CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 56


__ADS_3

KEDUA sahabat Mona yaitu Amel dan Tamara terlihat gusar menanti kehadiran Mona yang rupanya belum muncul juga di hadapan mereka padahal jam istirahat sudah dimulai beberapa menit yang lalu.


" Gue kok gak yakin tuh anak bakalan kesini." Gerutu Amel yang terlihat bosan menunggu.


" Bentar lagi Mel,Sabar kenapa ?" Balas Tamara yang asyik merapihkan Poni pendeknya dan sementara satu tangannya lagi asik mengaduk-ngaduk kuah baso kesukaannya.


" Tam.Ini udah 10 menit lewat tapi dia belum nongol juga, Tar kita lagi enak enak cerita keburu abis lagi jam makan siangnya." Sela Amel terlihat gusar.


Tak lama kemudian Mona terlihat berlari kecil ke arah mereka berdua.


" Beb sorry gue telat !" Ucap Mona dengan cepat menghampiri kedua sahabatnya lalu menarik kursi yang ada di hadapan mereka.


Mona menatap Ke arah Amel dilihatnya ia memasang wajah merengut ke arah Mona dan bibirnya tebalnya ikut serta lebih maju lima centi.


" Kenapa Mel ? Kok pasang muka asem gitu kaya buah mangga yang siap di rujak ?." Tanya Mona sambil terkekeh.


" Lo kemana aja ?Gak liat jam makan siang sudah lewat 15 menit lo belum nongol juga,Gimana lo mau cerita panjang lebar jika waktunya mepet gini." Jawan Amel dengan sengit.


" Sory Sory beb !!Tadi gue di suruh bikinin kopi dulu sama bos." Balas Mona seraya meletakan Gawainya di meja.


" Haaah lo di suruh bikinin kopi ???Lo sebenarnya sekertaris apa OB see kok di suruh bikinin kopi ?Kagak salah tuh pak Banny nyuruh lo." Sela Amel dengan nada tinggi.


" Jabatan lo sekarang udah merangkap ya ??" Sela Tamara melirik Mona dengan polos.


" Pak Banny akhir-akhir ini emang makin aneh sikapnya sama gue!Apa-apa gue yang di minta buat ini lah itulah,Heran." Jawab Mona dengan memasang wajah frustasi.


" Cie...cie..." Goda Tamara dengan tersenyum.Lalu Tamara dan Amel saling melirik dengan penuh arti dan merekapun menatap penuh penasaran ke arah Mona yang tengah kebingungan.


" Mon.Lo serius mau di lamar Boskul ?" Tanya Amel dengan suara lirih.


" UHuUKKKK.....!!!" Sontak Tamara terbatuk batuk matanya melotot lebar sementara mulut munggilnya membulat membentuk hurup o,Baso yang barus saja ia suapkan kemulutnya tertahan di dalam nyaris baso itu melompat keluar kembali dengan lincar dari dalam mulutnya itu.


Lalu dengan sekuat tenaga ia pun berusaha untuk mengunyahnya agar baso itu bisa tertelan dengan sempurna,Dan rupanya ia merasa sayang juga jika harus di buang begitu saja dari mulutnya itu.


" APA !!!" Pekik Tamara terkejut bukan main ia menyeka mulutnya yang blepotan terkena kuah basonya itu.


" Lo pelan-pelan Tam." Sela Mona dengan menatap lucu ke arah Tamara yang syok ruapanya setelah mendengar dirinya akan di lamar oleh sang Bos besar.


" Gue rasa ni baso berubah menjadi batu gue kunyah susah kali gue kunyahh Mel." Sela Tamara seraya mengelap keringatnya yang membasahi dahinya.


" Untung aja lo gak keselek baso Tam.Tar bisa bisa lo Viral lagi kan gak lucu.Gara-gara denger kabar si Mona mau di lamar Boskul lo ketelen baso..Hee..hee.." Ucap Amel dengan terkekeh geli melihat sikap lucu Tamara yang selalu mengundang tawa.


