
SELEPAS pindah ruangan Mona menyempatkan diri untuk sedikit memperbaiki riasan wajahnya serta penampilannya ke toilet.
Dengan seksama ia mematut bayangan dirinya di pantulan cermin toilet,Ia tersenyum penuh dengan kepuasan tatkala jabatanya kini lebih tinggi.Ia sungguh tak menduga dengan apa yang telah di perolehnya saat ini.
Sejenak ia berpikir dan mengangguk angguk sendiri bahwa keJujurannya akan ada hikmahnya dan bisa Mengantarkannya ke karir yang lebih cemerlang,Walaupun ada rasa resah serta ketakutan yang besar ketika sosok Manda jika dia sudah masuk kerja kembali pastinya Manda akan sangat syok jika posisinya telah di serahkan kepada dirinya.
Namun Ia berusaha mendamaikan hatinya dengan tersenyum manis ke arah bayanganya sendiri.Ini adalah Anugrah TUHAN yang telah di tentukan untuk dirinya dengan waktu yang tak pernah tau.
Lagi lagi Mona masih menatap tak percaya dengan apa yang telah terjadi pada dirinya pada saat ini.
~ Setelah cukup merasa rapih Mona bergegas Menuju ruangan barunya yang terletak tidak jauh dengan ruangan sang Direktur,Hanya saja tersekat dengan sebuah dingding kaca.
Mona terlihat masih canggung duduk di kursi yang Biasa Manda duduki,Beberapa kali Ia membagi pandangannya keseluruh ruangan itu dengan takjub.
NEETTT..
Tiba tiba tombol panggilan berbunyi,Mona cukup terkejut di buatnya dengan bunyi pesawat pemanggilan.
" Iya Pak.."Ucap Mona sedikit gugup.
" Tolong keruangan saya.." terdengar suara Banny memanggilnya.
" Baik Pak.." jawab Mona seraya bergegas ke ruangan sang direktur.
" Permisi pak. Ada perlu apa ya Pak ?" Tanya Mona dengan terlihat terpogoh pogoh.
" Hari ini ada jadwal pertemuan dimana saja? Tolong di cek dan di atur jadwalnya.Saya tidak suka kalau acara belum di atur." Jelas Banny menoleh Mona dengan selintasan.
" Pertemuan Pak ?" Tanya balik Mona dengan terlihat bingung,Banny mendongkak menatap tajam ke arah Mona yang masih kelihatan linglung.
" Memangnya kamu tidak mengecek agenda saya hari ini..?"
" Maaf Pak !Saya belom sempat lihat..."Ucap Mona dengan semakin terlihat gerogi.
" Ok !!Saya masih maklumi kamu hari ini,Karna ini hari pertama kamu menjabat menjadi Sekertaris saya,Tapi jika nanti kamu beberapa hari kedepan kamu masih seperti ini saya tidak segan segan akan menurunkan jabatan kamu kembali."Ucap Banny dengan tegas.
" *OH MY GOD !! tau kaya gini ogah juga gue jadi sekertaris dia,asli ni orang judes banget,, heran deh gue*.."Umpat dalam Hati Mona sembari menatap kosong Banny.
" Heii !!Kamu kenapa malah bengong ?Ada yang salah dengan ucapan saya ?"Tanya Banny agak meninggi nada bicaranya lalu Banny menutup buku yang ada di hadapananya dan menatap ke arah Mona dengan tatapan galak.
" Maaf Pak !Saya sedikit kurang konsen maklum masih baru Pak hehee.."Ucap Mona dengan sedikit tesenyum tipis seraya memberanikan diri untuk memberi alasan.
" Ok.coba kamu cek dulu agenda saya hari ini.."Ucap Banny sambil meraih ponselnya.
Dengan sigap Mona segera kembali keruangannya lalu mengecek beberapa Buku Agenda yang terletak di samping laptopnya.
Setelah di periksa Mata Mona hampir terbelalak di buatnya.
Begitu banyaknya agenda yang harus dilaksanakannya hari ini bersama sang Bos,lalu ia menatap tajam sembari berpikir keras.
__ADS_1
Sepertinya Ia harus lebih exstra agar bisa beradaptasi lebih epat dengan sang Direktur yang sikap dinginnya melebihi dari lemari pendingin,Bahkan mulai hari ini hingga kedepannnua dirinya harus bersiap siap menghadapi segala bentuk sikap dan perlakuan sang Bosnya yang terkenal Bos tegas dan jutek.
