
MONA merasa sebal terhadap kedua sahabatnya lalu Ia pun memasuki ruangannya dengan terlihat menahan amarahnya di hempaskannya kuat kuat pantatnya kekursi seraya melempar tasnya kemeja dengan kesal.
Entah apa yang membuat Ia merasa tersinggung dengan perkataan yang di ucapkan amel kepadanya.padahal selama ini ia bersahabat dengan Amel serta Tamara bisa bercanda lebih dari itu kata katanya namun tidak sampai tersinggung namun kali ini ia harus merasa tersinggung dengan ucapan kedua sahabatnya itu.
" Kok gue jadi kesal gini see sama Amel ?"Guman Mona sembari menatap ke arah layar laptopnya dengan bingung.
lalu Mona menggit kecil ujung bibirnya seraya menatap kosong ruangan kerjanya.
"*lupakan !!Gue gak mau peduli yang jelas mereka udah mulai gak suka degan apa yang gue lakukan*.."
Hasut dalam hati Mona dengan terus menatap
kosong laptopnya.Ia mengusap ngusap lembut wajahya dengan kedua tangannya dan sesekali ia menggit gigit bibir bawahnya dengan gusar.
Mona terus berguman didalam hatinya sehingga tak menyadari jika Banny sedari tadi sudah berdiri di ambang pintu dengan memperhatikan tingkah anehnya.
Mona mengalihkan pandangannya dengan pasrah ke ambang pintu dan ia pun terkejut bukan main saat di dapatinya Banny sedang berdiri dengan menatap aneh kepadanya.
" Eeh bapak...!" Ucap Mona dengan tersipu sipu malu.
" Sepertinya pikiran kamu lagi tidak di kantor sehingga dari tadi kamu tidak menyadari saya sudah berdiri cukup lama disini. " Ucap Banny dengan sinis.
" Maaf pak.Saya sedikit melamun saja."Ucap Mona sembari membenarkan rambutnya yang model baru itu.
Banny menatap cukup lama ke arahn Mona dengan tatapan penuh telisik sepertinya Banny cukup detail memperhatikan ke penampilan barunya Mona.
Akan tetapi Banny terlihat seolah olah sedang menahan tawanya dan nyaris ia mengeluarkan suara tawanya dan hal itu membuat Mona merasa serba salah.
Banny merasa heran dengan apa yang telah Mona lakukan dengan penampilannya hari ini,Banny hanya membuang wajahnya seraya menggeleng gelengkan kepalanya ia merasa cukup terhibur dengan penampilan barunya Mona.
" Ada apa Pak ?" Tanya Mona dengan tidak enak hati menatap Banny yang sedang menatapnya dengan tatapan lucu.
" Hari ini kamu terlihat sangat Aneh.."Ucap Banny singkat sembari tersenyum tipis.
Mona tertegun mendengar ucapan dari sang Bosnya yang sama sekali tidak tertarik untuk mengomentarin penampilan barunya.Serta merta membuat Mona begitu sangat rendah di mata sang Bosnya.
" Tolong atur skejul hari ini.."Ucap Banny sembari melihat jam di tangannya dan berbalik badan hendak melangkah keluar ruangan.
" Lusa kita keluar kota."Ucap Banny dengan melenggang keluar dari ruangan tanpa menunggu jawaban dari Mona sepatah katapun.
Mona terdiam kebingungan dengan sikap sang Bosnya,
padahal dirinya sudah berharap dapat sanjungan atau tatapan manis dari sang Bos dengan penampilan barunya yang terlihat sangat glamor.
Nyatanya Ia harus menelan kekecewaan dan pil pahit yang cukup dalam.Banny sama sekali tidak tertarik dengan penampilannya yang baru.Dan Banny hanya cuek dan acuh tanpa mersepon apapun.
Dia merengut dengan kecewa entah ketololan apa yang telah ia perbuat sehingga begitu bodohnya ia berani berpenampilan seronok seperti ini.
