CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 18 ~ permintaan sang Nenek 3


__ADS_3

 


BANNY masih menatap fokus ke laju kemudinya dengan kedua tangannya memutar pelan setir mobilnya tersebut tanpa mengajak bicara gadis yang duduk di sampingnya.


Sudah hampir satu jam gadis itu berada satu mobil dengan atasanya tersebut membuat jantungnya terasa berdetak tak karuan.


Ok katakan lah perasaanya itu lebay dan sebagainya.


Tapi kalian harus tau jika berada dalam posisi seperti dirinya pasti kalian akan merasakan hal yang sama dengan dirinya yang kaku dan tengang.


Jantungnya terus berdebar-debar cukup keras hingga ia sibuk menetralkan perasaanya yang mulai tak menentu.


Selintas pikirannya tertuju kepada keadan seorang pria yang tengah menunggu dirinya.


" Kenapa ? kamu masih kepikiran Zeanu?" Tanya Banny memecah kesunyian,dan sekalinya bertanya bosnya itu mampu menebak isi pikirannya.


Mona menoleh ragu ke arah pria yang berada di balik kemudinya,lalu ia pun mengerutkan dahinya berpura-pura tak paham dengan pertanyaan bosnya tersebut.


" Tidak..." Jawabnya pendek.


" Gak usah bohong.." Ujarnya tak percaya.


Mona melirik kesal ke arah Banny yang masih fokus menyetir.Lama-lama menyebalkan juga bosnya tersebut,pikir Mona dengan terlihat menatap canggung.


" So tau banget deh ni orang,udah jutek kepo juga."


Guman Mona sembari menatap keluar jendela mobil tersebut dengan menatap frustasi.


" Enggak usah ngebatin begituu."Ucap lagi banny sembari tersenyum sinis, Mona terperangah ketika Banny bisa mengetahui isi hatinya yang sedang mengumpat keras dirinya.


Mona tidak menjawab ia hanya mulai merengut kesal dengan melirik kesal Bos nya tersebut.


TRELENNNGGG........


Suara Nada dering Ponsel Mona berbunyi nyaring sehingga memecahkan kesunyian yang menyatu di antara deru mesin Mobil.


Mona segera merogoh ponsel yang berada didalam tasnya tersebut ia berniat ingin mengangkat cepat panggilan tersebut.


PLUKK...


Sesuatu terjatuh dari dalam tasnya tanpa sepengetahuannya.


Sebelum mengangkat panggilan itu Mona sekilas melihat kelayar ponselnya siapa yang memanggil dirinya.


" Nenek.."Pekiknya dengan wajah bingung.


Lalu ia pun menoleh ke arah Banny yang ada di sampingnya.


" Angkat saja !! " Sela Banny dengan tetap menatap laju kendarannya itu.


 


Mona masih terlihat ragu untuk mengangkat panggilan tersebut,karena ia sudah bisa menebak apa yang mau di sampaikan oleh sang Nenek tersebut,kenapa menelepon dirinya dan yang pasti sang nenek akan membahas masalah perjodohnya tersebut.


Lalu ia pun segera mengangat panggilan sang Nenek dengan berusaha tenang.


 


" Hallo.." Sapa Mona memelankan suaranya.


" Hallo Mona sayang,kemana saja sih kamu? angkat teleponnya lama banget." Terdengar dari sebrang telpon suara sang Nenek bertanya sayup-sayup dengan intonasi nada cukup kesal.


" Maaf Nek.Mona masih di perjalanan ini. Jawab Mona pelan.


" Mona sayang gimana pekerjaanmu..?"


" Baik-baik saja Nek,, " Jawab Mona sembari menoleh cemas ke arah Banny.

__ADS_1


Dia berdoa agar sang Nenek tidak membahas lagi hal perjodohannya tersebut.


" Oya Mona,nenek bersama tante kamu sudah sepakat dan memutuskan menjodohkan kamu dengan cucu teman Nenek." Terang sang nenek dengan jelas.


Baru saja gadis itu berdo'a dalam hatinya supaya terhindar dari pembicaraan tersebut,justru sang nenek malah langsung mengatakannya secara to the point.


Air muka Mona berubah drastis kenapa juga sang nenek harus menelpon dirinya di saat waktu yang tak tepat.


" Dan Nenek sudah melihat foto cucu temen nenek itu, sepertinya anaknya baik dan ganteng lagi,nenek rasa pas buat kamu Mon." Terang sang nenek dengan terdengar penuh antusias.


" Haduh...!!" Guman Mona pelan seraya memejamkan kedua matanya dan menggigit kuat bibir bawahnya tersebut dengan perasaan frustasi sehingga tak sadar menarik perhatian pria di sampingnya.


