
MONA berjalan menuju ruangan Tora dengan pikirannya yang bercabang dan ia masih memikirkan masalah surat penting yang bisa bisanya tercampur dengan Dokumen laporannya.
Mona terus berjalan dengan masih bergelut dengan pikirannya sejenak Ia memejamkan matanya dan membuka lebar lebar matanya.Dia pun mnghela napas panjang dengan terlihat prustasi.Sepertinya Ia membutuhkan represing agar otaknya kembali fress.
Mona masih berpikir keras dengan keberadaan surat penting itu kenapa bisa harus terbawa ke dalam laporan sang Bosnya sehingga menyebabkan sang bos murka kepadanya.
Dengan wajah terlihat kebingungan Ia terus berpikir keras untuk jawaban dari segala pertanyaannya.
JEDUGGG......
Mona menyenggol seseorang dengan cukup kuat ketika Ia beberapa saat hanyut dalam lamuannnya.Seseorang itu memekik cukup keras Monapun tak kalah terkejut atas ketidak sengajaannya menyenggol seseorang itu yang tak sengaja berpapasan dari arah yang berlawanan,dan Orang yang di senggolnya itu Tak lain adalah Manda.
" Aduhh maaf maaf." Pinta Mona dengan cepat seraya menatap ke arah orang yang di senggolnya.
" Heuuhh. Mata lo di taro dimana see??"Ucap Manda dengan nada suara tinggi.
" Gue kan gak sengaja Man." Balas Mona dengan menatap terkejut.
" Dasar emang cewek katro.Masih bersyukur Pak Banny ngejadiin lo Sekertaris.Padahal kalo gue liat liat lo cewek kampungan dan Norak lagi.."Ucap Manda benar benar marah terhadap Mona.
Sontak membuat Mona merasa tersinggung dengn ucapannya.
" Tapi setidaknya jabatan gue sekarang berada di atas lo iya kan?." Ucap Mona membalas cacian Manda.
" Oh Jadi lo udah berani ya ngelawan gue..."
" Bukan berani lagi. Tapi gue benar benar akan ngelawan lo.." Balas Mona tak kalah lantang.
" Heuhh !!Lo pikir lo cantik, ?Penampilan kaya babu gitu aja so soan cantik.Ngaca donk!"Ucap Manda sambil melangkah pergi seusai mencaci habis habisan Mona.
Mona menghela napas panjang Sepertinya Manda benar benar semakin bencinya.
Untung saja Ia masih bisa menahan emosinya,Kalau tidak mungkin Ia sudah meng-smakdown habis Manda yang bertubuh jangkis itu.
Mona yakin jika terjadi perkelahian ia akan memenangkan perguletann itu.Mona pun tersenyum dengan ujung sudut bibirnya dan tak lama ia pun membandingkan bentuk tubuh idealnya dengan tubuh Manda yang jauh lebih langsing dirinya.
Meski memang Manda cantik tapi untuk masalah ukuran bentuk tubuh Mona lebih mengunggulinya.
Mona mendengus kesal yang masih menatap ke arah Manda yang berjalan dengan hak sepatu tingginya dengan begitu lincah.Dan ia pun menatap ke arah ujung kakinya yang hanya pandai menggunakan sepatu berhak setandar,.
Mona pun mengakui dirinya memang kurang pandai bergaya seperti Manda yang good lookingnya harus di acungi jempol.Yaa memang Manda lebih seksi di banding dengan dirinya yang berpenampilan sederhana apa adanya.
Dia pun menarik kedua ujung bibirnya dengan cuek dia hanya berpikir menjadi diri sendiri itu lebih menyenangkan. dengan cepat ia melangkah meneruskan tujuannya menuju Ruangan Tora.
TAAPP..
Dia melintas di depan ruangan Manda dan ia pun melihat Manda yang sedang asik bersolek dengan cermin kecilnya yang ada di tangan kirinya,Lalu Monapun menatap dengan cukup penasaran ke arah Manda yang sedang berdandan.
sejenak Mona menoleh ke bayangannya yang timbul di pintu kaca dengan cukup jelas.
Mona mengamati ke seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala di tatapnya lekat-lekat olehnya.
__ADS_1
Mona pun melihat seluruh bentuk tubuhnya dan ia hanya bisa mengakui dirinya dengan berpenampilan biasa dan terlalu standar untuk ukuran seorang sekertaris.
Celana bahan yang lurus serta iner kemeja yang hanya dipaduin dengan blezeer biasa membuat penampilan Mona terlihat jauh dari kata menarik atau perfectionis.