***************
~ MONA berjalan mengikuti langkah Banny dari belakang.Dia mencoba berjalan secantik mungkin di setiap ayunan langkahnya,dan Mona berusaha lebih yakin agar bisa berjalan dengan cantik dengan menggunakan sepatu hak tinggi.
Mona sepertinya harus rela kerepotan dengan sepatu hak tinggi yang di pakainya.
Berkali kali ia merapihkan roknya yang terlihat lama-kelamaan semakin meninggi ke atas lutut ketika ia sedang berjalan.Sedangkan Banny berjalan cukup cepat tanpa memperdulikan Mona yang tertatih tatih mengejarnya dengan susah payah.
__ADS_1
TIINGGG.....
Lift terbuka lebar Banny dan Mona segera memasukinya dan tak lama Banny memencet salah satu angka tobol lift yang tertera di dingding lift itu dengan santai.
Sementara Mona masih terlihat sibuk mengoreksi penampilan barunya.
lift Terbuka di lantai 3 dan beberapa orang memasuki lift yang hanya baru ada Banny dan Mona.
Lalu kemudian Dua perempuan memasukinya seraya menatap penuh hormat ke arah Banny.Tak lama tatapan dua perempuan itu bergeser ke arah Mona yang berada percis di belakangnya Banny dengan menatap aneh.
Lalu seterusnya mereka terlihat saling berbisik bisik kecil dengan masih menatap Mona dengan tatapan yang membuat Mona merasa tidak nyaman.
Mona menggeserkan pandangannya kearah kedua perempuan itu yang tak sengaja sedang menatapnya.dua perempuan itu sedang terlihat menahan tawanya sambil menutup mulutnya dengan satu tangannya masing masing.
Tiba tiba Mona merasa risih dengan sikap dua perempuan itu yang tak jauh dari dia berdiri.Mona hanya bisa ngebatin dengan apa yang dilihatnya terhadap dua perempuan itu yang sedang memperhatikannya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Mona hanya pasrah searaya berdoa dan berharap secepat ia bisa keluar dari lift itu dan pergi meninggalkan dua perempuan itu yang masih grasak grusuk memperhatikan Mona.
Bola mata Mona melirik sebal ke arah dua perempuan itu yang telah tak tau diri menertawankanya.
Wajah Mona semakin berubah sebal tatkala ia melirik kearah dua perempuan itu yang semakin menjadi jadi menertawakannya.
Entah apa yang membuat mereka bersikap kurang sopan terhadap dirinya.Tak lama Lift terbuka di tombol angka yang di tuju.Dengan tak menunggu lama Mona segera cepat melangkahkan kakinya hendak keluar dari lift itu dengan tak sabar.
Namun apalah daya keinginan Mona harus tertunda untuk segera enyah dari dalam lift itu,Seketika hak sepatunya yang runcing itu nyangkut di sela sela lantai pintu lift dan....
BRUUKKK....
Mona terjatuh dengan tidak sengaja mendorong kuat Banny yang berjalan di depannya.Sontak kejadian itu cukup membuat Banny terlihat malu dan salah tingkah.
Beberapa orang yang berada didalam lift nampak terkejut dan menatap lucu bercampur kaget ke arah Mona yang terjatuh.
" Awww !!"Pekik Mona tersungkur ke lantai.
Banny terkejut bukan main lalu ia pun menoleh ke arah Mona yang terjatuh,Mona meringis menahan sakit.
Banny menghela panjang seraya mengeleng geleng dengan raut wajah terlihat kesal menatap Mona yang tersungkur di lantai.
Banny dengan cepat menarik tangan Mona agar kakinya tidak menghalangi lift yang akan tertutup kembali.
" Aduh sakitt..." Pekik Mona sembari meringis kesakitan. lalu Banny terlihat berjongkok untuk membantu Mona berdiri,Dengan raut wajah sedikit menahan kekesalan terhadap Mona Banny berusaha menolong Mona.