Mona harus siap mental agar dia terbiasa dengan sikap sang Bonsya karena pastinya dia akan sering bekerja bersama serta Menemani sang Direktur setiap hari kemanapun pergi.
" OH TUHAN...!!"Pekiknya dengan ngebatin.
" Gue harus bisa beradaptasi dengan sipat dia yang dingin itu.Duhh nasib gue emang berubah,Tapi...."Ucap Mona terhenti sejenak Ia berpikir keras dengan pose bibirnya yang mungil terlihat maju mundur syantik.
" Tidak !!Gue pasti bisa. yakin Cayoo Mona,Yaah siapa tau nanti gue juga terbiasa dengan sifatnya dia.Hmmm..., Manda aja bisa kenapa gue gak bisa.."Guman Mona dengan tersenyum senyum sendiri berusaha menyemangati dirinya.
Dari balik ruangan kaca sepasang Mata memperhatikan dengan menyunggingkan senyuman tipisnya,Betapa lucunya Ia memperhatikan sikap Sekertaris barunya itu yang terlihat sangat polos dan sedikit kocak.Meski memang terlihat sederhana tapi seorang Mona mampu membuat Banny tertarik untuk menaikan jabatannya.Bany takjub dengan cara kinerjanya Mona.
" Permisi Pak !!"Ucap lagi Mona seraya membuka pintu ruangan sang Direktur dengan ramah, Banny menoleh tanpa menyahut.Ia cukup kaget dengan kedatanngan Mona yang secara tiba tiba yang sedang melamun tentang Mona.
" Lima belas menit lagi kita ada pertemuan Pak.di Hotel CANDRA PURI..,Pembahasannya tentang Produk baru.."
" Ok..."Ucap Banny singkat.
" Udah gitu doank..yaa TUHAN.." Pekik Mona dalam hatinya sembari mengelus dadanya.
Setelah hampir dua jam-an lebih Mona menemani sang Direktur dalam sebuah pertemuan dengan beberapa pimpinan perusahaan perusahan besar, cukup membuat Mona merasa panas dingin karena ini adalah pengalaman pertama kalinya dia menemani sang Direktur.
Dan Pertemuan yang pertama kalinya ini cukup di bilang lancar,Walaupun terkadang perasaan nervous selalu melandanya namun Mona mampu mengendalikan rasa grogi di yanh selalu datang menguasainya.Ini adalah kesan pertama kalinya Ia langsung menemani sang Direktur dalam pertemuan dengan para pimpinan perusahaan besar yang tidak pernah Ia alami sebelumnya.
Mona di tuntut harus sigap dengan kode kode yang diberikan sang Direktur walaupun dengan tanpa arahan sebelomnya,Tapi dia mampu mengimbagi segala gerak gerik sang Direktur yang terkadang bersikap di luar nalarnya.
Namun sungguh di luar perkiraannya Mona ternyata mampu bisa mengimbanginya sikap Sang Direktur yang terkenal tegas,lugas serta sedikit judes.Dengan kemampuan yang dimiliki olehnya Mona mampu beradaptasi serta bisa menguasai suasana dengan begitu mengesankan.
Dan kinerjanya pun mampu bisa memuasakan bagi Banny sang Direktur di awal pekerjaannya sebagai Sekertaris. yaa walau terkadang Mona bersikap polos dan apa adanya,dan terKadang sikap nyeplos dan kepolosnnya selalu membuat Banny merasa lucu sendiri.
" Pak Banny setelah makan siang nanti kita ada pertemuan sama pak Zeanu.."Ucap Mona berdiri di sampingnya.
" Tolong di atur tempatnya ! dan kamu jangan lupa calling terlebih dahulu Pak Zeanu 10 menit sebelum pertemuan.."
" Baik Pak.." Ucap Mona dengan sigap.
" Mona !Tolong kamu telpon Pak surya untuk jemput di loby,Saya tidak jadi naik.."Ucap Banny seraya membenarkan kancing jasnya.
" Baik pak."Ucap Mona sembari merogoh ponsel yang berada di tas kecilnya.
" Oya Mona temenin saya makan siang dulu sekalian.." Ajak Banny sambil menoleh mona yang duduk di sampingnya.
" Apa pak ?"Ucap Mona sedikit kaget.
" Apa telingamu sudah berkurang fungsinya ?"Lagi lagi Banny menatap dalam Mona seakan akan hendak menerkamnya.
