
BANNY masih memandangi secangkir coffe di hadapannya dengan tagan kirinya menopang dagu menatap bingung.
Sejujurnya dirinya memang mulai ada perasaan tak bisa ia pungkiri lagi terhadap sekertarisnya itu,namun entah kenapa rasanya sulit sekali ia mengakui hal itu.
Permasalahan ini sudah jelas ia bakalan memiliki seorang Mona walaupun pelantara lewat sandiwaranya tesebut,tapi entah kenapa sepertinya ia butuh proses untuk menyakinkan perasaannya itu.
" Rupanya lo disini gue tadi udah punya feeling lo pasti bakal ada di tempat ini karena gue telpon lo gak angkat angkat gue tanya sekertaris lo dia gak tau juga lo kemana." Ucap Zeanu menghampiri Banny yang duduk seorang diri di sudut ruangan caffe.
" Ada apa see ? Lo mau ngomong apa sama gue ? kanya penting banget." Ucap Zeanu seraya menarik kursi dan duduk di hadapan Banny yang masih terlihat galau.
Banny menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan menghela napas panjang pandangannya di alihkan ke wajah Zeanu yang sedang menanti jawaban darinya dengan menatap tak berselera.
" Bicara Boy jika ada problem ?" Tanya Zeanu menatap santai ke arah Banny yang mulai terlihat gelisan.
" Gue akan melamar Mona !!" Ucap Banny Tandas tanpa basa basi lagi.
Sontak Zeanu terperanjat mendengar ucapan Banny lalu ia menatap tajam ke dalam wajah Banny yang tanpa ekspresi.
" What's ??, Gue gak salah dengar ?" Tanya Zeanu yang masih dalam keterkejutannya mencoba memperjelas pendengarannya.
" Atas dasar apa lo ngelamar Mona ?" Tanya Zeanu menatap penasaran searaya menegakan posisi duduknya.
Banny terdiam dia menatap jauh ke luaran caffe sana membagikan semua pandangannya kepelosok luaran sana. Zeanu masih menunggunya dengan perasaan tidak menentu kenapa tidak dia pun memiliki perasaan yang sama terhadap Mona dan kini ia mendengar dengan jelas sahabatnya akan melamar wanita incarannya itu secara mendadak hal ini merupakan pukulan berat baginya.
" Lo masih ingat ?Gue pernah cerita kalo gue akan di jodohkan sama bokap gue ?"
" Yap !" Balas Zeanu singkat.
" Ternyata perempuan yang akan di jodohkan sama gue itu adalah Mona." Jelas Banny dengan suara gamang.
" APA !!! SERIUS ??" Tanya Zeanu menatap syok.
Banny mengangguk dengan pasti wajahnya terlihat tanpa ekspresi,tak lama mengaduk kembali secangkir kopinya yang sudah mulai dingin karena terlalu lama di diamkan.
(Kopi aja bisa dingin apa lagi hati.......ckckkck....)
Sedangkan Zeanu masih menatap dalam ke wajah sahabatnya itu yang dilema,lalu tak berapa lama ia menarik napas seraya ikut melempar pandangannya keluaran sana.
Sekiranya kabar dari sahabatnya tersebut memupuskan harapan untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Mona yang selama ini di pendamnya.
" Lalu perasaan lo ?" Tanya Zeanu menatap kembali Banny yang masih terlihat masih bingung.
__ADS_1
" Gue Terima lamaran ini tapi hanya untuk sandiwara." Tungkas Banny dengan pelan.
" Sandiwara ?" Sela Zeanu terhenyak.
" Ya,dan gue lakukan semua ini hanya agar bokap gue bahagia." Ucap Banny datar.
Zeanu menghela menatap frustasi ke arah sahabatnya itu,rasanya hatinya tidak bisa menerima jika Banny melamar Mona hanya untuk sandiwara belaka.
Zeanu masih terdiam tidak serta merta menimpali ucapan sahabatnya itu, ia sendiri pun sibuk dengan perasaanya yang mulai berkecambuk di benaknya.
Banny menatap ke arah wajah sahabatnya itu yang masih terdiam dan tidak merespon apa yang dikatakannya tersebut.
