
MONA masih berdiri di hadapan Banny yang memintanya untuk keruangannya meski Mona masih mengingat hal semalam ia berusaha untuk tidak melibatkan perasaanya dalam urusan pekerjaan.Begitu pula dengan Banny ia terlihat berusaha untuk menguasai dirinya agar tidak terlalu terlihat salah tingkah di hadapan Mona mengingat sikapnya dia semalam tadi terhadap Mona,Dan tentunya Mona pasti masih mengingatnya.
" Hari ini ada laporan dari pengembangan anak cabang perusahaan ?" Tanya Banny menatap tajam Mona.
" Ada pak.Sudah saya siapkan siang ini dan bapak bisa mengeceknya langsung lewat website bapak."
" Ada meeting hari ini ?" Tanya lagi Banny dengan menatap lurus Mona.
" Tidak ada pak,Hari ini hanya ada beberapa suplayer yang akan mengirim barang produk ke kita pak." Ucap Mona yang tertunduk semakin dalam.
" Sudah di atur waktunya ?"
" Menurut info sekitar jam dua siang barang akan tiba pak."
" Ok.Kalo begitu sekarang kamu temenin saya makan siang di luar." Ucap Banny seraya meraih ponselnya.
" APA Pak ???" Sontak Mona di buatnya terkejut lalu menatapnya dengan polos Mona ragu dengan ajakan Banny yang mengajaknya makan siang bersama.
"........." Banny tidak menjawab dia menatap semakin tajam ke arah Mona.
" Baik pak !!" Jawab Mona dengan tertunduk.
" Oya tolong kamu siapkan Arsip bukti tanda tangan pembayaran barang yang kemarin nanti dan sekalian kamu rekap ulang seluruh total pembayarannya." Ucap Banny seraya menyambar jasnya.
" Baik pak !" Sahut Mona dengan sigap.
Banny melangkah menuju pintu dan tak lama di ikuti Mona yang terpogoh pogoh di belakangnya.
MONA menatap frustasi ke arah sang Bos yang sedang berjalan di hadapannya kenapa tidak dia sudah ada janji dengan Zeanu untuk makan siang bersama akan tetapi sang Bosnya selalu membuat acara di luar perkiraannya sehingga mau tak mau dia harus menuruti perintahnya.
Mona berharap sesuatu hal penting terjadi dan bisa membatalkan makan siangnya bersama sang Bos.Dan dia tidak mungkin juga harus berbicara jujur untuk menolak ajakan sang di karenakan dia sudah ada janji makan siang bersama Zeanu. Mona tidak bisa membayangkan reaksi sang Bos akan seperti apa lalu ia pun terlihat berkomat kamit seakan akan dia sedang membaca mantra penghilang raga yang bisa menghilang sewaktu waktu.
Cliiiing......
Banny menghentikan langkahnya sontak membuat Mona mengerem mendadak langkahnya untung saja dia pandai mengatur langkahnya jika tidak bisa jadi Banny yang di depannya di terobosnya.
Lalu Banny merogoh ponsel yang bergetar di dalam saku celananya rupanya dia hanya menggetarkan saja ponselnya tanpa dibunyikan lalu ia pun segera mengecek ponselnya.
Di layar ponselnya tertera ada beberapa panggilan yang sedari tadi ia tidak menyadatinya dan panggilan itu berasal dari sang papah. Banny mengernyitkan kedua alisnya lalu ia pun segera untuk menelpon balik.
Tak lama sambungan telpon tersambung." Halo Papah!" Sapanya pelan.
" Hallo pah !" Sapa lagi Banny dengan cemas.
" Iyahh pah,Kenapa ??" Tanya Banny memekik dengan wajahnya terlihat cemas.
" Terus papah dimana sekarang ?" Tanyanya dengan nada cemas Mona yang sedari tadi ikut menyimak menatap cemas ke arah Banny yang memasang wajah terkejut.
" Ok ! Banny pulang pah." Ucap Banny dengan cepat.
" Mona tolong atur saja jadwal barang yang akan datang nanti terus kamu Minta tolong sama Pak Hendra untuk menerima bukti surat pernyataan barangnya Saya ada keperluan mendadak ." Ucap Banny dengan tergesa gesa lalu ia pun segera meninggalkan Mona yang masih terlihat kebingungan.
Mona masih memandangi langkah Banny yang memasuki lift kembali dengan mulut masih menganga tak sempat ia bertanya Banny sudah melesat pergi meninggalkanya entah apa yang sedang terjadi sehingga dia terlihat terburu-buru menemui sang papah.
Mona menghela napas panjang entah apa yang ada dalam pikirannya tiba tiba saja perasaannya di hinggapi perasaan bersalah.Kenapa tidak dari tadi ia mencar-cari alasan untuk tidak makan siang bersama sang Bos lalu harapannya terkabul dan dia bisa menerima ajakan Zean untuk makan siang bersama dengan leluasa.
