
AMEL bersama Tamara tengah asik menyantap makan siang bersama,kebetulan hari ini cuaca di luar cukup panas sehingga mereka memilih untuk makan siang di foodcort
Mereka terlihat begitu menikmati santapan makan siangnya,orens jus yang begitu segar mampu melepas rasa dahaga di tenggorokannya kedua gadis tersebut.
" Eh,wid elo tau gak,gak nyangka banget yah ternyata istri sekelas seorang Direktur bisa selingkuh juga." Guman seorang Wanita yang baru tiba di kantin tersebut,tepatnya di belakang kursi yang tengah di duduki oleh Amel dan Tamara.
Amel yang tengah menyesap minumannya terhenti setelah mendengar gumanan suara wanita tersebut.
Salah satu di antara wanita itu mencondongkan tubuhnya untuk memperlihatkan foto-foto yang berada di dalam layar ponselnya tersebut.
" Coba kalian lihat ini deh." ucap wanita itu setengah berbisik.
Amel memperlambat kunyahannya ia berusaha mengenali suara tersebut.
" Loh Ini kan bu Mona istrinya pak Direktur,kok bisa sih dia selingkuh di belakang pak Banny,kurang apa coba pak Banny itu,ganteng iya,tajir juga iya,keren juga iya." sambung salah satu temannya menimpali dengan sedikit hiseteris.
Sontak Amel yang tengah menikmati semangkuk bakso akhirnya terpaksa menjeda kunyaahannya tersebut lalu menoleh ke arah suara bisik-bisik di belakangnya dengan sinis.Tamara yang tak bisa jauh darinya ikut menoleh ke arah suara bisik-bisik sumbang di belakangnya.
Dilihatnya Ketiga perempuan biang gosip itu sedang asik mengunjing sahabatnya tersebut.
Amel menggeleng dengan sebal,kenapa harus tiga perempuan itu lagi yang memancing amarahnya.
" Kenapa lagi-lagi wanita-wanita laknat itu harus membicarakan hal-hal yang belum pasti mereka ketahui tentang Mona." guman Amel dengan nada kesal.
Tamara menepuk-nepuk tangan sahabatnya itu agar tetap tenang.
" Gue harap elo sabar menghadapi mereka.Ok" ujar Tamara melanjutkan makannya.
" Gue sih yakin,kayanya pak Banny emang gak sesayang itu sama bininya,buktinya saja,pak Banny sering makan siang bersama sekertarisnya,itu berarti menandakan bahwa ada sesuatu yang tidak baik-baik saja di dalam rumah tangganya pak Banny." sahut si wanita blezer moca menimpali dengan antusias.
" Eh,eh bener kan apa yang gue bilang tempo hari,jika pernikahan mereka tak akan berlangsung lama,lihat saja penampilan sekertarisnya itu lebih menarik dari pada penampilan istrinya." bisik kembali salah satu wanita biang gosip itu seraya cekikikan.
Gunjingan itu berhasil membuat Amel merapatkan semua barisan giginya ia mencoba untuk tetap bersabar walau dirinya sudah tak sabar ingin melayangkan tangannya di wajah gadis-gadis infotaiment tersebut.
Tamara kembali menahan ke inginan sahabatnya itu untuk segera melabrak rekan-rekan sepekerjanya.
" Tapi menurut gosip yang beredar di luaran,ternyata eh ternyata istri bos malah selingkuh dengan pengusaha kaya yang tengah terkenal itu loh," ujar salah satu wanita biang gosip seraya terus menscroll ponselnya memperlihatkan foto-foto yang tengah viral saat ini.
Bola mata Amel kian membulat,asap hitam mulai keluar dari kedua lubang hidungnya sepertinya telapak tangannya sudah benar-benar gatal ingin segera menggampar satu persatu mulut para wanita biang gosip tersebut.
" Yaa namanya juga babu ketemu majikan,berulahh lah tuh babu,siapa yang paling tebal duitnya itu yang di buru,dasar wanita recehhh emang." sambung salah satu rekannya dengan begitu sadis.
" Ha ha ha,,yang lebih parahnya lagi,katanya istrinya bos kita itu sudah di usir dari Apartemen suaminya,kasian ya, bener-bener kasian." balas lagi salah satu rekannya dengan ekpresi mengharukan.
Bahu gadis tomboy itu sedikit berguncang mencoba menahan luapan emsinya di hati,Tamara tetap menahan sahabatnya tersebut.
" Wow menarik sekali,lo update banget sih,tau darimana kalau istrinya di usir,hot news banget?" ledek salah satu wanita biang gosip itu dengan greget.
" Gue gitu loh." sela salah satu wanita gosip itu dengan menepuk bangga dadanya,kedua temanya saling melirik penuh arti dengan di akhiri tertawa puas.
