CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH episode 171


__ADS_3

ARNETTA si gadis cantik itu tersenyum puas ke arah Mona yang tak lepas menatapnya dengan berbagai prasangka di benaknya.


Arnetta seolah olah ingin menunjukan bahwa dirinya pantas mendapatkan pria yang pernah mencintainya sebelum perasaanya itu berubah.


Arnetta berniat hendak merogoh gawainya yang berada di dalam tasnya seorang pria berwajah tenang itu tiba tiba saja datang menghampirinya,lalu pria tersebut menyapa mereka dengan hangat.


" Hallo Ban,Apa kabar ?" Sapa pria itu dengan ramah berdiri tepat di hadapan keduanya.


" Hai Zen,gue baik baik saja." Balas Banny singkat.


" Hallo Arnetta !" Sapa pria itu yang tak lain Zeanu yang tak lupa menyapa sekertaris sahabatnya tersebut.


" Hai mas Zen." Balas Arnetta tersenyum cemerlang.


" Sorry,sepertinya gue telat !" Bincang Zeanu seraya menduduki sebuah kursi.


" Hal biasa." Banny mendecih dengan tersenyum sinis.


" Itu lah sebabnya gue gak cocok menjadi seorang pengusaha." Goda Zeanu dengan tersenyum enteng.


Banny mengernyit dengan ucapannya pria tersebut.


" Gue tidak pernah bisa on time." Balas Zeanu dengan terkekeh.


" Hidup lo terlalu santai bro." Balas Banny mengoloknya.


" Yang penting menjalani kehidupan ini dengan pasti." Timpal kembali Zeanu dengan tersenyum penuh sindiran.


Banny hanya mengangkat tinggi kedua alisnya dengan ekspresi mencurigai.


" Sudah lupakan saja !" Sergah Zeanu menatap lucu setelah melihat reaksi wajah sahabatnya itu berubah tidak enak.


" Baru saja sekertaris gue mau calling lo untuk memberi tahu untuk pindah lokasi atas pertemuan ini." Banny mengalihkan pembicaraan.


" Kok ganti lokasi,kenapa ? " Tanya Zeanu menatap heran.


" Tidak apa,kita hanya ingin lebih santai saja." Jawab Banny beralasan.


" Disini jauh lebih santai kali Ban." Sanggah Zeanu tersenyum dengan senyuman khasnya.Banny dengan tak sengaja ia pun memoleh ke arah Mona yang kini tengah duduk di antara kedua sahabatnya.


Banny membuang muka dengan perasaan yang sulit di artikan.


" Lo mau pesan apa ?" Tanya Banny menatap dingin,lagi lagi dia segera mengalihkan pembicaraanya tersebut.


" Tidak usah,gue baru saja makan." Tolak Zeanu dengan halus.


" Gue panggil lo ketempat ini sengaja untuk makan siang bersama,tidak sopan sekali lo menolaknya." Bany terdengar menggerutu.


" Tapi serius Ban,gue sebelum kesini ada habis makan juga,jadi rasanya gue masih kenyang." Balas Zeanu beralaskan.


Banny mengangguk pelan menyudahi tawarannya.


" By the way,lo ada project apa manggil gue ? " Tanya Zeanu mulai ke topik pembicaraan.


Banny tersenyum kaku lalu menatap ke arah Mona yang kini sudah bersama kedua sahabatnya tengah serius membicarakan hal sesuatu.


" Ada beberapa project buat lo,dan ini sayang sekali jika gue harus kasih ke orang lain." Ujar Banny tersenyum kaku.


" Yaa gak semestinya juga elo berbuat itu terhadap gue,jika emang lo sudah tidak mempercayakan lagi gue,itu artinya ada sesuatu hal yang lo pendam dari gue." Ujar Zeanu menyeringah dengan tersenyum penuh candaan.


Banny hanya mendesahh dengan tersenyum sinis.Enggan untuk menanggapi candaan sahabatnya tersebut.


" Apa elo akan membangun cabang perusahaan lo kembali ?" Tanya Zeanu menatap dengan seksama.


" Tidak ! ini pekerjaan lain." Jawab Banny singkat.


" Pekerjaan apa ? " Zeanu mengernyit.


" Om gue ingin mengontrak lo untuk sebuah proyek besar. " Jelas Banny terlihat santai.


" Om lo ? yang pernah menawarkan sebuah pekerjaan itu ? " Tanya Zeanu dengan penuh selidik.


