
BANNY menghentikan laju mobilnya dengan perlahan lahan lalu ia berhenti di pelataran rumah Mona.
Mona terdiam lalu perlahan lahan ia melepaskan seatbeltnya.
" Makasih pak."Ucap Mona pelan.
Banny terdiam hanya menatap semakin kaku ke arah Mona yang hendak membuka pintu mobilnya.
" Mona !!" Tiba tiba Banny menahannya dengan repleks
Monapun tertahan saat ia merasankan ada pegangan yang kuat di pergelangan tangannya.di lihatnya tangan Banny mencekalnya dengan kuat.
" Maafkan saya sudah melibatkan kamu dalam sandiwara ini." Ucap Banny dengan menatap tajam Mona.
Mona terdiam entah kenapa dia merasa tak mampu untuk berbicara hanya terpaku seraya menatap dalam ke arah wajah Banny.
Wajah tampan itu terlihat sangat menawan dengan sorot mata bak mata elang yang sorot matanya langsung menancap di ulu hati Mona.
" .........." Banny melipatkan bibirnya dengan perasaan gelisah ia terus memandang lekat ke dalam wajah Mona yang semakin menggodanya untuk menatapnya dengan lebih menggairahkan.
" Hmm,saya harap bapak bisa mengakhiri sandiwara ini secepatnya." Ucap Mona dengan tertunduk.
" Kenapa ?" Tanya Banny dengan menatap lembut Mona
" Hmm,sebelum semuanya terlambat pak,dan saya yakin kebohongan ini awal atau akhir pasti akan ketahuan keluarga kita pak."
Ucap Mona dengan tak kuasa menatap wajah Banny yang kian mendekat ke arahnya.
" Hmmm...." Banny terdiam namun tatapannya kian dalam kewajahMona.entah kenapa rasa itu menuntunya untuk terus mendekat lagi kewajah Mona. Wajah cantiknya Mona membuatnya semakin menangtang adrenalinnya dan menggoda untuk terus mendekat lagi.
Keluguan yang ada pada diri Mona menghipnotis perasaannya.
Mona mendongkak dan memberanikan diri untuk menatap wajah Banny yang masih menatapnya dengan tatapan tak biasa.Mona semakin serbasalah setelah Banny kian terus mendekatkan wajahnya.
Jantungnya berdetak cepat lebih bak genderang yang mau perang dan hatinya berdebar lebih cepat dari yang biasanya Keringat dingin tiba tiba membasahi sekujur tubuhnya ingin rasanya ia menghilang dari hadapan Banny dalam sekejap.
__ADS_1
Hal ini adalah hal pertama kalinya ia rasakan berada dekat dengan wajah seseorang yang siap siap akan ******* habis bibir mungilnya itu. Tatapan itu semakin mengarah ke bibirnya yang merah merona dan desahan napas ity mulai terasa hangat menyapu wajahnya.
Mona tersadar akan posisi itu ketika di rasakannya ada yang berubah dari sikap Banny kepadanya. setidaknya ini memancing pikiran nakalnya untuk menanti pergerakan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Wajah tampan itu kian mendekat menatap semakin dalam tatapan yang kaku itu berubah lebih teduh namun menggairahkan sesekali Banny menatap ke arah bibir mungil Mona dan kembali menatap matanya Mona yang semakin memancing keliarannya.
Mona tersadar saat tangan Banny meremas jari jemarinya dengan lembut.ditariknya perlahan lahan tangannya dan menarik mundur wajahnya dari hadapan Banny.
" Maaf !!" Ucap Mona pelan seraya membuang muka.
Banny menarik napas saat Mona mengalihkan wajahnya lalu ia menarik badannya untuk duduk di posisi semula.
" Saya masuk dulu pak." Ucap Mona dengan cepat ia membuka pintu mobilnya Banny lalu tak lama ia pun segera keluar.
Banny memejamkan matanya seraya menyenderkan kepalanya di jok mobilnya dengan perasaan kecewa.
