CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH Episode 190


__ADS_3

" MONA !!" panggil seseorang menghentikan langkahnya.


Mona menoleh ke arah suara yang memanggilnya,Zeanu terlihat melenggang ke arahnya dengan tersenyum menatapnya.


" Zean ?,kok kamu ada disini ? " tanya Mona heran.


" Seharusnya gue yang nanya,elo lagi ngapain disini ? " tanya balik Zeanu seraya melàngkah mengiringi langkahnya Mona.


" Hmm, "


Mona tidak menjawab ia terlihat bingung,wajahnya terlihat tak berselera.


" Banny mana ? " tanya Zeanu terlihat clingukan,dan memperhatikan ke sekitarnya.


" Aku sendirian,Mmm kayanya Mas Banny sudah balik ke kantornya." jawab Mona pelan.


" Loh,kalian bukannya makan siang bersama? " tanya Zeanu heran.


Mona terlihat berekspresi lain.


" Kok kamu tau kita mau makan siang bersama ?" tanya Mona heran.


Zeanu tersenyum penuh arti.


" Sebagai Cs yang baik,gue selalu tau rencana atau pun kegiatan suami lo." ujar Zeanu berkelakar.


Mona memesem seraya melirik manja.


" Tadinya sih gitu tapi,, Mas Banny membatalkannya." balas Mona tersenyum kecewa.


Zeanu mengernyit menatap heran ke arah adik sambungnya rersebut.


" Membatalkannya ?? Ada urusan lain ?" tanya Zeanu memancing.


Mona menggeleng dengan wajah begitu berat.


" Gue rasa hari ini dia tidak ada janji ataupun pekerjaan,cos ia pending semua acaranya demi makan siang bareng lo ." balasnya Zeanu sedikit berkilah,ia berusaha untuk memberi kesan baik untuk Banny.


Mona terpana menatap pria berwajah kalem tersebut,demi apapun ia merasa bahagia mendengar pernyataan nya Zeanu namun sejurus kemudian ia terlihat risau.


" Demi apa kamu berbicara seperti itu ?" tanya Mona menatap tak percaya.


" Demi apapun yang lo suka hee hee.." Zeanu terkekeh dengan tersenyum lebar.


Mona mendaratkan kepalan tangannya di tangannya pria tersebut dan meninjunya dengan kuat sehingga Zeanu terlihat sedikit meringis.


" Kamu gak usah ngehibur ku !!" guman Mona kesal.


" Lagian lo gak percaya banget sih gue ngomong." ucap Zeanu tertawa lepaas.


" Tapi aku rasa mas Banny emang ada pekerjaan dadakan kali Zean." ujar Mona berjalan kembali.


" Gue rasa tidak ada Mon." sela Zeanu cepat.


Mona kembali bereaksi lain,mengubah ekspresi wajahnya menjadi risau.


" Kalian kenapa ?? " tanya lagi Zeanu penasaran.


" Tidak ada apa-apa,kita baik baik saja." jawab Mona tersenyum hampa.


" Yakin ?? " goda Zeanu tersenyum kecil.


Mona terlihat memutarkan bola matanya ke atas dengan ekpresi wajah ceria.


" Seratus persen yakin." jawabnya mantap.


" Eh iya gimana kabar Mama ?" Mona segera mengalihkan pembicaraanya ke hal yang lain,ia tidak ingin Zeanu mengetahui permasalahan yang sebenarnya sedang terjadi antara dirinya dan Banny.


" Mona,lo gak usah mengalihkan pembicaraan,gue tau lo lagi ada masalah kan sama Banny ?" tanya Zeanu menghentikan langaknya.


Mona terlihat mengalihkan pandangannya dengan ekspresi lain.


" Kebiasaan lo so tahu dengan kehidupan gue." ujar Mona sedikit geram.


" Gue mengenal lo cukup lama,gue rasa gue mulai paham dengan apa yang lo rasakan saat ini." ujar Zeanu tersenyum senyum.

__ADS_1


" Lalu,penting aku cerita ama kamu ? " tanya Mona menoleh ke arah Zeanu.


" Kenapa tidak? bukankah perasaan kita sudah berubah ?" seloroh Zeanu mengangkat kedua pundaknya dengan cuek.


" Berubah ? Maksud lo ? " Mona menghentikan langkahnya lalu berputar dan menghadap ke arah Zeanu.


" Yaa,setidaknya gue sudah menganggap lo sebagian dari keluarga gue,jadi apa salahnya gua membantu lo jika lo ada masalah." ucap Zeanu dengan bersikap layaknya seorang Kakak.


Mona tertawa kecil melihat sikap perhatiannya Zeanu,memang tiada duanya pria berwajah kalem ini selalu membuatnya begitu nyaman,bahkan selalu ada ketika dia bermasalah.


" By the way,kamu tau darimana jika aku akan makan bareng sama mas Banny ?" tanya kembali Mona masih penasaran.