" Bisa-bisanya elo se update itu." ujar salah satu temannya dengan bangga.
" Jadi bos kita udah pisah ranjang dong yaa ?" balas rekannya dengan nada penuh cemooh.
" Sepertinya begitu,dan gue pastikan pernikahan mereka sebentar lagi akan The end,dan saat ini bos kita yang paling ganteng ini lagi deketin sekertarisnya yang cantik,kemaren saja pas pulang gue lihat mereka udah mulai selengket itu,lo bisa bayangin kan bagaimana perasaan sekertarisnya,bangga kali yaa bos demen ama dia." puji widia salah satu wanita biang gosip bercerita dengan penuh ekspresi.
" Bu Arnetta emang cocok sih bersanding dengan bos kita,secara kan ??" desis lagi salah satu temannya dengan begitu terkagum-kagum.
Amel tak lagi mampu membendung kemarahannya,ia merasa gerah mendengar segala perbincangan ketiga wanita itu yang membahas tentang Mona sahabatnya.
Dengan cepat ia berdiri lalu mendekat ke arah meja tiga wanita tersebut,raut wajahnya terlihat geram.
" Kalian sudah puas ngegosipin sahabat gue dengan gosip murahan kalian." gertak Amel seraya berdiri tegak di hadapan wanita-wanita penggosip tersebut.
Sontak ketiga wanita itu tercekat melihat kehadiran Amel yang datang secarà tiba-tiba,mereka terkejut dengan kehadiran sahabatnya wanita yang sedang mereka bicarakan.
Ketiga perempuan itu saling menelan ludah merasakan perasaan tak enak hati.
" Berhenti kalian membicarakan sahabat gue,atau kepalan tangan gue ikut bicara juga,karena kalian tidak tahu cerita yang sebenarnya seperti apa tentang kehidupan sahabat gue !!" ujar Amel dengan marah.
" Mel,jangan ribut di sini." pekik Tamara mencoba menenangkan emosinya Amel.
" Heh,semua orang sudah tau jika temen lo itu wanita murahan,elo gak punya sosmed apa,melek makanya,jangan banyak makan mulu." celetuk salah satu wanita itu dengan berani.
__ADS_1
Brakkk...
Amel mengebrak meja dengan kasar,hingga salah satu minuman milik mereka tumpah mengenai roknya.Sontak ketiga wanita itu terkejut melihat sikap arogannya Amel,lalu ketiga wanita tersebut pun serentak berdiri.
" Heh,lo bisa sopan dikit gak sih ?" tanya Widia dengan nada nyolot.
" Seharusnya mulut-mulut kalian yang harus bisa sopan,mengunjing orang dengan sebuah tuduhan yang tidak benar keadaanya, itu adalah sebuah fitnah." ujar Amel tak mau kalah.
Salah satu wanita itu mendecih dengan tersenyum sinis.
" Fitnah? fitnah darimana?semua ini itu fakta jika perselingkuhan teman lo itu sudah beredar dimana mana." ucap salah satu rekannya menimpali.
" Tapi kalian hanya bisa melihat lalu menyimpulkannya tentang sahabat gue,tapi kalian tidak tahu kejadiannya seperti apa." ujar Amel tandas.
Beberapa orang yang tengah menikmati makan siang perhatiaanya cukup tersita ke arahnya.
" Sudah Mel,mereka tidak usah di ladenin hanya buang-buang waktu saja berdebat dengan mereka." sergah Tamara mengajak Amel untuk segera pergi.
" Gue tidak bisa membiarkan mulut-mukut jahanam mereka itu merusak nama baik Mona,sudah jelas Mona di jebak,gue yakin kalo kalian semua akan merasa bersalah jika kebenarnya terungkap." Amel tetap kekeh dengan pendiriannya,kali ini ia sudah tak mau kasih ampun terhadap ketiga rekan kerjanya tersebut.
Ketiga wanita tersebut saling pandang dengan perasaan tak suka.
" Gue peringatkan lagi,berani kalian membicarakan tentang sahabat gue,maka ini yang akan berbicara sama lo semua !" ujar Amel seraya mengacungkan kepalan tangannya,mengancam ketiga wanita tersebut.
" Heh,gue pikir gue takut dengan ancama elo ! Hah !!" gertak salah satu teman wanita itu tetlihat marah,lalu mendorong kuat tubuh Amel.
Sontak Amel terkejut atas sikap rekan kerjanya tersebut,dengan cepat ia pun membalas kembali perlakuan rekan kerjanya tersebut,suasana menjadi gaduh hingga beberapa orang yang hadir di tempat itu menatapnya dengan perasaan terganggu.
" Mel,sudah,sudah Mel !!" sergah Tamara seraya melerainya.
Dengan sigap kedua rekan Wanita itu menarik tangan Tamara yang hendak melerai Amel,justru mereka terlihat ikut mengeroyok Tamara,gadis bertubuh jangkis itu terkejut ketika dirinya justru yang di amuk oleh kedua wanita tersebut.