" Kok gue jadi degdegan gini sii ?apa d'oa gue berlebihan,Tapi...." Ucapannya menggantung ia mencoba berpikir keras dengan sikapnya.
" Yaa sudahlah mudah mudahan hal buruk tidak terjadi dengan pak Wiguna." Ucapnya seraya melangkah kembali.
***********
Waktu makan siang.
" Sorry Zean,Gue telat !" Ucap Mona yang langsung datang-datang menghampiri Zeanu yang sudah menunggunya beberapa menit yang lalu.
Zeanu mendongkak lalu menatap Mona dengan tatapan datar.
" Gue pikir lo gak bakalan datang." Jawab Zeanu menatap lurus Mona yang duduk di hadapanya yang terlihat masih mengatur laju napasnya.
" Tadi gue habis laporan dulu ke Pak Hendra soalnya selesai makan siang ini akan datang barang dari suplayer dan Pak Banny tidak bisa hadir jadi pak Banny meminta gue ke pak Hendra untuk perwakilan.
" Loh kenapa Banny ?" Tanya Zeanu heran.
__ADS_1
" Ada urusan mendadak katanya." Jawab Mona dengan tersenyum tipis.
" Udah lama nunggu ya ?" Tanya Mona mengalihkan pembicaraan.
" Lumayan.Dan gue pikir lo kaya waktu itu gak dateng lagi."Ucap Zeanu melirik penuh arti ke arah Mona.
Mona hanya tersenyum datar seraya menatap ke dalam wajah Zeanu yang sedari tadi tak lepas menatapnya.
" Lo mau pesen apa ?" Tanya Zeanu menatap Mona
" Apa ya ?Bingung gue." Balas Mona dengan cuek.
Zeanu hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Mona yang selalu bersikap terkesan cuek itu.
" Lo makan apa ?" Tanya Mona melirik ke piring Zeanu yang sudah tersaji dengan menu pesanannya.
" Gue lagi pengen makan sup iga bakar."
" Nasi goreng aja,Udah lama juga gue gak makan nasi goreng." Ucap Mona seraya menyimpan ponselnya di meja.
Tak lama Zeanu memanggil salah satu pelayan dan memesanin pesanan yang Mona mau.
" Eh gimana proyek lo lancar ?"
" Alhamdulillah masih aman mudah mudahan lancar terus dan cepat kelar proyeknya."
" Eh Zean gue mau nanya sesuatu ?" Ucap Mona menatap lurus Zeanu yang sedang menikmati makananya.
" Apa ? " Tanya Zeanu mendongkak
" Hmmmm.Ini soal pak Banny ?" Ucap Mona sedikit ragu.
" Ada apa dengan dia ?" Tanya Zeanu menghentikan kunyahannya.
" Lo masih ingat ga yang pas waktu pesta itu ?"
" Kenapa ?"
" Cewek ?Siapa ?" Tanya Zeanu menatap penasaran.
" Kalo gak salah namanga Kinaya." Jelas Mona dengan menyela untuk minum.
" Kinaya ??" Ucap Zeanu cukup terkejut mendengarnya.
" Lo kenal ?" Tanya Mona dengan penasaran.Sejenak Zeanu mencoba untuk mengingat kembali sosok perempuan yang bernama Kinaya yang tiada lain adalah mantan kekasih sahabatnya Banny.
" Hmmm...,Dia mantannya Banny." Jelas Zeanu singkat.
" APA ??,Mantan ??" Sela Mona dengan penuh penekanan sepertinya ia lumayan terkejut mendengarnya.
Sejenak Mona terdiam seperti memikirkan sesuatu hal dan itu membuat Zeanu merasa penasaran dengan sikap Mona.
" Memangnya kenapa Mon ?,Mereka ada bertemu ?" Tanya Zeanu dengan raut wajah datar rupanya dia mulai bosan jika harus membahas masalah Banny jika dia sedang berdua dengan Mona.
" Tidak apa apa.Gue sedikit penasaran aja soalnya Pak Banny terlihat menjaga jarak gitu,Makanya gue agak curiga." Jelas Mona dengan mengerlingkan mata belonya ke arah Zeanu dengan sedikit menggoda.
" Yaa namanya juga ketemu mantan Mon,Semua orang juga pasti akan jaga jarak termasuk lo juga kan hee hee..." Ucap Zeanu seraya terkekeh.
" Ah so tau lo,Mana ada gue punya mantan...,Opss !" Ucap Mona dengan repleks ia menutup mulutnya seraya melebarkan mata belonya untuk tanda ia sedang bercanda.
" Lo emang gak punya mantan ?Masa lo gak punya manta." Canda Zeanu melirik genit Mona.
" Yahh gimana mau punya mantan pacar aja kagak punya." Celetuk Mona dengan santai.
Zeanu tersenyum lebar mendengar ucapannya polosnya Mona.Sikap inilah yang salah satu membuat Zeanu menyukai Mona.Mona selalu bersikap apa adanya dan tidak pernah merasa gensi atau pun minder.
