
MONA menatap tak percaya kearah perempuan yang di panggilnya Mama oleh Zeanu,yang ternyata itu adalah ibu kandungnya sendiri yang telah lama berpisah dengan dirinya.
Tanganya bergetar hebat seoalah-olah ia gamang untuk membalas pelukan orang terkasihnya itu.
Zeanu menatapnya dengan penuh keterkejutan atas apa yang sedang ia lihat.Sang ibu tirinya itu telah menegaskan bahwa Mona adalah anak kandungnya.
" Mona,apa kabar sayang,mama sangat kangen sama kamu nak.?." Rintih sayup perempuan itu terdengar lembut,serta merta perempuan yang wajahnya tak jauh beda dengan Mona itu memeluknya dengan hangat.
" Mona...!!" Panggilnya kembali dan sang ibu pun mendorong pelan tubuh putrinya seraya menangkup kedua pipinya dengan terharu.
" Mona.Mona,gimana kabarnya nenek kamu sayang.?" Tanya lagi sang ibu dengan suara semakin berat.
Tangisan haru menyesakan rongga dadanya.
Semua Antensi para tamu yang hadir di perayaan tersebut teralihkan kearah mereka, dan seketika suasana pesta tersebut pun berubah menjadi dramatis layaknya sebuah sinetron yang sedang menampilkan adengan sebuah pertemuan yang mengharukan.
Zeanu menatap tak percaya ke arah mereka berdua dengan berbagai pertanyaan yang berkecambuk di benaknya seperti ada hantaman keras yang memukul dirinya ketika tahu Mona adalah anak dari ibu sambungnya itu.
" Maa,sebenarnya ada apa ini ?" Tanya Zeanu menghampiri mereka lalu menatap keduanya.
Mona terdiam dengan kedua matanya mulai basah dengan air mata.
Ia tak bergeming menahan sesak yang semakin tak tertahankan.
Sang ibu pun sama ia tak mampu menjelaskan apa-apa hanya selain ikut menangis.
Mona perlahan menyeka air matanya lalu menatap nanar ke wajah perempuan yang di kasihinya itu,ia pun melihat di kedua pipinya telah basah dengan air mata.
Pertemuan yang tak pernah ia banyangkan sebelumnya jika akhirnya Zeanu lah yang telah menjembatani dirinya bertemu dengan orang yang selalu di rindukan kehadirannya itu.
Mona menyeka lembut air mata yang mengalir deras ke pipinya,sungguh ia tak mampu berkata apa-apa lagi selain menumpahkan rasa rindu sekaligus rasa amarahnya yang terpendam selama ini.
Hingga detik ini dirinya belum mampu menerima kesalahan yang telah di perbuat oleh sang ibunya tersebut yang meninggalkan dirinya dalam waktu yang cukup lama.
Mona merasa penderitaanya berawal dari kepergian sang ibu hingga ia harus mengalami rasa trauma yang mendalam di hatinya.
" Mona.Mama sangat kangen sama kamu nak!" Ucap lagi sang ibu lirih ,di sela tangisan yang kian terisak,sang ibu menunggu sang anak berbicara dengan rasa yang sulit di gambarkan.
Perlahan Mona melepaskan tangan ibunya itu yang masih menangkup lembut di kedua pipinya.
" Mona,akhirnya mama bisa bertemu kamu lagi nak,maaf kan mama yang sudah meneninggalkan mu " Rintihnya lagi dengan penuh sesal.
Kalimat itu menancap di dalam hati Mona,betapa tidak sang ibu dengan mudahnya mengatakan maaf setelah sekian lama ia harus menanggung derita secara mental dalam dirinya.
Seluruh tamu yang hadir di sana menatap haru sekaligus penasaran dengan atas apa yang sedang terjadi di antara mereka berdua,dan tak terkecuali Zeanu pria berwajah tampan itu sedari tadi menperhatikan setiap perkataan yang terucap dari mulut sang ibu tirinya.
Zeanu memahami dengan apa yang sedang terjadi kepada perempuan yang di sebutnya mama,perempuan yang telah di nikahinya oleh sang ayah 10 tahun yang lalu.
Zeanu telah mengetahui sebagian kecil akan cerita masa lalunya sang ibu tirinya itu.
Tak jauh berbeda dengan kisah kehidupan Mona,Zeanu pun pernah berada di posisinya Mona.