" Hmmm,, kan sudah gue bilang gue Cs baiknya Banny." jawab Zeanu singkat.


" Pasti ada yang ngasih tau kamu ?,jujur saja !" gertak Mona tak percaya.


Zeanu tersenyum dengan penuh kepalsuan,ia tau sikap Mona memang sulit di alihkan.


" Sekertaris Banny yang ngasihh tahu." ucap Zeanu akhirnya berterus terang.


Seketika raut wajah Mona berubah ketika mendengar kembali sekertaris Banny di sebutnya.


" Oh !! Jadi dia yang bilang sama lo." ujar Mona ekspresif.


" Yaa,kenapa ?" tanya Zeanu kian penasaran.


Mona terlihat menarik napas pajang lalu menutup mulutnya dengan perasaan terganggu.


Zeanu menatap penuh atas perubahan sikapnya Mona.


" Sebaiknya kita cari tempat duduk,sepertinya ada permasalahan rumit yang tengah lo hadapi bersama Banny." seloroh Zeanu dengan tersenyum penuh arti.


Mona mendilak manja ke arah pria berwajah kalem tersebut.


" Udahlah aku gak mau bahas itu." ujar Mona ketus.


Zeanu menahannya.


" Zean aku harus segera kembali ke kantor,ada urusan pekerjaan." ucap Mona mengalihkan pembicaraan.


Mona membalikan badanya lalu menatap lurus Zeanu.


" Elo terganggu dengan sikap Arnetta terhadap Banny kan ?" tanya Zeanu.


Mona terdiam ia tidak mengiyakan ataupun menyanggah ucapan Zeanu.


" Sebentar saja,tidak akan menghabiskan dua jam kita berbicara." pinta Zeanu memohon.


Mona menghela.


Akhirnya mau tak mau Mona mengikuti kemauannya Zeanu,dan ia pun melangkah mengikuti Zeanu yang mencari tempat duduk untuk membicarakan sesuatu hal.


" Gue pesan makanan dulu ya !" ucap Zeanu hendak berdiri.


" Tidak usah aku udah kenyang !" balas Mona cepat.


Namun Zeanu tidak mengidahkan penolakannya Mona ia tetap memesan makanan dan minuman untuk menemani obrolannya mereka.


" Gue perlu omongin hal ini sama elo,agar elo sama Banny tidak saling menuduh satu sama lain." ujar Zeanu membenarkan duduknya.


Sekilas Mona melihat sikap tulus dari seorang Zeanu begitu nyata,


" Zean,kenapa kamu begitu perhatian sama aku dan mas Banny ? Sehingga urusan seperti ini pun kamu melibatkan diri demi kebaikan aku bareng mas Banny." ucap Mona menatap tak enak hati.


" Mon,gue tidak bisa membiarkan elo berada dalam situasi seperti ini,gue tau Banny sendiri pun bingung harus bersikap apa terhadap lo dan Arnetta." ucap Zeanu menatap serius.


Mona menghela,merasakan begitu besar perasaan sayang seorang Zeanu terjadap dirinya sehingga ia rela terlibat dalam urusan perasaanya terhadap Banny.


" Gue tegaskan lagi,jika keterlibatan gue dalam permasalahan ini,hanya sebatas perasaan seorang Kakak terhada adiknya,tak lebih." ucap Zeanu tersenyum miris.


Mona merasa apa yang di ucapkan Zeanu begitu ironis,ia sangat paham bagaimana perasaan Zeanu terhadap dirinya,selama ini Zeanu selalu memendam perasaanya karena mereka terikat oleh kata sodara sambung,mungkin jika takdir berkata lain tidak mungkin begini ceritanya.


Mona terdiam seraya menundukan kepalanya,harus membalas apa atas kebaikan Zeanu selama ini kepada dirinya,hingga dia mampu memperjuangkan hubungannya dengan Banny.


" Zean,aku yakin mas Banny masih menyimpan perasaan terhadap sekertarisnya itu ?" ujarnya lirih.

__ADS_1


Zeanu menghentikan seruputannya lalu menatap dalam ke arah wajah Mona.


" Tau dari mana jika Banny masih menyimpan perasaan terhadap Arnetta ?" sekilas Zeanu bertanya.


" Ada banyak bukti jika mereka masih saling menyimpan perasaan." jawab Mona dengan nada sedih.


Zeanu menggeleng dengan tersenyum lembut.


" wajib elo tau,Banny hanya empati terhadap Arnetta,karena orang tua mereka bersahabatan,so Banny hanya menjaga perasaan orang tua nya saja." jelas Zeanu lugas.


Mona menatap lurus Zeanu.


" Aku tak yakin dengan apa yang kamu jelaskan ?,perasaan itu bisa saja berubah kapan pun." ucap Mona tertunduk.


