
PRAAKK...
Beberapa lembar kertas laporan mendarat di hadapan Mona yang tengah sibuk mengerjakan pekerjaanya.
" Apa ini ?" Tanya Mona seraya mendongkakan kepalanya lalu menatap Manda yang berdiri di sampingnya dengan bertolak pinggang.
Amel serta Tamara menoleh ke arah suara hempasan kertas yang hentakannya cukup terdengar jelas oleh mereka,lalu beberapa staf karywan yang lainya pun ikut tersita perhatian ke arah meja Mona.
" Bikin laporan barang yang keluar hari ini.Karena nanti sore gue butuh laporan serta datanya yang cepat serta lengkap."Ucap Manda dengan lantang.Sejenak Mona mengernyitkan kedua alisnya.
" Tapi Man inikan pekerjaan Tora?kenapa jadi gue yang ngerjain ??"Tanya Mona menatap penuh tanya.
" Gue perintah lo bukan Tora !" Sela Manda dengan tak kalah menatap tajam.
" Ok." Jawab Mona tanpa protes lagi lalu tanpa banyak bicara lagi Ia menyambar cepat lembaran kertas yang di lempar Manda kehadapannya.
" Ingat !!Sore harus bisa selesai semua berkas-berkasnya dan kasih sama gue langsung jangan ke yang lain."Ucap Lagi Manda dengan so merintah.
" Ok." Lagi-lagi Mona hanya menjawab singkat Ia terlihat menahan amarahnya atas perlakuan Manda yang selalu senaknya dia kalau memerintah.
Dan hal ini tak hanya sekali dua kali Manda lakukan terhadap Mona melainkan sering Manda memperlakukan Mona denga semaunya dia.
" Oya lo kerjain laporan dokumen ini dan gak usah ngerjain tugas yang bukan tugas lo itu.Lo kan suka banget cari perhatian Bos." Lagi-lagi Manda berbicara pedas dan menatap sinis Mona.
Mona berusaha untuk tidak terpancing emosi dengan sikap Manda yang seolah-olah dia lebih berkuasa.
Mona menghela lalu melirik tajam ke arah Manda yang masih berdiri di ujung kursinya dengan bersikap angkuh.
" Tanpa lo ingetin gue lebih tau diri.."Jawab Mona dengan ketus.
" Baguslah lo tau diri."Ucap Manda puas sambil mendengus dan ia pun pergi dengan begitu saja.
" Aargghhh.."Pekik Mona menahan amarahnya lalu di menggebrak kasar meja kerjanya.
Mona terlihat merapatkan tulang rahang atas bawahnya dengan kuat sehingga terlihat menyembul keluar dengan tegas.
" Kenapa lagi see dia Mon ?"Tanya Tamara dan Amel heran setelah melihat Mona benar-benar emosi.
Amel dan Tamara menatap muak ke arah langkah Manda yang memasuki ruangan lift.
" Tau tuh dasar ratu nyamuk." Sela Mona dengan mengutuk keras Manda.
" Dia udah Kebangetan deh Mon ama lo.Lama-kelamaan dia kurang ajar banget deh sama lo."Ucap Tamara yang berada di sebelah kubikelnya Mona merasa ikut jengkel melihat perlakuan Manda yang sudah kelewat batas.
" Ngapain see dia ?" Tanya Amel sembari menjulurkan kepalanya dengan penasaran.
" Dia minta data barang keluar,dan sore ini diminta kelar semua laporannya."
" Gila kali tu orang,data barang keluarkan bagian staff yang stok barang kan ?ko lo see ?"Sela Amel kaget,lehernya makin memanjang tinggi menatap Mona yang berada percis di hadapan kubikelnya itu.
" Lo harusnya protes dong." Sela Tamara ikut gusar
" Lo tunggu laporan dari Tora saja Mon barang masuk dan keluar itu bagian dia.Lo kan cuma bagian revisi doank dan kenapa pula lo yang ngeinfut semua datanya ?"Ucap Amel semakin marah badannya terlihat bergoyang-goyang saking menahan emosinya.
" Iya tapi kan ujung-ujungnya yang ngerevisi datanya gue juga Mel,nanti gue pasti ngulang 2x lagi dalam pengecekan semua infut datanya."
" Tau Mon,tapi biasanya kan si Manda ngasih ke Tora dulu kan sebelum ngasih ke elo,terus baru deh tu setor ke nenek sihir gila itu. !Ini ko dia langsung kasih ke elo aja,.Lalu si Tora kerjanya apa dia ?Makan gaji buta.." Ucap Amel dengan nyerocos bak merecon ke sundut dikala ada hajatan sunat masal.
