CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 62


__ADS_3

BANNY terdiam seraya menatap ke laju kendaraannya dengan raut wajahnya terlihat semakin kaku.


Mona pun ikut terdiam tidak ingin memulai obrolan ia sangat paham akan dengan karakter sang Bosnya itu. Ia paham dari raut wajahnya Mona melihat jika Banny sedang memendam kekesalan.


Hampir setengah perjalan mereka hanya saling terdiam bergelut dengan perasaanya masing masing.


Sedangkan Mona memilih untuk memusatkan perhatiannya keluar jalanan sana.


" Jadi Zeanu sudah menyatakan perasaan sama kamu ?" Akhirnya Banny Terpaksa bertanya dengan nada suara yang datar.


Mona menggeser tatapannya ke arah Banny yang sedang menyetir mobilnya.


" Ya !" Jawab Mona singkat.


" Jadi apa yang di katakan Kinaya semuanya itu benar ?" Tanya Banny dengan dingin.


Mona sejenak terdiam ia merasa ragu untuk menjawab pertanyann Banny dengan jujur.


" Kenapa kamu diam saja ?" Tanya Banny dengan cuek.


Lagi-lagi Mona belum bisa menjawab pertanyaan Banny.


" ya." Akhirnya Monapun mengiyakan walau dalam hatinya ia merasa ragu dengan sikap Banny yang terkadang sulit di tebaknya itu.


Banny terdiam dan masih terus fokus ke laju mobilnya dari samping Mona melihat selintas raut wajah Banny yang tidak suka akan kejujurannya itu.


" Jadi kalian sudah jadian ??" Tanya Banny seraya menoleh Mona yang masih terlihat kebingungan.


" Tidak juga!!" Jawab Mona singkat.


Banny mencuri pandangan ke wajah Mona yang menunduk entah kenapa perasaanya tiba-tiba bahagia ketika mengetahui Mona menolak akan perasaanya Zeanu.


Seandainya saja ia bisa bersorak gembira ia akan tepuk tangan dengan gembira mengetahui Mona menolak cintanya Zeanu.


" Jadi kamu menolak Zeanu ??" Tanya Banny dengan raut wajah penasaran campur berseri seri.


" Tidak juga !" Jawab lagi Mona dengan polos.


CEKIIIIITTT........!!!


Dengan repleks Banny menginjak rem mobilnya dengan


spontan Mona terkejut bukan main atas rem mendadaknya Banny.


" Pak kalo ngerem pelan pelan dong !" Seru Mona nyeplos dan ia terlihat sewot mata buletnya melirik tajam ke arah Banny.

__ADS_1


Banny menarik napas lalu menoleh ke arah Mona yang masih menatapnya dengan mata yang kian membulat.


" Masih mending saya rem mendadak.Untung gak saya tabrakin ke trotoar mobil ini." Balas Banny dengan menatap tajam ke arah Mona.


" Bapak mabok kali ya mau nabrakin mobil bapak ke trotoar ?Yang benar saja." Guman Mona dengan jengkel dan membenarkan kembali posisi duduknya.


Entah kenapa Banny melihat sikap Mona malah semakin gregetan seandainya Mona tau jika dirinya mulai menyukai dirinya namun ia tidak bisa menunjukannya karena rasa gengsinya.


" Jawaban kamu itu yang membuat saya jadi mabok." Ucap Banny seraya mengalihkan pandanganya ke tempat lain.


" Jawaban saya ? Yang Mana ? Tanya Mona dengan polos.


" Sudah lah lupakan !" Ucap Banny seraya menjalan kembali kendaraanya.


Sementara itu Mona terlihat kebingungan dengan sikap sang Bosnya itu.


" Manusia Aneh !!"


Gumannya Mona ngebatin Banny melirik Mona dan menatapnya dengan tajam seakan-akan dia mengetahui umpatan hatinya.


Mona tersenyum kaku seolah-olah ia sedang meralat ucapannya ketika Banny menatapnya dengan tatapan galak.


Banny menggeleng lalu kembali fokus ke laju kendaraannya.


Tak lama kemudian mobil Banny memasuki pelataran butik langgananya itu.


" Apa kabar Boskuh ?" Sapa Yonce seraya menyambut Banny dengan semeringah.


" Seperti yang kamu lihat aku baik baik saja." Jawab Banny seraya masuk tanpa di persilahkan.


" Haii beb ! Senang bertemu lagi dengan kamu ?" Ucap Yonce dengan langsung cipika cipiki dengan Mona.


" Aku baik baik saja Mas Yon " Balas Mona dengan tersenyum ramah.


" Aku harap kalian datang membawa kabar baik yaa? Dan berharap kalian datang kesini memesan busana untuk acara kalian berdua jangan bikin busana buat acara hajatan orang mulu iya kann Boskuh?" Sela Yonce seraya melirik manja Banny yang sedang mengamati baju jas yang terpasang di salah satu patung.


