CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 91


__ADS_3

BANNY melempar jauh pandangannya ke luar gedung perkantorannya,ia memandangi seluruh sudut kota itu dari ketinggian gedung kantornya.


Ada yang terusik di dalam pikirannya,ketika ingatannya kembali ke hal yang tadi,dimana ia melihat dengan mata kepalanya sendiri seorang OB memberikan bingkisan kado yang terbungkus cantik untuk Mona dari seorang pria yang beranama Zeanu dan tak lain sahabatnya sendiri,


kenapa ia begitu penasaran dengan isi dalam kotak cantik itu? Banny menggeleng tak tahu pasti.


Banny mengerutkan kedua alis tebalnya itu hingga bertemu di satu titik,sepertinya Zeanu semakin berani menunjukan persainganya kepada dirinya,pikir Banny seraya mengedarkan pandanganya keseluruh banguan-bangunan yang berada percis di bawah gedung perkantornya itu.


Tapi kenapa perasaan selalu cemburu tiap kali Zeanu hadir memberikan perhatian spesial kepada sang sekertarisnya itu.


Otot rahangnya menyembul keras,sorot matanya membidik tajam ke pusat luar gedung sana.


Cemburu???


Yaa Itu perasaan yang sedang di rasakannya saat ini,ia cemburu jika Mona dekat dengan Zeanu sahabatnya itu,


cemburu....


Jika Zeanu memberi perhatian khusus terhadap sekertarisnya itu.


Namun kenapa ia tak bisa mengakui kecemburuannya itu.


Nyatanya apa yang selama ini ada dalam pikirannya,itulah yang selalu merongrong perasaannya.


Sampai kapan ia bersembunyi di balik ke egoisannya itu?


Sampai kapan ia menahan sebuah rasa di balik kegengsiannya itu ?


Lalu apa kurangnya sosok seorang Mona di matanya?


Bukan kah dirinya selalu mengagguminya dalam diam?


meski gadis sederhana itu tak pernah mengetahui hal ini.


Tidak ada yang salah jika dirinya berani mengakui perasaan itu terhadap sang sekertarisnya.


Bukan sebaliknya ia malah menutup perasaannya itu dengan besikap dingin serta apatis.


Namun pada akhirnya ia harus merasa cemburu jika melihat sahabatnya yang sudah terang-terangan memberikan perhatian spesial kepada sekertarisnya itu.


Ayolah Ban,elo menyukai gadis sederhana itu, dan elo juga menginginkan nya.Apa yang kamu tunggu ??


Bisik hati kecil Banny menerornya.


Banny menggeleng frustasi lalu menekan kuat rahangnya hingga nenyembul tegas keluar,kali ini ia harus menahan perasaanya dengan pikiran yang meracau.


Pria berwajah dingin itu menundukan diri.


mengusap pelan seluruh wajahnya lalu memijat pelipisnya yang terasa berdenyut kencang di sana.


Pikirannya mulai tertuju kepada acara lamarannya yang tak akan lama lagi akan di gelar.


(Sebelum semuanya terlambat lalukan apa yang seharusnya dilakukan)


Suara itu kembali membiskkannya.


Namun ia tetap gamang seakan-akan tak ada kepastian.


Banny mengangkat wajahnya seraya melepaskan tatapan nya kembali ke luar gedung perkantorannya.


Entah kenapa perasaanya semakin sulit ia kendalikan,perasaan itu masih belum bisa yakin, namun pikirannya selalu tertuju kepada sosok gadis berlesung pipit.


Masih terlihat jelas olehnya raut wajah sekertarisnya itu berubah dingin ketika ia memberi tahukan sandiwaranya hanya bertahan dalam waktu tiga bulan, dan mengakhirinya dengan sebuah perceraian.


Untuk apa itu?


Sesadis itukah dirinya menyakiti seorang gadis yang dengan iklas menerima perjodohan orang tuanya itu,


Semapia itukah dirinya rela merampas masa depannya hanya untuk sebuah reputasi yang tak mau terlihat buruk di mata sang papah.