Pandangan Mona turun ke rambutnya yang hanya tergerai begitu saja tanpa ada sentuhan catok atau aksesoris lainnya lalu Mona mengalihkan tatapannya ke wajahnya sendiri yang hampir tidak ada polesan make up yang tebal ,Ia hanya memakai riasan yang begitu tipis,Pantas saja membuat penampilan Mona terlihat sedikit kuno.Ia pun memperhatikan Dirinya dengan raut wajah sedikit meringis iba.
" Gue baru sadar ternyata penampilan gue standar bangett .." Gumannya sembari mengibas ngibaskan rambutnya.
Dua staff laki laki melintas di hadapannya dengan pusat perhatiannya tertuju ke ruangan Manda yang hanya terhalang oleh kaca transfaran,Mereka berdecap kagum dengan terus menatap ke arah Manda yang asyik memoles wajahnya dan dua pria itu menatapnya dengan pandangan terkagum kagum.
Dua staff laki laki itu pun berlalu namun masih terlihat membahas kecantikanya Manda. Mona menghela ternyata dirinya tidak semenarik itu di mata dua laki laki yang bahkan nyaris melewatkan dirinya meski berjalan di depan hidungnya.
Mona menarik napas dan Ia kembali melanjutkan langkahnya dengan gontai ke ruangan Tora.
" Tora ini laporannya tolong kasih ke bu silvi..!"Ucap Mona singkat sembari menyodorkan beberapa helai kertas kehadapan Tora yang sedang anteng menatap layar komputernya.
" Siap Bu Mona.."Jawab tora tak kalah singkat.
" Ehh Tor !Menurut lo penampilan gue gimana ?"
Tiba tiba Mona bertanya dengan wajah sedikit memelas ke arah Tora.
" Loh memangnya kenapa bu Mona ?"Tanya Tora terlihat heran dengan sikap Mona yang bertanya dengan penampilannya.
" Gue tanya..."Ucap Mona mendelik.
" Biasa saja Bu tidak ada yang aneh.."Ucap Tora dengan polos.
" Iyaa Biasa saja bu !"Ucap Tora memperjelas.
" Kalo gue sama Manda cantikan Mana ?"
" Yaa Manda lah ! Opss..." Tora dengan repleks mengatakan apa yang menjadi kenyataannya.Mona mendelik dengan cukup galak ke arah Tora,Sehingga Tora terlihat ketakutan dan menciut.
" Tapi kalo Bu Mona dandan kaya bu Manda,bu Mona juga tak kalah cantiklah.Bisa-bisa kalah juga itu Bu Manda.." Jelas Tora tersenyum tipis ke arah Mona.
Mona terdiam dan menatap penuh selidik ke arah Tora.
" Lo gak lagi menghibur gue kan ??"Tanya Mona dengan membulatkan bola matanya ke arah Tora.
" Sueer !!" Ucap Tora sembari mengacungkan kedua jari nya.
" Emang kenapas see ?Bu Monda mau belajar berias juga ya biar cantik kaya bu Manda.?"
"Kepooo !"Ucap Mona mendengus
" Ok thanks komennya !!."Ucap Mona sembari segera bergegas keluar ruangan meninggalkan Tora yang masih melongo kebingungan dengan sikap Aneh Mona.
Mona dengan cepat segera kembali keruangannya Ia berharap bisa berdandan seperti Manda.Dia bergegas segara mencari inspirasi tentang Riasan wajah yang bagus di internet.
" Gue Sekertaris Bos Masa kalah sama bawahan gue.." Ucap Mona dengan terus membrowsing beberapa konten tentang staylis dan fashion.
****************
Keesokan harinya.
__ADS_1
MONA Terlihat berputar putar di hadapan cermin kamarnya seraya terus mencoba mematuti dirinya dengan penampilan barunya.
Kali ini entah nyali apa yang datang menghampirinya dan entah dari mana ia nekad menggunakan rok pendek yang panjanhnya selutut dengan atasan kemeja sedikit ketat melekat di tubuhnya.
Bagian ujung rambutnya di buat sedikit kerly dengan tambahan Poni.
Pikirnya Mungkin dengan penampilan yang seperti ini seengganya bisa membuat Banny sang Bosnya akan menyukai penampilannya.
