CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 08~ kena ganjar


__ADS_3

 


MONA masih berkutat dengan beberapa pekerjaan yang cukup menguras tenaga dan pikirannya.Sesekali Ia terlihat bolak- balik menuju ruangan Tora untuk menyerahkan beberapa Dokumen penting yang sedang dikejar deadline.


Suara sepatu hak tinggi yang di hentakan ke lantai memecahkan kesunyian.Mona sangat hapal dan tau percis dengan si pemilik suara langkah sepatu hak tinggi itu yang tiada lain hentakan sepatunya Manda.


Mona pun bergerak cepat segera merapihkan semua pekerjaannya.


" Gimana ?" Tanya Manda dengan berdiri tegak bersandar di kubikelnya Mona dengan melipat tangan di dadanya.


" Ini laporan Dokumen gue,Lo periksa saja !dan sebagiannya udah gue save di komputer nanti gue kirim via email lo."Ucap Mona dengan cuek. 


Dengan cepat Manda menarik Dokumen yang masih ditangan Mona dengan kasar.


Amel dan Tamara tengah diam-diam memperhatikan ke arah Manda dengan menatap sinis. 


" Baiklah,lo anterin saja ya ke ruangan gue."Ucap Manda sembari menghempaskan lagi beberapa Dokumen ke meja tugas Mona.


 


Sontak Amel dan Tamara terlihat melotot jengkel ikut menahan laju emosinya ketika melihat perlakuan Manda yang tidak menyenangkan terhadap sahabatnya itu.


" Kan sekarangkan lo bisa ambil Man.?"Ucap Mona menyela.


" Lo nolak perintah gue ?" Tanya Manda mendelik, bola matanya melotot menatap jutek Mona.


Mona menghela Ia tidak bisa menolak perintahnya Manda,Ia sadar Ia hanya sekedar seorang bawahan biasa yang bisa di suruh-suruh kapanpun. 


" Mau lo apa sih ?bu silvi saja kepala Divisi gue gak seenaknya sama gue." Ucap Mona dengan menatap kesal Manda.


" Kenapa lo gak suka gue perintah ?Ingat ya,gue adalah sekertaris Bos,dan lo cuman staff karyawan biasa lo berani nolak gue lo bisa wasalam.PAHAM !!" Ucap Manda dengan penuh penekanan berbisik ke arah telinga Mona.


Mona menghela melihat kedalam tatapan Manda yang penuh kebencian terhadap dirinya.


Mona hanya terdiam dengan tidak berdaya atas perasaan yang hanya bisa membatin.


 


" Manda...!"Tiba-tiba Banny memanggil dari arah belakang.


" Oh iya Pak."Jawab Manda terlihat terkejut atas kedatangan sang Bosnya itu yang secara tiba tiba.


" Sepuluh menit lagi tolong siapin meeting,ada masalah penting yang harus di bicarakan,mengenai laporan."Ucap Banny sembari menoleh ke arah jam yang melingkar di tangannya.


" Baik Pak !!"Balas Manda dengan terlihat gugup dan ketakutan.


" Oya tolong nanti kamu ke ruangan saya dulu untuk mengecek kembali beberapa Dokumen yang kemaren saya minta."


" Oh sudah saya siapin ko pak.Dan Ini pak dokumen laporannya. !!" Ucap Manda dengan repleks menyambar kertas yang berada di tangan Mona lalu menyodorkan kehadapan Banny sang bosnya.


 


Banny menatap tajam ke arah Manda,lalu menyimak dengan pasti akan isi dokumen itu.


" Mona yang ngerjain ?,Kan saya kemaren suruh kamu untuk mengerjakannya serta hasil laporan Dari Tora juga ?."Tanya Banny dengan menatap tajam ke arah Manda yang terlihat mulai gelagapan untuk mencari sebuah alesan.


Amel dan Tamara menatap sinis ke arah Manda seraya mereka berdoa agar sang Bos bisa mengetahui sikap curangnya Manda.