" Yap !,lo masih ingat ?" Tanya nya dengan nada bercanda.


" Tentu saja,gue tidak se amnesia itu." Balas Zeanu enteng.


" Gue hanya sekedar menyampaikan saja apa yang menjadi perintah om gue,jika lo bersedia maka om gue akan mengadakan pertemuan dengan lo nanti." Ungkap Banny dengan tersenyum penuh arti.


Sejenak Zeanu terlihat mempertimbangkan sesuatu lalu menjeda tatapannya ke wajah gadis cantik yang duduk tak jauh dari sahabatnya itu.


" Sebaiknya lo tidak usah mempertimbangkan kembali penawaran ini,karena gue yakin jika ini akan menjadi kesempatan emas lo untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang akan membuat porfamalitas lo semakin berforma." Ungkapnya dengan antusias.


Alis pria berwajah tenang itu terangkat tinggi menatap dengan penuh pertimbangan.


" Gue belum bisa memberikan jawaban yang pasti,karena gue belum bisa memahami pekerjaan apa yang akan gue terima nanti.


" Pekerjaan ini tentunya sesuai dengan profesi lo man.Come on lahh !kesempatan ini tidak akan datang 2x,pembayarannya lebih fantastis dari apa yang sebelumnya om gue tawarkan sama lo." Banny berusaha mengambil hati sang sahabat dengan berbagai caranya.


Sejenak Zeanu menatap dalam ke arah wajah sahabatnya tersebut seolah olah sedang menerka kesungguhannya.


Zeanu berpikir jika peluang untuk dirinya lebih sukses lagi sudah di depan mata dan tentu saja dia tunggu apa lagi ?

__ADS_1


Zeanu mengganguk nganggukan kepalanya dengan pasti.


" Ok ! akan gue pertimbangkan lagi." Akhirnya Zeanu menyepakati.


" Secepatnya lo beri kabar,karena om gue tidak akan meminta 2x untuk kesempatan kali ini.Gue yakin ini adalah kesempatan yang bagus untuk karir lo, dan masa depan lo.Dan pastinya pofularitas lo akan semakin meningkat dengan project ini boy." Ungkap Banny begitu antusias.


Zeanu hanya membalas dengan senyuman yang penuh arti.


" By the way,gimana kabar istri lo. " Tanya Zeanu mengalihkan pembicaraan nya ke hal yang lain,lalu menoleh kan kepalanya ke arah Mona yang masih bersama kedua sahabatnya tersebut.


Banny membisu setelah mendengar pertanyaan sahabatnya yang tiba tiba mempertanyakan keadaan istri sandiwaranya tersebut.


Banny menatap penuh makna namun


sepertinya dia enggan untuk menjawab pertanyaan sahahatnya tersebut.


" Oya Ban,ada yang ingin gue bicarakan." Ungkapnya dengan nada serius.


Banny menyipitkan matanya lalu ekpresi wajahnya brrubah penuh tanya ke arah Zeanu.


Namun sebelum pria berwajah tenang itu memulai pertanyaanya terlebih dahulu dia melirik ke arah Arnetta yang sedari tadi hanya mampu menyimak obrolan mereka tanpa ikut berbicara.


Tampa menunggu penjelasan Banny pun paham dengan kode yang di alamatkan sahabatnya itu kepada dirinya.


Banny menolehkan kepalanya ke arah gadis cantik itu yang dengan sigap paham akan situasi yang tengah di hadapinya tersebut.


" Sorry Ane,bisakah kamu tinggalkan kita sebentar ?" Ucap Banny setelah paham akan isyarat sahabatnya tersebut.


Arnetta hanya mampu mengangguk kan kepalanya lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan mereka menuju tempat duduk yang lain.


" Sepertinya gue lihat ada banyak perubahan penampilan sekertaris lo itu." Ejek Zeanu seraya menatap lepas gadis cantik itu.


" Ah lupakan! tidak usah membahas dia." Jawab Banny tidak tertarik.


Zeanu terkekeh melihat ekspresi sahabatanya itu yang dengan jelas tidak tertarik untuk membahas penamilan baru sekertarisnya tersebut.


" Bukankah dulu dia pernah menjadi seseorang yang pernah lo harapkan perasaan nya." Sambung Zeanu kembali mengolok sahabatnya itu.


Banny menyeringah menatap sahabatnya dengan penuh ancaman.


