
DENGAN ragu Mona terlihat gamang untuk memasuki ruangan sang bosnya itu,Ia tidak bisa membayangkan jika kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya mendarat di indra penderangannya.Betapa tidak dia sudah berani menggibahkan masalah pribadinya sang bosnya itu di kantin tadi.
Diremasnya jari-jarinya dengan bimbang.
" Sumpah gue deg-degan.Aduhh lagian ni mulut lemes bangett see pake bawa-bawa segala masalah pribadi Bos."
Batinnya Mona terus berperang.
Mona menarik napas lalu berusaha bersikap lebih tenang dan perlahan-lahan di dorongnya gagang pintu itu dengan ragu.
" Siang pak !" Sapa Mona begitu menyembul dari balik pintu.
" Siang !!" Jawab Banny dengan acuh.
" Jam berapa kita akan memulai pertemuan nanti dengan pemilik perusahan Kencana Property itu. ?" Tanya Banny langsung mendahului bertanya.
" Selesai makan siang ini pak,tapi sepertinya ada perubahan tempat pertemuan pak." Jawab Mona dengan menatap ragu sang Bos.
" Sudah di konfirmasikan tempatnya dimana ?" Tanya Banny dengan tidak menatap Mona yang masih terpogoh- pogoh menatapnya dengan ketakutan.
" Mereka meminta pertemuannya di HOTEL SANTIKA." Balas Mona singkat.
" HOTEL SANTIKA ?" Ucap Banny pelan lalu ia mencoba mengingat akan sesuatu hal yang berkaitan dengan nama hotel tersebut.
Sejenak Banny terdiam lalu mengalihkan pandangannya ke arah Mona yang menatapnya dengan ragu.
" Atas nama siapa pemilik perusahan KENCANA property itu?" Tanya Banny dengan tajam.
" Bapak Hendro Susanto." Jawab Mona singkat.
Banny terdiam entah kenapa ia merasa ragu untuk menerima permintaan pertemuan dengan Mitra baru di perusahaannya itu.
" Agendanya apa ?"
" Mereka ingin membicarakan perihal kerja sama dengan perusahan kita." Jelas Mona mencoba untuk lebih rilek meski perasaanya masih tak mentu.
Banny terdiam seperti merasa mencurigai sesuatu akan hal itu.
Ia mengingat kembali bukankah nama Hendro susanto adalah orang tua dari Sultan yang tak lain mantan suaminya Kinaya. Banny tahu betul jika Hotel Santika itu adalah hotel milik keluarga besar Sultan.
" Cansel saja !!" Ucap Banny singkat lalu kembali menatap laptopnya.
" HAH !!" Pekik Mona syok ia terkejut dengan keputusan sang Bosnya itu yang secara tiba-tiba memintanya untuk mengcansel pertemuannya secara sepihak.
" Tapi pak pertemuannya sudah masuk ke jadwal agenda hari ini." Sela Mona menatap heran ke arah Bosnya itu.
" Saya minta cansel saja,dan katakan kepada pimpinannya jika saya tidak bisa datang karena ada halangan." Ucap Banny menatap galak ke arah Mona.
" Baik pak." Ucap Mona menunduk.
" Satu hal lagi !,Saya tidak suka dengan obrolan kamu tadi siang,gak penting. !" Ucap Banny dengan ketus.
" Maaf pak !!" Ucap Mona semakin tertunduk.
Banny terdiam lalu kembali menatap layar laptopnya.
" Maaf pak ada lagi ?" Tanya Mona dengan ragu.
" Tidak ada !" Jawab Banny semakin ketus.
Monapun berniat ingin pergi meninggalkan ruangan sang bosnya itu, lalu ia pun memutar badannya dan melangkah menuju pintu.
" Tunggu !," Sergah Banny dengan cepat.Mona terhenti lalu mengerutkan kedua alisnya hingga menyatu,Mona kembali was-was di buatnya saat Banny menahan langkahnya ia berpikir jika Banny akan memarahinya lagi.
" Pulang nanti kamu ikut kerumah saya,papah saya ingin bertemu dengan kamu lagi." Ucap Banny dengan cuek.
__ADS_1
Mona terdiam ia merasa bingung akan situasi yang sedang di hadapinya itu,dan pastinya ia akan satu mobil kembali dengan sang Bosnya itu.
" Baik pak." Jawab Mona pendek.Lalu ia pun segera keluar tanpa menoleh lagi Banny.
Dengan langkah gontai Mona menuju ruanganya dengan perasaanya yang semakin campur aduk.
Mona menghempaskan badannya ke kursi kerjanya dengan pasrah sejauh ini ia harus menahan diri dengan ketidak nyamanan perasaanya.Perjodohannya ini setidaknya telah membuatnya semakin tertekan bagaimana tidak,Mona harus siap mental menghadapi sikap dinginnya sang bosnya itu yang terkadang membuat dia merasa serba salah dalam mengambil sikap.
Meskipun begitu ia tidak menutup kemungkinan juga jika Hatinya mulai terpaut rasa dengan sang bosnya itu yang super dingin seperti balok es.
" Gue rasa otak gue udah setengah miring,jika gue suka sama tu bos,Terus apa gunanya sandiwara gue selama ini kalau ujung-ujungnya gue baper juga."
Guman Mona dengan menatap kosong ke ruangannnya.