 


" Hmmm....!! annu pak,kebetulan saya tadi habis mengambil beberapa laporan dari yang lainnya pak,Jadi saya berbicara sebentar dulu sama Mona.Iya kan Mon ?"Ucap Manda sembari memberi isyarat berupa lirikan manis ke arah Mona.


Mona tidak menjawab Ia hanya tersenyum hambar dan kembali cuek.


 


"Ok !!Kalau begitu,tolong nanti kamu persiapkan untuk meeting siang ini ."Ucap Banny sembari melangkah pergi meninggalkan Mona dan Manda.


Manda menarik napas lega setelah sang Bos sudah pergi tanpa berkomentar apapun lagi.


" Terimakasih atas kerja samanya..."Ucap Manda dengan tersenyum licik.


sontak membuat Amel dan Tamara menjadi semakin marah akan sikap culasnya Manda.


kemudian Manda pun bergegas menuju ruangannya Banny.


 Dengan geram kedua sahabat Mona segera menghampiri kubikelnya Mona.


" Mon,lo kok diem aja sih ?kenapa pas tadi ada pak Banny lo bilang semua,jika pekerjaan Manda lo yang ngerjain,nanti si Manda makin gede kepala kalo kaya gini terus." Ucap Amel dengan nyerocos.

__ADS_1


" Tau nih Mona.gue kesel banget lihat tingkah si Manda tadi itu,pengen rasanya gue jambak-jambak rambutnya tuh ratu nyamuk." SelaTamara yang ikut menghampiri Mona dengan masih duduk di kursi kerjanya.


" Kerjanya dia apa coba ?dandan doank ?Dan cari muka sana-sini gitu.Ikkhh gemes gue liatnya."Lagi-lagi Amel merasa gusar seraya mengepalkan tangannya.


" Lo itu lain kali nolak napa sih Mon diem mulu !!"Ucap Amel menimpali seraya merasa ikut geram. 


" Sudahlah.TUHAN tidak bakalan ketuker memberi ganjaran.." Balas Mona singkat.


" Hhmm selalu itu dalih lo."Ucap Amel sambil mengeloyor kembali ke meja kerajanya.


Tidak lama kemudian Tiba-tiba terdengar suara riuh terdengar cukup jelas,dan asal kegaduhan itu berasal dari ruangan sebelah Mereka.


Amel serta Tamara cukup penasaran dengan suara ribut kecil yang berasal dari arah tangga darut.


merekapun keluar dari kubikelnya dan menyimak kearah sumber keributan.


" Ada apa ?" Tanya Tamara cepat seraya membenarkan poni pendeknya dan bergegas berjalan ketengah ruagan seraya celingukan.


" Coba lihat Tam !ada apaan sih ?" Tanya Amel yang ikut menghampiri beberapa orang yang sedang berkerumun.


 


Tiba-tiba beberapa staff karywan laki-laki tengah membopong seorang wanita dalam keadaan tak sadar diri,Mona beserta ke dua sahabatnya saling bertatapan dengan penuh penasaran lalu memperjelas pandangannya mereka ke sosok perempuan yang sedang di bopong itu.


Dan seorang wanita itu ternyata tiada lain Manda yang pingsan di gotong rame-rame oleh beberapa staff laki-laki, Mona dan Amel beserta Tamara melongo dengan tidak percaya,entah kejadian apa yang telah menimpa kepada seorang Manda.


 


" Ehh itu kan si Manda kenapa dia ?"Tanya Amel dengan penasaran,Perlahan mereka membuntuti orang-orang yang sedang mengotong Manda menuju lobby gedung.


Di lobby sudah menunggu sebuah Mobil ambulance.


" Serius itu si Manda ?"Tanya lagi Amel dengan raut wajah penasaran dan ia pun mengucek-ngucek matanya untuk memastikan penglihatannya. 


Mona menggeleng tak pasti ia merasa tidak tahu menahu atas kejadian yang sudah menimpa Manda.


" Tora,Tora tunggu !!"Seru Tamara seraya menghalau Tora yang melintas di hadapan mereka dengan berjalan cepat untuk menuju lobby.