" Sebenarnya apa yang akan lo bicarakan sama gue ?" Tanya Banny menatap beku.


" Masalah apa ? " Berondongnya lagi dengan tak sabar.


Zeanu hanya tersenyum enteng seraya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi menatap lawan bicaranya dengan intens.Banny hanya menatap semakin penasaran.


" Ini masalah Mona. " Jawab Zeanu pendek.


Dengan spontan banny mendengus lalu mengalihkan pandangannya ke arah yang lain dengan mimik wajah berubah jengkel.


" Gue tau apa yang sedang lo rasakan saat ini." Terang Zeanu tersenyum pasti seolah olah dia menaui apa yang sebenarnya sedang terjadi di antara dirinya dengan gadis itu.


Banny mendecih lalu berakhir dengan tersenyum enteng.


" Heuh,,lo terlalu lebay boy. " Desisnya geram.


" Hey boy !! ini bukan bukan masalah lebay,justru lo yang terlalu lebay menyikapi permasalahan ini." Sela Zeanu membela diri.


" Lo mau membela perasaan gadis itu ? " Tanya Banny dengan menatap tajam sahabatnya tersebut.


" Membela ?? tentu saja gue akan membela dia,selayaknya seorang kakak membela adiknya." Ungkap pria berwajah tenang itu dengan begitu santai.


" Haa...haa haa...," Banny tertawa hambar,merasa tergelitik mendengar pernyataan sahabatnya tersebut.


" Adik rasa pacar." Sindirnya halus.


" Heu..,lo tetap saja tidak pernah bisa merubah man, prasangka lo itu perlahan lahan akan menghentikan perasaan lo sendiri." Balas Zeanu kecewa.


" Jelas saja perasaan itu tidak akan pernah bisa berubah begitu saja.apa lagi dalam waktu sesingkat seperti ini.Ini perasaan man bukan pemikiran." Ujar Banny dengan nada cemooh.


Zeanu tersenyum kaku lalu menatap dalam wajah sahabatnya tersebut.


" Bro,lo harus ingat.Gue bukan tifekal cowok kaya lo,yang selalu memendam perasaan lebay lo itu dari abad milenium hingga abad milenial sekarang ini." Ucap Zeanu dengan nada sarkatik.


" Shittt !" Pekik Banny dengan mendelik sebal setelah candaan sahabatnya itu mampu membuatnya geram.


Zeanu menggeleng dengan tertawa puas setelah melihat ekspresi wajah sahabatnya berubah pitam.Tentu saja pernyataan itu mampu membuktikan,bahwa kenyataannya dirinya memang tife laki laki yang sulit untuk bisa move on secepat mungkin.


" Apa perlu gue bantu untuk perjelas kenyataan ini,jika sebenarnya Mona itu benar benar mencintai lo Ban. " Ungkap Zeanu dengan intonasi yang terdengar begitu berat.


Banny yang sedari tadi menatap hal yang lain mendaratkan tatapannya ke wajah sahabatnya tersebut lalu ia pun menatap dalam wajah sahabatnya dan berusaha menyelami isi dari hati sahabatnya tersebut.


" Sepertinya gue tidak butuh penjelasan lo. " Ucapnya dingin.


" Banny,Banny.Lo selalu bersikap seperti itu,lo tidak pernah mau menerima penjelasan tentang sebuah kebenaran,lo lebih mempercayai asumsi lo sendiri yang selalu menganggap jika apa yang ada dalam pikiran lo itu benar. " Terang Zeanu menatap kesal.


" Lo tidak akan pernah bisa memahami perasaan gue sesungguhnya." Bela Banny dengan kukuh.


" Yaak karena rasa gengsi lo gede." Potong Zeanu dengan sangat yakin.


" B******k !!!" Guman Banny dengan geram.

__ADS_1


" Yang gua pahamin dari lo hanya itu.Gengsi dan egois.Sedikit saja lo mampu menyingkirkan ke egoisan serta rasa gengsi lo itu gue yakin lo bisa memahami perasaan diri lo sendiri.Perasaan diri lo aja gak paham,bagaimana bisa lo memahami perasaan orang lain,termasuk perasaan Mona." Jelas Zeanu dengan lugas.


Rahang tulang pria tampan itu terlihat tegang menahan segala rasa di dadanya.


" Apa yang lo tau dari permasalahan ini.?" Tanya nya dengan menatap kian dingin.


