
MONA Menghempaskan badannya ke kursi yang berada di samping Amel dan Tamara mereka sudah menunggunya beberapa menit yang lalu,
Wajah Mona terlihat sangat suntuk.
" Mon lo tuh kalo datang kagak ada permisi permisinya."Ucap Amel dengan sedikit terkejut dengan kehadiran Mona yang secara tiba tiba.
" Kirain lo gak jadi dateng ?" Tambah Amel menoleh ke wajah Mona yang terlihat di tekuk.
" Bete gue punya Bos." Ucap Mona dengan mengerucutkan bibir mungilnya.
" Lo kenapa lagi see beb ?"Tanya Amel menoleh ke arah Mona.
" Gue kesel banget Mel sumpah !Gue kan di ajak kepestanya pak Banny,Terus kata Pak Banny gue jangan malu maluin dia dengan penampilan gue nanti." Ucap Mona dengan raut wajah terlihat sangat sebal.
Amel dan Tamara saling melempar pandangan dengan penuh Tanya saat Mona menceritakan kekesalannya.
" Apa lo di ajak ke pesta sama Boskul ?" Seru Amel dengan tak percaya.
" Bentar deh Mel,gue cerna dulu omongan lo. Seriusan lo di ajak ke pesta sama pak Banny ?" Tanya lagi Tamara dengan mata melotot ke arah Mona dan Mona mengangguk kecil dengan membagikan pandanganya ke arah Tamara dan Amel dengan seksama.
" Mel !!" Panggil Tamara dengan menyunggingkan senyuman yang penuh arti ke arah Mona.
" Kenapa loh ?"Tanya Mona sedikit sengit setelah melihat ekspresi kedua sahabatnya yang berubah girang.
" Hee Hee..,Gue ko agak agak sedikit curiga ni ama boskul kita."Ucap Tamara dengan mengedipkan matanya ke arah Amel dengan isyarat.Amel pun terkekeh dengan penuh arti seakan akan dia paham dengan apa yang di isyaratkan oleh Tamara kepadanya.
" Maksud lo berdua apa see ?" Tanya Mona dengan menatap aneh Tamara dan Amel secara bergantian.
" Ehem..ehem..!!" dehem Amel dengan sikap geli.
" Gue rasa udah mulai ada udang di balik bakwan Tam." Sela lagi Amel dengan menahan tawanya.
" Lo berdua jangan berpikiran yang enggak enggak dehh,Gue cuman di suruh nemenin Bos doank kok gak lebih." sergah Mona dengan wajah semakin kecut.
" Ada lebihnya juga gak papa kok,Yak kan Mel." Ucap Tamara menggodanya.
" Apaan see kalian?,Gue mikir juga kali tu Bos mana mau ama gue,Lo berdua halu banget deh."Ucap Mona tiba tiba raut wajahnya berubah merona menahan malu.
" Hii...hii.. kenapa lo kok jadi pesimis gitu.Kalo jodoh kan gak ada yang tau." Sela Amel lagi menambahkan ucapannya.Mona semakin terlihat keki menatap kedua sahabatnya.
" Udah ah gak usah dibahas ,kalian weekend besok gak ada acarakan ?"Tanya Mona dengan menyambar minuman segar punya Amel ia berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Kita udah lama gak kumpul ni,yok di skejulin donk." Tambah Tamara dengan ceria.
" Lo berdua ada acara gak ? Tar tiba tiba lo berdua ngebatalin acara lagi gue lagi yang jadi korban php lo berdua" Balas Mona dengan mencomot makanan punya Tamara.
" Gue atur.Lagian Bian lagi ada kerjaan tuh keluar kota jadi gue see ayuk ayuk aja." Balas Tamara dengan mengangguk ngangguk semangat.
" Apa lagi gue.. LDRan mana bisa weekend bareng."Tambah lagi Amel dengan raut wajah datar.
" Bener yaa lo berdua gak ada acara ?" Tanya Mona dengan wajah serius.
" Serius." Jawab Amel dan Tamara kompak.
" Ok di tempat biasa." Ucap Mona dengan perasaan senang.
" Ehh by the way lo serius mau di ajak Bos ke pesta?,Gue masih penasaran nih" Tanya Amel mengalihkan pembicaraan lagi.
" Kenapa see bahas itu lagi ?"
" Gue dengernya agak sedikit curiga Mon,kok tumben tumbenan gituu Bos ke pesta bawa bawa sekertaris emang di tempat pesta ada kerjaan penting juga kali yaa ?" Sela Amel dengn penuh penasaran
" Terus emang ada pekerjaan di sana buat lo ? itu kan di luar masalah pekerjaan lo kalau setau gue ?" jelas lagi Amel dengan penuh selidik.
