CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 06


__ADS_3

 


MONA menatap jam dinding yang tergantung di ruangannya waktu sudah menunjukan pukul empat lebih sepuluh menit.Dan itu artinya saatnya pulang.


Ia pun segera bergegas merapihkan meja kerjanya dengan secepat mungkin.


Diruangannya itu tingallah Ia beserta kedua sahabatnya yang masih berkutat dengan beberapa laporan susulan yang di berikan bu Silvi tadi siang.


 


"Jadi kan kita nongkrong dulu di tempat biasa ?" Ucap Amel seraya mematikan komputernya.


"Ok.Gue lagi beres-beres dulu nih" Sela Mona dengan bergegas merapihkan barang-barangnya di meja tugas.


" Tamara Mana ?"


" Ke toilet dia,mejanya sii sudah rapih."Ucap Amel sembari mengamati meja tugasnya Tamara.


 


Tak lama kemudian dua orang pria keluar darisebuah lift.


" Ok Ban.Mungkin lusa kita tekan kontraknya,karena masih ada beberapa kekurangan yang perlu kita bicarakan lagi."Ucap Zeanu dengan terlihat begitu akrab dengan lawan bicaranya.


 


" Ok !Besok siang kebetulan gue ada meeting juga untuk peninjuan lokasinya jadi sekalian saja Zean." Sela Banny dengan raut wajah yang penuh wibawa yang tak lupa di dampingi Manda sang sekertarisnya berjalan mengikutinya.


"Terimakasih banyak elo sudah pempercayakan sepenuhnya atas tender ini sama gue,dan perusahaan lo ini bersedia menggunakan desainnya gue untuk pembangunan cabang baru perusahaan lo,gue senang bisa bekerja sama dengan lo !" Ucap Zeanu seraya menepuk-nepuk pundak Banny dengan akrab.


" Sama-sama Zean." Ucap Banny sembari membalas Zeanu dengan menyunggingkan senyumannya wibawanya.


Manda hanya berdiri di belakangnya terlihat manggut-manggut dengan tersenyum so ramah.


Pria berwajah tenang itu menoleh ke arah gadis yang tengah sibuk dengan pekerjaanya.


" Heii Mona elo rupanya kerja disini ?" Sapa pria itu dengan spontan.


Mona yang sedang merapihkan meja tugasnnya menoleh ke arah Zeanu yang melintas di depan kubikelnya dan menyapa dirinya.


Manda melirik ke arah Mona dengan tatapan tidak suka,Bola matanya melirik-lirik tajam bak burung elang yang akan memangsa anak ayam.


Mona menyimak ke arah pria yang menyapa dirinya.


" Hai Zeanu.Eh maaf,maksud saya pak Zeanu !" Ucap Mona terlihat kikuk dan canggung sekaligus meralat ucapannya tersebut.


"Gak usah panggil gue bapak kali,masih saja kaku."Ucap Zeanu seraya menggoda Mona dengan senyuman manisnya.


Banny menyeringah melihat ke akraban mereka.


" Kalian saling kenal ?" Tanya Banny menoleh Mona yang masih saling berpandangan dengan Zeanu.


" Kita baru kenalan kok Ban.Yaa itu dia gara-gara map gue ketuker sama punya dia jadi desain yang mau gue kasih ke lo ke undur jadinya ."Jelas Zeanu seraya melirik lagi Mona.


"Maksudnya ?" Tanya Banny heran,sepertinya dia belum paham dengan apa yang dikatan oleh Zeanu.


Begitupun Manda yang menyimak sedari tadi cukup penasaran dengan ceritanya Zeanu.


" Kita itu tidak sengaja berpapasan Ban,Senggolan gitu lah terus map yang gue pegang jatuh dan ketuker sama map punyanya dia,bukan begitu kan Mon?" Ucap Zeanu menjelaskan dengan detail peristiwa tabrakanya dengan Mona beberapa hari yang lalu.


" Oh iyaa pantas saja Kemaren Mona ada salah memberi laporan ke saya,dan itu isinya berupa desain-desain semua pak, makanya kemaren saya sempat kaget juga." Ucap Manda menyela pembicaraan antara Zeanu dan Banny dengan so akrab.


Manda memang sengaja bersikap lebih Manis sekaligus mencari perhatian di depan bosnya dan Zeanu.