" Boskuh mau di bikinin busana apa lagi ?" Tanya Yonce yang menghampiri Banny dengan genit.


" Buatkan aku baju yang elegan untuk acara lamaranku nanti." Ucap Banny dengan singkat.


" WHAT ??, Wait wait !! Boskuh lagi tidak bercanda kan ?" Tanya Yonce dengan wajah kaget bercampur takbpercaya.


" Untuk apa aku bercanda dengan kamu " Jawab Banny seraya melirik Mona yang sedari tadi hanya memperhatikan beberapa gaun yang tergantung rapih di setiap pajangan butik itu.


" Boskuh !Sumpah ini bukan candaankan ?,Memangnya Boskuh akan melar siapa ?" Tanya Yonce seraya melirik Mona dengan penuh arti.

__ADS_1


Banny terdiam ia tidak menjawab namun tatapannya seolah-olah memberi jawaban jika Mona lah yang akan dia lamar.


" Aku tau...," Jawab Yonce seraya tersenyum penuh arti ke arah Mona yang menatap kaku setelah melihat pandangan Banny dan Yonce tertuju padanya.


" Beb...!!Sudah kuduga kan,Boskuh diam-diam suka sama kamyu,Dan itu artinya ucapanku beberapa bulan yang lalu benar adanya cinta itu bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja,Duhh seneng aku lihatnya akhirnya Boskuh bisa ku buatkan baju lamaran yang mewah dan pastinya tidak menutup kemungkinan jika next time aku akan menyiapkan baju pernikahan buat kalian." Ucap Yonce dengan terlihat berbinar-binar membagi pandanganya ke arah Mona dan Banny.


Mona dan Banny hanya saling bertatapan dengan perasaan yang tak menentu mereka sebenarnya merasakan apa yang di rasakan oleh Yonce kebahagiaan yang tiada tara.


Namun Banny masih gengsi untuk mengakui dirinya suka terhadap sekertarisnya itu sementara Mona ia masih bingung dengan pilihannya yang harus di tentukan.


Perasaanya datang secara bersamaan antara Banny dan Zeanu.


Dengan semangat Yonce mencarikan model baju yang bagus untuk dikenakan Banny dan Mona di acara lamaranya mereka nanti.


" Boskuh !! Aku yakin jika Mona adalah perempuan yang terbaik buat Boskuh." Ucap Yonce dengan setengah berbisik berbicata ke arah Banny ketika ia sedang mengukur tubuhnya Banny.


Banny mengeryitkan kedua alis tebalnya lalu dengan diam-diam ia menatap lepas ke arah Mona yang sedang mengamati beberapa gaun cantik koleksinya Yonce di sebuah katalog.


" So tahu kamu !!" Balas Banny dengan tersenyum kaku.


" Aku dapat melihat ketulusan hatinya di aura wajahnya itu loh Boskuh.Dari awal aku lihat dia aku senang aja liatnya.Tapi buktinya kan Boskuh kepincut juga dengan sekertarisnya sendiri." Ucap Yonce menggoda Banny.


" Ahh itu hanya kebetulan saja."


" Kok kebetulan sii memangnya ini setingan apa ?" Tanya Yonce seraya mengukur bagian legan Banny dengan gemulai.


" Setingan TUHAN !!" Jawab Banny singkat.


" OH MY GOD.So sweet banget sii jawaban boskuh bikin meleleh." Balas Yonce dengan menjerit histeris.


Mona menoleh ke arah Banny dan Yonce dan menatap sedikit penasaran Banny membalas tatapan Mona dengan menatapnya dengan penuh arti.


Mona dengan cepat mengalihkan pandangannya ke katalog lagi entah kenapa jantungnya berdebar kencang saat melihat tatapan Banny mulai mengusik perasaanya lagi.


Ia pun semakin galau akan perasaanya yang di rasanya.


" Kok gue jadi deg degan sii di liatin tu orang !,Perasaan gua jadi salah tingkah gini."


Batinnya terus berkata kata lalu diam-diam Mona meraba dadanya dan merasakan debaran itu kian menebarkan.


Lalu ia memberanikan diri untuk menatap lagi ke arah Banny sang Bosnya itu.Dan....,Lagi-lagi sedang menatapnya dengan dalam ke arahnya seolah-olah Banny merasakan apa yang di rasakannya saat ini.


" Oh my GOD jangan -jangan dia denger omongan batin gue lagi ko masih negliatin gue.NYEBELIN !!!"


Gumannya lalu dengan cepat Mona menunduk ia merasakan kian dalam tatapan sang Bosnya itu hingga menusuk hatinya.

__ADS_1


Banny hanya tersenyum sinis melihat sikap sekertarisnya itu yang terkadang membuat dia merasa lucu sendiri.


__ADS_2