__ADS_1
" Memang waktu si Manda jadi sekertaris dia suka di ajak ajak kepesta juga gak ya ?" Tambah lagi Tamara menimpali.
Raut wajah Mona berubah tidak pasti ia memutar bola matanya melirik ke atas mencoba berpikir keras dengan perkataan Tamara dan dia pun ikut berpikir dengan apa yang telah di ucapakan kedua sahabatnya itu.Mona mencoba menerka nerka maksud dari tujuan sang Bosnya mengajak ia kepestanya.
" Tapi lo berdua benar juga see, apa si Manda pernah di ajak juga gak ya kepesta tu bos ?" balik Tanya Mona dengan menggigit kecil bibir bawahnya.
Amel dan Tamara saling berpandangan.
" Oia lo berdua tau gak ?, Pas gue jemput Nenek gue di bandara pak Benny masa ngaku ngaku pacar gue." Ucap Tamara dengan wajah serius.
" WHAATTT.....???" Sontak Amel dan Tamara berseru bersamaan dengan wajah benar benar terkejut.
" Gimana ceritanya lo bisa jemput nenek lo kebandara bareng pak Banny ?" Tanya Tamara dengan terkaget kaget.
" Gimana itu bisa terjadi Mon ?" Lagi lagi Tamara bertanya dengan tak sabar.
" Gue belom paham ! Lo bisa jelasinkan Mon ?" Tanya Amel dengan wajah penuh keterkejutan.
Mona menarik napas panjang ia mencoba menahan ketidak sabarannya untuk menceritakan tentang kejadian beberapa minggu yang lalu.
Mona dengan semangat menceritakan apa yang telah terjadi di anatara dia dengan sang Bosnya dan kenapa bisa ia menjemput sang nenek di antar sang bosnya.
Amel dan Tamara menyimak dengan penuh rasa tidak percaya.
" Sumpah itu semua bohong kan Mon !" Sela Tamara dengan tidak percaya.
" Lo gak percaya apa lagi gue.." Ucap Amel menimpali.
" Kalo lo berdua gak percaya tar pulang lo berdua kerumah gue. Dan tanya Nenek gue." Ucap Amel dengan wajah penuh keyakinan.
"Kok bisa yaa,Pak Banny ngaku ngaku pacar lo ?" sela Amel menatap tajam Mona sembari garuk garuk tak gatal.
" Itu semua di luar perkiraan gue,Gue gak nyangka juga tuh orang diem diem so soan ngaku ngaku pacar gue,Lah gue kan cuma sekertaris dia Mel,Tam." Jelas Mona sambil membenarkan tempat duduknya.
" Haa..Haa.. Gue rasa ini pertanda akan ada sesuatu antara pak Bos sama lo deh Mon." celetuk Amel dengan di iringi tawa yang renyah.
" Maksud lo ?" Mona menggeser bola matanya dengan melirik sinis Amel.
" Yaa Sepertinya Pak Bos itu mulai naksir ama lo."
" Gilaaa aja !!,Mana mungkin selevel dia naksir gue,Manda yang jelas jelas cantik aja doi lewatin apa lagi sekelas gue." ucap Mona dengan membuang jauh pandangannya dan mengunyam kembali makanannya dengan cepat.
" Cinta itu gak ada yang tau kapan datangnya dan kepada siapa hinggapnya. iyakaan Mel." Tamara menimpali.
" So tau loh.." Ucap Mona dengan wajah sengit.
Tapi tiba tiba saja raut wajah Mona berubah memerah entah perasaan apa yang telah hadir ke dalam hatinya tatkala ucapan Amel sedikit mengusik perasaannya.
" Cieee ada yang bengong..ehem..ehem.Pasti lagi mikirin." Sela Amel menggodanya.
" Apaan seeh." Ucap Mona tersipu malu.
Amel dan Tamara saling berpandangan dengan tatapan penuh arti.
" Gue yakin Bos ngajakin lo ke pesta ada maksud tertentu." Ucap Amel manatap pasti Mona.
Sontak membuat pipi Mona menjadi merah.
" Jangan bikin gue geer." Ucap Mona melirik kesal Amel yang tersenyum senyum menatapnya.
" Mon !!" Tiba tiba suara cukup berat memanggilnya dari arah belakang mereka Mona dan kedua sahabatnya menoleh ke arah suara yang menyapanya.
__ADS_1
Zeanu tersenyum manis menatap Mona dengan ramah.
Amel dan Tamara terlihat saling adu pandangan lagi dan mereka pun tersenyum senyum dengan menggoda ke arah Mona yang agak terkejut dengan kehadiran Zeanu.