" Lain kali pake sepatu itu yang bisa membuat kamu nyaman bukan membuat kamu merasa cantik."Ucap Banny sembari mengulurkan tangannya untuk di raih Mona agar Mona bisa berdiri.
dengan rasa tak menentu Mona berusaha meraih tangan Banny walau dengan terpakasa.
perlahan lahan mona menerima uluran tangan Banny dan berusaha untuk bisa berdiri dengan perasaan yang tak menentu.
" Awww !!"Tiba tiba Mona terlihat meringis kesakitan ketika kakinya mulai dipijakan sehingga Mona tidak bisa berdiri dengan kuat dan mau tidak mau badan Mona roboh kembali dan hendak tersungkur lagi.Namun dengan sigap Banny menahannya tubuh Mona dengan refleks sehinga Mona tidak sengaja terjatuh ke pangkuannya.
Mona terhenyak dengan menatap lurus ke arah wajah Banny yang jaraknya sangat dekat dengan wajahnya.
Mereka sejenak saling bertatapan cukup lama.
Banny dengan dalam menatap jauh kebola mata Mona yang sangat indah.Bola mata yang belo itu berwarna abu kehitam hitaman bola mata yang sungguh sangat cantik,dan warna bola mata itu jarang orang punya.
Baru kali ini Banny menatap wajah Mona dalam keadaan jarak yang sangat dekat,Bulu halus di wajah Mona terlihat membentuk barisan yang begitu cantik. Pandangan Banny lalu turun menatap ke bibir mungil Mona yang merah merona bak bunga mawar yang baru mekar.
Bulu halus yang melingkar tipis di atas bibirnya menambah daya pikat yang sangat luar biasa yang terkesan sangat seksi membuat Banny terpesona di buatnya.
Banny belum pernah melihat wajah semulus Mona meski terlihat sedikit menor,Namun Banny mampu melihat dengan jelas sisi cantik dari seorang Mona dalam keadaan Natural.
Banny tersadar bahwa ia telah cukuplama mendekap tubuh Mona di pelukannya dengan maksud untuk menahannya supaya tidak jatuh.Tapi dengan refleks juga Banny segera melepaskan pelukannya dengan repleks dan Monapun tersungkur kembali ke lantai.
BRUUKKK.......
" ADUUUHHHH !!!"Jerit lagi Mona dengan meringis ia pun harus menahan kesakitan untuk yang kedua kalinya.
" G**ilaa gue di buangya.." Gerutu mona dalam hatinya meracau sembari menahan sikutnya sang sakit.
" sorry !!" Ucap Banny terlihat kaku dan salah tingkah.
__ADS_1
" Tapi gak usah di jatuhin juga pak.Sikut saya sakit." Balas Mona seraya merengut ke arah Banny.
" Ada apa Bann ?" Tiba tiba Zeanu menyembul dari lift yang terbuka lalu menghampiri Banny yang masih bersikap kikuk.
Sedangkan Mona masih meringis menahan sakit.
" Mon lo kenapa ?" Tanya Zeanu terkejut setelah melihat Mona masih duduk di lantai dengan memegangi kakinya. dengan cepat Zeanu mendekati Mona yang masih terlihat kesakitan.
" Gue bantu ya Mon !"Ucap Zeanu sembari meraih tangan Mona untuk membantunya berdiri.
" Kenapa ini Bann ?" Tanya Zeanu menatap Banny dengan penuh selidik.
" Tadi dia terjatuh di depan lift hak sepatunya masuk di sela sela lantai pintu lift."Jelas Banny sedikit cuek.
" Lo gak kenapa napa Mon ? "Tanya Zeanu dengan sikap khawatir.
" Kaki gue sakit !" Ucap Mona dengan meringis.
" Gue bantu ya lo ke ruangan.soalnya penandatanganan kontrak gue 15 menit lagi.."Ucap Zeanu sembari mengapih Mona di sampingya.
" Gue coba berjalan sendiri aja Zean.gak apa apa kok.." Pinta Mona dengan menolak bantuan Zeanu.
" Kaki lo sakit Mon,Sudah biar gue bantu !"