" Biarlah. Gue lagi males ribut.."Ucap Mona terlihat enggan mempermasalahkannya,lalu Ia pun mulai mengecek beberapa lembar berkas berkas laporannyan yang di serahkan Manda Sementara Amel dan Tamara hanya terdiam saling bertatapan dengan perasaan gondok di hatinya.
*********
MONA terlihat tergesa-gesa hendak menuju lif ia berniat untuk pergi ke kantin yang berada di lantai tiga.
Ia dan kedua sahabatnya lebih senang makan siang di kantin kantornya ketimbang makan diluaran.
__ADS_1
Tak hanya bisa makan siang lebih dekat mereka juga bisa ngumpul bersama seraya menunggu waktu jam makan siang berakhir.
Amelia dan Tamara sudah memesan menu kesukannya mereka sembari menungguMona yang belum terlihat akan kedatangannya menemui mereka. Tamara terlihat begitu semangat mengaduk-ngaduk baso di mangkok yang asapnya masih terlihat mengepul,sementara Amel dia masih sibuk dengan ponselnya.
" Sorry gue lama!"Ucap Mona terlihat ngos-ngosan setibanya di hadapan Tamara dan Amel.
" Lo darimana aja ,,?"Tanya Amel tanpa menoleh.
" Gue habis ke ruangan Tora dulu,banyak banget dokumen- dokumen data barang masuk yang belom di infut,lelet banget kerjanya tu orang!!Mana dia lupa masukin data barang keluar 2 hari yang lalu lagi.Gila tu si Tora gak beres banget kerjaanya."Ucap Mona dengan raut wajah kesal.
" Kan gue juga bilang apa Mon,Itu urusan Si Tora ngapain lo baik hati ikut-ikutan ngeinfut segala jadi entenglah kerjaan si Tora itu"Ucap Amel mulai terlihat jengah mendengar curhatananya Mona.
" Terus lo ada cek ke gudang juga .?"Tanya lagi Amel melirik cuek.
" kemaren itu gue sudah infut semua data barang yang keluar, malahan gue udah print juga beberapa surat jalannya beserta laporan data logistik untuk kebeberapa wilayah daerah juga Mon.Terus sekarang Manda minta lo kerjain semuanya ?gila kali tuh orang."Jelas Amel menjelaskan dengan panjang lebar.Alisnya naik turun mengikuti hentakan laju napasnya yang sedang emosi.
" Gue kan cuman bawahan Mel ya cuman bisa nurut aja dan berusaha totalitas.."Sela Mona membela diri.
" Itu see Tolol namanya bukan totalitas.Si Manda itu dia lagi ngerjain lo.Dan Ini itu Bukan tugas lo kok malah lo yang jadi ngerjain semuanya.Ikhhh gue mah gemes banget dahh liatnya"Ucap Amel makin jengkel di buatnya melihat sahabatnya di perlakukan seenaknya oleh Manda.
" Orang jahat ko di gemesin see.."Sela Tamara polos seraya menikmati basonya yang ada di hadapannya.
" IYA.SAMA HALNYA GUE JUGA GEMES SAMA LO YANG SUSAH NYAMBUNGNYA.."Ucap Amel dengan nada marah lalu melirik kesal Tamara yang mulai tak konek lagi menanggapi obrolan Mona dan Amel.
" Udah udah !!gak usah ribut,yang penting gue masih mampu menghandelnya,kalo pun toh datanya gak sama pasti ujung-ujungnya gue juga yang di cari dan disuruh ngecek ulang semua data barang yang keluar dan masuk oleh bu Silvi."Ucap Mona dengan bijak.
" ......" Amel tak menjawab dia terlihat menarik napas panjang lalu ia mencoba meredam emosinya dengan mengigit bibir bawahnya dalam-dalam. Amel pun membuang wajah kesalnya jauh-jauh dan.....
SETT
Tatapanya membentur sebuah kursi yang terdapat
sang Bosnya lagi duduk santai sedang becengkrama dengan Zeanu.
" Mon bos kita !!"Ucap Amel sambil mencolek Tangan Mona.Tamara dan Mona menoleh ke arah pandangan Yang di tunjukan oleh Amel.
" Woow dwo lelaki ganteng."Pekik Amel histeris ia terus menatapnya dengan penuh pesona.
Jika di gambarkan dengan sebuah emotion ada kemungkinan besar jika tatapan mata Amel berbentuk sebuah hati yang keluar dari setiap tatapan matanya.