" Lo cemburu ketika lo melihat pria yang akan di jodohkan dengan Mona ada di rumah neneknya Mona." Zeanu menjeda menatap dengan sangat tajam .


Seketika wajah pria tampan itu berubah merah setelah Zeanu mengetahui akan hal itu.


" Kenapa lo tahu itu ??" Tanya dengan sangat heran.


" Banny,Banny.Harus berapa kali lagi gue katakan sama lo,jika antara gue dengan Mona kini hanya sebatas perasaan adik kakak saja,dan setidaknya gue ikut andil dalam menjaga perasaan dia,gue memang tidak mungkin bisa memiliki raganya,tapi bukan berarti gue tidak mampu melindunginya. " Terang kembali Zeanu menegaskan.


Banny membisu menatap dengan berbagai perasaan.


" Gue tau Ban,Mona mencintai lo,tapi bukan berarti dia harus mengemis ngemis perasaannya terhadap lo,dia tidak akan pernah menerima perjodohan itu,karena hatinya tetap tertuju sama lo." Jelas Zeanu dengan penuh penekanan.


" Dan lo buta atas kebenaran itu ?lo meminta Mona untuk menjadi istri sungguhan lo,tapi dengan permasalahan yang baru saja terjadi lo memutuskan kembali perceraiaan..Perasaan macam apa itu ?" Ungkap Zeanu dengan lirih.


" Logika saja,jika sampai lo benar benar menceraikan Mona,maka kesempatan pria itu akan semakin besar untuk mendapatkan Mona.Dan lo akan menjadi pencundang yang tidak bisa mempertahankan perasaan lo sendiri." Ucap kembali Zeanu dengan penuh makna.


Banny semakin tertegun menatap tak berdaya.Apa yang di bicarakan sahabatnya tentu saja masuk di nalarnya.Mona sama sekali tidak akan pernah merasa menyesal jika dia menceraikannya.Lalu bagaiamana dengan perasaanya ???


Diam-diam Banny menoleh ke arah Mona yang berada tak begitu jauh dari tempat duduknya lalu ia pun menatap dalam gadis tersebut.


Apa yang di katakan sahabatnya itu benar,jika dirinya terlalu menutup kebenaran itu dan dia selalu menolak kebenaran itu maka bersiaplah dia akan kehilangan cintanya untuk yang kesekian kalinya.


Di lihatnya begitu lekat ke arah wajah gadis itu yang kini tengah di peluknya pundak mungilnya itu oleh kedua sahabatnya,mereka terlihat begitu solid dalam menguatkan satu sama lain.Pria tampan itu tak lepas menatapnya begitu dalam.


" Apapun yang akan terjadi nanti di kehidupan elo,gue berharap lo akan tetap kuat.Lo akan menjadi seorang Mona yang pernah gue kenal sebelum masalah ini terjadi." Ujar gadis bertubuh sintal itu dengan merangkul hangat pundak mungilnya gadis tersebut.


Mona tersenyum pahit ke arah kedua sahabatnya itu yang selalu menguatkan nya.


" Huuh !,gue heran sama tuh cowok,seneng banget narik ulur perasaan orang,wis kali ini jangan lo kasih ampun.Dia jual lo beli." Sela Tamara dengan tak lupa membenatkan poni pendeknya berkata dengan gusar.


Mona masih terdiam dengan tersenyum ironi.


" Lo harus punya harga diri Mon,meski lo cinta mati ama tuh boskul,tapi bukan berarti lo harus mengemis ngemis.Ga usah lo mengajukan kompesasi apapun setelah perceraian lo nanti.Lo harus jadi janda terhormat." Cerocos Tamara dengan penuh ambisi.


Amel melirik ke arah gadis jangkis itu dengan tatapan enggan banget.


" Lo gak usah ajarin dia lagi.Dia udah paham kok." Sela Amel melirik Tamara.


" Alah !! paham paham gimana?,jika sudah berhadapan lagi dengan tuh cowok angkuh semua kepahamanya bisa mendadak berubah.Ambyarr yakin gue mah. " cetus Tamara meradang.


" Ngomong-ngomong keputusan lo udah bulat kan ?tiga hari lagi lo akan segera mengakiri penderitaan lo ini." Amel menatap sahabatnya dengan perasaan dalam.


Mona membagikan tatapannya ke arah kedua sahabatnya tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan lalu ia hanya bisa menghela dengan perasaan begitu berat.


