
BANNY menatap sunyi langit kamarnya dan pikirannya menerawang jauh,entah kenapa rasa gelisah itu tak mau pergi dari perasaan jiwanya.
Kegelisahan yang kian membelenggu hati dan pikirannya kenapa tidak ia tengah merasakan perasaannya yang tidak bisa lagi ia sembunyikan dalam sandiwaranya itu.
Perasaan kesalnya semakin menderu saat ia mengingat kembali akan perkataan Zeanu tadi sore yang mengatakan jika Zeanu akan siap menunggu Mona hingga sandiwara cintanya berakhir dengan dirinya.
Entah kenapa ucapan itu terasa seperti sebuah ancaman yang akan merenggut cintanya Mona dari dirinya,padahal sudah jelas Mona dan dirinya tidak ada ikatan yang jelas.
Tapi apa yang akan di lakukan Zeanu terhadap Mona membuatnya ia merasa takut akan kehilangan sosok seorang Mona.
Banny menarik napas panjang ia membuang jauh rasa yang kian menyesakan di dalam dadanya,betapa tidak Zeanu sudah berterus terang bahawa ia mengaku benar-benar mencintai Mona.
Banny mengingat kembali percakapannya bersama Zeanu saat tadi sore lalu wajahnya tertekuk sebal dan emosinya mulai memburu saat mengingat kata-kata yang terucap dari mulutnya Zeanu.
" Seberapa lamapun lo akan bersandiwara dengan Mona makan selama itu pula gue akan tetap menantinya." Ucap Zeanu berbicara lantang dengan membelakangi Banny yang berdiri mematung.
" Jadi selama ini lo diam-diam menyukainya ?" Tanya Banny menatap lurus pundak Zeanu.
" Yaa." Jawab Banny singkat.
" Gue hanya perlu waktu tiga bulan saja untuk sandiwara ini." Ucap lagi Banny dengan suara berat.
" Dan lo yakin jika perasaan lo gak akan ikut andil dalam permasalahan ini ?" Balas Zeanu menoleh Banny.
Banny terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan Zeanu,karena ia paham pertanyaanya Zeanu cukup mengena di hatinya
Karena sekiranya tanpa ia sadari jika perasaanya mulai merasakan percikan-percikan api asamara itu mulai menghangatkan kembali perasaannya.
__ADS_1
Banny hanya menyimak ke arah wajah Zeanu yang masih menunggu akan jawaban pertanyaannya lalu Banny mengalihkan pandangannya ke luar jendela kantornya dan ia pun melihat awan putih bergumpalan di langit yang biru,rupanya ia enggan untuk mengatakan perasaan yang sesungguhnya yang sedang ia rasakan saat ini.
" Jatuh cinta terhadap seseorang itu tidaklah mudah.Perlu waktu untuk merasakannya." Ucap Banny dengan kaku ia tetap berusaha menyembunyikan perasaan sebenarnya terhadap Mona.
" Kenapa lo tidak jujur ?" Sela Zeanu cepat.
" Jujur ?" Tanya Banny mengernyitkan kedua alisnya seolah-olah ia berpura-pura tidak paham dengan pertanyaan yang di lontarkan Zeanu.
" Gue mengenal lo tidak setahun dua tahun Ban,cukup lama gue kenal sama lo dan jika lo ada perasaan terhadap Mona gue bisa mengetahuinya tanpa harus lo bicara banyak tentang hal itu." Jelas Zeanu menatap tajam Banny.
" Heuuh...," Banny tersenyum sinis ia merasa Zeanu terlalu sok tahu akan dirinya.
" Kenapa ?" Tanya Zeanu menatap penuh selidik ke arah Banny yang hanya tersenyum sinis kepadanya.
" Lo terlalu sok tahu dengan perasaan gue." Jawab Banny dengan ketus.
" Jika lo tidak ada perasaan terhadap Mona,lo tidak mungkin lo tidak suka melihat gue dekat dengan Mona.Jika lo gak ada perasaan terhadapnya mana mungkin juga lo akan datang ke rumah Mona hanya untuk mengantarkan obat,gue tau siapa lo ?" Ucap Zeanu dengan mendengus.
" Zean,Zean,jadi lo negarasa jika gue sangat cemburu jika lo dekat dengan Mona,dan lo juga cemburukan jika gue bisa dekat sama Mona ?,kalau cuma itu tebakannya gue juga bisa menebak akan hal itu.Tapi tenang saja gue dekat dengan Mona hanya sebatas pekerjaan dan sebuah perjodohan.Yaaa...,jika lo emang mencintai Mona silahkan saja ! tapi ingat jika sandiwara gue selesai lo boleh dekati Mona dan itu artinya lo bisa berkesempatan untuk mendapatkan cintanya Mona,tapi untuk tidak saat ini !!." Jelas Banny dengan tegas.
" Kenapa ?Gue berhak menentukan kapan gue bisa mendekati Mona?karena Mona tidak ada ikatan kontrak sama sandiwara lo itu kan ?" Tanya Zeanu menatap kian tajam.