Mona hanya tersenyum tipis dengan hanya menarik sedikit sudut bibirnya dengan ekspresi datar tanpa mau memperdulikan Manda yang berbicara seolah-olah bersikap baik ke padanya di hadapan dua pria tampan itu.Melihat gaya bicara Manda,yang tutur bahasanya di buat so manis membuat Mona terasa mual begitupun Amel dan Tamara terlihat menatap sebal ke arah Manda yang pintar mencari muka.


 


" Oh gitu." Ucap Banny singkat lalu ia melempar tatapannya ke arah Mona,dengan cepat Mona segera menunduk entah kenapa Ia merasa tak mampu jika harus membalas tatapan dinginnya sang Bosnya itu.


" Lo mau pulang Mon ?" Tanya Zeanu menatap Mona.


" Oh iyaa ni,baru mau.." Sela Mona merasa salah tingkah setelah Zeanu bersikap perhatian kepadanya.


 


" Gimana kalo Bareng saja." Ucap Zeanu dengan kalem sontak hal itu membuat Manda terlihat kaget dengan sikap Zeanu terhadap Mona.


" Memangnya Pak Zeanu bawa kendaraan pribadi ?"Ucap Manda dengan sedikit tersenyum menggoda ke arah Zeanu.


" Iya.Kenapa ?"Tanya Zeanu menatap tajam Manda.


" Tidak apa-apa see saya cuma nanya saja !" ucap Manda dengan tersipu.

__ADS_1


" Oh makasih Zean,gue pulang bareng temen-temen gue ko,makasih atas tawarannya.." Ucap Mona dengan sengaja melirik sinis ke arah Manda yang terlihat kepanasan.


" Ok lah kalau begitu.Banny gue pamit ya !Lusa lah kita lanjutkan diskusinya itu. "Ucap Zeanu dengan tersenyum simpul ke arah Banny.


"Ok,sampe bertemu lusa Zen."Ucap Banny sembari menepuk pundak Zeanu,Bannypun berlalu tanpa memperdulikan Mona berserta Manda.


" Ayo Mon cabut !!" Ajak Amel mencolek pinggang Mona.


Manda mendekat lalu menatap tajam ke arah Mona dengan tatapan penuh benci.


" Lo gak usah so kecakepan."Ucap Manda dengan nada ketus lalu ia pun segera pergi mengikuti Banny.


" Dia kali yang so manis and so kecakepan."Sela Tamara ikut kesal melihat sikap Manda yang sangat sombong itu.


" Biarin sajalah dia mau benci ampe ke ubun_ubun sama gue juga gue mah gak peduli."Ucap Mona sembari merapihkan tasnya.


Mona melangkah menuju keluar ruangan dengan tak lama di ikutin Tamara dan Amel.


" Itu artinya gue lebih tinggi diatas dia dan dia gak bakalan tenang hidupnya pasti akan mikirin gue mulu..he.. hee."Ucap Mona dengan santai.


 


" Salut dah sama lo,meski lo di benci Manda lo mah gak ada takutnya."


" Biasanya pembenci itu tife orang yang minim dengan kelebihan dan banyak akan kekurangan makanya bisanya hanya jadi pembenci." Tungkas Mona singkat,padat dan berbobot.


" Tapi si Manda jadi sekertaris Bos loh itu artinya dia lebih tinggi dari lo Mon,sementara lo cuman staff doank." Sela Tamara lagi-lagi dengan membenarkan Poni pendeknya.


"HEEUUHH !!lama urusan jadinya kalau di jelasin sama dia mah,heran gue dia gak ngerti dengan kata-kata sekelas pribahasa,makanya kalau lagi belajar bahasa lo jangan tidur." Gerutu Amel terdengar gusar setelah melihat sikap Tamara yang terkadang suka membuat ngelus dada dengan sikapnya yang suka salah sambung.


Mona hanya tersenyum geli melihat kelakuan kedua sahabatnya itu yang selalu terlihat konyol.


*******


MONA dan kedua sahabatnya tiba di tempat biasa mereka berkumpul hanya untuk sekedar ngobrol bersama seraya melepas penatnya rutinitas sepanjang hari.


