CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 13~ Sekertaris baru 2


__ADS_3

 


~MONA berjalan dengan cepat menuju ruangannya dia memastikan hari ini tidak terlambat masuk kerja dilihatnya Amelia dan Tamara tengah gusar menantinya. 


" Mon dari mana aja see..?"Tanya Amelia dengan wajah sedikit gusar.


" Gue gak kesiangan kan ?,, "Tanya Mona dengan Menatap gantian ke arah Amelia dan Tamara dengan penuh tanya.


" Enggak sih.."Jawab Tamara yang masih di landa kekhawatiran.


" Lau Ada apa ?"Tanya Mona menatap wajah sahabatnya yang terlihat cemas.


 


" Barusan Bu Silvi nyuruh kita kumpul di ruang meeting ada rapat dadakan katanya." Jelas Amel setengah berbisik.


" Ada apa sih kok mendadak,Tumben tumbenan anggota di ajak meeting ??" Tanya Mona dengan masih membenarkan jas bajunya dengan memasang wajah penasaran.


" Mana gue tauu makanya kita nungguin lo dari tadi"Jawab Amelia terlihat cemas. 


" Jangan jangan gara gara masalah kerjaan kemaren lagi,,"Ucap Mona dengan sejenak berpikir.


" Kerjaan apaan ?Perasaan gue baik baik aja tu dengan pekerjaan gue." Sela Tamara dengan membenarkan poni pendeknya.


" Gue rasa pekerjaan gue juga baik baik saja.."Sela lagi Amel menambahkan.


" Oh ya Mel Tam,Gue kemaren ada keceplosan ngomong sama Pak Banny kalo selama ini yang ngerjain pekerjaan Manda adalah gue.."Bisik Mona terdengar sangat pelan.


" Waduh kok bisa ?"Ucap Tamara terlihat syok


" Teeruss ??"Sela Amelia dengan ikut terperangah.


" Maksudnya lo ngaduu ?"Tanya lagi Amelia dengan tak sabar.


" Sstt !!Jangan keras keras beb,Tar kedengeran orang gak enak."


" Iya tau. tapi lo enggak ngadu kan..?" Ucap Amelia dengan kembali mengulang pertanyaanya dengan suara pelan dan tidak sabar atas jawaban dari Mona.


 


" EHEMMM..." 


Tiba tiba suara berat Bu silvi mengejutkan mereka yang masih sibuk bicara dengan setengah berbisik bisik.


Bu silvi berdiri seraya memangku tangan dan menatap tajam Amel,Mona serta Tamara. 


" Kalian di suruh kumpul malah ngegosip,masih Pagi juga. Pak Banny sudah menunggu.."Uapnya dengan tegas.


 


Yaa Bu Silvi memang supervisor yang paling disiplin.Ternyata Ada yang lebih jutek dari seorang Manda Ia adalah sosok Bu silvi menjabat di bagian Supervisor mereka. Namun meskipun Bu silvi judes tapi ia tidak pernah mau ikut campur akan urusan pribadi orang lain,Termasuk staf staf bawahannya,Ia benar benar sosok yang sangat berprofesional dalam mengurusan pekerjaan usianya memang jauh lebih Tua di atas Mona dan kedua sahabatnya menjadikan bu Silvi di hormati dan di segani oleh anggota di timnya.


" Kalian kok malah bengong ?Ayokk..!"Ajak Bu silvi dengan menatap bulat ke arah Mona dan kedua sahabatnya.


" Iya Bu iya..!!"Ucap Amel dengan segera membubarkan diri dari obrolan pendeknya bersama Mona dan Tamara. 


************


MONA,Amel serta Tamara memilih duduk di satu deretan mereka saling memasang wajah yang penuh tanda tanya akan meeting dadakan ini.Beberapa staff sudah hadir dan menunggu sang Dikrektur datang.


Diantara beberapa staff masih ada yang terlihat berbisik bisik kecil,Entah apa yang sedang di bicarakannya.Yang pasti wajah wajah mereka menggambarkan kegelisahan yang sedikit menegangkan dan penasaran dengan Meeting dadakan yang di hadiri oleh seluruh staf kantornya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Banny muncul dari balik pintu dengan sikap yang berwibawa serta penuh karismatik yang tegas,Banny berjalan dengan angkuh pandangannya lurus tanpa bergeser sedikitpun.


Wajahnya yang kalem dan tegas menggambarkan garis wajah bak tebing tinggi yang berdiri kokoh,Sorot matanya tajam menatap satu persatu staff yang sudah duduk menantinya dengan wajah wajah kaku.


Suana tegang mencekam dalam ruangan meeting itu.Semua tatapan tertuju padanya.


