
PRIA tampan berwajah dingin itu menatap enggan ke arah kehadiran perempuan cantik di hadapannya tersebut.
Entahlah perasaannya selalu dilema jika perempuan itu berada di dekatnya.
Dan ini bukanlah masalah tegas atau tidaknya,hanya saja ia masih belum bisa berdamai dengan perasaan hatinya ,memang ia tidak bisa di pungkiri jika masih ada perasaan terhadap perempuan tersebut namun perasaan itu tak seutuh dahulu.
Jika potongan kenangan bersamanya masih tersimpan di dalam hatinya dengan rapih meski rasa sakit telah menjamah perasaanya,tapi tidak menutup kemungkinan bahwa rasa itu masih tetap ada dalam jiwanya.
Lima tahun menjalin cinta dengan perempuan cantik bak super model ini,bukan lah waktu yang sebentar bagi dirinya dalam merajut tali kasih asmaranya tersebut.
Jadi wajar saja jika pria tampan tersebut masih belum bisa move on dari kenyataan hidupnya jika dia terlalu cinta terhadap perempuan yang kini telah menjadi seorang mantan kekasihnya.
Yea perasaan cinta itu memang terlahir dari sebuah perasaan yang tak bisa di paksakan,tidak ada yang bisa mengendalikan hati begitupun sebuah perasaan,cinta kadang tiba-tiba saja datang tanpa permisi,dan terkadang perasaan kita sendiri pun tak memiliki kuasa untuk mengenyahkan akan perasaan itu,semua terlahir atas hakikat-NYA.
Banny menghela lalu menatapi wajah perempuan tersebut,
sekilas jika di perhatikan wajah perempuan cantik itu memang nyaris tidak ada satu kekurangan apapun.
Parasnya yang cantik dan mempesona tentu setiap mata lelaki yang menatapnya pasti akan terpesona di buatnya dengan segala bentuk keindahan yang di miliki perempuan tersebut.Maka tidak heran jika seorang Sultan sekalipun mampu tertarik dengan luxsnya seorang Kinaya Ananta,maka dari itu,ia mempergunakan harta dan tahtanya sebagai daya tarik pria tersebut untuk membuat seorang Kinaya berpaling darinya.
Namun satu yang menjadi kekurangan dari perempuan tersebut yaitu kesempurnaan cinta,tak pernah bisa di milki oleh perempuan cantik tersebut.
Jauh berbeda dengan sosok gadis yang kini tengah diam-diam hadir dalam jiwanya menggantikan tempat seorang perempuan yang secara kasat mata luxsnya berbeda jauh dengan gadis tersebut,namun justru sang gadis ini lah yang telah berhasil mencuri hati seorang pria tampan berwajah dingin tersebut.
" Ban !" Panggil suara lembut tersebut membuyarkan lamunanya.
" Kok kamu malah bengong sih ?Kenapa ?" Tanya perempuan cantik itu seraya menyibakan rambutnya yang terurai panjang.
Banny menggeleng pelan lalu menatap sisi ruangan yang lain.
" Oya Ban,gimana acara lamaran kamu kemarin ?" Tanya Kinaya menatap lurus pria tersebut.
Banny terdiam dia enggan untuk menjawab pandangan nya masih menatap ke arah yang lain.
" Banny !" Panggil perempuan tersebut sedikit keras,ia merasa tidak enak setelah pria tersebut mengabaikan panggilannya.
Banny menoleh lalu menatap perempuan tersebut dengan tatapan yang sama,dingin dan kaku.
" Lancar,dan baik-baik saja." Balas Banny singkat.
Sejenak Kinaya menatap dalam pria tersebut dengan tatapan resah.
" Banny,kamu yakin kamu akan menikah dengan sekertaris kamu itu ?" Tanya Kinaya menatap dalam.
Sejenak Banny menyoroti wajah perempuan itu dengan perasaan tidak suka.
" Ini urusan aku,jadi kamu tidak perlu ikut campur." Balas pria tersebut dengan suara datar.