" Mon !tapi ganteng juga ya si pria tanpa nama itu." Amel membuka obrolan sembari menyisap dalam minuman capucinonya.


" Zeanu Mel."Sela Mona dengan membenarkan.


" Iya itulah.Hmm sepertinya lo ada kesempatan deh Mon." Ucap Amel terlihat terseyum dengan penuh arti.


" Kesempatan apa ?" Tanya Mona agak bingung.


" Yaa buat kenal lebih lanjut lah."Balas Amel mulai gusar dengan sikap cueknya Mona.


" Emang ada kelanjutannya ya kalo kenalan ?"Tanya Tamara polos.


" Yaa elah,lo sama si Bian aja kan awalnya cuman kenalan doang terus lo lanjut sama Bian,dan jadian kan ?" Jelas Amel dengan sabar mencoba menjelaskan ke Tamara dengan tidak bersikap ngotot.


Memang sikap lemot Tamara selalu menguji akan pertahanan kesabaran kedua sahabatnya itu.


" Susah yaa gue ngomong sama lo." Gerutu Amel kesal seraya mengelus dada memohon kesabaran.


" Oh ." Sela Tamara dengan polosnya hanya memonyongkan bibir mungilnya dengan tanpa beban.


 


" Mon lo gak berniat minta nomor telponnya?" Tanya Amel sembari menggerak-gerakan alisnya naik turun.


" Buat apa see Mel ?"Tanya lagi Mona yang belum paham akan maksud ucapan Amel.


" Yaa kali aja suatu saat nanti ada perlu sama dia." Sela Amel dengan terus berusaha membujuk hati Mona dengan semangat.


" Doi kan patnernya pak Banny ngapain juga gue yang ngesave nomor teleponnya.Itu bukan urusan gue !!" Balas Mona acuh.


" Kalo Manda mungkin dia perlu." Ucap Mona sembari menyuapkan stik kentang kesukaannya.


" Yeee..,siapa tau lo juga perlu untuk yang lainnya Mon,karena ini bukan masalah pekerjaan." Ucap Amel melirik gemas ke arah Mona yang sedari tadi tidak paham dengan maksud omongannya.


" Terus untuk malasah apa..?" Tanya Mona menoleh.


" Aduh Mon lo sebenarnya peka gak see ?apa emang lo beloon.."Ucap Amel terlihat kesal sendiri dan akhirnya pertahanan kesabaranya pun ambyar.


" Cowok secakep Zeanu masa iya lo gak naksir !heran gue.." Guman Amel kembali ngoceh-ngoceh sendiri seperti orang tua yang sedang mengajari anaknya belajar yang daya tangkapnya susah sekali.


 


" Mungkin itu cowok bukan tifenya Mona kali Mel." Sambung Tamara cuek, Amel hanya terlihat merengut kesal kearah Mona di tambah lagi Tamara yang ikut-ikutan tidak peka juga.


" Kalian kok jadi pada ribut gini see." Tanya Mona heran.


" Mon.Si Amel itu berharap lo naksir sama si cowok tanpa nama itu." jelas Tamara singkat. 

__ADS_1


" Zeanu Tam.." Ucap Mona meninpali dengan sabar.


" Nah tuh lo nyambung Tam."Seru Amel semeringah ketika Tamara mulai konek dengan apa yang di maksudnya.


Tamara tersenyum so imut ia merasa puas bisa nyambung dengan apa yang di obrolkan Amel.


" By the way tapi lo kok bisa kenalan sama tu cowok tanpa nama,gimana ceritanya..?"Tanya Amel menatap serius.


" Penasarann yaa...?" Tanya Mona menggoda Amel


" Gue see gak penasaran penasaran amat,karena gue tau percis sikap lo sama cowok seperti apa,galak dan cuek." Sela Tamara dengan sikap so tahunya.


" Nah cakep lo,tumben konek terus ni.."Celetuk Amel dengan cekikikan melihat Tamara yang dapat sinyal bangus.


" Yaa kenalan aja Mel gak lebih ko."Ucap Mona datar.


" Tu kan." Tambah Tamara dengan menatap lucu Mona.


Beberapa menit kemudian ponsel Tamara berbunyi nyaring.


Bian calling......


