
MONA masih berada di pelukannya Banny walaupun ia sudah berusaha lepas namun entah kenapa tangan Banny yang kekar itu semakin kuat merangkulnya.
" Pak saya mohon jangan bersikap konyol.Jaga sikap bapak !!" Gertak Mona dengan napas tersenggal senggal ia terlihat semakin gugup saat melihat sikap Banny kian semakin liar menatapnya.
Bola mata Mona kian membulat menatap penuh ancaman ke arah Banny lalu Banny pun menarik napas dan menarik wajahnya untuk menjauh ia tersadar apa yang sedang di lakukannya bisa mempermalukan dirinya sehinga dapat meruntuhkan sikap wibawanya.Lalu dengan perlahan lahan ia pun melepaskan rangkulannya dan mundur seraya merapihkan baju jasnya.
Mona terdiam gertakannya mampu mengurungkan niat konyolnya sang atasannya itu.
" Lupakan !!" Cetusnya singkat dengan raut wajah kaku lalu ia pun menyambar tas kopernya lalu melangkah keluar ruangan meninggalkan Mona dengan begitu saja.
Mona mengelus dadanya dengan tangannya dan membuang napas lega akhirnya dia bisa terlepas dari kondisi yang sangat menegangkannya itu,Selama dia menjadi seorang wanita dewasa baru kali ini ia merasakan hal seperti yang barusan di alaminya.
Di sentuhnya perlahan-lahan ujung bibirnya dengan berbagai perasaan entah kenapa ia merasakan hal yang sulit ia jelaskan dengan apapun ketika ia teringat kembali saat bibirnya menempel dengan bibir sang atasannya yang tampan itu,Dan hal itu sangat wajar saja jika kejadian tersebut membekas dalam benakknya.
Raut wajahnya berubah merona ada perasaan bahagia yang tiba-tiba hadir menyelinap ke dalam hatinya kenapa tidak meskipun itu hanya spontan namun hati kecilnya Mona tidak menutup kemungkinan jika dia mengakui ada perasaan bahagia yang tak terlukiskan dengan ciuman sang Bosnya itu walaupun tidak di sengaja.
Mona tersenyum malu saat mengingat kembali kejadian itu rona wajahnya terlihat tersipu-sipu menahan berbagai perasaan yang bergejolak di dalam hatinya antara bahagia dan sebal menjadi satu.
*********
JARUM Jam sudah menunjukan pukul 16:00WIB Mona masih berkutat dengan beberapa laporan pekerjaanya serta schedule yang akan di aturnya untuk hari esok.
Dengan piawai Mona menggerak-gerakan jari jemarinya di atas kyboard laptopnya.
Pandangannya masih lurus menatap layar laptopnya namun jari-jemarinya terhenti saat ia merasakan ada seseorang yang tengah memperhatikannya,Dengan penasaran Mona pun mengalihkan pandangannya ke arah ruangan sang Bos yang hanya tersekat dingding kaca.
Dan benar saja Banny sedari tadi sedang memandangnya dari arah ruangannya entah apa yang ada dalam pikirannya namun pandangan itu lurus menghadap ke arah Mona.
Mona segera menunduk dengan raut wajah terlihat salah tingkah dengan sikap Banny yang tengah memperhatikannya itu.
..." Kenapa see tu orang liatin gue mulu,kalo gue di liatin terus kapan gue gawenya."...
Gumannya seraya menatap keki ke arah sang Bosnya yang masih menatapnya.
Tak lama kemudian pintu di ketuk Mona mengalihkan pandanganya ke arah pintu.
" Masuk !!" Balas Mona dengan menatap penasaran ke arah balik pintu.
Dari balik pintu Zeanu menyembul ia menatap penuh gamang ke arahnya.Sontak Mona menatap kaget melihat kedatangan Zeanu keruangannya yang tiba-tiba lalu ia pun berpikir jika Banny sedang dalam posisi masih menatap ke arahnya dan hal itu pastinya Banny dapat melihat dengan jelas keberadaan Zeanu.
" Zean." Panggil Mona dengan penuh penekanan.
" Ada hal yang penting gue mau omongin." Ucap Zeanu datar.
Mona menatap kosong ke arah Zeanu yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
" Ada apa Zean ?" Tanya Mona dengan penuh penekanan lalu ia pun melirik ke arah Banny yang ternyata masih menatapnya dengan tatapan mulai kaku.
" Nanti pulang gue tunggu di parkiran depan ya." Ucap Zeanu menatap dalam ke wajah Mona.
" ......." Mona terdiam sepertinya dia kian serba salah untuk mengiyakan permintaan Banny.
Namun tak berpikir panjang lagi Mona pun langsung menggangguk pertanda mengiyakan permintaan Zeanu.
" Thank's !" Uca Zeanu seraya pamit untuk kembali ke kantornya.