Di tatapnya dingding kaca yang memisahkan ruangan dirinya dengan ruangan sang bosnya itu.Banny terlihat sedang fokus ke layar laptopya.
Lalu di pandanginya dengan lekat lelaki yang memiliki tubuh tegap nan atletis itu serta wajah yang di hiasi jambang tipis memperlihatkan sisi keseksiannya pria berjambang tipis.
Alisnya yang tebal terlihat semakin tegas menggariskan raut wajah yang tak suka berkompromi tegas dan keras.
Namun entah kenapa Mona malah menyukai hal itu,hal yang ada di dalam diri seorang Banny.
Terkadang ia selalu membayangkan kejadian-kejadian kecil dia bersama sang Bosnya itu yang sekan-akan sulit ia lupakan.
Yaa meski memang Banny terkenal tegas dan jutek akan sikapnya tapi ia merasakan sesuatu hal yang menarik dari sosoknya itu.
Ia merasa jika Banny adalah sosok lelaki yang bisa bersikap romantis di balik ketegasannya itu meski memang Banny selalu menutupi hal itu dengan bersikap ketus kepadanya.
Mona tersenyum-senyum saat ia membayangkan kembali saat sang bosnya itu dengan tidak sengaja mencium bibirnya.Dan kala itu pun ada perasaan yang lepas melayang jauh ke angkasa,jiwanya merasakan kebahagian yang tiada tara mungkin jika ia harus jujur bahwa Banny lah yang pertama kali mencium bibirnya walau hanya sekedar menempel namun itu cukup membekas dalam benaknya.
Tanpa di sadari Mona menyentuh ujung bibirnya dengan tersenyum lembut ada perasaan bangga yang diam-diam menyelinap ke dalam hatinya betapa tidak laki laki seganteng Banny bisa mencium bibirnya.
Mona tersenyum geli seraya memejamkan matanya lalu halusinasinya mendadak trafeling keliling eropa menikmati suasana romatis di musim semi.
Mona membuka matanya dengan perlahan-lahan dan ia pun bermaksud ingin kembali memandangi sang Bosnya yanh ganteng itu,namun alangkah terkejutnya saat ia melihat ke arah sang bosnya yang tidak sengaja sedang menatapnya dengan berbagai perasaan.
Padahal ia sedang asyik membayangkan hal yang romantis bersama sang Bosnya itu,dan hayalan itu pun bubar barisan saat Banny tengah memperhatikan tingkah konyolnya itu.
"Alamak....!! Ke gep juga gue lagi ngebayangin dia,apes- apess !!"
Gumannya dengan seraya bergegas berpura-pura menatap laptopnya.
Banny menggeleng setelah melihat kelakuan aneh sang sekertarisnya itu.
**********
TRing......
Sebuah pesan Wa masuk ke Gawainya Mona.
Amel :Pulang bareng kita ya !"
Pesan Amel singkat,Mona terdiam lalu berpikir untuk menjawab Pesan singkat Amel.
Mona : Gue di ajak pulang bareng Bos."
Balas Mona tak kalah singkat.
Amel :😱😱😱...??"
Amel membalasnya denga emotion syok.
Mon : Biasa aja keless."
Balas lagi Mona dengan kesal.
__ADS_1
Amel: Pepet teruss jangan kasih kendor🤣🤣🤣."
Balas Amel dengan tertawa lebar.
Mona : Berisik !!"
Balas Mona singkat.
Amel : Gue tunggu kabar selanjutnya hingga menuju hari H ya beb🥰🥰."
Balas Amel dengan bercanda.
Mona : Ngarep banget 😒😒."
Ucap Mona dengan terkesan kesal.
Amel : Ucapan adalah do'a.Siapa tau Bos kita jodoh lo 😆😅🤣."
Balas Amel dengan bahagia.
Mona: Terus gue harus Aamiinin gitu ?"
Balas Mona dengan tersenyum-senyum.
Amel : Ya iyalah Trisno jalanan kulino🥰🥰."
Balas Amel berharap Mona benar-benar berjodoh dengan Sang Bosnya itu.
Mona : Terserah lo dehh yang penting lo bahagia."
Balas Mona dengan tersenyum.
Amel : Kalo kalian jodoh siapa tau gue bisa naik jabatan."
Balas Amel dengan berharap lebih.
Mona : Naik jabatan ??🤔🤔."
Tanya Mona dengan mengeryitkan kedua alisnya.
Amel : Gantiin lo lah jadi sekertaris🤪🤪🤪."
Balas Amel dengan tertawa ngakak.
Mona :NGAREP !!😠😠."
Balas Mona dengan emotion marah.
Amel: Lah kan lo jadi Nyonya beb,Gak mungkin jadi sekertaris terus😆😆."
Balas Amel dengan menggoda Mona.
Mona tertawa seraya menggelengkan kepalanya betapa koncaknya teman dia satu ini meski memang terkesan ceplas ceplos tapi Amel selalu peduli terhadap dirinya.
Mona : Andai ini bukan sandiwara mungkin gue bisa jadi istri seorang CEO,Banggakan gue😤😤."
Balas Mona dengan emotion kesal.
Amel : Kan tadi udah gue do'an MONNAALITA 😡😡 !!"
Balas Amel dengan menambahkan emotion jengkel.
Mona: 😛😛😝😝."
Balas Mona dengan mengirim emotion lucu.
__ADS_1
Amel : 🥴🥴😤😤 !!" Balas Amel dengan mengakhiri chatannya.