" Maaf pak !Maksud saya bapak ngajak makan siang saya..?"Ucap Mona dengan terbata bata
" Ya.." jawab Banny singkat lalu Ia melangkah meninggalkan Mona.
" Oh TUHAN. !!Part apa lagi ini yang bikin gue tengang mulu." Jerit dalam hati Mona dengan ngebatin menatap ke arah Banny yang sudah melangkah jauh.
Banny melangkah menuju lif dan Mona mengikutinya dari belakang dengan berbagai macam pikiran.
__ADS_1
TIIINGGG.......
Pintu lift terbuka dan Banny memasukinya dengan diikuti Mona di belakangnya. Dengan hati hati Mona berdiri di belakang sang Bosnya.ada perasaan campur aduk yang kian menguasai laju pikirannya.Sementara Banny menatapnya lewat pantulan pintu Lift yang menampakan Mona berdiri dibelakangnya dengan raut wajah yang terlihat sesikit tegang.Banny cukup jelas dia menatap pantulan bayangan Mona yang sedang membenarkan rambutnya dengan raut wajah tegang.
TIINNNGG......
lift terbuka lebar Banny segera melangkah tanpa memperdulikan Mona yang berusaha berjalan kecil mengikutinya.
" Kamu pesan apa ?" Tanya Banny sambil duduk menghadap Mona ketika sampai di tempat makan.
" Hmmmm..."Mona terlihat bingung
" Bapak saja yang makan.Saya belom lapar.."Ucap Mona tersenyum polos.
" Saya ngajak kamu kesini buat makan,bukan buat nemenin saja." Ucap Banny sambil menatap lurus Mona, Mona menciut saat Banny menatapnya dengan tajam Sejadi jadi wajah Mona berubah pucat pasi mendengar ucapan dari sang Bosnya.
" DORAEMON gue butuh kantong ajaib lo.." Jerit hati Mona seraya tertunduk ciut.
" Ok.." ucap Mona sambil mengambil buku menu yang tersedia di meja.
Tak beberapa lama pesanan mereka terhidang di meja, dengan sedikit canggung Mona mencoba menikmati setiap suapan makan yang dimasuk ke dalam mulutnya.
sedangkan Banny dengan menikmati menyantap makan kesukaannya dengan santai.Makanan yang dihidangkan terlihat dalam porsi sedikit namun terlihat begitu mewah.
Banny tidak terlalu menghiraukan keadaan Mona yang sedari tadi mencuri curi pandangan ke arahnya.
Untuk pertama kalinya Mona bisa makan satu meja bersama dengan sang Direktur,Ini adalah momen yang takan pernah Ia lupakan seumur hidupnya.
Mona pun menikmati detik detik suapan terakhirnya dan dengan tanpa di sadarinya,Mona meminum habis lemon tea kesuakaanya dengan napsu sehingga berbunyi keras.
SRUUUPP...
Bunyinya begitu nyaring sehingga suaranya cukup menarik perhatiann Banny.
" Oopss !!Maaf.. " Ucap Mona dengan bersikap polos Ia pun menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya sembari mengerlingkan kedua matanya ke arah Banny dan dia pun tersenyum pasi seraya menahan malu.
Ingin Banny tertawa lepas melihat ulah sikap sang Sekertaris barunya itu yang benar benar polos dan apa adanya.
Sikapnya yang mengalir begitu saja sedikitpun tidak ada sikap yang so jaga image atau hanya sekedar pencitraan,Semua sikapnya mengalir apa adanya.
Namun Banny dengan cepat menahan niatnya untuk tertawa dan ia hanya membuang wajahnya dengan persaan campur aduk.Dilema rasanya antara ingin tertawa lepas dan marah ke arah Mona.
Tapi dirinya juga tidak mau terlihat manis di hadapan Mona,Ia harus benar benar menjaga wibawanya agar Mona patuh dan segan terhadap dirinya.
" Aku tidak suka Bunyinya.Jangan di ulang.."Ucap Banny sembari menyeka mulutnya dengan tisu.
" Maaf pak! kelepasann."Sela Mona lagi lagi dengan begitu polos ia meminta maaf seraya menutup mulutnya dengan satu tangannya.
Banny kembali fokus kemakananya lalu meraih minuman segar di gelasny.
Mona hanya melirik dengan tidak enak ke arah sang Bos dia pun hanya bisa menahan perasaanya tanpa bisa berbuat apapun, Baginya berada dekat dengan sang Bosnya berasa mati gaya dan tidak menjadi dirinya sendiri.
# bersambung #
__ADS_1