Perempuan itu menatapi pria tersebut dengan perasaan tertekan,Banny tidak pernah berubah tetap dingin dan acuh terhadap dirinya.
Jika sebelumnya pria yang ada di hadapannya tersebut adalah pria yang hangat,yang selalu memujanya dengan penuh cinta bahkan di setiap pertemuan pria ini selalu menghujani dengan peluk cium mesra dirinya.Namun kini sorot mata itu hanya terasa kian dingin dengan sikap yang berubah drastis membuat hadirnya terasa membeku.
Tak akan bisa sirna begitu saja dari ingatannya ketika potongan kenangan manis itu terukir kembali dalam benaknya.
Yaa Banny adalah sosok pria yang romantis sebelum pada akhirnya ia menghianati cintanya.Dan kini pria tersebut itu berubah wujud seperti gundukan es yang membekukan setiap orang yang berada di dekatnya.
Dan ini adalah kesalahan terbesarnya yang telah melukai perasaan orang yang begitu gila mencintainya.
Betapa masih segar di ingatannya ketika pria tampan tersebut menyematkan sebuah cincin putih di jari manisnya serta mengajak dirinya untuk menikah.
Tapi sayang takdir berkata lain,ketika hubungan dirinya akan selangkah lagi melangkah ke jengjang yang lebih serius sebuah pertemuan terjadi di luar ekspetasi nya.
Pertemuan dengan seorang anak kolomerat yang telah mampu membuat dirinya bertekuk lutut mencintainya sehingga ia mampu berpaling dari seorang pria yang tulus mencintai dirinya.
Namun semua itu hanya semu,pada hakikatnya cinta karena harta hanya menyisakan luka yang dalam di hatinya.
Ambisi yang berelebihan perlahan membuat hidupnya kian menjauh.Hanya mengejar cinta seorang pria bernama Sultan dengan berlatar belakang keturunan orang kaya raya mampu telah membutakan mata hatinya,sehingga dengan bodoh dirinya melepaskan seorang pria yang dengan tulus mencintainya.
Demi sebuah iming-iming hidup akan terjamin dengan kemewahan dirinya pun rela melepas semua rasa cintanya dari pria yang bernama Banny.
Perempuan cantik itu sadar jika pria yang kini menjadi mantan kekasihnya itu kemungkinan besar tidak akan pernah bisa menerimanya kembali,karena luka itu sepertinya akan tetap ada membekas di hati pria tersebut dengan jangka waktu yang tak bisa di tentukan.
" Sebenarnya kamu ada perlu apa ke kantorku ?" Tanya pria tersebut menatap dingin.
" Banny,apa aku salah jika ingin bertemu sama kamu?dan berharap masih ada kesempatan untuk menyembuhkan kembali luka di hatimu itu." Ucap perempuan itu menatap sepenuhnya ke arah wajah pria dingin tersebut.
Banny terdiam dengan menekan kuat rahang pipinya.
" Kinaya,kurasa kamu tidak perlu menyembuhkan luka hatiku ini,karena itu hanya akan buang-buang waktu saja." Balas pria tersebut menatap acuh.
" Kenapa Banny?bukankah aku berhak untuk menebus atas segala kesalahanku di masa lalu,aku merasa bersalah banget jika aku tidak bisa menebus semua kesalahan ku ini." Ucapnya dengan memasang wajah mengiba.
" Lalu setelah aku menerima mu kembali apakah luka itu akan sembuh ?,kurasa tidak." Ucap pria tersebut melirik perempuan cantik itu.
" Lalu kenapa kamu kemarin melarang aku untuk mengakhiri hidup ku, jika pada kenyataanya kamu masih mengabaikan perasaanku juga ?" Tanya lagi perempuan itu dengan penuh perasaan.
" Ingat Kinaya,aku tidak suka kamu melakukan hal bodoh seperti itu ?" Jawab Banny dengan penuh penekanan.
" Kenapa ?" Tanya Kinaya menatap nanar.