Lalu,seusai perceraian itu apakah yang akan terjadi dengan nasib serta impian gadis lugu itu?


Tangan Banny menekan kedua pipinya dengan frustasi,pertanyaan demi pertanyaan mengitari isi kepalanya.


Lalu apa yang akan ia dapatkan dari perjodohan itu ?


Banny menggeleng dia menatap hampa,entahlah.Itu suara hanyalah sugestinya saja atau mungkin suara hati kecilnya yang tak kasat mata sehingga terus mengajaknya berbicara.

__ADS_1


Satu pertanyaan lagi mengemuka kepermukaan.


Apakah engkau bisa menjamin sebuah kompesasi yang sebanding dengan luka hatinya yang membekas di hati gadi itu.


tentu tidak justru perceraian ini akan menjadi awal kehancuran di masa depannya.


Banny meratap,pikirannya menjadi kacau balau,ia terenyuh menatap semakin tak kuasa.


Entah kenapa sipat manusiawinya timbul ketika pertanyaan itu menohok hatinya.Betapa tidak,keegoisannya telah memperlakukan perasaan gadis sederhana itu dengan tak berperasaan.


Hanya demi rasa egonya itu ia sebegitu kejam memberi luka trauma teramat dalam kepada gadis itu.


Bukankah dulu ia pernah merasaakan hal itu?di campakan dan di hianati oleh seseorang yang teramat sangat ia cintai sehingga ia pun butuh waktu itu memulihkan rasa itu.


Lamunanya membuyar ketika indra pendengarannya menangkap suara ketukan keras di pintu.


Banny menoleh pintu itu lalu dengan sikap enggan ia pun meminta seseorang itu masuk.


" Masuk."


Seorang pria berpakaian casual menyembul dari balik pintunya dengan tersenyum tipis ke arahnya.


Banny melengos saat mengetahui siapa yang datang ke ruanganya tersebut.


dan perasaanya berhasil berubah tak nyaman.


Zeanu yang kali ini sedang tidak mengenakan pakaian resminya terlihat begitu santai,hanya kaos oblong yang di lengkapi jaket jeans belel melengkapi cara berpakaian yang casual.


" Heii !Kenapa lo sambut gue dengan ekspresi seperti itu ?apa lo tidak menyukai kedatangan gue ?" Tanya Zeanu dengan bergurau,lalu ia pun mendekati Banny yang masih berdiri di depan jendela kaca tersebut.


Banny mendecih lalu kembali menatap lepas ke luar jendela kaca perkantorannya.


" Ah itu hanya perasaan lo saja." Balas Banny tak bergeming.


" Karena itu yang gue lihat." Ucap Zeanu memutar badanya lalu berjalan menuju sopa dengan sedikit menghempaskan tubuhnya di atas sopa itu Zeanu menatap sekilas wajah pria tampan itu terlihat segan menatapnya.


" Ada perlu apa ?" Tanya Banny datar.


" Ada hal penting yang mau gue omongin." Balas Zeanu membenarkan posisi duduknya.


" Hal apa ?" Tanyanya semakin kaku.


" Ayolah! lo duduk dekat gue jangan kaya lagi musuhan gitu,kita jauhan begini sih." Zeanu tersenyum tipis menggoda sahabatanya itu yang sedari tadi memasang ekspresi wajah yang tidak mengenakan.


Banny perlahan melangkah mendekati sahabatnya itu lalu tak lama menempelkan bokongnya di atas sofa duduk menghadap Zeanu.


" Tumben lo hari ini santai banget." Banny menilik seluruh penampilan sahabatnya itu.


" Iyaa,hari ini gue sengaja gak lagi ngantor, soalnya lagi ada acara keluarga."Jelas Zeanu santai.


" Acara penting ?" Tanya Banny penasaran.


" Tidak,hanya perayaan kecil saja." Sahutnya lagi pelan.


" Lalu ada hal apa yang akan lo bicarakan terhadap gue ?" Banny menatap tak sabar ke arah sahabat sekaligus fetner kerjanya tersebut.