Sekejap suasana menjadi gaduh dan pertingkaian pun tak bisa di hindari lagi,suasana menjadi gaduh semua orang tertuju kepada mereka,susana semakin tak terkendali.
" Hentikan !!! Ada apa ini ???" tiba-tiba seorang pria menghampiri mereka lalu melerainya dengan cepat menarik tangan Amel untuk melepaskan cekalannya yang begitu kuat.
Amel menghentikan aksinya yang tengah menjambak kuat rambut rekannya tersebut,lalu ia pun menoleh ke arah pria tersebut dengan amarah yang masih menyala-nyala.
Amel dan Tamara tertunduk dengan perasaan takut,begitupun ketiga wanita tersebut,langsung menghentikan aksinya lalu tertunduk dengan perasaan takut satu sama lain.
" Memalukan !! Bisa-bisanya kalian berantem seperti akan kecil." ucap pria itu dengan geram.
Amel dan Tamara serta ketiga wanita itu saling melirik dengan lirikan penuh kebencian satu sama lain.
" Kalian saya tunggu di ruangan saya,sekarang juga !!" titah pria itu yang tiada lain Banny meminta para staffnya itu datang ke ruangannya,Amel dan Tamara saling pandang dengan perasaan tak menentu,perasaan yang di liputi perasaan yang tak menentu.
Kejadian beberapa bulan yang lalu,percisnya setahun yang lalu terulang dimana ia membogem habis wajah Tania mantan sekertaris bosnya,kejadian ini percis terjadi ketika ia membela sahabatnya tersebut dan ini terulang kembali.
" Memalukan !!" guman pria itu sinis,lalu Banny pun melangkah pergi meninggalkan para stafnya tersebut.
Ketiga wanita itu menatap sebal ke arah Amel seraya merapihkan pakaiannya,namun mereka dalam ketakutan yang begitu dalam,mereka tidak menyangka jika perbuatannya mengosipkan istri bosnya akan berujung pemanggilan mereka ke ruangan bosnya tersebut.
Amel mendengus ketika hendak pergi meninggalkan mereka,tatapannya terlihat penuh kebencian.
-------‐
Amel,Tamara beserta ketiga rekan kantornya duduk tertunduk di hadapan pria berwajah dingin tersebut,sorot matanya terlihat begitu beku,sehingga bagi siapa saja yang melihatnya begitu terasa membeku.
Amel terlihat santai,ia berusaha untuk tetap tenang,ini adalah bukan pertama kalinya ia di panggil ke ruang sang Direktur untuk di Introgasi,jauh sebelumnya ia pernah berurusan dengan sang Direktur tersebut akibat sikap arogannya membuat Tania babak belur.
Suasana ruangan terasa tegang sehingga begitu hening mengalahkan suhu ruangan tersebut,Tamara terlihat meremas kesepuluh jarinya dengan raut wajah pucat pasi ,hal yang sama di rasakan oleh Vidia dan kedua temanya,mereka terlihat tegang sekaligus resah,was was jika hal ini akan berujuang pada pemecatan dirinya masing-masing.
Pria berwajah dingin itu mengangkat tinggi dagunya lalu membagikan tatapannya ke lima staff perusahaanya dengan raut wajah penuh amarah,suasana mencekam melehihi uji nyali.
" Kenapa kalian sampai ribut seperti ini ?? " tanya Banny mengawali pembicaraanya.
" Dia yang menyerang kami duluan pak," sela Vidia dengan cepat.
" Saya tidak akan menyerang duluan jika tidak di usik." balas Amel melakukan pembelaan.
" Yang ngusik elo siapa ??" tanya Wida menimpali dengan nyolot.
" Jika kalian tidak membicarakan hal buruk tentang sahabat saya,maka saya tidak akan bertindak anarkis." ujar Amel melirik Vidia dengan lirikan judes.
__ADS_1
Banny menatap panjang ke arah Amel,meski dia tak begitu respek dalam memperhatikan tingkah para staff-staff nya namun ia mampu mengenali sikap tegas yang di miliki oleh seorang Amel.
" Siapa yang kalian bicarakan ?" tanya Banny menggeser tatapannya ke arah ketiga wanita tersebut,sebelum menjawab Vidia dan kedua sahabatnya itu terdiam saling berpandangan dengan perasaan was-was.
" Ayo jawab,bukannya kalian tadi begitu so tahu membicarakan keadaan sahabat gue,hingga hal terburuk." gertak Amel kesal,ia sama sekali tidak merasa takut jika dirinya di pecat oleh bosnya tersebut karena hanya membela sahabatnya tersebut,karena ia tak akan lama lagi akan segera risen dari perusahaan tersebut.
