat itu pun telah di sulap menjadi tempat tongkrongan yang menyenangkan.Disana juga tersedia beberapa kedai tempat minum dan makanan yang cukup romantis akan suasananya.


Zeanu dan Mona memilih duduk di tempat yang lebih dekat dengan danau selain suananya yang nyaman disana juga mereka bisa menyaksikan matahari sore yang mulai terbenam,Cahanya yang kemerahan menambah fanorama alam yang begitu memukau.


" Kenapa lo ajak gue ke tempat ini ?Ada apa nii ?" Tanya Mona seraya mengitari ke semua pelosok tempat itu.


" Hmm emang gak boleh ya gue bawa lo ketempat yang seromantis ini ?" Tanya Zeanu tersenyum tipis ke arah Mona.


" Lebay banget see lo." Balas Mona melirik genit.


Tak lama kemudian seorang pramusaji menghampiri mereka dan membawakan beberapa buku menu.


" Lo mau minum apa ?" Tanya Zeanu menatap dalam ke arah Mona yang masih terus membagikan pandangannya ke seluruh tempat itu yang suasananya begitu sangat menenangkan.


" Gue Jus aja." Balas Mona seraya mengalihkan pandangannya ke wajah Zeanu yang sedari tadi tak lepas memandanginya.


" Kenapa see lo,Dari tadi ngeliatin gue terus ?" Tanya Mona dengan merengutkan wajahnya merasa risih.


" Hmm,Gue lagi puas-puasin diri untuk ngeliatin lo."


" Maksud lo ?" Tanya Mona mendelik manja.


" Yaa ampunn Zean,Lo bisa lebay juga yaa ?" Jawab Mona seraya tersipu malu.


" Lo sering yaa ke tempat ini ?" Tanya Mona dengan menatap kembali matahari yang mulai berada di ujung senja merah itu.


" Enggak juga,Lagian gue kesini juga sama siapa ?" Jawab Zeanu seraya mengeluarkan dawai dari saku jaketnya.


" Yaa Kali aja lo pernah kesini sama mantan lo." Balas Mona seraya menggoda Zeanu.


" Heh Mantan.Pacaran aja belum pernah boro boro punya mantan !" Celoteh Zeanu seraya tersenyum sinis.


Mona menatap dalam ke wajah Zeanu dan berusaha untuk mengartikan perkataannya Zeanu.


" Serius lo belum pernah pacaran ??" Tanya Mona menatap tak percaya ke arah Zeanu.


" Haa...haa...,Serius banget sii nanyanya,Santai aja donk." Balas Zeanu seraya terkekeh.


" Gak lucu !!" Balas Mona membuang muka rupanya ekspresi wajah penasarannya membuat Zeanu tertawa lucu.


" Sorry soryy..., Tapi serius gue belum pernah pacaran karena gue terlalu fokus sama karir gue." Jelas Zeanu.


Tak lama seorany pelayan datang membawakan pesanan yang di pesan Mona dan Zeanu lalu pelayan itupun pergi kembali meninggalkan mereka.


" Kok bisa fokus ke karir ?Memangnya gak bisa ya pacaran sambil berkarir.?" Tanya Mona seraya mengaduk ngaduk jusnya.


" Mungkin belum ada yang klik di hati." Balas Zeanu seraya menyeruput kopi panasnya itu.


" Cowok semanis lo masa gak bisa nge klik cewek see ?" Ucap Mona dengan menggoda Zeanu.


" Heh manis,Gula kali !lagian mana ada cewek suka sama gue." Balas Zeanu tersenyum datar.


" Bohong banget !" Balas Mona dengan sinis.

__ADS_1


" Untuk apa gue bohong ?Lagian selama ini gue belum menemukan cewek sehumble lo !" Ucap Zeanu seraya melirik genit Mona.


Mona mengernyitkan alisnya dan menatap penuh tanya ke arah zeanu.


" Maksud lo ?"


" Sudah lupakan saja." Balas Zeanu singkat.


Mona melipat bibirnya dengan kesal rupanya dia cukup penasaran dengan ucapan Zeanu yang barusan.


" Mona !!" panggil Zeanu seraya menatap dalam Mona.