" Iya Tam !" Jawab Tora sembari menoleh tamara.


" Itu bu Manda kan ?"


" Kenapa Dia ?" Tanya Tamara dengan ekspresi wajah penuh rasa ingin tahu.


" Dia habis terjatuh Tam dari tangga." Jawab Tora singkat.


" Loh kok bisa ? " Tanya Tamara dengan raut wajah kian penasaran.


" Lahh bukannya lift ada ngapain dia lewat tangga?"Amel menyela.


" Lift lagi diperbaki,jadi beberapa staff memilih menggunakan tangga darurat termasuk Bu manda.."Jelas Tora yang masih terlihat mengatur napasnya.


 


" Terus dia dari mana ? Apa mau kemana, ?" Tanya Tamara dengan detail.


" Perasaan dia hendak keruangan pak Banny deh," Guman Amel dengan mengingat-ngingat sesuatu sebelum kecelakan itu terjadi.


" Bu Manda habis dari ruangan Pak Duta.Soalnya kan Pak Banny mau mengadakan meeting."


" Oh, jadi dia jatuh di tangga darurat itu. ?" Ucap Amel menyimpulkan sendiri.


" Katanya see gitu,Saya tidak tau percis juga akan kejadiannya." Tungkas Tora dengan ekspersi datar.


" Ya,ya.Thank's ya Tora atas informasinya !"Ucap Amel sembari mempersilahkan Tora untuk pergi,Amel dan Tamara saling berpandangan lalu tak lama mereka saling cekikikan dengan suka cita.


" Ada apa Mel ?" Tanya Mona menghampiri.


" Kata lo benar.Ganjaran itu tidak akan pernah tertukar."Jawab Amel penuh kepuasan.


" maksudnya.??" Tanya Mona mengernyit ia belum paham dengan ucapannya Amel.


" Si Manda alias si ratu nyamuk itu terjatuh dari tangga." Ucap Amel dengan semeringah.


" Ko bisa ??"Tanya Mona terlihat sangat shok.


" Itu buktinya dia sudah di gotong dan di bawa ke mobil ambulance !lo masih gak percaya juga ?" Tanya Amel menunjuk ke lobby.


" Kok bisa sih ?" Tanya Mona masih tak percaya.

__ADS_1


" Sonoh kalau gak percaya samperin sana." Ucap Amel seraya menggeloyor ke kubikelnya.


" Dia jatuh beneran..??" Tanya lagi Mona masih belum percaya juga.


" Iya Monalitaa.Lo ga percayaan banget sih ? sono deh ikut kerumah sakit temenin tu orang yang suka mendzolimi lo tuh.."Timpal lagi Tamara dengan wajah terlihat ikut puas atas musibah yang telah menimpa Manda.


Sejenak Mona menghela napas entah kenapa dirinya cukup merasa iba mendengar Manda mengalami kecelakaan,padahal sudah jelas Manda sering berbuat jahat kepadanya.


Tiba-tiba pesawat telpon di meja kerja Mona berbunyi nyaring,dengan cepat Ia pun segera mengangkatnya.


" Hallo.. !!" Sapa Mona pelan.


" Mona tolong kamu keruangan saya sebentar."Terdengar suara Banny dari sebrang telepon memintanya untuk datang keruangannya.


" Ba Baik Pak.."Ucap Mona terbata-bata sekaligus heran atas panggilan sang bosnya terhadap dirinya yang secara tiba-tiba itu, lalu ia meletakan pesawat teleponnya dengan terlihat gamang.


Sejenak Mona terlihat kebingungan dengan panggilan sang Bosnya itu.


" Ada apa Mon ?"Tanya Amel menatap heran ke wajah Mona yang terlihat kebingungan dengan raut wajahnya berubah pias.


" Pak Banny minta gue ke ruangannya."Jawab Mona dengan setengah berbisik.


" Ada apa ?" Tanya Amel dengan wajah tak kalah terkejut.


" Ya Gue juga mana tahu."Jawab Mona semakin was-was di buatnya.