Dimana ia tumbuh dan besar di kondisi yang cukup memprihatikan,karena sebuah perselingkuhan telah menghancurkan biduk rumah tangga kedua orang tuanya.
Prahara perselingkuhan mencuat di tengah-tengah keharmonisan keluarganya hingga perceraian pun tak bisa di hindari lagi,dan kedua orang tuanya pun akhirnya memilih berpisah.
Perpisahan itu lah yang berimbas pada kehidupan pribadinya,mau tak mau ia harus menentukan pilihan akan bersama siapa ia tinggal.
Sang anak lah yang selalu menjadi korban ke egoisan para otang tua dalam menyelesaikan polemik rumah tangganya itu dan setelah tidak nya menemukan titik terang dalam permasalahan tersebut maka perceraian lah langkah terakhir yang mereka tempuh.
Zeanu paham akan hal itu ketika sang ayah bertemu dengan seorang perempuan dengan latar masa lalu yang sama,maka sang ayah pun tanpa berpikir panjang lagi memutuskan untuk menikahi perempuan itu,dan perempuan itu tiada lain adalah ibu kandung dari wanita yang ia cintai selama ini.
" Jadi mama adalah orang tuanya Mona ?" Tanya Zeanu dengan ragu menyela di tengah isakan kedua perempuan yang ada di hadapan nya itu.
perempuan yang di panggilnya mama itu mengangguk pelan lalu menoleh kembali ke arah Mona yang masih terisak lembut.
Mona menatap dengan berbagai perasaan terhadap perempuan yang selalu menjadi sosok terkuat dalam hatinya itu dan ia hanya bisa menatap pasrah dengan mulut terasa terkunci rapat,tak mampu ia mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya.
Ingin rasanya ia memanggil nama itu,nama yang selalu di sebutnya setiap kali ia terluka,nama yang selalu di panggilnya ketika ia rindu.Namun lidahnya terasa kelu.
Mona menggeleng pelan lalu menunduk dalam dengan perasaan kian antah berantah.
Seharusnya ini adalah moment yang sangat membahagiakan untuk dirinya.Karena pertemuan ini begitu keramat karena ia bisa menjumpai kembali surga hidupnya.
Tapi.......
__ADS_1
Ada sesuatu hal yang menganjal perasaanya.
Bahagiakah atau sebaliknya ?
dua pertanyaan yang sulit ia bedakan.
Bukan kah ia sangat merindukan pertemuan ini?
Bukankah ia selalu memanjatkan do'a agar ia bisa di pertemukan kembali dengan jalan surganya dia.
Tapi entah kenapa perasaan itu tiba-tiba menghilang saat ia menyakini sang ibu hanya memilih bahagia bersama keluarga lain daripada bersama dengan dirinya.
Tidak kah terpikirkan oleh mu ibu, jika dirinya sekuat tenaga bersusaha bangkit dari keterpurukan itu?
Tidak kah ada rasa belas kasihan mu ibu, terhadap dirinya dikala hujatan serta bulian mengguncangkan mentalnya?
semua karena perceraian itu yang telah menjadikan dirinya satu dari sekian banyaknya korban broken home.
Lalu dimana hati nurani mu ibu ?buakan kah kasih sayang mu sepanjang jaman hingga cintanya pun tak lekang oleh waktu ?
Dimana itu?
Jika pada akhirnya ia harus menjadi salah satu korban dari ke egoisan semata orang tuanya.
Dimana logikanya saat mereka memutuskan meninggalkan dirinya dalam keadaan tanpa arah dan tujuan.
Meski dirinya tahu alasan sang ibu meninggalkannya,meski tak sepaham itu ia dapat mengerti tapi bukan berarti sosok ibu yang telah melahirkannya itu pergi meninggalkan dirinya,lalu dimana kasih mu ?
dimana hati nurani mu sebagai seorang ibu?
Batin Mona berperang mengungkit akan luka yang pernah ada dalam hatinya sehingga saat ini luka itu masih tertoreh cukup dalam.
Air mata itu semakin mengalir deras dari peluk mata menuruni lembah pipi yang lembut. Mona tak bisa menahan gambaran dirinya ketika di masa lalunya yang terombang ambing dalam pencarian sebuah jati diri,yang terus berusaha mencari sebuah perlindungan agar ia dapat seseorang yang bisa menguatkan dirinya.
Getir rasanya ia harus membuka kembali perjalan hidupnya yang tak mudah ia lewati begitu saja,masa lalu itu tak bisa hilang dari ingatannya.