Mona dengan berhati hati Ia turun dari taksi dan melenggang dengan memakai sepatu hak tingginya.
selintas agak terlihat lucu memang,Mona memaksakan berjalan dengan sepatu hak tinggi yang sebelomnya tidak pernah ia gunakan,berkali kali Ia terlihat ragu untuk melangkahkan kakinya dan langkahnya terlihat sedikit di paksakan.
" Pagi Bu Mona !!" Sapa Pak Eko dengan melongo kearah Mona.
" Pagi pak Eko !" Balas Mona terlihat penuh percaya diri.Pak Eko nyaris tidak bisa berkedip Ia melihat pangling dengan penampilan Mona yang cukup berbeda pagi ini.
Beberapa pasang mata yang menatap Mona cukup terlihat kaget dengan Penampilan Mona yang baru.Tak biasanya Mona berdandan menor seperti itu. Namun Mona melangkah dengan besar harapan jika semua orang yang menatapnya akan terkagum kagum.
" Mona !!Ini Elo??" Tanya Amel dengan terlihat heran setelah Mona menghampiri kubikel Amel dan Tamara.
Mona menggangguk dengan terlihat lebih agresif.
Amel dan Tamara saling melempar pandangan Aneh yaris mereka menatap dengan tak berkedip.
" Giimana penampilan baru gue,cantikkan ?"Tanya Mona sembari menarik narik roknynya agar tidak terlihat kependekan.
" Lo gak salah makan Obatkan ?" Tanya Amel dengan masih melongo menatap penampilan Mona yang baru.Amel merasa tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.
" Gue merubah penampilan Mel.Ya seengganya gue kan sekertaris harus lebih modis dan cantik iya kan ?"Tanya Mona yang telah berubah dengan drastis.
"Ta Tapi gak kaya gini juga Mon ?" Sela Tamara dengan wajah berubah kecewa melihat penampilan baru Mona yang menurutnya sangat norak dan berlebihan.
" Lo tuh meskipun gak kaya gini lo masih tetep cantik Mon.Gue malah lebih suka gaya lo yang kemaren ketimbang sekarang ."Ucap Amel dengan nada sedih?Dan Amel berusaha memberi pengertian kepada Mona dengan lembut.Karna baginya Penampilan barunya Mona membuat Amel tidak suka karena terlalu berlebihan.
" Lo berdua gak suka liat gue berubah..?" Tanya Mona dengan datar.
" Sukkaa.Tapi gak seperti ini juga Aduh Mon lo kaya tante-tante arisan tau gak.ini apa juga pake kalung ginian noral banget tau."Ucap Amel mengkritik penampilan Mona.
" Udah deh !! Lo berdua bisanya cuman kome doank, Masa penampilan kaya gini gue di bilang tante tante arisan.Jangan-jangan lo berdua mulai iri lagi sama gue." Ucap Mona dengan menatap gantian ke arah Amel dengan tatapan tidak suka.
Amel dan Tamara terhenyak dengan kata-kata yang di lontarkan Mona kepada Mereka.Amel dan Tamara berusaha berpikir postif mungkin Mona sedang ngeprank mereka berdua dengan tingkah konyolnya.
" Ko iri see ?Gue kan cuman bilang penampilan lo sekarang yang terlihat sangat buruk.." Jelas Amel yang merasa tersinggung dengan ucapan Mona dan menuduhnya merasa iri terhadap Mona.
" APA BURUK ???? Lo kalo ngomong gak pernah bikin gue seneng ya.." Ucap Mona dengan raut wajah terlihat memerah seakan akan sedang menahan kemarahannya.
" Mon bukan begitu.Maksud Amel dia gak suka dengan penamilan lo yang sekarang Amel lebih suka lo apa adanya Mon." Jelas Tamara menjelaskan dengan raut wajah yang sangat khawatir jika Mona salah paham terhadap mereka berdua.
" Alah udah dehh kalian berdua bilang aja gak suka kalo gue berubah dan itu bikin lo berdua irikan ?"Ucap Mona sambil menerobos Amel dan Tamara yang berdiri menghadangnya.
" Mon !!Kalo lo mau berubah tapi bukan kaya gini caranya gue bisa ban..."Ucapan Amel mengantung Mona sudah memotongnya dengan nada marah kepadanya.
" Udah lah gak usah ngajarin gue." Ucapnya Mona dengan melangkah pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih memandanginya dengan perasaan kecewa.
Amel dan Tamara saling menatap dengan raut wajah sedih.
" Dia ngambek Mel.."Ucap Tamara dengan nada sedih
Amel hanya terdiam tak dengan penuh rasa kecewa.
# bersambung #
__ADS_1