Mona kembali menatap layar ponselnya seraya menggeleng-geleng sepertinya Ia tidak tertarik dengan apa yang di tunjukan oleh Amel.
" Sepertinya mereka bukan hanya sekedar klien saja deh Mon,mereka akrab banget liat deh!"Ucap Amel dengan masih terus memperhatikan kearah Banny serta Zeanu yang asyik membicarakan sesuatu.
" Yang satu kaya bintang hollywood dan yang satunya lagi kaya aktor bollywood." Celoteh Amel yang tengah sibuk memperhatikan ke arah Bosnya dengan tatapan terkagum- kagum.
" Hooh !! leonardo vs sharukan kalinyaa ha...ha..haa" Tiba- tiba Tamara nyeletuk dengan di iringi tertawa lepas mau tak mau Amel dan Monapun ikut tertawa setelah mendengar celotehannya Tamara yang kali ini bisa langsung nyambung jika yang di bahas masalah ketampanan cowok.
" Tumben dia konek.."Sela Amel di tengah derai tawa yang renyah melirik Tamara yang ikut mengagumi ketampanan Zeanu dan Bosnya.
" Gue paling seneng loh nonton bollywood, acha-acha gituu ikhh gue suka banget."Ucap Tamara dengan antusias.
Mona dan Amel saling memandang geli di tengah-tengah tertawa yang lepas setelah melihat sikap centilnya Tamara.
" Makanya lo lebay." Sela Amel cepat.
" Ehh kalian jangan salah loh,orang-orang india itu orang yang paling bahagia sedunia,dan mereka itu paling tau cara mengahadapi malasah hidupnya seperti apa karena mereka itu tidak pernah merasa sedih."Sela Tamara dengan bergaya ala bollywood sedikit.
" Ko bisa ?"Tanya Mona dengan wajah penasaran.
" Liat saja mereka gak sedih gak seneng bawaannya nyanyi mulu kan ? joged joged mulu kan? ada hujan aja senengnya minta ampun,apa lagi kalau ada tiang listrik, mereka mah udah bahagia buat di pake muter-muter iya kan ?haa haa haaa ..?"Jelas Tamara dengan raut wajahn yang super kocak lalu ia tertawa lepas.
" haha..haaha,bisa aja lo Tam.."Ledek Amel dengan tertawa keras,begitu pun Mona Ia pun ikut tertawa lepas melihat ulah Tamara sahabatnya itu yang terkadang membuat Ia bisa tertawa lepas serta merasa terhibur dengan tingkah laku jenaakanya itu.
__ADS_1
Ternyata di balik derai tawa Mona dan kedua sahabatnya ada sepasang mata yang ikut memperhatikan ke arah mereka dan diam-diam sepasang mata itu menatap simpati ke arah Mona yang sedang tertawa lepas.
Gelak tawa Mona beserta kedua sahabatnya itu mampu menarik perhatian beberapa orang yang tengah menikmati makan siang di ruangan kantin itu,dan tak terkecuali seseorang yang tengah menatap dengan dingin ikut memperhatikan tingkah Mona dengan kedua sahabatnya iyu.
Dan siapa seseorang yang tengah memperhatikan mereka dalam diam-diam ?tiada lain adalah Banny sang atasannya mereka.
Banny yang duduknya tak jauh dari arah mereka bertiga menatap lurus ke arah meja mereka,Mona yang masih tertawa lepas dan menampilkan kedua lesung pipinya yang mempesona dan untuk yang pertama kalinya Banny melihat keceriaan ketiga karywatinya itu.
Banny cukup tertarik untuk memandangi Mona yang notabenenya sang bawahannya dia.Mona yang sedang tertawa lepas itu di pandanginya lekat dengan tatapan sedikit berbeda.
Mona memang terlihat manis saat sedang Tertawa lepas Lesung pipitnya nampak sangat indah di kedua pipinya yang chaby.Perlahan-lahan Banny mengulas senyumannya seraya menatap sang bawahannya dengan tatapan penuh arti.
" Kenapa Ban.?"Tanya Zeanu menghentikan pandangan Banny yang sedari tadi masih lekat menatap panjangnya ke arah Mona dan kawan-kawan.
" Sorry !gue jadi bengong."Ucap Banny dengan sedikit terperangah lalu mengalihkan pandangannya ke wajah Zeanu sahabatnya.
" Lo lagi liatin siapa see dari tadi anteng banget.?"Tanya Zeanu penasaran,lalu ia pun menyisiri jejak arah pandangannya Banny dan ai pun dapat melihat kehadiran Mona yang tengah asyik bercanda tawa dengan kedua sahabatnya.
