CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
Draft


__ADS_3

SETELAH Dokter itu keluar Arnetta masih berdiri di ujung Hospital bed ia masih berharap Banny mau menerima permintaan maafnya.


" Mas ." panggil Arnetta lirih.


" Aku hanya ingin sendiri,bisa kau tinggalkan aku !" titah Banny menyela di tengah-tengah rasa keraguan gadis cantik tersebut.


Arnetta semakin sedih di buatnya,pria berparas tampan itu kini semakin memberi jarak kepadanya.


Arnetta tertunduk lesu ia merasakan buliran air matanya mulai deras menitik di pipinya,ia tak mampu lagi menggoyahkan hati pria yang paling di cintainya itu, justru kini telah membencinya.


Kini dunianya terasa hampa setelah Banny tau akan kesalahan yang telah ia perbuat kepada Mona,ia telah berharap banyak akan semua rencananya berhasil seratus persen,dan mampu mendapatkan seorang Banny dengan begitu saja,tapi kenyatan berbicara lain,dia harus menelan pil pahit,apa yang di rencanakannya kini hancur berantakan.


Tepat Pukul 10.00 Zeanu berada di parkiran rumah sakit,tak ingin membuang waktu ia pun segera menuju ke bagian informasi.


" Permisi Mbak,pasien atas nama Banny prtama wiguna ruangan berapa ?" tanyanya to the point.


" Sebentar pak,saya cek dulu ya." balas petugas berseragam putih perawat itu ramah.


Sejenak petugas tersebut pun mengcek beberapa laporan pasieun yang berada di rumah sakit tersebut.


" Ruang VIP nomor 001 pak." jawab petugas itu tak berapa lama.


" Ok mbak terimakasih." ucap Zeanu seraya bergegas meuju ruangan yang telah di beri tahu petugas tersebut.


Zeanu memegang handle pintu lalu membuka dengan sangat pelannya,sangat pelan sekali begitu di depan ruang VIP 001 tersebut.


Zeanu cukup tersentak,lalu ia menutup kembali pintu ruangan tersebut,dia sedang melihat Arnetta tengah berdiri di hadapan Banny,entah apa yang sedang mereka bicarakan namun keduanya terlihat begitu serius.


Zeanu berpikir sejenak,mencoba menerka-nerka akan kedekatan sekertaris cantik dengan sahabatnya itu yang kini semakin terlihat nyata.Apakah Banny benar-benar sudah berpaling ??


Batin Zeanu bertanya-tanya,tapi yaa sudahlah ia tidak memperdulikan hal itu,tujuan ia kemari hanya ingin memastikan jika Banny baik-baik saja,setelah mendengar Banny di rawat perasaanya cukup khawatir.


Zeanu terdiam menyandarkan tubuhnya di dingding namun tak berapa lama pintu terbuka,seorang gadis cantik keluar dengan setengah berlari,menutup mulutnya dengan salah satu tangannya,tak sempat Zeanu menyapanya gadis itu berlari cepat sehingga tidak menghiraukan akan ke adaan di sekelilingnya sehinga gadis itu tidak menyadari keberadaan dirinya di tempat tersebut.


Zeanu menatap langkah cepat gadis itu dengan pikiran bertanya-tanya,apa yang terjadi kepada Arnetta sehingga ia pergi dengan tangisan yang tertahan.


Zeanu melongo ke dalam ruangan tersebut memastikan kondisi benar-benar aman.


Perlahan ia pun masuk dan mendatangi Banny dengan raut wajah resah.


" Ban !!" panggilnya dengan langkah gontai.


Banny menatap lurus ke arah kedatangan sahabatanya tersebut.


" Gimana ke adaan elo ?" tanya pria berparas kalem itu bertanya dengan nada cemas.


Banny menghela,mengekspresikan wajahnya begitu berat ia menarik napas begitu dalam,ia enggan untuk menjelaskan ke adaan yang sebenarnya terhadap sahabatnya tersebut.Banny tidak menjawab ia hanya tersenyum kecut.


" Sepertinya elo semakin dekat dengan sekertaris cantik lo itu." goda Zeanu seraya duduk di tepi hospita bed,ia menatap penuh arti ke arah sahabatnya yang terbaring lemah.


Banny melengos dengan perasaan sebal.Sudah di pastikan jika Zeanu mengetahui keberadaan Arnetta bersamanya.


" Lo tahu darimana gue sakit ? " tanya Banny mengalihkan pembicaraan.


" Menejer lo bilang,jika lo sedang di rawat di rumah sakit." jawab Zeanu santai.


" Ada perlu apa ?" lagi-lagi Banny melayangkan pertanyaan yang begitu singkat.