Sesaat Mona menatap lurus ke arah Zeanu yang terlihat gamang untuk mengatakan sesuatu kepadanya.


Mona mengangkat kedua alisnya lalu menatap penuh tanya ke arah Zeanu yang tatapannya kian dalam.


" Ada yang harus gue sampaikan dan itu lo harus tau sebelum....,!!!" Ucapan Zeanu mengantung ia terlihat semakin ragu untuk mengatakannya.


" Ada apa ?" Tanya Mona dengan penasaran.


Zeanu terdiam bibirnya seolah olah berat untuk mengatakan sesuatu hal tentang perasaanya itu terhadap Mona.Lalu ia melipatkan tangannya di atas meja dengan tertunduk jari telunjuknya mengetuk-ngetuk meja dengan gelisah.


" Ada apa ?" Tanya Mona semakin penasaran.


" Entahlah rasanya gue berat banget mau mengatakan hal ini." Jelas Zeanu seraya mengalihkan pandanganya ke arah danau yang lepas ia memilih menatap jauh ke arah Matahari yang mulai terbenam.


Suasana menjadi hening ada perasaan yang hadir diantara rasa yang kian tenggelam seiring senja menenggelamkan sang mentari.


" Hmmm...., " Zeanu semakin terlihat gelisah entah harus dari mana ia memulainya agar bisa mengatakan apa yang menjadi kegelisahannya selama ini terhadap Mona.


Mona hanya terdiam seraya tersenyum tak pasti sementara Zeanu kian di landa keragu raguan.


" Katakanlah !!" Balas Mona dengan tersenyum menggoda.


" Gue sayang lo !!" Ucapnya Tandas.


Mona menahan senyumannya garis bibirnya langsung mendatar sontak apa yang di ucapkan Zeanu setidaknya membuat ia terhenyak.


Namun Mona berusaha untuk bersikap lebih santai dalam menanggapi ucapannya Zeanu walaupun dalam hatinya mulai tak tenang.


" Yah gue sayang lo Mon !" Zeanu memperjelas kembali ucapannya.


" Gue tau perasaan ini tak mungkin lo balas,Tapi setidak lo tau apa yang gue rasakan saat ini terhadap lo." Ucap Zeanu dengan menatap dalam ke arah Mona.


" Tapi Zean...," Sergah Mona menggantung.


" Gue tau Banny akan melamar lo,Tapi semua itu hanya sandiwara saja kan,Gue harap ketika sandiwara itu usai lo bisa menyakinkan perasaan lo buat gue." Jelas Zeanu dengan terus menatap lekat ke wajah Mona.


Mona terdiam ia mencoba menenangkan hatinya untuk tidak terlalu gugup dalam menanggapi apa yang telah di utarakan oleh Zeanu kepadanya.


" Gue yakin jika takdir berkata lain,Apa pun yang di rencanakan manusia tidak akan sehebat rencana TUHAN." Ucapnya dengan menatap kian dalam.


" Lo tau jika daun-daun itu jatuh karena takdir-NYA jika belum di takdirkan jatuh maka dia akan tetap tergantung walaupun di ranting yang kering sekalipun.Maka gue yakin jika TUHAN akan mengirim seseorang di kehidupan gue siapa pun itu,Termasuk lo dan meski lo akan di pinang Banny mungkin jika ada takdir suatu saat nanti lo pasti akan jadi milik gue." Jelasnya dengan tersenyum simpul.


" Seyakin itu ??" Tanya Mona membalas tatapan Zeanu.


" Takdir manusia tidak ada yang tau,Jadi gue akan nunggu lo sampai sandiwara itu berakhir." Ucap Zeanu dengan menatap penuh harapan.


Mona terdiam ia mulai terjebak dalam perasaannya yang kian membuatnya dilema.


Di satu sisi dia bahagia Zeanu akhirnya mengatakan apa yang di harapkannya selama ini,Tapi di satu sisi lain ia juga mulai merasakan ada rasa yang tak biasa dalam hatinya terhadap sang Bosnya itu.


Dan ternyata dia mencintai keduanya di saat yang beramaan.


Dan kini ia sedang terjebak dalam friendzonenya antara dirinya dengan Zeanu.

__ADS_1


__ADS_2