CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 23 ~ perhatian kecil


__ADS_3

 


ACARA penandatangan kontrak telah selesai Banny membereskan beberapa berkas berkas dokumen penting yang telah di Tandatangi oleh Zeanu.


Mona hanya bisa menatapnya dengan perasaan tidak enak hati ke arah Banny yang masih terlihat sibuk. Mona tidak bisa bergabung dalam pertemuan itu di karenakan kakinya masih sakit. 


" Pak Banny.Saya minta maaf karna insiden ini acaranya jadi kurang berkesan."Ucap Mona dengan tertunduk sedih. 


" Tidak Apa apa !Jangan terlalu di pikirkan."Ucap Banny dengan suara datar.


" Kakinya masih sakit ?" Tanya Banny menoleh Mona yang duduk tak jauh darinya.


Mona menggeleng seraya tersenyum pasi.


" Berarti Kamu masih bisa lanjut kerja ?" Tanya lagi Banny dengan menatap lurus Mona.


" Bisa pak." Jawab Mona mengangguk.


Entahlah Mona merasa sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan dengan penampilan barunya itu,Ia ingin seperti Manda yang dengan begitu pintarnya berjalan menggunakan sepatu hak tinggi.


" Gimana kaki lo Mon ?" Tiba tiba Zeanu menghampir Mona lagi.


" Sudah agak mendingan.Tapi agak masih ngilu sedikit ." Ucap Mona sembari masih terlihat meringis kecil.


" Harus di pijit itu Mon.Tapi Kayanya gue ngeliat lo hari ini kok beda ya ?Hmm apa ya ??" Tanya Zeanu dengan menatap Mona dari ujung kaki hingga ujung kepala, Mona terlihat mengerlingkan matanya seraya tersenyum kecut.


" Lo dandan ya...?" Tanya lagi Zeanu dengan di iringi tertawa cukup renyah.


Banny memperhatikan sikap ramah Zeanu terhadap Mona.Tatapannya begitu kaku dan tidak suka dengan sikap Zeanu yang begitu perhatian kepada Mona,Entah kenapa perasaanya berbalik arah menjadi sedikit peduli terhadap Mona.


 


" Mona jangan lupa berkas berkas ini kamu simpan di map.Karena saya tidak mau tercampur lagi dengan berkas berkas yang lain." Ucap Banny seraya berniat hendak melangkah keluar.


" Lo mau ke mana Ban ?"


" Balik ke ruangan gue."


" Lo gak nolongin anak buah lo dulu.." Tanya Zeanu dengan setengah berbisik.


" Dia bisa sendiri.."Balas Bonny dengan menoleh ke arah Mona yang masih sibuk merapihkan berkas berkas yang di berikan olehnya.


" Gue duluan ya." Ucap Banny dengan melangkah keluar ruangan.


Mona tertegun menatap langkah sang Bos yang keluar tanpa berpamitan kepadanya.


" Payah.Banny masih seperti itu belom berubah." Guman Zeanu sembari mengankat kedua tangannya dengan bersikap masa bodoh.


" Pak Banny sepertinya marah ya sama gue.."Ucap Mona dengan nada sedih.

__ADS_1


" Kenapa mesti marah itukan kecelakann Mon.Sudahlah gak usah dipikirankan..."Ucap Zeanu dengan terlihat santai.


" Lo bisakan ke ruangan lo sendiri...?"


" Bisa Zean.Makasih yaa udah peduli sama gue..."Ucap Mona terlihat canngung.


" Sama sama Mon."Jawab Zeanu menatap lekat Mona


" Oya,Sepertinya hari ini sangat spesial ya bagi lo.."Ucap Zeanu dengan tersenyum lembut.


" spesial ??"Tanya Mona dengan mengernyitkan kedua alisnya.


" Iya spesial karena lo hari ini sedikit lain dengan penampilann lo..."


" Massa ??Hmm menurut lo penampilan baru gue gimana? bagus gak ??" Tanya Mona dengan terlihat ragu


" Hmmmm.." Sejenak Zeanu mengamatinya dari bawah kaki hingga ujung kepala. 


Mona menanti jawaban dari Zeanu dengan harap harap cemas.


" Entah kenapa Gue lebih suka gaya lo yang sebelomnya ya .." Ucap Zeanu dengan jujur.


" Apa...?" Pekik Mona sedikit kecewa.


" Gue rasa ,Gue dengan seperti ini Pak Banny akan senang melihat gue.Ya secara gue sekertarisnya kan ?" ucap Mona dengan nada kecewa.


" Hmm.. ,Yang Pasti Banny tidak suka melihat cewek yang berpenampilan norak dan berlebihan.Gue rasa lo sudah keliru.."Jelas Zeanu dengan tersenyum iba kearah Mona yang tertunduk malu.