" Gue hanya ingin memastikan jika elo baik-baik saja setelah Mona pergi." balas Zeanu,pernyataan yang cukup menohok.

__ADS_1


Banny kembali menatap sahabatnya itu dengan tatapan sarkatik.


" Kenapa ?? Elo merasa baik-baik saja bukan,yaa I easy,gue yakin jika sekarang ada sekertaris lo yang perhatian sama lo." ujar kembali Zeanu menyeringai,tatapanya penuh berbagai makna yang mampu Banny pahami.


" Hentikan lelucon lo !!" desis Banny sedikit geram.


Zeanu tersenyum penuh arti.


" Barusan gue lihat sekertaris lo keluar dari ruangan ini dengan terburu-buru,sepertinya dia menangis." kembali Zeanu berbicara membuat perasaan Banny semakin jengkel.


" Gue tidak peduli !!" desis Banny ketus.


Zeanu menyipitkan kedua matanya lalu menatap sedikit heran.


" Apa yang terjadi ,?" tanyanya dengan sedikit penasaran.


" Elo datang kesini sebenarnya mau apa ?" tanya Banny kian geram.


Zeanu terkekeh melihat sikap sentimen sahabatnya tersebut,meski nada bicaranya lemah,namun penekananya begitu kuat.


" Yaa gue jenguk elo lah,gak mungkin gue manas manasin elo,tar tensian elo naik gue yang jadi tersangka." ujar Zeanu tertawa cukup lebar.


Banny melengos kesal.


" Gua baik-baik aja ?" ujar Banny ketus.Zeanu tersenyum miris menyaksikan sahabatnya dalam kondisi sedang tidak baik-baik saja.


Banny menghela,merasakan perasaanya kian berkecambuk,Zeanu menggeleng melihat reaksi sahabatnya tersebut.


" Sesuatu yang berharga dalam hidup lo,elo buang begitu saja !!" ujar Zeanu tersenyum ironis.


Banny tercekat menatap tajam sahabatanya tersebut,namun sorot matanya terlihat lelah.


" Kenyataan yang berbicara.Mona telah pergi dari kehidupan elo,dan elo pun tidak ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya." tutur Zeanu beropini.


Banny terpana mendengar pernyataan sahabatnya yang begitu menyudutkannya.


" Kenapa elo begitu yakin jika gue tidak ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya,gua memang salah tapi bukan berarti gue tidak memiliki kesempatan untuk memperbaikinya." ujar Banny tandas.


" Terlambat,Mona sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya." ujar Zeanu pelan.


Lagi-lagi Banny di buatnya tercengang dengan pernyataan sahabatnya tersebut.


" Elo tahu darimana jika dia menerima perceraian ini? Jangan-jangan elo diam-diam mengetahui kabarnya Mona ?" tanya Banny menatap curiga ,ada prrasaan harap-harap cemas tergambar jelas dari raut wajahnya yang begitu kuyu.


Zeanu menghela napas panjang dengan tersenyum hampa ia mencoba untuk tetap tenang atas tuduhan sahabatnya yang mengarah kepadanya.


" Beberapa hari yang lalu gue melihat Mona di kontrakan sahabatnya,dan pas gue datang dia mau pergi,setelah gue tanya kemana dia akan pergi dia tidak memberi tahu gue,bahkan dia berbicara sama gue seolah-olah dia baik-baik saja,ia bisa hidup tanpa elo,itu artinya ia sudah siap untuk berpisah dengan elo." ujar Zeanu.


Banny terhempas oleh perasaanya,pernyataan sahabatnya mampu membuat Kondisi hatinya semakin memburuk,entah mengapa seluruh energi yang tersisa di tubuhnya semakin berkurang,Banny merasakan jika seluruh perasaanya kini luluh lantah.


Binar-binar bola matanya meredup bahkan kini kedua matanya terlihat berkaca-kaca.


" Jadi gue kehilangan kesempatan itu ? " guman Banny menyimpulkan,matanya menatap langit-langit ruangan itu dengan sembilu,bibirnya bergetar hebat merasakan sesak di dalam dadanya.


Zeanu terdiam dengan sejuta perasaan mengganggu pikirannya.


" Gue sesali itu." desis Banny begitu dalam.


" Penyesalan lo sudah tidak berguna lagi,apapun usaha elo untuk memperbaikinya tidak akan membuat Mona kembali." ujar Zeanu tandas.

__ADS_1


" Gue akan cari dia setelah pulih." guman Banny dengan nada pasti.


Zeanu menatap penuh rasa,dalam hati kecilnya ia pun ingin sekali mencari keberadaan Mona,tentu saja di hatinya masih ada perasaan yang tertinggal yang tak mampu ia sirnakan begitu saja,terlebih Mona sekarang telah terlepas jauh dari Banny.