" Nek,Jangan buru-buru dulu dong,nanti Mona yang usahain,Mona akan cari sendiri,tanpa harus di jodohkan." Ucap Mona segera memotong bempicraan nya sang nenek dengan perasaan jengkel.


Sesat Mona lupa jika dirinya sedang berada dalam satu mobil dengan sang Bosnya tersebut.


Banny berpura-pura acuh saat Mona menoleh ka arahnya namun Ia diam-diam menyimak apa yang di bicarakan sekertarisnya itu lewat telpon dengan Neneknya.


" Tapi kapan sayang ? nenek khawatir kamu malah kebamlasan seperti tantemu itu.Hingga sampai saat ini belum juga menikah." Jelas lagi sang Nenek menyela.


Dan suaranya cukup terdengar jelas ke telinga pria di samping Mona meskipun hanya sayup-satup


" Nenek tenang aja,Mona pasti dapet jodoh kok,tidak usah nenek jodoh-jodohkan Mona past.....," Ucap Mona mengantung, nada suaranya melambat tatkala dirinya sadar jika di sampingnya itu ada sang Bos sedang menguping pembicaraanya dengan bersikap acuh.


Mona masih menoleh ke arah Banny yang terlihat menahan garis bibirnya untuk tidak tersenyum,lalu pria tampan itu pun mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobilnya.


" Nenek tidak percaya dengan ucapan kamu itu,pokonya Nenek udah pastikan kamu di jodohkan,Mau tak mau harus mau.Ini jalan satu satunya cara Nenek untuk menyelamatkan usia kamu!" Jelas lagi sang nenek dengan nada keras.


" Yaa TUHAN nek !! Usia Mona baru 27,dan usia itu belum di kategorikan tua Nek,Mona hanya perlu waktu saja untuk memulai suatu hubungan dengan santai tidak terburu-buru nek.Kasih kesempatan buat Mona untuk mencari jodoh sendiri ya Nek."Jelas Mona dengan nada suaranya mulai terdengar sendu.


" Kalau begitu buktikan !Nenek awal bulan akan ke jakarta menemui kamu,Kamu jemput Nenek dengan pacar atau calon suamimu,TITIK." Ucapnya singkat.


TUUUUTTT....


Panggilan terputus Mona tertegun dengan menatap layar ponselnya tersebut dengan tatapan prustasi.


Banny hanya menatap lurus kemudinya dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Semoga saja bosnya itu tidak mengerti apa yang sedang dibicarakannya,pikir Mona seraya melirik kecil pria di sampingnya,ia sangat berharap jika bosnya itu tak paham dengan apa yang di bicarakan dengan sang nendek,Mona menoleh Banny dengan ragu.


" Haduhhhh..." Pekik Mona tertahan raut wajahnya berubah panik.


Sesat pria itu menoleh ke arah gadis yang ada di samping nya yang tengah kebingungan dengan meremas jari-jari tanganny menatap ke arah luar jendela.


" Kamu takut di jodohkan ?" Suara itu memecahkan kegelisahan nya.


" Bu..,Bukan itu Pak..."Ucap Mona terdengar ragu


" Lalu ??" Tanya Banny acuh


" Rumah saya sudah kelewat jauh pak..." Jawab Mona dengan polos.


SRREEEEETTT.......


CEEKKITTTTT...


Banny langsung menginjak remnya dengan mendadak sehingga Mona terpental ke depan cukup kuat.


" Aduh pak !!Pelan pelan dong kalau mau ngerem." Pekik Mona dengan meringis kesakitan.


" Kenapa kamu tidak bilang dari tadi.." Banny melirik kesal.


" Saya tadi kan lagi nelpon,begitu selesai bapak masih lurus saja." Terang Mona dengan terlihat ketakutan atas tatapan nya Banny.Ia takut kalau Banny akan menurunkannya di tengah jalan.


Banny dengan cepat menjalankan kembali laju kendaraanya tersebut dengan cepat.


*************

__ADS_1


MONA masih setia menunggu bosnya itu dengan perasaan gusar dilihatnya jam yang mengantung di dingding sudah menunjukan pukul sepuluh siang,Banny belum terlihat ada di ruangannya.


" Aduhh telepon gak yahh ?" Tanya nya dengan ragu.


" Duhh kalau gue telepon, tar dia jawabnya.Apa perlu kamu tau saya dimana ?? Atau sedang ngapain..,Siapa kamu..."Guman Mona dengan menirukan gaya bosnya berbicara.


Seseorang mengetuk pintu ruanganya,Mona menoleh ke arah pintu itu dengan semeringah,ia mengira itu ketukan pintu sang bosnya ia pun sedikit tenang dan menunggu orang itu masuk.