" Apa kamu tidak punya pemikiran yang real jika nanti kehidupan yang akan datang kamu akan di pertemukan dengan seseorang yang akan lebih mencintai kamu dan menghargai kamu." Jelas Banny menatap dengan berbagai perasaan.
Kinaya menatap dalam wajah pria tersebut,kalimat terahir yang di ucapkan Banny terasa menusuk hatinya,jika ia mengingat kembali perlakuan mantan suaminya yang begitu tega memperlakukan dirinya seperti layaknya sebuah boneka yang sesuka hati ia permainkan.
Perempuan itu tertunduk dalam,hatinya terasa teriris kembali saat mengetahui jika suaminya menduakan cintanya dengan perempuan yang lebih cantik darinya.
" Tapi aku ingin tetap bersama kamu Ban !" Ucap perempuan cantik itu lirih dan tatapan nya semakin nanar.
__ADS_1
" Tapi aku tak menginginkan hal itu lagi." Balas Banny dengan cepat.
Perempuan cantik itu sesaat terdiam dengan menatap kaku pria tersebut,yaa pria yang kini ada di hadapannya memang telah berubah 180 derajat dan ada hal yang lebih menyakitkan bagi dirinya jika pria tersebut telah berpaling darinya.
Perempuan cantik itu menyadari jika rasa sakit ini lah yang pernah di alami oleh seorang Banny,kini teralami olehnya.
" Banny,apakah kamu benar-benar sudah melupakan perasaan itu terhadapku?" Tanya perempuan itu dengan sorot mata memastikan.
" Kinaya tolong,jangan bahas hal ini lagi.Aku sibuk masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan." Jawab pria tersebut semakin dingin.
" Banny ???" Panggil nya kian mengiba.
Pria tampan itu menghela napas dengan pelan lalu sesaat kemudian ia terdiam menatapi setiap inci wajah perempuan cantik tersebut.
Dulu ia memang sangat tergila-gila kepada dirinya(Kinaya ) dan dulu ia juga rela melakukan apa pun demi seorang perempuan yang ada di hadapannya ini.Dan itu memang dulu.
Terlihat bodoh memang jika perasaan itu sedang mengalami hal jatuh cinta,dan pada akhirnya sedang sayang-sayangnya lalu ia pun di tinggal.
Banny menggeleng pelan kali ini ia tidak ingin hatinya tersakiti kembali dan ia pun akan berusaha untuk memantapkan hatinya melupakan serta mengubur semua perasaanya tentang perempuan yang bernama Kinaya ananta.
" Jadi kamu melupakan janji itu ?" Tanya Kinaya menatap semakin resah.
" Janji ?" Dahinya membentuk sedikit kerutan setelah perempuan itu mempertanyakan perihal sebuah janji.
" Jadi kamu sudah melupakan janji kamu sendiri ?" Tanya lagi Kinaya menatap sedih.
" Janji mana yang kamu pertanyakan ?" Tanya kembali pria tersebut dengan menatap dingin.
Kinaya melengos dengan sudut mata mulai berkaca-kaca.
" Jadi kamu telah melupakan janji yang kamu ucapkan di atas apartemenku itu?jika kamu akan menerima aku kembali di saat sandiwara telah usai.Kamu pikir perasaan aku akan baik-baik saja setelah kamu memberi harapan palsu ?" Jelas Kinaya dengan suara lirih.
Pria itu mendecih lalu menatap perempuan itu dengan sinis.
" Lalu bagaimana dengan perasaan ku dulu ketika kamu menghindar dari janjimu sendiri ?" Ucap pria tersebut dengan tandas.
" Lalu bagaimana dengan perasaan aku ketika lagi sayang-sayangnya aku kau tinggalkan ?,pernah kah kamu peduli akan hal itu ?" Tanya pria tersebut dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.
Kinaya tercekat lalu menatap tak berdaya ke arah pria tersebut rupanya kata-kata yang di ucapkan pria itu mengena di hatinya sehingga raut wajah perempuan cantik itu pun memias.