Widia dan vidia serta satu rekannya terdiam,mereka terlihat begitu ketakutan.
Banny langsung mengalihkan pandangannya dan menatap tajam ketiga wanita tersebut.
Widia menyikut pelan perut salah satu temannya,Vidia terlihat meringis dengan perasaan tak menentu.
" Kalian membicarakan siapa ??" tanya Banny cukup penasaran atas pernyataanya Amel.
" Kita,kita tadi hanya sedang membicarakan....," jawab Widia terlihat ragu sekaligus takut akan berbicara jujur.
" Mereka sedang membicarakan hal buruk tentang Mona,sahabat saya pak." pintas Amel dengan tak sabar.
Bola mata pria berwajah dingin itu menyalang,seperti bola api liar.
Entah kenapa perasaanya terganggu dengan sikap ketiga stafnya tersebut meski kenyataanya dia telah mengusir Mona dari Apartemennya.
" Apa yang kalian bicarakan tentang istri saya ?" tanyanya dengan ekspresi wajah semakin dingin.
Ketiga wanita itu terlihat kentar kentir di dapati pertanyaan yang membuat mereka tak bisa mengelak.
" Hmm,,anu pak,hmm." Widia terlihat gelagapan.
" Bu Mona selingkuh,hingga di usir oleh bapak dari Apartemen." kembali Amel menyela dengan tak sabar.
wajah ketiga wanita itu pucat pasi,menoleh Amel dengan debaran ketakutan.
Sontak Banny terkesiap ia tak menyangka masalah pribadinya menjadi kosumsi publik,sejauh itu gosip yang beredar di luaran sana,padahal ia sendiri tidak bercerita kepada siapapun kecuali Arnetta sekertarisnya tersebut,yaa hanya kepada Sekertarisnya ia bercerita soal Mona,lalu kenapa staff yang lainnya mengetahui akan hal itu ?
Banny berpikir keras berusaha menebaknya.
Siapa yang membocorkan rahasia ini ??
Banny menggeleng dengan rahang pipinya menyembul hebat.
Brakkkkk.....
pria itu mengebrak meja dengan kasar tatapannya lurus ke arah tiga stafnya tersebut.
Vidia dan kedua temannya bergidik kaget mendengar suara gebrakan meja tersebut.
" Kalian keterlaluan !! Berani-beraninya kalian melakukan hal itu,saya tidak akan mentoleransiin atas sikap kalian ini,jadi mulai hari ini kalian saya PECAT !!" ujar Banny dengan nada bicara penuh penekanan di setiap kalimatnya.
Widia dan kedua rekannya terkejut setengah mati atas keputusan bosnya tersebut,apa yang di takutkannya terjadi mereka di keluarkan dari perusahaan itu tanpa ampun.
" Tapi pak,apa yang kami bicarakan semua itu fakta,kami membicarakan bu Mona karena foto-foto perselingkuhan bu Mona beredar dimana mana." sergah Widia membela diri.
" Kalian tidak berhak mengomentarin kehidupan siapapun,termasuk istri saya." ujar Banny bernadakan kesal.
" Lagi pula,apa yang kalian lihat di media sosial itu kenyataannya tidak seperti itu,Mona hanya sebagai korban,dia di jebak oleh seseorang."jelas Amel dengan sekilas melirik Banny dengan penuh arti.
Sontak raut wajah pria berwajah dingin itu bereaksi keras ketika pernyataan Amel mampu mengusik hatinya.
Ketiga wanita itu serempak menoleh ke arah Amel,namun raut wajah mereka terlihat tak percaya.
" Saya tekankan lagi,saya tidak suka kalian ikut campur dalam urusan pribadi orang lain,jadi kalian bertiga saya keluarkan dari perusahaan ini." ucap kembali Banny mengulang.
" Tapi pak...," serga Widia tak lantas,ia berusaha untuk mempertahankan kebenarannya.
" Silahkan kalian semua keluar,kemasi barang-barang kalian,karena saya tidak butuh pekerja-pekerja yang suka ikut campur atas urusan orang lain." titah Banny tegas.
Widia dan kedua sahabatnya menarik napas panjang,lidah mereka terasa kelu dan tidak bisa lagi mengelak dari keputusan bosnya yang memecat mereka dengan tanpa kompromi.
Amel melirik ketiga wanita itu dengan penuh kemenangan,perasaanya puas ingin memberi sebuah pelajaran yang begitu berarti bagi ketiga rekannya yang selalu menjadi biang gosip di kantornya.
Vidia dan kedua sahabatnya beranjak dari tempat duduknya dengan perasaan hancur satu sama lain,kali ini gosipnya berakhir di sebuah pemecatan yang pahit.
Amel dan Tamara saling menoleh satu sama lain dengan perasaan lega,akhirnya bosnya berani bersikap lebih tegas.
__ADS_1