" Zean ! Kok lo diam saja ?" Tanya nya menatap heran sahabat baiknya tersebut.
Zeanu menatap Banny dengan tatapan datar ingin rasanya ia mengatakan apa yang menjadi perasaannya selama ini terhadap Mona namun semua itu hanya percuma saja,ketika ia mendengar penuturan sahabatnya itu.
" Gue keberatan jika Mona hanya di jadikan sandiwara saja oleh lo,dan itu demi kebahagiaan semata bokap lo ?" Ucap Zeanu tandas.
Banny melirik tajam ke arah sahabatnya itu yang pandangannya tetap menatap keluaran sana.
" Kenapa keberatan ?? " Tanya nya dengan mengernyitkan kedua alisnya.
" Kenapa lo begitu peduli dengan Mona ?" Tanya Banny menatap curiga.
" Gue peduli karena gue sayang dia." Ucap Zeanu tegas, jujur saja akhirnya ia bisa mengatakan apa yang selama ini ia rasakan terhadap sekertaris sahabatnya tersebut, dan kali ini adalah moment yang paling pas untuk mengatakan hal itu dengan tidak mau banyak alasan lagi ia berkata yang sejujur-jujurnya bagaimana perasaan dia terhadap sekertaris sahabatnya itu.
Sontak Banny menolehkan kepalanya dengan cepat di tatapnya dalam-dalam raut wajah sahabatnya itu dengan tatapan tajam.
" Jadi selama ini lo suka dia ?" Tanya Banny sedikit gusar.
Zeanu terdiam membungkam perasaanya.
" Sudah gue duga." Sela Banny dengan tersenyum sinis.
" Heemmm,buat gue mencintai seseorang itu hal yang simpel bisa nerima kekurangan dan kelebihan itu akan mempermudahan perasaan kita.Ketimbang harus mencari yang sosok yang lebih sempurna tapi kenyataannya itu tak pernah ada." Jelas Zeanu dengan bernada sindiran kata- katanya meluncur begitu saja dengan tanpa beban.
Sontak itu membuat wajah Banny memerah atas pernyataan dari sahabatnya itu yang di rasa menyindirnya secara tidak langsung.
" Hemm ! elo sedang menyindir ??" Balas Banny menoleh kaku Zeanu.
" Tidak juga ! Ini fakta." Jawab Zeanu tersenyum tawar ke arah sahabatnya itu yang tengah menatapnya dengan perasaan sinis.
__ADS_1
" Gue tau arah pembicaraan lo kemana ?" Ucap Banny seraya membuang muka jauh.
" Etss gue gak ada nyindir seorang pun,dan gue hanya membicarakan apa yang menjadi frinsip gue." Ucap Zeanu seraya tersenyum tipis ke arah sahabatnya itu yang mulai tak nyaman dengan alur pembicaraanya tersebut.
" Gue tau.Selama ini gue belum bisa melupakan Kinaya tapi setidaknya setelah kehadiran Mona gua perlahan-lahan bisa melakukan hal yang lain." Ucap Banny mentap lurus ke arah secangkir kopi yang ada di hadapannya tersebut.
Zeanu menggeserkan bola matanya lalu menatap penuh ancaman ke arah sahabatnya itu yang mulai mengatakan apa yang menjadi perasaannya selama ini terhadap Mona dan kata-katanya itu seolah-olah memberi tahu secara tidak langsung bagaimana perasaanya terhadap gadis itu.
" Jadi ??" Tanya Zeanu menggantung, tiba-tiba saja dadanya terasa penuh hingga sesak atas pernyataan sahabatnya tersebut.
" Lo tau ?Kenapa gue terima perjodohan ini karena gue...." Ucapan Banny menggantung dan dengan sengaja ia menahan kata-katanya supaya Zeanu lebih penasaran terhadapnya,lalu dengan perasaan enggan mendengar Zeanu menoleh ke arah Banny yang tengah memastikan jika sahabatnya itu menyimak penuh ucapannya itu.
Zeanu mengangkat dagunya dengan perasaan semakin resah,sepertinya apa yang akan di katakan sahabatnya itu terasa membuat ia semakin tak karuan.