" Jadi sebaiknya kamu berkaca atas segala kesalahan kamu yang pernah kau perbuat kepada ku dulu." Tambah pria tersebut dengan raut wajah sangat datar.
Kinaya tercenung menatap hampa dirinya,ada yang terluka namun tak berdarah itu lah gambaran patah hati,apa yang selama ini ia tanam hari ini ia telah menuainya dan perasaan itu terasa sungguh menyakitkan jika cintanya tak terbalaskan.
*******
BERGELUT dengan segudang kesibukan membuat tubuh gadis energik itu di landa kelelahan,terlebih minggu-minggu ini pikiran dan perasaanya terkuras habis dengan permasalan yang datang silih berganti dalam kehidupan nya sehingga mau tak mau separuh waktunya tersita dengan problematika kehidupannya.
Tegar....,yaa gadis sederhana itu memang terlihat tegar namun sesungguhnya ia adalah sosok yang rapuh akan sebuah perasaan.
Mona meletakan tasnya di samping tempat duduknya seusai kedua sahabatnya meninggalkan diri untuk pulang ia memilih untuk duduk santai di tepi taman,melepas semua penat yang memenuhi segala ruang hatinya.
Lalu gadis itu pun menyandarkan punggungnya di sandaran sebuah kursi taman tatapannya menerawang jauh ke arah orang yang berlalu lalang.
Hari kian semakin senja namun gadis tersebut belum ingin beranjak dari tempat duduknya,ia masih merenungi kehidupannya.
Ada banyak hal ke jadian yang telah menimpa dirinya setidaknya itu membuat dirinya semakin dewasa dalam menyikapi berbagai permasalahan hidup.
Bermula dengan kisah cinta sandiwara yang cukup banyak menyita waktu dan perasaan nya.
Jika sebelumnya ia merasa bahagia menjalani hari-harinya tanpa beban ataupun kegelisahan, kini hari-hari itu kian terasa berat seusai perasaannya terjebak dalam sebuah kisah di balik sandiwara cintanya tersebut.
Permasalahan hidupnya belum lah usai,ia kini di kejutkan dengan kehadiran sosok seorang perempuan yang mengatas namakan dirinya seorang ibu.
Yaa....,perempuan itu orang yang pernah melahirkan dirinya, kini kembali datang dalam kehidupannya dengan membawa cerita baru,sang ibu telah menikah dengan seorang pria yang memiliki seorang anak laki-laki yang tengah di kaguminya tersebut.
Jika sebelum perasaan gadis tersebut terpaut di hati seorang pria tampan berwajah dingin,terlebih dahulu ia menaruh perasaan terhadap sosok pria si pemilik wajah tenang yang tiada lain Zeanu sahabat dari Banny sang tunangan palsunya itu.
Dan sosok pria tersebutlah yang pertama kalinya menggetarkan perasaan dirinya,yang sekian lama di baluti rasa trauma.
Namun sepertinya dirinya harus mengubur dalam tentang perasaanya tersebut pria yang di kagumi nya tersebut kini telah menjadi sosok sodara laki-laki sambungnya.
Gadis manis itu menghela lalu menatap dirinya dengan berbagai perasaan.
Takdir TUHAN memang misteri tidak ada seorang pun yang sanggup mengetahuinya.
Mona beranjak dari tempat duduknya setelah beberapa saat dirinya duduk di kursi tepi taman seorang diri.
Ia baru saja teringat jika stok keperluan bulanannya sudah mulai menipis.
Lalu ia pun menoleh ke arah sebuah minimarket yang tak jauh dari taman tersebut dan letaknya di pinggiran jalan Utama kota.
Sesampainya di depan minimarket itu ia mendorong pelan pintu minimarket tersebut lalu mengambil salah satu keranjang belanjaan.
Mona bergerak menuju rak bagian keperluan sehari-hari dari mulai peralatan mandi hingga kosmetik ia nampak bersemangat memasukan belanjaanya tersebut ke keranjang belanjaannya,lalu ia pun tak lupa menyempatkan diri untuk membelikan beberapa keperluan sang nenek.