Entah kegilaan apa yang sudah ia lakukan,dan entah dorongan apa yang menyebabkan ia berani melakukan hal itu kepada sekertarisnya.
Padahal ia sadar Ia sudah lama mengunci perasaannya kepada seorang wanita namun berbeda dengan malam ini entah di sadari atau tidak ia berniat akan melakukan hal nakal di luar akal sehatnya.
Cinta itu aneh dan Cinta itu selalu penuh dengan kejutan sehingga perasaanya dengan mudahnya di kuasi kembali dengan begitu saja oleh perasaan Cinta.
.....................
MONA menghempaskan tubuhnya di kasur empuknya wajahnya menatap panjang ke langit kamarnya.
Sulit untuk di lukiskan sebuah perasaanya yang sedang ia rasakan saat ini olehnya.
Tatapan Banny tadi telah mengusik ketenangan hatinya dan sikap Banny tadi telah meluluhlantakan kerasnya perasaan yang di pegang tegus selama ini.dan kejadian ini sama sekali belum pernah ia rasakan kepada pria manapun.
Ada kagum terhadap Zeanu tapi tak sehebat perasaan ini kepada sang atasannya yaitu Banny.
Pernah ada suka terhadap seorang pria tapi tak sesuka ini bayangan wajah tampan Banny tiba tiba berputar putar mengelilingi isi kepalanya.
Mona memejamkan matanya dengan frustasi ia menutup wajahnya dengan bantal empuknya betapa tertekannya ia dengan perasaannya sendiri.
__ADS_1
Mona merasakan kejadian yang barusan ia alami membekas di dalam hatinya.Tatapan itu,Desahan itu begitu membekas erat dalam ingatannya.Mona semakin frustasi di buatnya ia mencoba menghilangan bayangan kejadian yang telah terjadi kepadanya namun sia sia saja.
Mungkin Seandainya dia tadi tidak cepat menyadarinya akan tingkah Banny Mungkin sudah dilumatnya bibirnya dengan tanpa ampun oleh Banny.
Dengan terhenyak Mona pun terbangun dengan posisi duduk dengan ekspresi wajah terkejut lalu ia meraba bibirnya dengan perasaan syok.
" Duhh gak bisa gue bayangin jika tu Bos nyium bibir gue." Pekiknya seraya menatap panik.
" Kok bisa see dia lakuin gitu sama gue." Ucap Mona dengan heran.
" Kok dia jadi berubah gitu sama gue ?" Tanya lagi Mona kian penasaran.
" Enggak engak... jangan sampe gue jatuh cinta sama tu Bos galak jutek dingin dan nyebelin." Gumannya dengan geram.
Di pengangnya kepalanya dengan panik lalu ia menggeleng gelengkan kepalanya hingga berputar bolak balik.
Mona menatap ke arah cermin yang tak jauh dari tempat tidurnya lalu iapun beranjak mendekati cermin itu.
Mona menatap dalam ke arah cermin itu dengan seksama di pandanginya bayangannya di cermin dari ujung rambut hingga ujung kepala tak terlewatkan.
Dia baru sadar jika penampilan malam ini ia terlihat begitu sangat cantik Hingga ia sendiri dengan tak sadar memuji kecantikannya sendiri.
" Ternyata gue cantik juga iaa.." Ucap Mona seraya tersenyum tipis dan terus memandangi bayangannya di cermin.
" Hmmm......" Mona semakin tersemyum geli tatkala mengingat kejadian kejadian yang telah berlangsung beberapa menit yang lalu. sekiranya Banny mulai menyukai dirinya.
" Massa see dia suka sama gue ?" Ucap Mona dengam tersenyum penuh arti.
" Akhh sudahlah gue gak usah halu." ucap Mona seraya menarik tali pita yang melingkar dipingganya.
" Baju yang indah.." Ucap Mona dengan mengelus ngelus gaun pemberian Banny.
Ada kebahagiannya yang tersirat dalam hatinya tanpa ia sadari ada harapan besar yang mulai ia sempatkan dalam hatinya tentang sosok Banny.
Bersambung.
__ADS_1