" Karena gue mulai menyukai perempuan itu. " Ucap Banny dengan jelas dan singkat.
" SHiiiiiitttt!!!" Zeanu terdengar berdesis kesal seraya membuang jauh pandangannya dan seketika bibirnya terkatup rapat.Sekilas Banny melihat jelas ekspresi marah wajah sahabatnya itu ,ya Zeanu kecewa sekaligus cemburu mendengar pernyataan tersebut.
" Dan kata-kata lo benar. Jika kita bisa menerima kekurangan seseorang maka perasaan kita akan terasa mudah,well selama ini perasaan itu akan mengalir begitu saja." Jelas Banny dengan santai dan tersenyum penuh arti ke arah Zeanu.
Zeanu hanya tersenyum datar seraya menggeleng pelan senyumanya penuh dengan kekecewaan.Ada yang sakit namun tidak berdarah ada yang sesak namun bukan penyakit asma dan itulah kiranya perasaan yang sedang ia rasakan saat ini.
" Sorry Boy,gue jujur atas perasaan gue pribadi." Ucap Banny melirik Zeanu yang masih terlihat menahan kekecewannya,ya sekilas dirinya dapat menangkap nyata ekspersi wajah sahahatanya itu,walaupun tidak di perlihatkan secara langsung namun Banny yakin jika raut wajah sahabatnya itu terlihat jelas sedang kecewa, lalu tak lama Banny pun kembali memandangi secangkir kopi yang semakin dingin tersebut dengan tersenyum puas.
" Elo gak lagi bikin gue jelause kan ?" Tanya Zeanu menyoroti sahabatnya itu.
" Gue pastikan lagi jika perasaan gue ini mulai tertuju ke padanya." Jelas Banny dengan penuh penekanan.
Zeanu hanya menarik napas ia mencoba mengusir perasaanya yang bergelut di hatinya.Zeanu paham betul akan watak seorang Banny yang tak pernah bisa main-main dengan perasaanya,dan kali ini pun sepertinya apa yang di ucapkannya bukan hanya sekedar ingin membuatnya cemburu melainkan perasaanya Banny memang telah tertuju kepada sosok seorang Mona perempuan yang telah di incarnya selama ini.Padahal Zeanu ingin bermaksud menyatakan perasaanya sebelum akhirnya Banny meminta Mona untuk datang ke kediamannya beberapa hari yang lalu, namun keinginan itu pun urung terlaksana.
Harapan itu kandas dan kini ia harus mendengar langsung perkataan sahabatnya yang mulai membuka hatinya untuk perempuan yang sama-sama mereka cintai.
Zeanu menatap pasrah ke arah luaran sana lalu matanya bergeser ke arah Banny yang sedang menatap panjang pandangannya.
" Hmmm sulit rasanya bila gue harus merelakan begitu saja perempuan yang sedang gue incar." Ucapnya dengan tanpa beban,Banny menoleh lalu tersenyum hambar.
" Zean gue harap ini bukan lah sebuah persaingan,karena dari awal gue udah di jodohkan hanya saja gue gak tahu jika perempuan yang akan di jodohkan itu adalah Mona.Dan selama ini gue sudah merasakan hal yang berbeda dengan perempuan itu cuman gue masih merasa tengsin serta gue masih belum bisa move on.Tapi sekarang gue merasa yakin jika masa lalu itu hanyalah sebuah kehidupan yang telah berlalu dan perasaan ini adalah masa depan gue." Jelas Banny pelan namun kata-katanya mampu menyakitkan perasaan sahabatnya.
Zeanu mengangguk pelan pertanda dirinya mengerti dengan apa yang di sampaikan sahabatnya tersebut.
" Jangan lo buat dia kecewa !Karena gue yakin Mona adalah perempuan baik-baik.Dan hal yang paling gue suka darinya,dia adalah sosok perempuan yang sangat Mandiri dia selalu bersikap apa adanya." Ucap Zeanu dengan tersenyum hambar ia mencoba untuk melepaskan perasaanya dengan iklas, bukannya tidak mau memperjuangkannya namun ia sadar jika dirinya sedang bersaing dengan sahabatnya sendiri yang tau pasti akan watak dan kepribadian seorang Banny.
__ADS_1