" Mel.Emang bener si Mona mau di lamar pak Banny ?" Tanya lagi Tamara menatap serius Amel.

__ADS_1


Mona dan Amel saling bertatapan sementara Mona hanya mengangkat tinggi kedua bahunya.


" Ini yang mau gue pertanyakan sama Mona Tam,Gue aja kaga percaya tujuh turunan jika benar pak Banny mau ngelamar dia. "


" Lo bukannya ikut seneng sahabatanya di lamar bos malah kagak percaya tujuh turunan lagi.Payah !!!" Guman Mona mendelilak ke arah Amel yang terlihat cengengesan.


" Gue tuh bukannya gak mau percaya Mon,Tapi gue tau selera bos kita." Ucap Amel setengah berbisik.


" Emang si Mona gak layak buat tuh Boskul?" Tanya Tamara menatap Amel dengan polos.


" Hmmm..., Layak see.Tapi suer gue masih enggak percaya jika lo di lamar Bos." Ucap Amel menatap tajam Mona.


Mona terdiam membagikan tatapan kearah kedua sahabtanya dengan gamang.


" Jadi perjodohan ini benar benar akan berujung di pelaminan Mon ?" Tanya Amel dengan sorot mata yang dalam.


Lagi-lagi Mona hanya terdiam ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Amel.


" Perjodohan ini yakin akan membuat lo bahagia ?" Tanya lagi Amel kian berat nada suaranya.


" Entahlah Mel.Gue sendiri aja masih bingung dengan permasalahan ini." Balas Mona dengan tertunduk.


Tamara dan Amel saling bertatapan satu sama lain mereka tidak menyangka jika putra tunggal dari pemilik perusahaan yang mereka tempati itu akan benar-benar melamar Mona sahabat mereka.


" Tapikan lamaran pak Banny itu hanya sandiwara saja kan karena dia melakukan semua ini agar bokapnya bahagia saja bukan karena kehendaknya dia sendiri Mon. ?" Ucap Amel dengan penuh penekanan.


" Mel..,Namanya di lamar Bos siapa yang mau nolak ?,Gue aja kalo pak Wiguna ngejodohin ke gue gak akan nolak juga ." Sela Tamara dengan penuh percaya diri.


Amel mendilak kesal ke arah Tamara yang sedang asyik membetulkan kembali poni pendeknya itu.


" Mau sampai kapan sandiwara ini ?" Tanya Amel dengan sorot mata yang cemas.Rupanya dia sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.Ia takut jika Mona hanya akan di manfaatkan saja oleh sang Bos demi membuat bahagia papahnya saja.


Mona menarik napas panjang rupanya dirasa cukup berat beban yang di rasa olehnya jika ia harus terus bersandiwara demi kebahagiaan Pak Wiguna selaku orang tua dari sang Bosnya itu.


" Tapi kalo lo ngerasa nyaman gak papa Mon gue akan selalu dukug lo ko." Usul Tamara dengan menggerak gerakan alisnya naik turun.


" Bukan gitu Tam,Lo mau melihat sahabat kita ini makan ati apa gara gara lamaran ini,Syukur syukur pak Banny perlahan-lahan suka sama Mona.Kalo enggak buat apa hubungan ini Tam." Balas Amel dengan sedikit sengit nada bicara ke arah Tamara.


Jelas saja Amel sangat takut jika Mona akan menderita akbita dari perjodohan ini dan ia pun tidak ingin melihat sahabatnya itu hanya di jadikan alat demi kebahagian sang Bosnya saja.


" Yaa...,Kan kata lo dulu Trisno jalaran kulinerr..." Celoteh Tamara dengan gaya polosnya itu.


" KULINO TAMARA !!" Ucap Amel dengan sewot ia mulai menahan emosi ketika melihat sikap poloasnya Tamara yang tidak tahu situasi dan keadaan ketika sedang serius.