" Ssstt !!Kalian jangan bicara dulu ya diam semua." Ucap tamara meminta kedua sahabatnya untuk diam dulu lalu Tamara pun segera mengangkat panggilan telponnya.


" Hallo sayang !!."Sapa Tamara dengan Manja dan so manis. Mona dan Amel terlihat saling melengos dengan sebal melihat akan gaya bicara Tamara.


 


" Aku lagi di rumah.Kenapa sayang?"Tanya Tamara dengan masih memberi kode jari telunjuk di mulutnya ke arah Mona dan Amel.


" Oh ya sudah kalau gitu gue siap-siap dulu ya.Dah sayang." Ucap Tamara lebay seraya mengakhiri panggilan telponnya.


" Yahh Mon Mel,gue duluan yaa soalnya Bian ngajak makan malam nee dan gue mau siap-siap dulu." Pamit Tamara seraya bangkit dari tempat duduknya dan menyambar tasnya.


" Terus ?"Tanya Amel dan Mona kompak.


" Gue pulang duluan lah ." Ucap Tamara segera membenahi barang bawaanya ke tas dia,dan sebelum pergi pun ia sempat-sempatnya kembali membenarkan poni pendeknya,padahal tuh poni dari tadi bergerak sedikitpun.


" Bye !besok kita ketemu di kantor yaa."Ucap Tamara sembari menghambur keluar.


" Bye !hati-hati Tam!."Balas Mona serta amel bersahutan.


" Gila tu bocah,Lugu-lugu gitu bandit juga alesannya dirumah lagi,so alim banget tu manusia..ha haa.."Sambung Amel sembari tertawa renyah.


" Banyak modal dustanya dia mah."Sela lagi Mona dengan ikut tertawa.


" Oya Mon,tadi pas gue lihat mukanya si Manda,gue ngerasa puas banget loh lihatnya."


" Kenapa emang?"


" Pas si cowok tanpa nama itu ngajak lo pulang bareng,muka si Manda berubah langsung gak seneng gitu ngelinya." Ucap Amel dengan berapi-api.


" Dia kaya takut kesaing gitu sama lo,terus kalau gue lihat-lihat dia kayanya gak seneng banget deh sama lo kaya ada dendam pribadi gitu.Gue heran." sambung Amel dengan perasaan sebal.


" Haa... haa...Biasalah kalo seleb itu banyak saingannya."


" Seleb,pede aja kalau ngomong." Ucap Amel melengos.


" Seleb kok jomblo.."Guman lagi Amel dengan mendilak sinis ke arah Mona.


"Gue jomblo terhormat.."Ucap Mona membela diri. Amel semakin melengos dengan ekpresi datar lalu ia hanya bisa mengerucutkan bibirnya bak bangunan segi tiga sama kaki.


" Eh Mon gimana kalau lo deketin saja tuh cowok tanpa nama itu buat manas-manasin si Manda."Usul Amel dengan semangat.


" Zeanu mel.Zeanu.."Balas Mona mulai terlihat kesal menatap Amel yang selalu menyebut Zeanu dengan panggilan cowok tanpa nama.


" Ok oke,Zea....."Ucap Amel menggantung ia lupa nama lengkap Zeanu.


" Zeanu.Yang lengkap kenapa nyebut nama orang tuh.." Mona benar-benar kesal.


" wakakaka lo marahya rupanya,cie cie."Goda Amel senang melihat akan ekspresi wajah Mona yang tak senang ketika Amel memanggil Zeanu dengan sebutan tanpa Nama.


" Yaa enggalah,lo kan kalau nyebutin nama orang suka asal aja.."Bela Mona melirik kesal Amel.


" Bian saja dulu lo panggil bule ke panggang gara-gara pipi sama hidungnya selalu merah terus."


" Oke oke.Zeanu."Ucap Amel menghapalkan dan mengulang terus nama Zeanu dengan di iringi tertawa lucu.


" Zeanu ya." Mona mengulang lagi nama Zeanu dengan memperjelasnya agar Amel tidak salah lagi memanggil.


" Iyaa ikhh.."Balas Amel tak kalah kesal kali ini Mona pun gantian tertawa lepas melihat sikap Amel yang kesal sendiri.


Wajah Amel merengut sementara Mona masih menertawakannya dirinya dengan begitu puas.

__ADS_1


# bersambung #


__ADS_2