
ANGKASA.
PRIA berhidung tegak itu terlihat termenung menatapi layar laptopnya dalam kedua tangannya terpaku di hadapan wajahnya dengan jari-jermarinya saling bertautan.
Iris mata yang coklat itu menatap lekat ke arah gambar seorang gadis yang tertera di sebuah halaman jejaring sosial beserta berikut data pribadinya.Yang dengan sengaja ia sedang men-stalking akun nya gadis tersebut.
" Monalitta." Gumannya pelan seraya menatap lurus foto gadis tersebut yang terpasang di profil akun face booknya.
Beberapa informasi tetang sosok gadis itu telah ia dapati dari akun laman media sosialnya dan sosok gadis itulah yang kini sedang menaungi perasaan hatinya,sosok gadis itu adalah Mona,sekertaris seorang Direktur dari perusahaan yang di investorinya.
Angkasa sedang berseluncur di dunia maya mencari tahu akan sosok seorang Mona,dan ia pun berhasil menemukan nama akun instragramnya gadis tersebut.
Alis tebal pria itu mengernyit menatap heran atas foto-foto yang di unggah oleh gadis tersebut nyaris tak ada seorang satu pria pun yang menghiasi laman instragramnya tersebut,dan sebuah foto yang terakhir kalinya di unggah gadis tersebut adalah sebuah ungkapan melalui gambar sekuntum bunga mawar cantik yang berduri yang di gengam erat oleh sebuah tangan hingga berdarah,dan di bawah gambar tersebut ada sebuah caption yang menarik perhatiannya.
" Melepas hal yang menyakitkan adalah seumpama kita memegang sekuntum bunga mawar cantik yang berduri ,semakin kuat memegang maka akan semakin terluka "
Imbuhnya dengan untaian kata-kata yang cukup dalam.
Mata pria berkarismatik itu menyipit mencoba menganalisa deretan kalimat ungkapan tersebut.
Ada hal apakah yang sedang terjadi dalam kehidupan gadis tersebut ?
Apakah semua ini ada hubungannya dengan alasan gadis itu kenapa tidak meng-ekspose jalinan cinta dengan sang Direkturnya tersebut?
Sedikit aneh memang dan rasa penasaran itu sepertinya belum bisa sirna jika belum menemukan fakta yang bisa membuatnya yakin.
Pria berwajah karismatik itu menggeleng pelan menatap kian bingung ke setiap unggahan yang di posting Mona di akun instragramnya tersebut,dan hal itu yaris hanya postingan biasa saja beserta sahabat-sahabatnya yang super kocak,dan hal ini membuktikan jika gadis tersebut memang tidak menjalin hubungan spesial dengan seorang pria manapun.
Angkasa menatap datar ke layar laptopnya, ia sama sekali tidak menemukan satupun gambar tentang sosok seorang Banny maupun pria lain di laman instragramnya tersebut, sekalipun itu di instastory nya,Angkasa semakin yakin jika Mona tidak menjalin hubungan spesial apa pun dengan Direkturnya tersebut.
Tapi......???
Apakah jalinan cinta mereka sangat privasi dan sengaja tidak di publikasikan,atau.....???
Angkasa terdiam lalu mengetukan jari telunjuknya tepat di atas meja.
Angkasa semakin berpikir keras akan kejanggalan dari sebuah hubungan antara gadis itu dengan Banny sekaligus seorang fatner dalam berbisnisnya tersebut.
Ah rasanya kepeduliannya itu terlalu kuat menekan otak besarnya untuk menuntaskan rasa kepenasarannya akan sosok gadis itu,hati kecilnya mendesak kuat pikirannya untuk terus mencari tahu tentang pasangan tersebut yang tak akan lama lagi akan melangsungkan pernikahan.
Pandangan pria tersebut masih fokus ke layar laptopnya dengan tangan kirinya berubah posisi menumpu dagunya.
Jika memang mereka saling mencintai kenapa pasangan itu tidak membagikan momen bahagianya di laman media sosialnya ? lagian untuk di era teknologi secanggih sekarang ini tentunya hal sekecil apapun tak luput dari postingan di medsos,tapi berbeda hal dengan gadis bernama Mona ini yang memilih untuk tidak menampilkan sebuah moment yang spesial di laman medsosnya tersebut.
Angkasa sepertinya belum cukup puas akan informasi yang di dapatinya itu dan dengan rasa penasarannya jari tangannya kembali berselancar di kayboard laptopnya dan kali ini ia mencari tahu tentang sosok pria bernama Banny,yaa pria itu adalah salah satu fatner dalam berinvestasi sekaligus calon suami dari gadis yang tengah ia sukai,Mona.
Dengan tanpa ragu ia pun mengklik sebuah nama akun yang bertuliskan nama lengkap dari seorang pria bernama Banny pratama Wiguna,yang memang dalam mencari lamanan sosial media seorang Banny jelas saja ia tidak merasa kesulitan dalam mengakses informasinya,karena sosok seorang Banny sudah termasuk di jajaran tokoh publik pengusaha muda ternama,dan tak butuh cukup lama identitas pria tampan itu pun keluar dari laman akun instragram yang tertera di halaman profilnya secara gamlang.Dan benar saja,di halaman akun pria tampan itu pun dirinya tidak menemukan fostingan seorang gadis yang bisa mengarah kepada sosok seorang Mona.