" Mona mona.Emang lo gak mau seperti temen temen lo pada punya pacar ?" Tanya Zeanu dengan masih tertawa.
" Hmmmm....," Mona terdiam dia menggulung kembali senyum lebarnya dan menatap kaku ke arah Zeanu.
" Memangnya masih ada ya cowok yang bisa nerima ceweknya apa adanya tanpa harus melihat kekurangan si ceweknya itu.?" Tanya Mona dengan menatap serius ke arah Zeanu.
" Kok pertanyaannya seperti itu ?Kenapa lo punya dendam ya di masa lalu sama cowok ?" Tanya Zeanu dengan santai.
__ADS_1
" Gue nanya serius ??" Ucap Mona dengan raut wajah merengut.
" Mon kan semua orang itu berbeda-beda tergantung tifenya.Dan tife gue gak seribet tifenya Banny karena gue bisa nerima apapun kekurangan seseorang jika seseorang itu bisa nerima kekurangan gue juga." Jelas Zeanu menatap dalam ke dalam wajah Mona.
" Kok jadi ke Pak Banny see ?"
" Yaahh kita gak usah mencari contoh yang jauh,Banny itu levelan ceweknya tinggi.paling tidak harus bisa lebih dari Kinaya.
Dan Kinaya seorang Model jadi wajar jika Banny mencari cewek yang sosoknya bisa lebih dari Kinaya." Jelas Zeanu dengang tersenyum penuh arti ke arah Mona.
" Oh Jadi Pak Banny belum bisa move on juga donk dari Kinaya jika dia masih mencari sosok yang lebih dari mantannya."
" Mungkin.Tapi kok lo penasaran banget see sama Banny dari tadi lo bahas dia terus,Jangan jangan ada sesuatu dehh."
" Apaan see..." Balas Mona dengan rona wajah mulai memerah.
" Udah ah gue gak mau bahas dia,Gue mau bahas perasaan gue sama lo.Gimana ?" Tanya Zeanu dengan menatap penuh arti kearah Mona yang masih terlihat salah tingkah.
" Bahas perasaan lo ke gue,Maksudnya ??" Tanya Mona mulai penasaran.
Tiba-tiba Ponsel Mona berdering cukup keras suaranya mengalihkan perhatian Zeanu yang ikut menatap ke layar ponselnya.
PAK DIREKTUR is calling............
Zeanu menatap dengan penasaran ke arah wajah Mona yang pas saat itu juga sedang menatap ke arah wajah Zeanu.
" Banny nelpon ada apa ?" Tanya Zeanu mulai gusar.
" Sebentar Zean." Balas Mona seraya mengangkat teleponnya.
" Hallo Pak.!" Sapa Mona dengan hati hati.
" Hallo Mona.Kamu bisa datang kerumah saya ?"
" HAAH......? Ada apa pak ?" Tanya Mona dengan syok.
Sontak membuat Zeanu ikut merhatikan ke arahnya.
" Kamu datang saja kerumah saya biar pak Burhan yang mengantar kamu kerumah saya."
" Tapi pak ???" Sergah Mona menggantung.
" Saya tidak suka jawaban yang bertele tele,Nanti saya jelaskan di sini." Terdengar suara tegas Banny dari sebrang telpon.
" Baik pak !" Jawab Mona dengan gugup.
" Ada apa Mon ?" Tanya Zeanu semakin penasaran
" Ada siapa di situ ?" Tanya lagi Banny dengan kaku.
" Hmmm...,Ada pak Zeanu disini pak." Jawab Mona dengan ragu.
" Ok saya tunggu kamu disini."
TUUUUTTTTT.........
Tanpa basa basi Banny pun mengakhiri panggilannya.Sambungan telpon terputus Mona masih melongo tak percaya dengan permintaan Banny yang mendadak lagi.
" Zeanu,Maaf gue gak bisa nerusin makan siangnya karena pak Banny memintaku untuk kerumahnya." Ucap Mona dengan nada tidak enak hati.
" Ada apa ?" Tanya Zeanu dengan raut wajah cemas.
" Entahlah.Dia hanya menyuruhku untuk segera kesana."
" Kalo gitu gue anter ya Mon." Pinta Zeanu dengan cekat dia berdiri.
" Jangan ! maksud gue gak usah gue di suruh minta antar pak Burhan.Sorry banget ya Zean makan siang kita jadi kepotong." Ucap Mona dengan raut wajah semakin tidak enak hati.
" Yaa sudah gak apa apa Mon,Lain kali saja." Ucap Zeanu dengan nada kecewa.
" Gue pergi dulu yaa.." Pamit Mona dengan segera pergi lalu meninggalkan Zeanu yang masih menatapnya dengan sembilu Ada rasa cemburu terhadap sikap Banny yang sering melibatkan urusannya dengan Mona.
Perasaan Zeanu menjadi campur aduk antara kecewa dan cemburu berbaur menjadi satu.
__ADS_1