" Pagi Mon !!"Sapa Zeanu mendorong pelan pintu ruangan nya,Mona terhenyak yang muncul bukan bosnya melainkan sahabat bosnya.


" Hai,pagi Zean !" Balas Mona dengan terheran-heran atas kedatangan Zeanu yang secara tiba tiba.


" Banny udah datang ?"


" Belum Zean.Gue dari tadi nungguin dia, soalnya sejam lagi mau ada penandatanganin surat kontrak.."


" Gue pikir dia udah datang,, "Ucap Zeanu dengan santai.


" Udah di telpon Mon ?" Tanya lagi Zean menatap Mona.


" Belum Zean.Gue takut kalau gue telepon dia kan orangnya kadang suka jutek gitu ,kalau kita nya banyak nanya.."Terang Mona dengan raut wajah serba salah.


" Ok biar gue saja yang telpon dia."Ucap Zeanu sembari mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


Beberapa menit kemudian Zeanu terlihat berbicara dengan Banny lewat telepon.


" Dia lagi keluar ke luar kota Mon,untuk beberapa hari ini." Ujar Zeanu setelah selesai menelpon dengan Banny.


" Apa Keluar kota ??kok dia tidak ada ngasih kabar sama gue ?"Ucap Mona dengan perasaan kaget.


Zeanu mengangkat tinggi pundaknya.Mona pun baru teringat jika kemaren sore dia memang ada melihat tiket pesawat yang berada percis di bawah dompet nya bosnya itu,sesaat ia pun hanya mengangguk pelan menyimpulkan tentang pernyataannya sendiri.


" Memang nya dia tidak ada memberi tahu lo sebelum nya,jika dia mau pergi ke luar kota? " Tanya Banny menatap lekat Mona.


Mona menggeleng dengan wajah tanpa ekspresi.


" Seharusnya ia ada bilang." Sahut Mona dengan perasaan tak menentu.


" Gak usah di pikir kan,Banny emang seperti itu orang nya,jangan heran." Jelas Zeanu dengan duduk di sebuah sopa kecil dekat meja kerja Mona.


" Oya Mon,kemaren sore kok elo gak balik lagi ke atas ? gue nungguin lo sampe kesorean dan security kantin negor gue,dia mau kunci tuh kantin." Jelas Zeanu menatap datar gadis itu.


"Oh iyaa.Sorry banget ya Zean gue gak sempet naik lagi ke atas,soalnya tiba-tiba pak Banny nawarin gue pulang bareng,jadi kepaksa gue nurutin mau nya dia." Ucap Mona dengan menatap tak enak hati.


" Apa ??? Banny ngajak lo pulang bareng ?" Tanya Zeanu terlihat sangat kaget.


" Iyaa dia ada antar gue pulang sampe rumah." Jelas lagi Mona dengan wajah datar.Zeanu masih menatap tak percaya.


" Kenapa ??" Tanya balik Mona dengan penasaran ketika melihat reaksi wajah pria di hadapanya itu berubah.


" Tidak apa-apa.Setau gue Banny tife cowok yang gak gampang deket sama cewek,apa lagi so so'an baik nganterin pulang,tapi kok dia ada mau nganterin lo pulang sih ?perlu curiga ini." Terang Zeanu dengan melirik ke arah Mona yang sedang menyimak maksud dari ucapannya Zeanu.


" Maksudnya apa ??" Tanya nya kian penasaran.


" Ah sudahlah lupakan saja,Mungkin Bos lo lagi baik hati aja kali."Ucap Zeanu mengalihkan pembicaraan.


Mona hanya melongo tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh prai di hadapaanya tersebut.


" Ok gue balik kantor dulu ya.Jangan di pikirin kata-kata gue barusan,gak penting !"Ucap Zeanu tersenyum simpul.


Mona hanya menggangguk sembari menatap langkah Zeanu yang keluar dari ruangannya tersebut dengan menyisakan berbagai pertanyaan di benaknya.


Mona masih mengingat-ngingat kembali atas ucapan Zeanu yang barusan di ucapkannya itu,seolah-olah Zeanu merasa kaget dengan sikap sahabat sekaligus atasanya itu yang secara tiba-tiba bersedia mengantarkan dirinya pulang. Mona sesaat berpikir kenapa Zeanu sampe berbicara seperti itu tentang bosnya tersebut ?lalu ia pun mencoba untuk berpikir ulang maksud dari ucapan Zeanu tersebut.


Tapi entah kenapa Mona semakin penasaran di buatnya lalu Ia pun mulai tertarik dengan sosok seorang Banny yang sebenarnya. Dan sepertinya ia mulai mencium aroma sesuatu yang tersembunyi di balik sikap dinginya sang bos.


# bersambung #

__ADS_1


__ADS_2