Lalu dimanakah hati seorang ibu kala itu? ketika ia benar-benar berada di titik terendah.
Dimana dia....???
Kebencian atas perlakuan seorang perempuan yang telah melahirkan dia akan tetapi mencampakannya.
Kebencian atas ketidak adilan seorang perempuan yang telah membuatnya berada di dunia ini,akan tetapi memilih membahagiakan keluarga lain.
Amarah sekaligus rindu itu menjadi satu entah apa yang harus ia perbuat.
" Mona,bicaralah sama mama,kenapa kamu hanya diam saja ?" Tanya sang mama lirih seraya menguncangkan kedua pundak sempitnya Mona dengan histeris.
Melihat putrinya yang hanya membisu dengan menatap bagai orang asing membuat sang ibu semakin resah sekaligus kecewa.
Mona tetap tak bergeming hanya air mata mengalir deras yang mewakilkan gambaran perasannya itu.
Mona melepaskan tangan perempuan itu dengan lembut lalu melangkahnya mundur.
" Ma maaf !" Ucapnya lirih.
" Mona !" Panggil sang mama dengan menatap resah.
Perasaan kecewa pun tak terbantahkan lagi melihat sikap sang buah hatinya yang memilih menghindar darinya.
Mona perlahan membalikan badannya lalu berlari keluar
meninggalkan tempat itu dengan berbagai perasaan di dalam hatinya.
"Mona !!" Panggil Zeanu berlari mengejarnya.
" Tunggu Mona ! " Sergahnya dengan menghadang langkahnya,kemudian Zeanu menarik tangan Mona untuk segera berhenti.
Mona menghentikan langkahnya lalu terdiam.
" Mona.Jadi lo selama ini anak dari mama tiri gue ?" Tanya Zeanu dengan menatap berat.
Mona terdiam lalu memejamkan kedua matanya,tak kuasa mengatakan hal yang sebenarnya.di rasanya untuk saat ini ia belum siapa mengatakan semuanya terhadap Zeanu.
" Mona lihat gue !gue nanya sama lo,apa benar perempuan yang gue panggil mama itu adalah orang tua lo juga ?" Tanya lagi Zeanu setengah memaksa dengan mencengkram kuat pundak Mona yang terlihat ringkih.
__ADS_1
" Ya ." Jawab Mona cepat.
Matanya yang berlinang itu menatap penuh amarah ke wajah pria berparas tenang itu yang tiada lain adalah sodara sambungnya.
Zeanu menghela napas panjang jawaban singkat dari Mona membuatnya tercekat,bak pukulan keras di wajahnya.
Entah kenapa ingatannya kembali kepada sebuah cerita yang pernah di ceritakan oleh ibu sambungnya itu kepada dirinya,jika ia memiliki sodara sambung perempuan.
Zeanu menatapi wajah gadis itu dengan perasaan tertekan,betapa tidak shoknya ia setelah tahu Mona adalah sodara perempuan sambung dari seorang perempuan yang telah di anggapnya sebagai ibu kandungnya sendiri.
Pikiran Zeanu meracau ia tidak menyangka sedikit pun jika kenyataannya mereka adalah sodara sambung.
" Jadi selama ini lo berpisah dengan nyokap lo?" Tanya lagi Zeanu memastikan dan pertanyaan itu membuat rahang pipinya mengeras detik itu juga.
Mona kembali terdiam tidak menjawab,sepertinya ia sedang menetralkan perasaanya yang sedang kacau.
" Mon,jika lo selama ini berpisah,lalu kenapa sekarang lo malah pergi menghindari mama lo ?" Tanya kembali Zeanu menatap dalam Mona yang masih terisak dengan kedua telapak tangan menutup mulutnya.
Mona masih terdiam mengabaikan pertanyaan Zeanu.
" Mona,bicaralah !" Ucap Zeanu sedikit memaksa.
Namun Mona tetap terdiam tak bergeming.
" Gue memang tidak tahu percis akan permasalahan lo dengan orang tua gue,tapi lo harus tau jika mama lo sangat menyayangi lo.Gue yakin itu Mon." Terang Zeanu kembali berkata dengan nada bicara normal.
Gerakan ekspresi wajah Mona menatap cepat ke arah Zeanu dengan iris mata yang memancar tegas.