Tidak ada sedikitpun garis senyum manis yang terpancar dari aura wajahnya.Semua staff yang hadir tidak terkecuali Mona melihatnya saja sudah merasa demam tinggi di buatnya.


Bu silvi duduk tidak jauh dari sang Direktur,Dia terlihat begitu sangat tegas dengan balutan baju jas serba bernuansa hitam dan Pak Wandi selaku menejer perusahann duduk tidak jauh dari Bu silvi.


 


" Pagi semua !"Sapa Banny dengan penuh wibawa.


" Pagi Pak..!!" Jawab para staff serentak.


" Ok saya akan langsung saja ke pokok pembahasan meeting pagi ini. "Ucapnya dengan duduk tegak.


" Untuk meteeng hari ini saya akan memberitahukan sesuatu hal mengenai pergantian Sekertaris baru.."Ucap Banny lugas tanpa basa basi lagi.Lalu ia membagikan tatapannya yang tajam ke seluruh m staff yang hadir dengan satu persatu.dan terakhir dia menatap ke arah Mona.


Mona langsung tertunduk dan berusaha mendamiakan persaannya yang sedang sibuk bertanya tanya.


 


Sejenak yang hadir di ruangan itu saling bertatapan satu sama lain,Meeting kali ini cukup mengejutkan bagi beberapa staf termasuk Mona dan kedua sahabatnya.


di dalam hati mereka bertanya tanya akan pergantian sekertaris baru yang terbilang sangat dadakan ini.


Mona dan kedua sahabatnya saling melempar pandangan satu sama lain,Mereka terlihat penasaran dengan adanya pergantian Sekertaris baru di perusahannya.


Lalu bebera staff yang lain juga nampak ikut serta saling menatap dengan berbagai perasaan.


 


Sontak seisi ruangan meeting terperanggah tidak percaya dengan apa yang telah di sampaikan sang Direktur perusahaannya,Tidak terkecuali Mona sendiri dia hampir saja terlonjak dari tempat duduknya.


Mona benar benar terkejut mendengar ucapan dari sang Bosnya yang tak lain sang Direktur di perusahaannya.


Mona masih menatap tak percaya dengan kedua tangannya menutup mulutnya lalu mata yang belonya semakin membulat.


Seisi ruangan di buatnya terkejut dengan pergntian sekertaris yang menganggkat Mona dari anggota Bu silvi malah di jadikan sang sekertaris.


kenapa harus Mona ? pertanyaan itu berseliweran di benak para staf yang hadir di ruangan meeting itu.


Tak terkecuali kedua sahabat Mona Amel dan Tamara menoleh dengan tak kalah terperangah mendengarnya. Perasaannya campur aduk menjadi satu antara bahagia dan terkejut.,Begitupun semua staf yang hadir di ruangan itu menatap dengan hal yang sama ke arah Mona.


Bu silvi pun tak luput dari rasa keterkejutnya Ia sebagai seorang kepala Divisi yang jelas jelas atasannya Mona merasa tidak ada konfirmasi atau rundingan sebelumnya dari Banny yang selalu Direktur memintanya untuk merekrut Mona sebagi Sekertarisnya yang akan menggantikan posisi Manda.


" Maaf pak Banny !Mohon intruksi .!"Sela Bu silvi dengan memandang tegas sang Bos Direktur.


" Silahkan..."Jawab Banny singkat


" Memangnya Manda sudah tidak di pekerjakan lagi ? atau mungkin Ia yang mengundurkan diri..?"Tanya Bu silvi dengan ragu.


" Saya mengangkat Sodari Mona untuk jadi Sekertaris di perusahaan saya atas dasar pertimbangan saya sendiri dan saya tidak perlu meminta pertimbangan siapapun.."Ucap Banny sambil mengetuk ngetuk jari telunjuknya ke meja dengan santai.


 


" Dan satu hal lagi yang harus kalian semua ketahui, Jangan sekali kali kalian melempar tanggung jawab kalian ke staf yang lain dalam masalah pekerjaan."Ucap Banny lantang seraya menatap tajam Mona serta Tora.


Tora tertunduk ia merasakan apa yang di katakan oleh Banny seolah-olah di tujukan ke pada dirinya.Tora merasa tersindir secara tak langsung oleh ucapan sang Direkturnya karna Ia merasa suka melakukan hal seperti itu dengan Manda.

__ADS_1


 


" Jika ada hal yang seperti ini di antara kalian semua, Maka saya tidak akan segan segan untuk memecatnya dengan tidak terhormat.."Ucap lagi Banny dengan lantang.


Tatapannya semakin tajam,Amel dan Tamara terlihat menatap puas ke arah Tora,Ada rasa yang telah di wakilkan lewat keputusan yang tegas dari sang Direktur.