" Gue ***** banget yaa."Ucap Mona dengan suara bergetar.


" Lo berharap lebih ya sama Bos lo..?" Tanya Banny dengan penuh selidik.


Mona terperangah dengan pertanyan Zeanu yang di lontarkan kepadanya.


" Tidak seperti itu Zean. Gue gak berharap lebih. Mimpi di siang bolong saja jika gue harus berharap lebih dari pak Banny,Gue hanya ingin terlihat menarik saja dimata pak Banny sebagai Sekertatisnya gak lebih.Yaa seperti halnya Manda mantan Sekertarisnya yang punya body langsing dan berpenampilan bagus." Jelas Mona dengan matanya berkaca kaca .


Zeanu mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Mona, ia pun terlihat memanggut manggutkan dengan menatap iba ke arah mona.


beberapa menit kemudian ponsel Mona berdering, Mona menoleh ke layar Ponsel dan muncul panggilan sang Bos.


Pak Direktur Tulisan di layar ponsel Mona.


" Pak Banny memanggil.." Pekik Mona dengan segera mengangkatnya .


" Hallo !Iya pak..."


" Kenapa kamu masih di situ??" Tanya Banny dengan nada tinggi.


" Oh iya Pak.Sebentar lagi saya ke ruangan pak." Ucap Mona dengan gugup.

__ADS_1


" Ada apa Mon..?" Tanya Zeanu menatap penasaran


" Gue di suruh ke ruangannya,Kok pak Banny bisa tau ya gue masih di ruang pertemuan ??" Tanya balik Mona dengan heran, Zeanu tersenyum pasi dengan mengernyitkan kedua alisnya.


*************


 


~ MONA masih menatap lekat bayangan dirinya di cermin washtapel toilet dengan raut wajah sedih mengamati riasan yang masih terpoles di wajahnya.


sedih bercampur kecewa berbaur menjadi satu, alangkah bodohnya ia harus terhasut dengan kesombonbannya,Ia tersadar ini adalah bukan sosok dirinya.


Mona hanya merasa tersesat dengan kesombongannya yang terpicu oleh keangkuhan Manda.


Dengan cepat ia segera membasuh semua riasan yang melekat di wajahnya.Lalu ia menatap kembali wajahnya dengan perasaan sedih.


" Wow wow !!" Tiba tiba Manda berdiri dan bersender di washtapel yang tak jauh darinya dan menatapnya cemooh.


Mona Menoleh dengan acuh tanpa mau peduli dengan kehadiran Manda yang merasa puas dan menertawakannya.


" Haa...haa...,Receh banget see penampilannya.."Ucap Manda sinis,Ia pun menatap Mona dengan sinis dengan penampilan barunya Mona.


Mona terdiam mencoba untuk tidak meladenin ucapan Manda yang menghinanya.


" Lo kalau mau cantikk kesalon donk,Jangan ke tempat lenong. kasiann yaa...,"Ucap Manda dengan terus memancing kesabaran Mona agar emosi dan Mona masih terdiam.



" Cewek macam lo itu di dandanin kaya apapun juga gabakalan cantik tetap saja buluk. yaa ujung ujungnya kaya gini seperti ondel ondel pasar minggu haa..haa.." Ucap Manda sinis. kata katanya cukup menusuk perasaan Mona.


PRAAAATT.............


Mona menyiramkan air ke baju Manda yang berdiri tak jauh darinya.


" Awww...."Pekik Manda terkejut bukan main melihat Mona yang menyipratkan air cukup banyak ke arahnya dan bajunya pun terlihat basah di bagian depannya.


" Lo benar ! Secantik apa gue dandan gabakalan ngalahin lo,Tapi setinggi apa pun otak lo untuk nyaingin gue gak bakalan gue tersaingi,Gue tetap sekertaris dan lo cuman si pengecek barang doank tak lebih.Ingat itu."Ucap Mona dengan cepat bergegas meninggalkan Manda yang masih menyapu baju basahnya dengan tangannya.



" Siittttt !!Kurang ajarr." Guman Manda dengan geram.


Mona keluar dari Toilet Ia pun tak sengaja berpapasan dengan Amel serta Tamara.Mona terhenti dan terdiam lalu melangkah kembali tanpa memperdulikan Amel dan Tamara yang menatapnya dengan harapan Mona akan mangajaknya bicara.


" Mon...!!"Panggil Amel cukup keras.


Mona terhenti dan menolehnya namun ia pun bergegas kembali meninggalkan Amel dan Tamara tanpa balasan.


Amel dan Tamara hanya menghela panjang seraya menatap Sikap Mona yang masih terlihat marah terhadap mereka brdua.

__ADS_1


__ADS_2