CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 20~ luka lama 2


__ADS_3

 


MONA masih terlihat sibuk disela-sela waktu jam makan siangnya Ia terlihat begitu serius menatap layar laptopnya. Zeanu menghampirinya lalu duduk di hadapan Mona sembari menatapnya dalam.


" Hei Zean.." Sapa Mona dengan tetap menatap layar laptopnya.


" Serius banget see..?"


" Iya ada beberapa laporan masuk barang Zean,, soalnya tadi ada pengiriman ke luar propinsi.."


" Gue yakin jika Banny mempercayakan sepenuhnya sama lo mungkin perusahaan ini makin jaya..."


" Lo selalu berlebihan,Gue hanya bekerja dengan totalitas saja Zean." Jelas Mona sembari menoleh Zeanu yang sedari tadi memandanginya dengan penuh arti.


" Berapa lama Banny di luar kota ?"


" Dia semalam ada info lusa baru bisa kekantor lagi.."


" Sepertinya dia lagi ada problem keluarga ..."


" Ko lo tau ??" Sejenak Mona mengalihkan perhatiannya ke arah wajah Zeanu.


" Semalam dia ada cerita sama gue.."


" Lo deket banget ya sama pak Banny..?"


" Yaa gue sama Banny tau karakter masing masing lah.. Gue tau gimana pribadi Banny dan Banny juga tau banget karakter gue.."Ucap Zeanu tersenyum simpul.


" Tapi sepertinya pak Banny dari dulu emang udah jutek ya.." Ucap Mona mengalihkan tatapannya ke wajah Zeanu dengan penasaran,Entah kenapa dia merasakan sesuatu hal yang berbeda dengan perasaan selama ini.perasaan yang tak pernah mau peduli tiba tiba ada rasa ingin tahu tentang diripribadi seorang Banny.


" Lo kayanya penasaran banget ya sama Bos lo.." Tanya Zeanu dengan menatap tajam Mona sembari tersenyum menggoda.


"Ah gue cuman sekedar pengen tahu saja,Soalnya dari awal gue masuk pak Banny belom pernah gue liat dia menyapa staff staffnya yang lainya dengan ramah termasuk sama gue.."


"Yaa tapi gue ngeliat ada perubahan dari sikapnya yang dulu dan yang sekarang sangat jauh,Dia sekarang lebih sering menyendiri dan tegas sama orang.. " Jelas Zeanu sembari mengingat ngingat kembali beberapa tahun yang lalu.Mona menatap Zeanu dengan seksama.


" Setau gue dulu dia pernah patah hati..." Sela zeanu kembali menatap Mona dengan dalam.


" Patah hati ??" Tanya Mona dengan semakin penasaran.


" Yaa Patah hatii,Mungkin dia pernah mencintai seorang dengan sepenuh hati,Tapi orang itu membalasannya dengan kekecewaan,Sehingga itu yang memicu dia menjadu trauma..."


" Oh sedalam itu ??"Ucap mona sedikit iba.Raut wajahnya terlihat ikut meratapi.


" Banny orangnya tidak bisa kompromi kalau menyangkut masalah perasaan.Dia kalo udah sayang sama perempuan Ia tipe orang susah Move onnya." Sela Zeanu menatap lepas.


Mona mengangguk ngangguk sembari menatap lepas ke luar ruangan kantin.


" Ko kita jadi ngebahas dia ?"Sela lagi Zeanu melirik Mona yang terlihat larut dalam kisah ceritanya.


" Tapi setidaknya gue sedikit paham karakter Pak Banny seperti apa dan bisa jaga hati dia."


" Iya see." Balas Zeanu menghela,Sedangkan Mona mulai sedikit penasaran dengan cerita Zeanu tentang asmara sang Bosnya.


*******************


Keesokannya BANNY sudah kembali.

__ADS_1


MONA terhenyak ketika pesawat telpon panggilan untuk dirinya berbunyi nyaring Lalu dengan sigap Ia segera mengangkatnya.


" Halo Pak !"


" Tolong keruangan saya.."Ucap Banny terdengar singkat dari sebrang telpon.


" Baik pak..!" jawab Mona singkat.


Beberapa Menit kemudian Mona sudah berada di hadapan sang Bosnya.


" Mana laporan semua Dokumennya..."


" Ini pak ! Nanti Bapak bisa di cek semua laporannya melalui webset bapak,Soalnya ada beberapa dokumen sudah saya kirim berikut semua data datanya.


" Ok.." jawab Banny singkat.


TOK TOK TOK..


Tiba tiba terdengar suara pintu di ketuk.


" Masuk !!" Ucap Banny dengan masih tetap menatap layar laptopnya.


" Selamat pagi Pak Banny..!"Ucap Manda berdiri di ambang pintu sembari menatap sinis ke arah Mona yang masih berdiri di hadapan meja Banny.