" Tidak apa apa.Gak usah Zean nanti gue ngerepotin lo.." Ucap lagi Mona dengan meringis lagi,Sementara Banny hanya berdiri dengan bersikap apatis.
" Yakin lo gak kenapa napa ?" Tanya lagi Zeanu dengan menatap cemas. ia memastikan Mona baik baik saja.
" Gue it' s oke Zean." Ucap Mona dengan mencoba berjalan lagi.Namun tiba tiba kakinya terasa ngilu untuk di pijakan.
" Aww !!"Pekik Mona dengan hendak terjatuh lagi.
" Biar gue bantu Mon lo gak usah ngeyel deh."Ucap Zeanu dengan cepat menolong Mona untuk berjalan dengan bantuannya.
Mona pun akhirnya pasrah dan tidak bisa menolak lagi permintaan Zeanu yang ingin menolongnya,akhirnya Mona pun mengikuti perintah Zeanu.
Zeanu sejenak menatap sikap Banny yang terlihat acuh Seolah olah ia tidak mau peduli dengan keadaan Mona. Zeanu pun memapah Mona hingga sampai keruangan pertemuan.
" Coba gue liat dulu kaki lo Mon.."Ucap Zeanu sembari berjongkok di hadapan Mona yang sudah duduk di kursi.
" Gak usah Zean.Gue gak enak.." Sergah Mona cepat.
" Tenang aja gue Gak bakalan ngapa ngapain lo ko. Gue cuman mau nolongin lo saja.."Ucap Zeanu sembari menyentuh kaki Mona dan mengangkatnya ke atas pahanya dia.
" Kaki lo memar ni Mon !" Ucap Zeanu sembari mencopot sepatu Mona dengan perlahan lahan.
" Aww. sakit Zean." Ucap Mona meringis ia menatap Zeanu dengan dalam entah kenapa Zeanu begitu sangat perhatian terhadap dirinya.Berbeda sekali dengan sikap sang Bosnya yang sangat acuh sedari tadi terhadap dirinya.
Zeanu memijit mijit pelan kaki Mona yang terkilir saat terjatuh tadi. Mona hanya menahan kesakitan dengan meringis ringis kecil.
Lalu Mona mengalihkan pandangannya ke arah Banny yang sedang duduk menatapnya dari tadi dari kejauhan.
Dua tatapan beradu,Banny yang dari tadi menatapnya dengan tatapan seolah olah ia sedang merasa cemburu dengan sikap Zeanu yang lebih sigap dan respon menolong Mona,Namun Banny seolah olah menutup rapat akan sikapnya itu.
Dengan cepat Banny membuang wajahnya seraya menarik napas lalu Ia kembali berpura pura acuh.Mona hanya mengela lembur. setidaknya ia paham atas sikap yang telah di perlihatkan Banny terhadapnya.
Sikap Ketidak sukaannya selalu muncul tatkala dirinya Dekat dengan Zeanu.
" Masih sakit Mon ?" Tanya Zeanu seraya masih memijat mijat lembut kaki Mona dengan cemas.
" Tidak.sudah mendingan ." Ucap Mona pelan dengan masih memandangi sang Bosnya.
Banny kembali menatap ke arah Mona,Lalu dengan cepat Mona menggeserkan tatapannya ke arah Zeanu.
" Cukup Zean.Makasih bangak ya zean lo sudah nolongin gue.."Ucap Mona tersenyum simpul.
" sama sama Mon.Gue seneng bisa nolongin lo.."Ucap Zeanu mendongkak dengan tersenyum lembut kearah Mona.
" Gue pakein lagi iaa sepatunya.."Ucap Zeanu sembari meraih sepatu hak tingginya Mona dan memasangkan kembali.
Ada rasa tak biasa yang menyelinap didalam hati Zeanu terhadap Mona begitu dengan Banny ada rasa cemburu yang menyelinap diam diam didalam hati kecilnya tatkala Mona terlihat menyambut baik sikap tulus Zeanu yang telah menolongnya dengan sesekali ia selalu tersenyum manis dan menatap lembut ke wajah Zeanu.
__ADS_1
# bersambung#