Mona menarik napas panjang ia merasakan hal dilema yang cukup rumit baginya kenapa tidak setengah hatinya ia tidak bisa memungkiri jika ia mulai ada rasa terhadap sang bosnya meski dia mengingkarinya namun hati kecil tidak bisa di pungkiri jika dia sebetulnya menyadari ada perasaan yang mulai tumbuh terhadap sang Bosnya itu ia
Mencintai keduanya di saat yang bersamaan.
Dengan ragu Mona melirik kembali ke arah ruangan Bosnya namun di lihatnya sang Bosnya sudah tidak ada di tempat duduknya Monapun pikirannya mulai kemana mana dan yang pastinya Mona bepikiran jika Banny akan menyusul ke ruanganya untuk mempertanyakan kedatangan Zeanu.
Dengan cepat Mona segera mencari ide agar sang Bos tidak datang keruangannya lalu ia pun memutuskan untuk ke toilet agar setidaknya dia bisa menghindari dari introgasinya sang Bos.
Mona berjalan melewati koridor kecil dengan terburu buru ia hendak masuk ke ruangan toilet namun dengan tiba tiba Manda menghadang dengan tatapan penuh kebencian.
Wajahnya terlihat penuh amarah Mona menahan langkahnya lalu menatap panjang ke arah Manda yang berdiri menghalangi jalannya.
" Ada apa Man ??" Tanya Mona dengan menatap kaku ke arah Manda.
" ........,," Manda tidak menjawab dia hanya menatap sinis ke arah Mona.
" Lo emang licik !!" Pekik Manda dengan wajah semakin sebal.
" Maksud lo apa ?" Tanya Mona kian menatap tajam Manda.
" Lo geser posisi gue dengan cari muka ama pak Banny,Lalu sekarang lo cari-cari simpatinya pak Banny,Lo diam diam ternyata menghayutkan." Ucap Manda dengan kian menatap penuh kebencian ke arah Mona.
" Kenapa ?,Lo gak suka ?"Balas Mona membalas Manda dengan tatapan penuh menangtang.
" Lo pikir lo siapa ?" Ucap Manda seraya mendorong tubuhnya Mona sehigga sontak terkejut dengan dorongan Manda yang cukup kuat.
" Lo gak usah kasar sama gue !" Balas Mona seraya menahan amarahnya yang mulai terpancing dengan sikap arogannya Manda.
" Lo benar benar licik !"
" Gue gada waktu buat ngelayanin ocehan lo." Balas Mona yang hendak berbalik badan namun dengan cepat Manda menarik tangan Mona untuk menahannya namun Dengan repleks Mona menepisnya dengan kuat sehingga tepisann tangannya mengenai wajahnya Manda dan
BUUK.....
Tangannya Mona mendarat di wajahnya cukup keras dengan spontan Manda memekik kesakitan.
__ADS_1
" AWW !!" Serunya dengan cepat memegangi wajahnya.
Mona terkejut jika tepisannya mengenai wajah Manda.
" Kurang ajar yaa !!" Umpat Manda dengan menahan kesakitan.
" Sorry Man !!" Pinta Mona dengan terlihat ketakutan.
" Ada apa Mon ??" Tiba-Tiba Amel keluar dari ruangan toilet dan di lihatnya Manda sedang memegangi wajahnya seraya meringis kecil.
" Dasar perempuan licik !!" Ucap Manda mendengus ia pun segera pergi meninggalkan Mona yang masih menatapnya dengan berbagai perasaan.
" Tu ratu nyamuk kenapa Mon ?" Tanya Manda dengan penasaran ia masih menatap langkah Manda yang berlari kecil dengan memegangi pipinya.
Mona menarik napas lalu ia memandangi tangannya yang dengan tidak sengaja telah mengenai wajah Manda.
" Manda tiba-tiba marah sama gue,Mungkin dia jelause kali Mel." Ucap Mona dengan tak bersemangat.
" Jelause ?? kenapa ?"
" Mungkin dia tau kalo gue mau di lamar pak Banny."
" WHATT ???,Lo di lamar pak Bos.Lo gila kali ya ?"
" Emang bu Ratih sama pak Hendar belum ada kasih pemberitahuan ?"
" Masalah apa ?"
" Yaa masalah lamaran gue !"
" Akh lo serius gak usah bercandanya kebangetan gitu.Lo boleh berhalu halu jadi pacarnya sang Bos tapi jangan lo halu di lamar juga kali gue bisa jantungan." Balas Amel dengan terus mencandai Mona.
" Gue serius !" Jawab Mona dengan datar.
" Terus ??"
" Pas makan siang gue cerita ama lo dan Tamara."
" Terus lo sekarang mau kemana ?"
" Gue ke toilet ehh malah ketemu tuh ratu nyamuk." Ucap Mona yang mengeloyor ke pintu toilet.
" Ok di tempat biasa gue tunggu ama Tamara ya Mon."
Teriak Amel berseru kecil.
__ADS_1
" Ok !" Sahut Mona tak kalah kencang di dalam ruangan toilet.