__ADS_1


" Yaa itulahh...,Kulino ke kulina ke sabodo teuing," Guman Tamara menggerutu sendiri.


" Mon.Gue yakin perjodohan ini akan berujung di pelaminan,Sebentar lagi lo akan di lamar dan nantinya lo pasti di nikahin sama bos kita itu,Lo udah siap ngejalanin hidup bareng orang yang sama sekali gak cinta sama lo ?" Tanya Amel dengan menatap begitu dalam ke wajah Mona yang kebingungan.


" Terus apa yang harus gue lakukan ?,Sudah tau kan gimana ceritanya kalo gue nolak perjodohan ini,Tentunya pak Wiguna akan sangat kecewa sama gue dan gue juga harus siap siap akan di jodohkan balik oleh nenek gue.Sebenarnya see keduanya juga bukan pilihan Mel,Cuman jika gue nerima perjodohan dari pak Wiguna seengganya gue akan hidup bareng orang yang gue kenal sebelumnya,Tapi jika gue nerima perjodohan nenek gue,Maka gue akan hidup dengan orang yang sama sekali enggak gue kenal.Kebanyangkan gimana nantinya gue jika hal itu terjadi dan pastinya gue akan makan ati." Jelas Mona dengan menatap serius Amel.


" Iya juga sii !" Balas Amel mengiyakan kata-kata yang telah di ucapkan Mona dengan pasrah.


" Apapun makanannya yang penting minumnya tel botol sosro." Celoteh lagi Tamara dengan tersenyum tanpa dosa ke arah Mona dan Amel.


Mona dan Amel saling melirik bersamaan mereka rupanya mulai kesal mendengar celotehannya Tamara yang selalu mengundang tawa plus kekesalannya mereka.


" TAM !!, Lo pernah melihat sendok melayang gak ?" Tanya Amel dengan geram bibirnya tebalnya itu di rapatkannya kuat-kuat ia terlihat sedang menahan kejengkelannya atas ulah Tamara yang sangat polos itu.


" Hee...hee...,Peace !!" Pekik Tamara terlihat nyengir kuda yang memperlihatkan barisan gigi-giginya yang bersih dah rapih.


" Tapi Kalian tahu ?Ada hal yang lebih menyulitkan lagi dari sebuah lamaran ini ?" Sela Mona mengalihkan pembicaraannya.


" Soal apa ?" Tanya Amel mengalihkan pandangannya ke arah Mona.


" Hmm...,Diam-diam ternyata gue suka sama Zeanu." Ucapnya singkat.


" APA ???" Seru Amel dan Tamara secara bersamaan.


Lalu keduanya saling bertatapan tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


" Lo suka cowok si tampa nama juga ?" Tanya Amel dengan melongo.


" Hmmm,Sekalinya lo kebuka tuh hati maruk juga loh,Mau dua-duanya." Balas Tamara dengan kesal.


" Entah kenapa gue jika berada dengan Zeanu selalu nyaman Mel,Tam." Jelas Mona dengan menatap haru kedua sahabatnya.Sementara itu Amel hanya menanggapinya dengan ekspresi datar dan Tamara hanya menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.


" Lo paham Tam ?" Tanya Amel melirik Tamara di sampingnya.


" Paham lah !" Jawab Tamara dengan merengut.


" Jadi perasaan lo sebenernya suka sama si cowok tanpa nama itu ?"


" Zeanu Mel,Lo masih aja nyebut Zeanu dengan sebutan nama itu." Sela Mona terdengar kesal.


" Ya Sory-sory." Ucap Amel segera meminta maaf.


" Perasaan lo 50:50 dong antara boskul dan Zeanu.?" Tanya Amel menatap tajam Mona.

__ADS_1


" Entahlah !!" Jawab Mona menggantung.


Amel dan Tamara hanya saling menarik napas panjang mereka ikut merasakan apa yang sedang di rasakan oleh Mona.Cukup rumit memang jika terjebak dalam satu cinta dua hati.


__ADS_2