" Apa lo bilang ? mama gue sayang sama gue ?,lalu kenapa ia tinggalin gue ?dan kemana saja dia selama 15 tahun ini?" Tanya Mona menatap galak ke arah Zeanu.Seakan-akan ia ingin mengeluarkan semua yang menjadi unek-unek di dalam hatinya.
" Tapi,mama lo setidaknya punya alasan tertentu meninggalkan lo Mon." Sergah Zeanu membela mamanya.
" Tapi setidaknya mama gue lebih punya hati nurani daripada harus mempertahankan egonya sendiri." Mona berteriak marah.
" Tapi orang tua lo selama ini menderita juga atas perpisahan ini." Zeanu tetap membela sang ibunya sekaligus ibu dari Mona itu.
" Gue bahkan terluka lebih dalam dengan atas apa yang telah mama lakukan kepada gue,apa kah itu cukup adil buat gue setelah sekian lama gue hidup dalam ketidak pastian,dengan mudahnya mama gue bilang maaf?" Tanya Mona tersenyum sinis sekaligus menahan duka.
Zeanu menatap nanar,apa yang di katakan Mona di masuk logika,tapi bukankan kesalahan ini masih bisa di perbaiki,dan bukankah ini adalah kesempatan mereka untuk saling memperbaiki.
" Mona,ini semua bisa bicarakan dengan baik-baik.Jadi berikan kesempatan mama lo untuk menjelaskan permasalahan nya selama ini." Bantah lagi Zeanu meminta Mona untuk menyingkirkan egonya.
" Cukup Zean !gue rasa semuanya sudah terlambat dan gue yakin mama gue akan lebih bahagia hidup bersama keluarga lo,daripada harus sama gue." Jelas Mona menatap nanar,antara pasrah dan amarah sangat tipis jaraknya sehingga ia sulit membedakan hal itu.
" Tidak Mona,loh berpikiran salah akan hal itu,karena lo belum tahu apa yang menjadi permasalahan mama lo selama ini." Ucap Zeanu tegas.
" Lo tahu apa tentang kehidupan gue dan orang tua gue ?" Tanya Mona dengan menatap getir Zeanu.
Zeanu menghela napas ia tak bisa menjawab lagi dengan apa yang di pertanyakan Mona,ia sadar jika ia bukan lah orang yang cukup penting dalam kehidupan seorang Mona sehingga bisa memahami keadaan Mona seutuhnya.
" Maaf Zean.Gue udah merusak acara pesta lo dan....."
" Ini pesta lo juga Mona,ini adalah hari kebahagian lo,bisa bertemu dengan nyokap lo." Sela Zeanu dengan cepat.
" Sorry,gue butuh waktu buat menenangkan hati gue." Ucap Mona singkat. Sekali lagi Mona tersenyum sinis,ia tidak peduli jika Zeanu menganggap dirinya gadis yang egois,bahkan tega sekali pun, karena yang ingin ia rasakan saat ini pergi menghindar dan menenangkan pikirannya yang telah mengacaukan suasana hatinya.
Mona melangkah pergi meninggalkan Zeanu yang menatapnya dengan tertegun,membiarkan Mona pergi dengan ke kacauan hatinya.
Ia memahami dengan apa yang sedang di alami gadis berparas manis itu yang kini menjadi sodara sambung perempuannya.Tidak terpikirkan olehnya jika sang pemberi takdir akan mengirim sosok seorang Mona menjadi sodara sambung perempuan dalam kehidupannya.
Lalu apa artinya perasaannya selama ini terhadap gadis itu?
Zeanu hanya menatap pasrah ke arah seluit tubuh gadis itu yang melangkah jauh meninggalkannya.
Perempuan yang akrab di panggil mama itu menghampirinya dengan mata masih berlinang,ia mencoba mengejar sang putri satu-satunya itu dengan penuh kecemasan.
" Zean,Mana mona ?" Tanyanya dengan suara serak.
" Maaf kan Zean ma,Zean tidak bisa menahannya, Sepertinya Mona masih terpukul dengan kenyataan ini." Jelas Zeanu seraya merangkul hangat pundak sang ibu sambungnya tersebut.
Perlahan tapi pasti sang ibu itu terisak kembali menangisi apa yang telah terjadi.
Jadi selama ini gadis cantik yang sering Zeanu ceritakan kepada dirinya adalah putrinya sendiri yang telah lama ia tinggalkan begitu saja.
Sesal bercampur sedih menjadi satu membuatnya ia larut dalam penyesalan yang tiada akhir.
__ADS_1