" Pagi Manda!" Balas Banny sejenak menatap ke arah Manda yang menyembul dari balik pintu.


"Kamu sudah pulih ?" Tanya Banny dengan kembali acuh.


" Iya Pak, Saya sudah merasa baikan pak. dan saya sudah bisa berjalan.." Balas Manda dengan melirik Mona dengan lirakan benci.


" Mohon maaf Pak Banny saya ingin bicara sesuatu dengan bapak jadi saya mohon waktunya sebentar.."Ucap Manda sembari berdiri di samping Mona yang tidak sama sekali tidak mau menoleh akan kehadirannya.


Manda melirik ke arah Mona yang masih memandangi Banny dengan lirikan penuh isyarat.


" Ok Mona nanti saya bahas lagi laporannya.."


" Baik Pak.." Jawab Mona sembari pamit dan meninggalkan Banny tanpa memandang sedikitpun ke arah Manda yang masih menatapnya dengan penuh ke bencian.


Mona mencoba mengusir jauh tentang perasaan burukya campur terhadap Manda,Ia yakin bahwa Banny bisa berpihak baik padanya karena selama ini dia telah bekerja dengan begitu fropesional.


Mona mencoba untuk berbaik sangka dengan apa yang akan di bicarakan Manda dengan Banny.


Mona hanya bisa berprasangka baik saja dan iapun mengira jika Manda belom bisa menerima kenyataan bahwa posisinya sudah di gantikan dengan dirinya maka Manda ingin melakukan protes akan keputusan Banny yang secara sepihak menggantikan posisinya.


Mona masih tetap pokus ke layar laptopnya sembari sesekali ia membolak balik beberapa lembar data Dokumennya.


Tiba tiba Pintu ruangannya terbuka, Banny menyembul dari balik pintu dengan wajah dingin.


Mona menatap dengan gamang,Ada rasa resah yang menyelinap ke dalam hatinya tatkala tatapan Banny begitu lurus ke arah matanya.


Banny menyodorka selembar kertas ke arahnya.


PRAKK.........


" Apa ini pak ?" Tanya Mona dengan sedikit penasaran.


" Surat penandatangan kontrak !"

__ADS_1


" Kontrak siapa ?"


" Biasakan kamu baca dulu ! Jangan cuman mengandalkan beritanya saja..." Jelas Banny singkat.


Mona dengan cepat meraih selembar kertas itu dan membacanya dengan teliti.


" Ini kan kontraknya pak Zeanu pak ?"


" Yaa !! Lalu kenapa ada di Dokumen laporan?


saya paling tidak suka jika ada staf saya menyimpan surat surat penting sembarangan bahkan mencampur adukan surat surat penting dengan laporan data dara barang.


" Maaf Pak,Mungkin saya tidak sengaja mencampurkannya."


" Lain kali jangan ceroboh surat yang penting jangan sembarangan simpan."


" Maaf Pak.."Ucap Mona tertunduk.


" Jangan cuman minta maaf.Tapi di perhatikan.."


" Baik pak !"Ucap Mona terlihat semakin menunduk.


" kalo udah angot nyebelin banget see ni orang.."


Guman Mona dengan perasaan frustasi.


" Dan Saya paling tidak suka kalo di tegor mengumpat di dalam hatii.."


" HAAHH !! ??" pekik Mona menutup mulutnya dengan tangannya secara refleks.


" gilaa massa ia dia denger suara hati gue see.." Ucap Mona sambil melirik kesal.


" Jam 11 siang nanti siapin pertemuan sama Pak Zeanu.."


" Tapi bapak jam 10 ada pengecekan ke lapangan pak,Soalnya beberapa minggu yang lalu kepending."


" cAnsel lagi.Zeanu sudah menunggu dari kemarin saya tidak enak sama dia."


" Baik Pak !"


" Oya selama saya pergi Zeanu apa sering kesini ?"


" hmmm. Sering see tidak pak,cuman ada kesini Pak."


" Ngapain Dia ??" tanya Banny dengan cepat.


" Hmm tidak ada pak,hanya sekedar bertanya tentang bapak saja.


" Di jam kerja..?" Tanya Banny dengan menatap curiga.


" Tidak !! Dijam istirahat pak.."Ucap Mona dengan ragu menjawab setiap pertanyaan sang Bosnya.


"Ok !!" Ucap Banny membuang pandangannya dan berlalu tanpa sepatah kata pun meninggalkan Mona yang masih menatapnya dengan perasaan gamang.


Mona mengangkat kedua bahunya seraya melipat bibirnya dalam dalam,ia terlihat heran melihat sikap sang bosnya yang mulai bersikap aneh kepadanya.


# bersambung #

__ADS_1


 


__ADS_2