Setelah di rasa sudah tercukupi apa yang di butuhkannya si gadis tersebut pun segera bergegas menuju ke sebuah kasir untuk membayar semua barang yang akan di belinya.
Lalu ia pun menaruh keranjang yang penuh dengan belanjaanya tersebut di atas meja untuk di scan dan di hitung oleh sang kasir.
Drrrrrttt.....
Tiba-tiba terdengar suara getaran dari ponsel Mona dari dalam saku blezzernya,rupanya tadi ia lupa mengaktifkan kembali suara ponselnya setelah ada meeting dadakan tadi sore mengenai masalah investor di perusahan yang baru saja di rilis oleh sang bosnya tersebut.
Gadis itu pun segera mengambilnya dan membuka notifiksai pesan yang masuk pada layar ponsel.
Pesan singkat dari Amel dan Tamara yang masuk di chat group mereka.
__ADS_1
Gadis itu hanya tersenyum-senyum setelah membaca isi pesan singkat tersebut.
Kedua sahabatnya itu memang tak pernah paham akan situasi,mau segenting apapun konidisinya mereka tetap saja memiliki selera humor yang tinggi,hingga gadis tersebut pun terlihat tersenyum-senyum saat membaca isi chatan kedua sahabatnya tersebut yang selalu mengundang kelucuan.
Ketika sedang asik membaca pesan tersebut,seorang kasir memberi tahu jika belanjaanya sudah selesai di hitung.
" Maaf ka ada kartu A**a-nya ?" Tanya seorang kasir itu dengan ramah.Mona menggeleng dengan tersenyum.
" Ok totalnya 345.xxx kak,oya kak mau debit apa cas ?" Tanya lagi seorang kasir tersebut dengan semeringah.
" Cas." Jawab Mona singkat lalu ia pun memasukan terlebih dahulu ponselnya kedalam tas.
Dan ia pun berencana untuk mengambil sebuah dompet yang berisi uang serta kartu Atm.
Sesaat gadis tersebut nampak kebingungan setelah dompet yang di cari tidak ada di dalam tasnya tersebut.
Dengan rasa penasaran ia kembali mengecek ulang isi tasnya tersebut.
Bola matanya semakin membulat kaget setelah dengan nayata dompet nya itu benar-benar tidak ada di dalam tasnya tersebut.Raut wajah gadis tersebut kian berubah panik saat melihat semua belanjaanya sudah terkemas rapih di dalam kersek.
" Dompet gue kemana ??"
Tanyanya dengan wajah terlihat semakin tegang.Bola matanya melotot keluar.
" OH MY GOD !! Nasib barang belanjaan gue gimana ini?,masa barang sebanyak ini di cansel.Matii gue !!"
Pekiknya dalam hati dengan raut wajahnya kian pucat pasi.
" Maaf ka,yang lainnya sudah mengantri bisa di percepat pembayarannya ?" Ucap kasir tersebut menegur Mona yang tengah kebingungan.
" Aduh mba,maaf nih dompet saya sepertinya tertinggal di kantor,jadi....." Ucapan gadis tersebut menggantung ketika suara seorang pria menyela dari arah belakang dirinya.
" Berapa totalan semua belanjaan punya teman saya mbak ?." Tanya Seorang pria menyela dari arah belakang gadis itu.
" 345,xxx kak." Jawab sang kasir tersenyum.
" Baiklah saya bayarin dulu ya mbak." Ucap seorang pria tinggi mengenakan kaos polos putih berpadu dengan celana jeans belel itu,menyela tepat di belakang Mona.
Lalu ia pun menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu ke arah kasir tersebut.
Mona menoleh bingung ke arah pria tersebut yang secara tiba-tiba menolong dirinya,sekilas ia menatap wajah pria tersebut,meski hanya selintasan saja ia melihat wajah pria tersebut,namun ia yakin jika pria yang berdiri di belakanganya itu memiliki paras yang tampan.
Setelah sang kasir tersebut menyodorkan beberapa kantong kresek belanjaan miliknya. Mona pun segera mengambilnya dengan perasaan tak menentu.
