
BANNY masih memandangi wajah Kinaya perempuan yang pernah mengisi hatinya dengan kisah asmaranya sehingga ia sulit untuk melupakan sosok kinaya walau sudah bertahun lamanya.
" Ban.!" Panggil Kinaya dengan lembut.Banny menatap Kinaya yang ekspresi wajahnya berubah datar.
" Kalo ada wakt.Aku hmm....," Ucapan Kinaya menggantung ada keraguan yang timbul dalam hatinya ia merasa tidak enak hati akan maksud yang akan di sampaikannya.
Kinaya mengakui Banny sudah jauh berbeda keadaanya di bading 10 tahun yang lalu,Banny terlihat lebih gagah dan tubuhnya lebih atletis.
Kinaya menyesali akan perlakuannya dulu yang telah mencampakan seorang Banny dengan begitu saja karena hanya demi mengejar cintanya seorang Sultan yang telah membuat dia rela berpaling dari Banny.
" Kalau ada waktu bole aku minta waktu kamu Ban." Ucap Kinaya dengan meremas jari jemarinya dengan gelisah.
" Waktu ?Untuk apa ?" Tanya Banny dengan tatapan yang begitu dingin.
Kinaya merasa canggung dengan sikap Banny yang memperlihat,memang ada perubahan sikap yang telah terjadi pada diri seorang Banny.
" Hmmm...,Untuk sekedar ngobrol saja Ban." Ucap kinaya dengan ragu.
" Liat saja nanti yaa,Kalo aku tidak sibuk." Ucap Banny dengan tegas.
" Sibuk ??" Tanya Kinaya menatap dalam Banny.
" Yaa aku sekarang sudah bekerja."Balas Banny dengan bangga.
Kinaya tertunduk ia mencoba menenangkan pikirannya atas dugaannya yang semakin yakin bahwa Banny kini sudah sukses dan mapan.
Banny tersadar saat Mona belum kembali juga setelah beberapa menit yang lalu pamit untuk mengambil minuman.
" Sorry yaa Kin,Sepertinya aku harus nyusul Mona." Ucap Banny seraya mencari cari sosok Mona di antara kerumunan para undangan yang lainnya.
" Oh iyaa silahkan Ban." Balas Kinaya dengan kecewa.
Dia hanya mampu melihat langkah Banny yang meninggalkannya.
Banny mencari cari Mona dengan perasaan cemas.
Banny menerobos beberapa tamu undangan yang menghalangi langkahnya dan.....
TAPP....
Pandanganya tertuju pada satu meja yang terlihat ada Mona dan Zeanu sedang mengobrol dengan akrab.
Tiba tiba saja perasaan Banny tidak suka akan kehadiran Zeanu di pesta itu terlebih lebih ada perasaan cemburu yang menganggu perasaannya.
" Mona !" Panggil Banny dengan menatap tajam ke arah Mona.
Zeanu dan Mona menoleh ke arah Banny yang memanggil.
" Haii Ban!," Ucap Zeanu seraya berdiri.
" Zean kok Lo ada disini ?" Tanya Banny dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
" Nando temen gue,Dia ngundang gue di pesta nikahan dia."
" Oh lo kenal sama Nando ?"
" Kenal lahh,Nah lo lagi ngapain disini ?"
" Gue di undang sama pak Gatot,Dia mitra di perusahan gue."
" Oia..?,Pantesan Mona gak bisa nemenin gue ke acara ini,Dia udah di pesen ama lo." Ucap Banny dengan nada bercanda.
Banny hanya tersenyum tipis seraya melirik Mona yang hanya diam sedari tadi.
" Jadi lo ngajak dia ?" Tanya Banny dengan lagi lagi melirik Mona dengan menatap datar.
" Iya.Wajarlah secara Mona bukan cewek lo kan ?jadi gue masih bisa berkesempatan buat ngedeketin dia kan." Ucap Zeanu dengan tanpa basa basi lagi ia langsung mengatakan apa yang menurut dia benar.
Ucapan Zeanu setidaknya telah membuat Banny semakin panas akan hatinya entah kenapa Banny merasa Zeanu seolah olah sedang menantangnya untuk bersaing mendapatkan Mona.
Mona menunduk ia melihat sekilas raut wajah Banny berubah tidak suka kepadanya.
" Yaa kalo lo mau di temenin Mona gue gak akan larang kali Zen." Ucap Banny dengan nada yang di tunjukan ke arah Mona.