" Hmm,gini Ban !kemarin Om lo,yang pernah gue buatin desain gedung perkantorannya ada kontek gue kembali,tapi kali ini ia meminta gue untuk bergabung di perusahaanya." Jelas Zeanu menatap lurus.


" Oya ?bagus dong,itu peluang bagus buat lo untuk menjadi seorang pengusaha." Balas Banny dengan melipatkan kedua tangan di dadanya.


" Tapi,sepertinya gue belum bisa memenuhi ajakan om lo itu." Jawabnya cepat.


" Kenapa ?,bukannya lo dulu pernah berkeinginan untuk menjadi seorang pengusaha muda yang sukses?" Banny menatap heran.


" Gue masih fokus ke karir gua di bidang keahlian gue ini,dan sepertinya gue lebih nyaman dengan pekerjaan gue sekarang ini,menjual hasil karya gue,yaa meski memang tidak setiap hari selalu ada,tapi kan sekalinya gue dapet orderan hasilnya lebih memuaskan." Ucap Zeanu tersenyum simple.


" Jadi intinya lo akan menolak tawaran om gue itu ?" Ucap Banny menyimpukan pernyataan sahabatnya itu dengan cepat.


" Ya,tapi gue minta bantuan lo untuk berbicara terhadap om lo itu,serta menjelaskan alasan gue menolak tawarannya itu." Imbuh Zeanu tandas.


" Kenapa lo gak berbicara langsung saja terhadap om gue?kan itu lebih enak dan lebih fersonal." Usul Banny dengan mengangkat kedua alisnya.


" Gue sudah membicarakan hal itu,tapi sepertinya om lo masih berharap jika gue bisa bekerja sama dengannya." Jelas Zeanu dengan raut wajah tak enak hati.


Banny mengangguk pasti,sepertinya ia memahami akan maksud dari pembicaraan sahabatnya itu.


" Ok !nanti akan gue bicarakan kembali dengan om gue." Tungkas Banny singkat.

__ADS_1


" Thak's Bro." Ucap Zeanu dengan tersenyum lega,Banny hanya mengangguk pelan.


" Oya Zean,lamaran gue dengan Mona minggu lusa." Imbuh Banny cukup mendadak.


Ucapnya pelan namun terdengar begitu jelas di telinga Zeanu.


Sontak Zeanu menatap shok ke arah Banny dengan seketika bola matanya yang teduh itu membulat sempurna,ini adalah kabar yang paling mengejutkan bagi dirinya.


" Lo akan tetap melaksanakan lamaran itu?" Tanyanya dengan ternganga-nganga.


" Yaa,hingga ke pernikahan nanti." Sambung lagi Banny dengan cepat menambahkan kembali kalimat yang tak kalah lebih mencengangkan.


Zeanu menatap tak percaya kearah wajah sahabatnya itu,ia tidak melihat ekspresi gurowan atau candaan dalam raut wajah sahabatnya itu,justru ia menemukan sebuah ekspresi keseriusan dari wajah seorang sahabatnya tersebut.


Banny dengan lantang berniat ingin menikahi gadis yang tengah ia sayangi.


" Lo jangan bercanda?" Zeanu menatap semakin kaku.


" Untuk apa gue bercanda." Ucap Banny tandas.


Zeanu terdiam lalu menatap penuh selidik kedalam wajah sahabatnya itu.


" kenapa kebohongan ini lo bawa hingga ke sebuah jenjang pernikahan?bukannya itu sama saja lo mempermainkan sebuah pernikahan sekaligus perasaanya Mona?" Ujar Zeanu menatap lurus Banny.


" Lalu setelah menikah elo akan meninggalkan Mona dengan begitu saja ?Kurasa sandiwara koyol lo ini akan menyisakan luka dalam di hati Mona." Terang Zeanu dengan menyoroti sahabatnya itu.


" Hati seseorang tidak akan pernah ada yang tau." Banny membela diri.


" Maksud lo?" Zeanu mengernyit.