" Tumben ?" Tanya Tamara seraya menatap Mona dengan heran.Mona yang berjalan memasuki lift untuk menuju ruangan Bosnya yang berada di lantai lima,Amel dan Tamara saling menatap curiga.


TOK TOK TOK.........


Suara pintu di ketuk Mona berdiri di depan pintu ruangan yang bertuliskan Direktur Utama dengan perasaan yang tak menentu.Ia masih di liputi perasaan heran kenapa bisa sang Direkturny itu meminta dirinya untuk keruangannya.


Monapun menarik napas panjang lalu Ia pun memberanikan diri untuk memegangi gagang pintu dan mendorongnya perlahan.


 


" Permisi Pak !!" Sapa mona seraya membuka pintu lalu melongokan kepalanya kedalam ruangan.


" Masuk Mon !!"Sambut Banny dengan wajah datar. perlahan Mona berjalan menghampirinya dengan perasaan cemas.


" Maaf pak.Ada yang bisa saya bantu ?"Tanya Mona dengan wajah tegang. 


" Kamu Sore ini tolong temenin saya Meeting." Pinta Banny dengan singkat.


Mona tercengang saat mendengar perintah sang bosnya yang meninta dirinya untuk menemani meeting sang bos.


" Apa pak.Meeting?" Tanya Mona terlihat sangat shok.


" Iya meeting,Kamu tahu meetingkan ?" Tanya Banny dengan wajah tanpa ekspresi.


" Tapi... !!" Ucapan Mona menggantung dengan bibir masih menganga Banny segera menyela.


" Manda barusan kecelakaan,dia terjatuh dari tangga,seharusnya jam ini ada meeting tapi tertunda dengan insiden barusan dan di undur nanti jam tiga sore.Dan kamu untuk sementara harus bersiap gantiin posisinya Manda."Jelas Banny lugas tanpa ada senyuman manis di bibir tebalnya itu.


Mona terlihat melongo seolah-olah Ia tidak percaya dengan apa yang telah di sampaikan oleh sang Bos tampannya itu terhadap dirinya.


" Gimana kamu siap ?"Tanya Banny menatap tajam.


" Oh.iya pak !Tapi persiapannya gimana ya pak ?"Tanya Mona dengan memutar otaknya untuk fokus dengan segala hal yang akan di sampaikan Bosnya itu.


" Kamu tinggal persiapkan saja Dokumen-dokumen yang akan di bahas di meeting nanti,dan coba kamu cari di meja Manda, kamu cek kembali semua dokumen-dokumen pentingnya." Ucap Banny dengan bersikap dingin kepada Mona.


" Oh.Baik Pak..!" Ucap Manda sambil mengangguk penuh hormat.


" Ada yang mau di tanyakan lagi ?" Tanya Banny menatap tajam.


" Tidak pak..!!"Balas Mona dengan gugup.


" Ok.kamu boleh bekerja lagi.."Ucap Banny singkat.


" Baik Pak.Kalau begitu saya permisi pak. !!" Pamit Mona mengangguk penuh hormat lalu ia pun membalikan badannya melangkah keluar ruangan yang terasa begitu menegangkan baginya.


Mona merasa Ruangan sang Bosnya seperti sebuag ruangan uji nyali,bahkan seperti tak berAC,rasanya sangat kepanasan Ketika berada di dalam ruangan itu.


Ruangan yang selalu menakutkan yang akan menguras banyak energinya.


Apa lagi Ia harus menyaksikan raut wajah sang Bos yang dinginnya melebihi balok es yang membuat seluruh tubuh merasa membeku.Baru kali ini Mona bisa face to face dengan sang bosnya selama ia bekerja di perusahaan itu.Yaa bagi Mona sang Bosnya itu adalah sebuah Balok es yang dapat membekukan seluruh tubuhnya.


Mona merasa kaku dan tidak nyaman jika berada lama- lama hadapan sang bosnya itu,Keringat dingin mendadak bercucuran seperti habis maraton dengan jarak tempul bepuluh-puluh mil jauhnya.

__ADS_1


# bersambung #


__ADS_2