Yang benar saja ia melakukan hal sebodoh ini l,belanja ke minimarket dalam keadaan dompetnya tertinggal.Keteledorannya membuat ia nyaris di permalukan oleh kasir tersebut.
" Ka, temen kakak ganteng juga ya !" Ucap si kasir itu setengah berbisik ke arah Mona yang tengah melamun.
Mona terperagah saat bisikan sang kasir mengusik lamunannya.
Kasir tersebut pun menyodorkan kertas struk beserta kembalian uang tersebut.
" Hmmm,,iyaa." Jawab Mona dengan perasaan kaku ia menoleh pria tersebut yang sibuk merapihkan barang belanjaanya.
Gadis itu pun mengerutkan dahinya ketika menatap ke arah seorang kasir perempuan yang masih melirik genit ke arah pria yang ada di sampingnya itu.
" Genitt." Guman Mona dengan suara pelan melirik kesal sang kasir.
Pria tersebut membeli tiga kaleng minuman bersoda serta beberapa bungkus snak kentang yang sedang di susun di atas meja kasir.
Mona sengaja menunggunya hingga pria tersebut selesai transaksi.
Setelah beberapa saat pria tersebut pun melangkah menuju luar dan melewati dirinya,dengan sigap Mona menahan langkah pria tersebut.
" Tunggu Mas,bang,ehh kak !" Sergah Mona dengan beberapa kali meralat panggilannya tersebut.
Pria itu tersenyum lucu ke arah sikap Mona yang terlihat grogi.Pria itu menatapnya dengan santai.
" Hmmm....!! Saya boleh minta nomor rekeningnya,nanti saya akan ganti uangnya setelah dompet saya ketemu.Sepertinya dompetnya tertinggal di kantor." Ucap Mona dengan menatap ragu ke arah pria tersebut.
" Ok !" Jawab pria tersebut singkat,sejenak pria tersebut merogoh dompetnya yang berada di saku celananya.
" Oya makasih banyak ya, kamu sudah mau nolongin aku buat pinjamin uangnya, mungkin jika tidak ada kamu,bisa jadi aku cansel semua belanjaan tersebut dan pastinya aku akan merasa sangat malu terhadap mbak kasirnya." Ujar Mona dengan tersenyum pasi.
" Tidak apa-apa,kebetulan saja aku bawa uang cas lebih jadi apa salahnya kan aku nolongin kamu yang tengah kebingungan cari-cari dompet." Jawab pria tersebut tersenyum hangat.
tak lama pria tersebut mengeluarkan sebuah kartu nama dan ia pun meminjam sebentar bolpoint salah satu kasir minimarket tersebut.
" Ini nomor rekening saya." Ucap si pria itu menyodorkan kartu namanya ke hadapan Mona.
Gadis tersebut pun segera menerimanya dengan senang hati.
" Baiklah,nanti aku konfirmasi ya setelah uangnya aku transfer." Balas Mona dengan tersenyum simpul.
" Ok,tenang saja.Kalau begitu aku cabut dulu ya,soalnya di luar lagi di tungguin teman nih ." Pamit pria tersebut seraya berjalan meninggalkan Mona hanya bisa mengangguk dengan menatap panjang langkah pria tersebut.
Aroma farpumnya berjejak di ruangan itu,wangi maskulinya begitu ketara.
Aroma farpum tersebut begitu masih terasa nempel di indra penciumannya.
Aroma farmum yang tak jauh berbeda dengan keharuman dengan aroma wewangian yang sering di ciumnya ketika si pria tampan berwajah dingin itu lewat di hadapannya.
Mona hanya menggeleng pelan dengan mengulas senyuman penuh arti lalu ia pun menatap ke tulisan yang ada di kartu nama tersebut.
" Angkasa pramuditya" Nama si pemilik kartu nama tersebut.
Mona mengangkat bahunya dengan acuh,nama yang cukup berkarakter pikirnya dengan terus memperhatikan kartu nama tersebut.
__ADS_1