" Yang pasti gue tidak mau rencana gue berantakan gara-gara sikap lo." Jawab Banny dengan nada suara yang penuh penekanan.
" Rencana apa ?Lo hanya menjalankan perintah bokap lo kan selama ini ?setelah itu selesai." Sergah Zeanu yang kian galak akan tatapannya.
" Zean,gue lakukan semua ini memang untuk bokap gue jadi gue harap lo tidak membuyarkan rencana gue untuk menikahi Mona dalam tiga bulan ini."
__ADS_1
" APA ??,Menikah ?Lo mau menikahi Mona ?" Tanya Zeanu dengan nada tinggi.Rasa kagetnya kian menyergap hatinya.
" Ya.Gue akan nikahin Mona hanya untuk tiga bulan ini." Jawab Banny kaku.
" Lo gilaa apa ??,sandiwara macam apa ini ?,lo nikahin Mona hanya untuk kebahagian bokap lo doang ?lalu perasaan Mona bagaimana ?lo tidak berpikir gimana dengan perasaan Mona setelah lo nikahin ?lalu....?setelah lo nikah lo akan menceraikannya?" Tanya Zeanu dengan suara yang semakin meninggi matanya membulat kian tajam dan napasnya kian terlihat menderu entah kenapa ia merasa keberatan atas rencana yang akan di lakukan Banny terhadap Mona.
" Gue tidak perlu memberi tahu kenapa alasannya karena ini sudah jelas bukan urusan lo !" Jawab Banny singkat.
Sorot matanya terlihat tidak suka akan respon yang Zeanu tunjukan terhadap dirinya.
" Gue sangat peduli akan keadaan Mona,karena gue sangat mencintainya!!!" Ucap lagi Zeanu menatap semakin tajam sudut rahang pipinya terlihat menyembul keluar menahan rasa emosinya yang kian tak tertahan.
Banny membalas tatapan tajamnya Zeanu dengan mengangkat tinggi wajahnya ia sadar apa yang di ucapkan Zeanu memang terasa membakar hatinya,jelas saja pengakuaan Zeanu setidaknya telah memancing akan pertahanan emosinya.
Banny menghepaskan kepalan tangannya ke kasur empuknya ia tersadar dari lamunanya saat ucapan Zeanu masih terngiang-ngiang begitu lekat di telinganya.Ia benar-benar merasakan cemburu yang sangat luar biasa atas pengakuan perasaan Zeanu yang mencintai Mona teramat dalam.
Banny meremas kepalanya dengan frustasi ia mulai khawatir akan sikap Zeanu yang sewaktu-waktu bisa menggagalkan rencananya untuk menikahi Mona lalu menceraikanya kembali hanya dalam tiga bulan.
Antara rasa takut dengan benih-benih cinta yang mulai tumbuh kini bercampur aduk jadi satu di dalam hatinya,dan hal inilah yang merupakan salah satu kegelisahan yang tidak ada titik temunya dalam persoalan kehidupannya.
Banny kembali menarik napas panjang tatapannya kian menerawang jauh ke langit kamarnya ia mulai merasakan ketakutan yang kian mencekam perasaannya sendiri.
Memang ada benarnya jika mulai ada rasa yang tak biasa ia rasakan terhadap Mona,terlebih-lebih ciuman itu telah membekas di dalam hatinya,ciuman itu lah yang telah menghangatkan kembali perasaanya yang sekian lama membeku,ciuman itulah yang telah menggairahkan kembali perasaan cintanya yang telah lama pergi setelah patah hati atas penghiantan Kinaya dulu,dan ciuman itu pula yang telah membangkitakan kembali gairah cinta yang lama hilang.
Yaaa ciuman itu kini menjadi dilema baru yang tak akan mudah baginya untuk ia lupakan dengan begitu saja.
Banny kian tertekan saat tahu dirinya mulai di kendalikan oleh rasa cinta yang perlahan-lahan menjadikan dirinya sebagai budak cinta yang akan mengganggu pikiran dan perasaan di setiap harinya.Namun entah kenapa ia masih saja merasa gengsi untuk memangakui akan perasaannya itu, bahkan ia masih saja menghindar dari perasaan yang sesungguhnya jika ia memang telah jatuh cinta terhadap sosok seorang Mona,namu tetap tidak mau mengakuinya.
__ADS_1
Jangankan untuk mengakui perasaanya sekedar memastikan saja pun ia masih belum bisa terima.
Kenapa ia tidak bisa menerima perasaan itu ?Kenapa ia tidak bisa mengakuinya ?padahal sudah jelas ia merasakan perasaan yang nyaman jika berada di dekat Mona,dan sudah jelas ia mengakui jika Monalah yang telah berhasil membuka perlahan pintu hatinya yang sekian lama tertutup,tapi tetap saja Banny belum bisa mengakui akan perasaanya itu.