" Ini semua ulah Arnetta." guman Banny dengan penuh rasa kecewa yang begitu dalam.


Dahi Zeanu berkerut memperlihatkan ekspresi penasaran yang begitu tinggi.


" Arnetta ?,maksud elo ?" tanyanya dengan rasa ingin tahu yang begitu besar.


" Yaa,dia telah menjebak Mona,semua ini rencananya dia yang ingin memisahkan gue dengan Mona." ujar Banny dengan nada sedih.


" Maksud elo,semua kekacauan ini dia yang buat ?" tanya lagi Zeanu semakin penasaran.


Banny menarik napas panjang mengambil ancang-ancang untuk menceritakan cerita yang seutuhnya.


" Arnetta berencana ingin memisahakan gue dengan Mona,dia menyewa orang untuk mencari tahu


semua aktivitas Mona,hingga pada pesta itu,dia membayar seseorang untuk membatu rencananya tersebut,bahkan dia menyewa orang untuk mengambil foto-foto tersebut,se akan-akan Mona melakukan perselingkuhan tapi pada kenyataanya Mona tidak memiliki hubungan apapun dengan Sultan.Gue salah ! Gue terlalu cepat mempercayai semua hasutan Arnetta." rutuk Banny dalam sesalnya.


Zeanu menggeleng geram.


" Dan elo mempercayai semuanya ?itulah sebabnya gue menolak keras jika elo menuduh Mona berselingkuh,gue cukup tau dia Ban,dan pada kenyataanya elo sendiri yang akan menyesal.Gue pastikan penyesalan ini tidak akan pernah sirna begitu saja dari kehidupan elo." ujar Zeanu penuh penekanan di setiap kalimatnya.


Sejenak hening,Banny merasakan semua perkataan Zeanu terasa menyayat-nyayat hatinya.


" Gue begitu kehilangan Mona." guman Banny terdalam.


Zeanu menggeleng rasa empati itu menghilang dengan perasaan yang begitu besar memikirkan akan keadaan Mona.


" Berdoa saja,agar Tuhan bisa mempersatukan kalian lagi." ujar Zeanu dengan suara berat.


Banny menelan ludah,rasanya bebannya terasa kian berat.


 


Mona memeluk hangat tubuh sang nenek,air matanya tumpah ruah setelah sang nenek mempesilahkan dirinya untuk menangis,mengeluarkan segala perasaan yang selama ini tertahan.


Dengan penuh pengertian sang nenek memberikan rasa nyaman yang tak bisa orang lain berikan kepada cucu tersayangnya.


" Nenek akan selalu ada bersama mu Mona.Apapun yang akan menjadi keputusan mu itu adalah yang terbaik untukmu." ujar sang nenek membelai lembut rambut Mona.


Mona masih terisak,menahan rasa sesak di dada yang terus memaksanya keluar.


Sang nenek sangat paham betul akan posisi cucunya tersebut,jika hubungan ini sudah tidak bisa di pertahankan lagi,dari sejak awal dirinya telah mewanti-wanti jika sesuatu hal yang tidak di harapakan pasti akan terjadi pada pernikahan cucunya tersebut,dan benar saja Banny untuk kedua kalinya akan menceraikan Mona cucu nya tersebut.


" Nek,Mona akan menyimpan rapat semua permasalahan ini,termasuk sama Mama,Mona tidak ingin hal ini semua orang tahu,apa lagi mama,jika pernikahan Mona sudah tidak bisa di pertahankan lagi." ujar Mona di sela tangisannya.


Sang nenek menghela napas panjang apapun permasalahannya jika di awal cerita sudah di awali dengan kebohongan pasti akan berakhir petakala apapun itu urusannyam


Sang nenek tersenyum hampa,berusaha untuk tetap menenangkan cucunya tersebut.


" Semua ini belum berakhir Mona,kau masih bisa melangkah lebih jauh lagi,nenek yakin masih ada lelaki terbaik yang Tuhan ciptakan untuk mu Mona." ucap sang Nenek dengan penuh kasih sayang.


Mona terus terisak,ada banyangan sosok laki-laki yang masih bernaung di hatinya namun semakin mengingatnya semakin besar luka itu di rasanya.


Ia harus bisa melangkah tanpa harus terbebani dengan embel-embel nama pria tersebut.


Sang nenek mengelus hangat punggung sang cucu,memberikan suport yang begitu besar agar cucu tersayangnya itu mampu bangkit tanpa harus trauma.Apapun kesalahan di hari yang lalu bukan berarti harus berhenti untuk masa depan.

__ADS_1


__ADS_2