" Tidak menutup kemungkinan jika cinta seetingan ini akan menjadi sebuah pelabuhan terakhir gue." Ujarnya pelan namun mampu membuat hati seorang Zeanu bergetar,denyutan jantungnya seakan-akan berhenti begitu saja.


" SHITTT.. !!" Zeanu menekan amarahnya lalu meremas kedua tangannya dengan gelisah.


Banny hanya tersenyum sinis melihat reaksi sahabatnya tersebut yang begitu nyata kecewa dengan perkataan yang di ucapkannya tersebut.


" Kenapa ?,sepertinya elo tidak ikut bahagia atas kebahagiaan sahabatmu ini ?yang telah menemukan seseorang dan membuka kembali hatinya." Ucap Banny dengan tersenyum penuh sindiran.


Zeanu terdiam,ia enggan untuk menatap sahabatnya itu.


" Gue yakin lo sedang bercanda,gue paham sifat lo seperti apa?"Zeanu mendegus.


" Seorang Banny tidak akan pernah bermain-main dengan sebuah perasaan." Imbunya menatap penuh arti ke arah Zeanu.


Zeanu mengalihkan perasaanya mencoba untuk tidak memperlihatkan dirinya yang begitu berharap lebih kepada sosok seorang Mona.


" Gue pastikan omongan lo tidak keluar dari apa yang lo ucapkan!" Zeanu menatap kembali Banny.


" Dan gue menaruh sepenuhnya atas rasa ini terhadap Mona,jika ia menangis karena lo yang membuat dia menangis,maka tangan ini yang pertama kalinya yang akan mengusap air matanya." Zeanu menatap lurus ke arah sahabatnya itu,yang kali ini ia menyoroti seorang sahabatnya itu sebagai pesaing berat dalam mendapatkan cintanya seorang Mona.


Banny tersenyum sinis seraya mengangkat kedua alisnya denga cuek,ancaman itu terlalu berlebihan di rasanya hanya untuk mendapatkan perhatian seorang Mona,ia tidak seperti budak cinta yang suka berlebihan dalam mengekspresikan perasaanya.


" Lebay lo Zean." Gumannya pelan namun cukup terdengar jelas di telinga Zeanu.


" Ini bukan masalah lebay atau tidaknya,ini adalah menyangkut hati dan perasaan seseorang.Jika lo pernah merasakan sakit hati di tinggal seseorang,lalu apa bedanya dengan Mona?karena gue tahu,ia mulai berharap lebih dari settingan konyol ini." Tandas Zeanu.


Banny menatap cepat ke arah sahabatnya itu,apa yang di katakan Zeanu setidaknya menambah sepersekian persen keyakinan hatinya untuk memantapkan perasaanya terhadap Mona.


" Elo tahu apa tengtang perasaannya Mona ?" Tanya Banny dengan mendecih,sorot matanya menatap remeh Zeanu.


Zeanu tersenyum sinis lalu membuang wajahnya dengan muak.


" Gue dapat memahami perasaanya." Jawab Zeanu singkat.


Banny menyeringah sinis dan kembali menggeleng dengan remeh ketika melihat sikap berlebihan dari sahabatanya itu.


" Jika ia benar-benar mencintai elo,apa yang akan lo lakukan ?" Tanya Zeanu memusatkan tatapanya ke arah wajah sahabatnya,seolah-olah pertanyaan itu menikam tajam hatinya.


Pertanyaan itu pun serta merta membuat Banny terdiam dengan raut wajah membeku.


" Kenapa lo diam?" Desak Zeanu sinis.


Banny enggan mengatakan kejujuran perasaanya terhadap sekertarisnya itu,


"......" Zeanu menggeleng pelan menyikapi sikap tertutupnya sang sahabatnya itu.


Banny belum berubah,ia sama seperti Banny yang dulu,Banny yang trauma akan kisah perjalanan cintanya sehingga hati dan perasaanya mengeras seprti karang di lautan,meski ribuan ombak menghempasnya ia tak bergeming,begitu juga dengan seorang Banny yang tidak mudah untuk meyakinkan persaannya kembali utuh untuk mencintai gadis sederhana itu.

__ADS_1


__ADS_2