" Ohh lo lagi liatin anak buah lo.."Ucap Zeanu dengan ikut memperhatikan Mona.
" Yaa kalau gue perhatikan mereka bertiga itu kalau lagi ngumpul seru sekali,ada aja yang bikin mereka bisa tertawa lepas." Ucap Banny sembari mengalihkan lagi pandangannya ke wajah Zeanu.
" Yaa namanya juga lagi pada kumpul-kumpul bareng Ban.."Ucap Zeanu sembari ikut memperhatikan ke arah Mona lagi.
" Gua gak nyangka jika Mona adalah bagian staff dari perusahaan lo ini." Ucap Zeanu menoleh Mona.
" Tapi kalau gue perhatikan si Mona lumayan manis juga Ban." Puji Zeanu dengan masih menatap Mona.
" Yang gue tahu dari beberapa laporan kinerjanya,doi tife karyawati yang mudah di atur,supel dan mandiri."Puji Banny dengan kembali memperhatikan mona.
" Kok lo tau ?? ciee..., tumben lo bisa perhatiann sama cewek ??"Sela Zeanu menatap penuh arti ke arah Banny.
" Gue suka gak sengaja saja merhatiin doi dan lagian gue cuma iseng saja,gak ada maksud untuk apa-apa."Ucap Banny sembari mengalihkan pandangannya,Zeanu hanya tersenyum penuh curiga kearah Banny.
" Udah lama doi kerja bareng lo..?"
"Lumayan lah,Sekitar 4 tahunan ini ada,gue kan baru juga di perusahaan ini Zean setelah bokap sering sakit- sakitan jadi gue ambil alih semua perusahann ini."
" Oya apa kabar bokap lo ?" Tanya Zeanu sembari menyeruput kopi panasnya itu.
" Bokap gue baik-baik saja,cuman sekarang Bokap sering merasa ringkih akan kesehatannya mungkin karena bokap sudah berusia juga kali ya jadi ada bagusnya juga untuk istirahat dan nikmati masa tuanya ini."
" Terus bokap masih jadi Rektor ??"
" Udah lama ennggak,bokap sudah pensiun cuman kadang bokap suka ada hadir di beberapa acara seminar,kadang memenuhi undangan di acara kependidikan tertentu aja."
" Bokap lo emang hebat,gak ada ruginya lo di kuliahin ampe luar negri jika ujung-ujungnya lo bisa ngehendle semua perusahan keluarga lo.Dan sementara gue masih gini gini aja,masih kerja sama orang.."
" Tapi lo hebat juga Zean !Punya keahlian di bidang Arsitektur,dan bisa bikin beberapa Rancangan yang bangus dalam mendisain sebuah Arsitektur bangunan."Ucap Banny tak kalah memuji sabahatnya.
" Thanks.Lo yang bercita cita kaya gue tapi lo sukses jadi pengusaha,dan gue yang bercita cita jadi pengusaha malah sukses jadi Arsitek..." Tambah Zeanu seraya terkekeh.
" Kadang hidup itu susah di tebak.."
" Gue yakin lo juga akan sukses !desain lo pasti banyak yang berminat yaa siapa tau lo bisa jual karya lo keluar negri dan nama lo bisa terkenal lewat beberapa perusahaan yang Bonafit di luar negri sana,bahkan lo bisa berkesmpatan jadi seorang arsitek termuda yang ternama Zean." Ucap Banny dengan penuh ke yakinan.
" Aamiin !!makasih atas do'anya bro.."Ucap Zeanu menepuk-nepuk kecil pundaknya Banny.
Banny hanya tersenyum seraya merangkul hangat pundak sahabat lamanya itu.
Banny dan Zeanu pernah satu Universitas namun berbeda mata perkuliahan,mereka di pertemukan dalam satu hobi dan hobbi mereka suka bermain basketball.
Awal pertemuan mereka pun di turnamen antar kampus hingga menjalin persahabatan yang solid.
Namun setelah mereka lulus S1 mereka sempat terpisah dan meneruskan kembali perjalanan hidup mereka masing- masing.
Pada satu kesempatan mereka kembali dipertemukan dalam keadaan sudah mapan mereka di pertemukan dalam suatu hubungan pekerjan.Ketika Banny membutuhkan jasa Arsitektur yang handal Zeanu masuk di jajaran Arsitektur yang mempunyai nilai karya desain yang hebat dan unik.Mereka pun mulai sukses didalam karirnya masing masing, sehingga pertemanan mereka semakin solid.
.............Bersambung.
__ADS_1