" Telat.Mona udah nemenin lo,Kecuali lo gak larang kalau dia mau pulang bareng gue,Gue see ayok ayok aja." Ucap Zeanu seraya melirik Mona.
Mona mendongkak dengan menatap penuh heran ke arah Zeanu.
Begitupun Banny menoleh kearah Mona dengan tatapan datar.
" Gue pulang bareng pak Banny Zean,Hmm sorry yaa." Ucap Mona dengan ragu.
" Ok! Gak apa apa." Ucap Zeanu mengangguk pelan.
" Sorry Zean.." Ucap Banny dengan tersenyum penuh kemenangan.
" Its Ok." Jawab Zeanu dengan singkat dan tersenyum sedikit kecewa.
" Ok gua cabut duluan ya,lagian udah cape gue." Pamit Zeanu seraya menoleh Mona yang mencoba menatapnya dengan ragu.
" Sip,Lo mau malmingan ya ?"
" Gue malmingan ?cewek aja gak punya sama siapa gue malmingan ama mbok mu." Balas Zeanu seraya melirik ke arah Mona dengan terkekeh.
Banny lagi lagi merasa tidak nyaman dengang lirikan yang di lemparkan ke Mona entah kenapa ia merasa takut akan Zeanu suka terhadap Mona.
Sementara Mona hanya tersenyum tidak pasti ke arah Zeanu yang masih melirik dengan penuh arti.
" Ok Mon gua duluan ya." Pamit Zeanu dengan tersenyum lembut Mona hanya mengangguk tak menjawab.
" Ok Ban gue duluan." Ucap zeanu seraya membenarkan jam tangannya.
" Ok !" Jawab Zeanu singkat.
__ADS_1
Zeanu melangkah meninggalkan Banny dan Mona yang masih mengantarkan dengan tatapan.
" Kamu mau pulang sekarang ?" Tanya Banny seraya menoleh Mona yang masih memandangi langkah Zeanu.
" Ehem.." Tiba tiba Banny mendehem cukup keras sehingga Mona sedikit terkejut.
" Eh iyaa Pak." Sahut Mona dengan menatap Wajah Banny yang pura pura membuang wajahnya.
" Kenapa di liatin terus ?kamu nyesel pulang gak bareng dia." Ucap Banny dengan ketus.
" Bapak bicara apa see ?" Balas Mona dengan mendilak kesal.
" Kita pulang." Ucap Banny dengan melangkah tanpa menghiraukan Mona yang masih terlihat kesal menatap sang Bosnya.
Perlahan lahan dengan perasaan sebal Mona mengikuti langkah Banny dengan perasaan yang mulai dongkol dengan sikap dinginnya sang Bos.
Namun Mona sedikit merasa senang tatkala mencium aroma aroma kecemburuan yang ia rasakan ketika Banny melihatnya ia sedang memandangi Zeanu.
Entahlah Mona merasakan hal yang berbeda dari reaksi wajah sang Bosnya ketika Zeanu berada bersamanya.
*********
MONA terdiam menatap keluar jendela mobil lamunanya panjang tak terpikirkan jika kisah ini akan berbuntut panjang dalam hidupnya.
Banny sang Bosnya terus bersandiwara mengaku sebagai kekasih dan tunangannya.
Banny sekilas memperhatikan raut wajah Mona yang mulai terlihat murung.
" Mona." Panggil Banny dengan pelan
Mona menoleh ia menatap Banny tanpa bicara.
" Makasih." Ucap Banny singkat.
" Atas apa pak ?" Tanya Mona dengan ekspresi wajah heran.
Banny menoleh Mona yang menatap dengan wajah lugu dan polos.
Banny menggeleng entah kenapa ia merasa begitu nyaman di samping Mona walaupun hanya sekedar duduk berdua entah kenapa perasaan itu tiba tiba membuncah dalam dadanya rasa sebal itu merubah mendadak menjadi suka.
Banny kembali merasakan debaran demi debaran yang kian menggoncang jantung hatinya.
" Makasih atas apa pak ?" Lagi lagi Mona bertanya dengan menatapnya polos.
" Lupakan !!" Balas Banny dengan ekspresi datar.spontan Mona mendadak memoyongkan bibir mungilnya lebih maju beberapa senti.
Sejenak hening mereka larut dalam pikirannya masing masing,mencoba merasakan perasaan yang membuncah dalam hatinya mereka.
Mona hanya terlihat meremas remaskan jari jari tagannya dengan gelisah sedangkan Banny fokus dengan kemudinya.
*******
__ADS_1
Bersambung.