" Jika perasaan bisa saja berubah kapan pun,berarti gue memiliki kesempatan untuk bisa ngedapetin perasaan elo ?" tanya Zeanu menatap begitu intens.


Mona tercekat mendengar pernyataan dari Zeanu.


" Kurasa tidak semudah itu ??" Mona menolak.


" Kenapa tidak,bukankah itu opsi elo,jika perasaan bisa berubah kapan saja ?" tanya kembali Zeanu dengan begitu kritis.


Mona menghela,perkataan Zeanu cukup membuatnya bungkam.


" Tuhan akan mengabulkan doa hambanya sesuai prasangka hambanya." ujar Zeanu tersenyum enteng.


Mona kembali tercengang mendengar pernyataannya Zeanu.


Kenapa dia begitu keras dalam memberikan sebuah opini.


" Gue tidak menggiring opini gue sendiri,hanya saja gue memberi sedikit gambaran jika apa yang lo kira selama ini akan menjadi kenyataan,so hati hati dengan pikiran lo sendiri." ujar Zeanu kembali.


Mona terdiam semakin kelu,ia tak mampu menyanggah semua ucapannya Zeanu.


" Percayalah,apa yang elo nilai selama ini tidak benar,Banny tulus menyayangi lo." ucap Zeanu dengan tegas.


Sontak Mona menatap dalam wajah pria kalem tersebut.


" Gue yakin,Banny juga pasti terbebani akan permasalahan ini,ia tidak ingin melukai perasaan elo,dan di satu sisi lain ia juga tidak ingin membuat persabatan orang tuanya jadi renggang,percayalah Banny mencintai elo lebih dari gue." tungkas Zeanu tersenyum penuh arti.


Ada perasaan yang tak biasa setelah Zeanu menjelaskan tentang Arnetta.


" Gue kenal mereka jauh sebelum elo hadir di kehidupan Banny,tapi gue melihat jika Banny benar-benar tulus mencintai lo,percayalah !!" imbuh kembali Zeanu menatap lembut Mona.


Mona tak bergeming,entah kenapa seluruh tubuhnya terasa panas dingin dengan kata-kata yang di ucapkan Zeanu tentang Banny.


" Zean,Kamu tidak sedang membela Banny ?? " tanya Mona menatap ragu.


" Untuk apa gue membela Banny??gue orang pertama yang akan membuat dia bonyok ketika dia membuat elo nangis ,dan gue tidak akan melakukan pembelaan apapun ketika Banny melakukan kesalahan,tidak akan." jawab Zeanu tegas.


Mona kembali terdiam melihat sikap keseriusan yang di perlihatkan Zeanu terhadap dirinya.


" Gue selalu mengingatkan Banny, jika ada hati yang harus dia jaga,yaitu perasaan hati lo,gue gak ingin ngelihat lo kecewa atas sikapnya,jika memang Banny masih memiliki perasaan terhadap Arnetta,maka gue tidak akan membiarkan dia membagi perasaanya tersebut." ujar kembali Zeanu dengan berapi-api.


Mona terdiam,entah kenapa ia merasa begitu di lindungi oleh sosok pria berparas kalem tersebut,begitu besar rasa peduli yang di berikan Zeanu terhadap dirinya.


" Jadi sebaiknya buang pikiran buruk elo terhadap Arnettta,gue yakin mereka sudah tidak ada perasaan apapun lagi." imbuh kembali Zeanu meyakinkan.


" Kamu yakin ? " tanya kembali Mona semakin ragu.


" Tentu saja,apapun yang terjadi di antara mereka saat ini hanyalaha masalah pekerjaan dan bukti rasa solidaritas terhadap persahabatan orang tua mereka.Gua jamin." jawab kembali Zeanu dengan penuh keyakinan.


Mona tertunduk,Zeanu begitu gigih meyakinkan perasaanya terhadap Banny.


Mona berharap apa yang di katakan Zeanu benar,jika perasaan mereka telah usai.


Tak terasa diam-diam hatinya tergerak untuk meminta maaf atas sikapnya selama ini terhadap Banny,ia tidak bisa membiarkan hubungannya kembali tidak harmonis bersama Banny.


Apa yang di jelaskan Zeanu terhadap dirinya setidaknya membuka titik terang untuk dirinya agar segera menyudahi sikap dinginnya terhadap Banny,dan membuang semua pikiran buruknya tentang Arnetta.


" Maksih banyak Zean,kamu sudah meyakinkan perasaanku,aku tak tahu harus berterimakasih apa kepadamu." ucap Mona dengan suara pelan.


Zeanu tersenyum,ia menatap dengan perasaan campur aduk.


" Elo gak perlu bersikap berelebihan,melihat lo bahagia gue pasti ikut merasakannya." jawab Zeanu tersenyum simpul.

__ADS_1


Mona mengulas senyuman hangat,memeluknya dengan senyuman yang begitu tulus.


__ADS_2