" Zean.." Uca Mona dengan lirih.
" Loh kok lo belom pulang ?Bukannya tadi bareng sama Banny ?"
" Ehh iyaa! Tadi gue balik kantor lagi soalnya ada urusan sama mereka berdua ni" Ucap Mona seraya melirik Amel dan Tamara.
" Terus Banny ?"
" Pak Banny.Beliau langsung pulang.tapi kok lo masih disini ?"
" Iya tadi ada urusan penting juga.
" Mon kita duluan yaa !" Pamit Amel sambil melirik Tamara yang masih menyimak obrolan Mona dan Zeanu.
" Loh bukannya lo berdua mau jalan sama gue ?" Tanya Mona dengan heran setelah melihat sikap kedua sahabatnya yang ngertiin akan keadaan Mona.
" Nanti malam aja,Itu gampang." ucap Amel dengan memberi kode kedipan ke arah Tamara yang belom peka dengan kodenya.
" Gak jadi Mel ?" Tanya Tamara dengan wajah polos sepertinya kelemotannya Tamara mulai kambuh.
" Hadehh... Lo malah nanya lagi.Tar gue jelasin deh ayo kita pulang duluan aja !" Ajak Amel dengan setengah berbisik dan menarik paksa tangan Tamara yang masih asik menyuapkan cemilan kemulutnya.
" Tap...!" Sergah Tamara yang belom bisa paham dengan ajakan Amel.
" Lo peka napa ?Si Zeanu kayanya mau ngajak balik bareng Mona kita duluan aja." Bisik lagi Amel dengan wajah terlihat tidak enak ke arah Zeanu yang masih menatap aneh tingakah mereka.
" Sorry ya Pak Tanpa nama.Eh Pak Zen,Eh Pak Zeanu maaf !." Ucap Amel tiba tiba saja menjadi gugup tak karuan diapun mentup mulutnya dengan ekspresi wajah tidak enak.
" Mel !" Mona mendelik dengan bola mata yang makin membulat.
" Lupa gue." Bisik Amel dengan cengengesan.
" Ya udah gue pamit duluan yaa " Ucap Amel seraya menyeret Tamara yang masih terlihat kebingungan.
" Teman lo pada kenapa ?Ko ada gue langsung pada kabur ?" Tanya Zeanu yang masih heran melihat kedua sahabat Mona.
" Entah lah.mereka kadang kadang suka bersikap aneh." Balas Mona dengan wajah datar.
" Lo mau pulang ?"
" Iya.Tapi.."
" Gue anter ya ?" Ucap Zeanu dengan cepat seraya menatap manis Mona.
Mona terlihat kikuk dengan ajakan Zeanu lalu ia sejenak terdiam dengan menatap dalam Zeanu.
" Kenapa ?Lo gak mau gue anter ?" Tanya Zeanu dengan menanti jawaban dari mona.
" Hmm..Bukan gitu.Gak enak aja Zean hmm..,Takut ngerepotin lo." Ucap Mona dengan tersenyum tipis.
" Ko ngerepotin gue see.kan arah pulang kita searah Mon,Sekalian aja kita bareng." Ucap Zeanu dengan lembut.
Mona melipat bibirnya dalam dalam seraya menatap kesekeliling ruangan kantin itu ia memastikan keadaan benar benar aman dan tidak ada yang melihat keberadaannya dengan Zeanu.
" Gimana ?" Tanya lagi Zeanu dengan tak sabar.
" Ok !" Ucap Mona menggangguk pelan seraya tersenyum kaku.
Rasanya ia tak enak sekali menolak ajakan Zeanu yang ingin berbuat baik terhadapnya.
Zeanu berjalan di hadapan Mona yang mengikutinya dengan pelan walau ada perasaan risih dan cemas Mona berusaha untuk terlihat lebih tenang dan berpura baik baik saja.
Sesekali Mona memperhatikan fostur Zeanu yang terlihat sangat gagah.Tubuh tinggi serta atlentis disertai wajah yang teduh dan tenang membuat Mona mengaguminya dalam diam.
Hati kecilnya mengakui jika sosok Zeanu merupakan kriteria laki laki yang ia idam idamkan,Sikapnya yang ramah dan lembut serta perhatian tak ayal membuat ia merasa nyaman di dekatnya.
Berbeda halnya dengan Banny sang Bosnya yang jauh bertolak belakang dengan sikap dan kepribadian Zeanu.Mona mengulas senyuman manis seraya terus menatap pundak Zeanu yang terus melangkah di hadapannya.
*Bersambung
__ADS_1