Mereka menghela napas lega akhirnya kondisi yang sering di alami Mona bisa terungkap dan langsung diatasi oleh sang Direktur sendiri. 


" Bu Silvi tolong perhatikan kembali stafnya.agar bisa bekerja sama dengan baik dan profesional tanpa melempar begitu saja tanggung jawabnya masing masing,Semua di beri gaji atas pekerjaan bukan hanya sekedar makan gaji buta." Tambah lagi Banny menatap Bu silvi dengan tajam dan tegas.


" Baik pak.." jawab Bu Silvi menggangguk seraya menunduk hormat.Dia merasa telah kecolongan dengan tingkah beberapa stafnya termasuk Tora dan Bu Silvi hanya bisa terdiam mendengar segala penjelasan dari sang Direktur tentang kelalayannya.


" Kalian semua paham ?Dan saya mohon kinerjanya kalian dengan solid dan disiplin penuh."Ucapnya kembali dengan suara berat.


" Dan untuk kamu Mona.selamat atas kenaikan jabatan kamu sebagai Sekertaris baru saya !Semoga kamu dapat totalitas serta profesional dalam melaksanakan pekerjaannya."Ucap Banny menatap cukup dalam ke arah Mona, Mona tersenyum tipis seraya mengangguk pelan.


" Terimakasih atas kepercayaan bapak untuk saya.." ucap Mona dengan memanggut hormat.


 


~ Lima menit kemudian Meeting pun berakhir beberapa staff menyalami Mona dengan ceria tidak kecuali kedua sahabatnya mereka yang ikut bahagia melihat Mona bisa terpilih menjadi Sekertaris sang Bosnya.


Cita citanya yang selalu di umbarnya kepada kedua sahabtanya oleh Mona ketika Ia selalu di hadapkan dengan pertanyaan pertanyaan yang selalu menyudutkannya untuk kapan Menikah atau sekedar kapan punya pacaran?Dan jawabanya selalu " JIKA SUDAH JADI SEKERTARIS BOS GUA AKAN CARI JODOH GUE !!" Itulah yang selalu terlontar dari mulutnya.


Kali ini Cita cita itu menjadi sebuah kenyataan yang tak pernah terbayangkan olehnya dan secepat itu Ia mendapat mandat menjadi seorang Sekertaris dengan mudahnya.


Amelia berserta Tamara terlihat masih menemani Mona yang sedang merapihkan barang barangnya untuk pindah ke ruangan sang sekertaris.


" Mona akhirnya lo jadi sekertaris juga." Pekik Amel sembari merangkul erat Mona.


" Gue seneng banget dengernya harapan lo terkabul juga yaa,,, "Seru Tamara yang ikut merangkulnya juga.


" Gue bener bener gak percaya Mel, Tam.." Sela Mona tersenyum haru beberapa kali Ia nampak mengusap ngusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil berkaca kaca.


" Ciee...,Yang jadi Sekertaris Boskul ?" ledek Amel menggodanya.


" Luar biasa.." Hela Mona semeringah dengan raut wajah penuh kebahagiaan.


" Mel ada yang ingat gak tuh ?Kalo gue jadi sekertaris gue akan cari jodoh dah.."Ucap Tamara seraya membenarkan kembali Poni pendeknya.


" Ya ya ya ! gue ingat kira kira yang ngomong gitu masih ingat gak yahh ?" Tambah Amel dengan melirik kode ke arah Mona.


Mona terlihat mengerucutkan bibirnya dan melirik dengan tersipu malu ke arah Amel dan tamara.


" kalian masih ingat saja see..?"Tanya Mona dengan haru


" Gue tunggu janji lo.."Ucap Amel dengan yakin.


" Ya ya..yah !!Semoga saja ada jodohnya.."Sela Mona dengan tersenyum penuh arti.


" Mona. selamat ya...!" Ucap Tora menghampiri mona yang sedang merapihkan beberapa dokumen penting.


" Makasih ya Tor,gue harap kita bisa solid.Dan gue harap tidak ada lagi sikap saling mengadalkan karena kita butuh kerja samanya dan satu tim yang kuat."Jawab Mona dengan tulus ia sudah memaafkan perlakuan Tora yang kemarin kemarin Mona tidak ada rasa dendam sedikit pun terhadap Tora.


" Gue see gak ada niat buat ngerjain lo,Gue cuman kepakasa ngelakuain apa yang di minta Bu mandan Mon.."


" Gue paham kok dan gue juga udah ngelupainnya,Lo perbaiki lagi semuanya karna Pak Banny masih ngasih lo kesempatan untuk memperbaiki pekerjaan lo."


" Thanks yaa Mon !"Ucap Tora sambil menyalami Mona


Mona pun membalas salamannya dengan tersenyum manis.

__ADS_1


#bersambung #


__ADS_2