" Pyuhh !! gue yakin perasaan lo itu pastinya akan bertolak belakang dengan ke inginan lo itu.Iyakan ?? " Kembali Tamara menimpali dengan gayanya.


" Omg,Mona,jika lo masih mempertahankan perasaan lo itu,gue rasa lo hanya buang buang waktu saja dan pastinya lo akan melewatkan masa muda lo hanya dengan perasaan yang tak pasti." Bibir gadis bertubuh jangkis itu tak henti hentinya mengeluarkan komentar pedasnya.


" Tam,kasih waktu Mona untuk mempertimbangkan perasaannya itu." Amel berusaha bersikap sabar atas aksi sahabatnya itu.


" Gue rasa keputusan seperti itu tidak perlu pertimbangan lagi.Lepaskan jika itu hanya membuat lo sedih dan pertahankan jika itu membuat lo bisa tersenyum." Ungkapnya lagi dengan penuh ekspresi.


Amel menggeleng menatap sahabatnya itu dengan perasaan keki,ia paham atas sikap Tamara yang benar benar emosi menyikapi akan permasalahan antara Mona dengan suami sandiwaranya tersebut.


" Plis deh Tam,jaga sikap lo itu ! dan pelankan suara cempreng lo itu !nanti terdengar oleh pak bos bisa gawat. " Amel berusaha mengingatkan Tamara untuk tetap tenang.


" Ooow !!gue gemes banget beb.Secara ni cerita kaga kelar kelar,maju mundur,tarik ulur terus,kapan bahagianya sihh. " Balas Tamara dengan terlihat mengepalkan kedua telapak tanganya.


" Lo kalau sudah ngomel ngomel kaya gini percis nenek gue,nenek gue kalau lagi nonton sinetron faviritnya terus remot tvnya gue umpetin,ngomelnya bisa ampe subuh loh." Ungkap Amel dengan memasang ekspresi wajah lucu.


Sontak Mona tiba-tiba tertawa renyah mendengar celotehannya salah satu sahabatnya tersebut,dan alhasil ia pun mampu tertawa lebar hingga suara tawanya mampu menarik perhatian para tamu yang ada di sekitarnya,dan tak terkecuali Banny yang masih berbincang bincang dengan Zeanu ikut menoleh ke arah dirinya.


Tamara dan Amel mengangkat tinggi kedua alisnya lalu saling menatap satu sama lain dengan perasaan aneh.


" Kok lo malah ketawa.Ada yang lucu ?" Tanya Tamara heran.


" Akhirnya lo bisa ketawa juga." Amel tersenyum lega.


" Hahahahaha....,lucu aja !" Sela Mona yang masih tertawa lepas.


" Dimana yang lucu nya sih ?" Tanya Tamara menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Sumpah lo lucu banget ekspresi lo Mel.Dan gue bisa membayangkan Ketika nenek lo mau nonton tv tiba tiba remot tvnya ilang.Kebanyang kaya apa nenek lo ngomel ngomelnya." Ujar Mona yang masih di selingi tawa kecilnya.


" Percis kaya teman kita satu ini,dari tadi lo liatkan ngomel ngomelin lo terus.Kaya lagi ngomelin cucunya." Ucap Amel terkekeh.


" S**L !! gue di samain sama nenek nenek." Umpat Tamara dengan nada kesal.


Mona dan Amel tertawa lebar menikmati kelucuan dari ekspresi wajah gadis bertumbuh jangkis itu yang tertekuk hingga berlipat ganda.


Banny yang sedari tadi memperhatikan ke arah ke tiga gadis itu bibir tergerak,lalu mengukir senyuman tulus ke arah gadis itu yang tengah tersenyum lebar menikmati kebahagiaannya di tengah duka yang dia berikan.


" Dia mampu tersenyum lebar meski hatinya sedang lo sakiti." Ucap Zeanu menyadarkan pandangan pria tampan itu.


Banny menatap hampa merasakan ucapan sahabatnya itu terasa meresap di jiwa.

__ADS_1


" Kali ini gue peduli atas kebahagiaan Mona.Karena gue yakin jika Mona bisa menerima lo apa adanya karena lo adalah cinta pertaman nya dalam hidupnya." Terang Zeanu menanap nanar ke arah gadis tersebut.


Banny kian membisu merasakan seluruh egonya menguap entah kemana.


__ADS_2