Dengan rasa penasaran yang kian tinggi pria itu pun meng-scroll setiap unggahan yang telah di posting oleh pria tampan tersebut dan hingga pada akhirnya tatapan matanya terhenti di satu postingan yang justru membuatnya terhenyak,karena di unggahan tersebut ia hanya menemukan sebuah unggahan seorang gadis yang dirasa cukup kenal olehnya.
Pria itu menyimak kembali penglihatannya dan mencoba memastikan jika dia memang tidak salah melihat,tapi pada kenyataanya netranya itu menyimak jelas akan sosok perempuan yang di unggah oleh Banny.
Angkasa terbelalak melihat jelas foto perempuan tersebut adalah Kinaya.
" Ini kan kalau gak salah Kinaya,perempuan yang aku tolong di taman waktu itu ?" Guman Angkasa pelan,lalu ia mengecek kembali kapan postingan itu terunggah dari akun instragram pribadinya Banny.
Di unggahan itu tertera bahwa postingan itu sudah lama terposting dan tepatnya dua tahun yang lalu.
Sejenak pria berkarismatik itu berpikir keras mencoba menelaah akan akun media sosial miliknya Banny,rupaya Banny tidak terlalu sering memosting akan masalah pribadinya di lamanan sosial pribadinya tersebut.
Angkasa dengan masih di liputi rasa kepenasarannya ia pun mengulang kembali unggahan terakhir yang di posting oleh Banny,dan tebakan dia benar jika sosok Banny memang jarang memosting segala kegiatannya termasuk masalah kehidupannya.
Terkahir pria tampan itu memosting sebuah unggahan tentang sebuah perasaan yang tertuang dalam gambar sepasang burung merpati putih yang sedang saling berpatuk,dan itu membentuk sebuah hati,dan di situ pun tertulis sebuah caption " Cinta yang tulus "
__ADS_1
Sejenak pria itu menatap heran atas unggahan tersebut.
Unggahan yang di posting Banny sudah lebih dari enam bulan,dan itu artinya jika Banny memang jarang menggunakan akun tersebut,Angkasa tercenug seolah-olah sedang memikirkan seseuatu.
Apakah Banny memang memiliki dua akun ?? dan ia memiliki akun istragram yang baru. Lalu apakah akun yang barunya itu bersipat privasi ?
Angkasa menggeleng pelan,rasanya ia semakin penasaran
akan hubungan mereka yang penuh dengan teka-teki ini.
Angkasa pun kembali melanjutkan pencariaannya di dunia maya tersebut,terbesit sebuah pertanyaan yang mengganggu pikirannya tersebut.Lalu sebenarnya ada hubungan apa antara Banny dan Mona yang terkesan sangat tertutup.
Lalu Kinaya ?
Apakah ini semuanya saling berkaitan erat ? dan Kinaya ada hubungannya dengan Banny ??
Aahh !!!
Angkasa menggeleng pelan,atensinya menjadi sebuah kepeduliaan terhadap seorang Mona.
Pria berwajah karismatik itu berpikir semakin jauh akan hal itu,ada sebuah perasaan yang menganjal di hatinya dan itu memaksanya untuk terus mengusut tuntas akan hubungan Mona dengan Banny yang di rasanya penuh misteri.
Angkasa terlihat menopang dagunya seraya menatap lurus ke arah unggahan-ungahan yang di posting oleh Banny,
jika di perhatikan secara seksama semua unggah yang di psoting oleh Banny lebih menjurus ke sebuah perasaan yang begitu dalam,lebih tepatnya tentang sebuah perasaan Move on.
Ya itu bisa di pastikan jika pria tampan itu memang adanya pernah menjalin hubungan spesial dengan seorang perempuan dan itu bisa jadi Kinaya ?
Pundak pria berkarismatik itu terangkat,entah kenapa opininya terus mengarah ke hal itu,jika Banny pernah menjalin hubungan dengan Kinaya,dan bisa jadi ia berusaha move on dari sang mantannya itu dengan berusaha mencintai Mona ???
Benar kah begitu ??
Pria itu semakin mengangkat tinggi kedua alisnya hingga kulit dahinya ikut berkerut,ia berusaha berspekulasi dengan pemikirannya sendiri.
Jika memang mereka saling mencintai, kenapa mereka tidak membagikan momen bahagia itu di laman akun jejaring sosialnya mereka masing-masing?Bukan kah hal itu bisa menguatkan jika mereka benar-benar menjalin hubungan yang spesial?
Akh rasanya otak pria kalem itu terasa keram jika harus berpikir keras tentang hal itu dan tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut kencang ketika ia terus berpikir jauh akan hal itu.
Tak terasa satu jam sudah ia bergelut dengan rasa kepenasarannya yang semakin menjerat pikirannya dan dirasa matanya mulai terasa perih terlalu lama melototi layar pipih tersebut,sejurus kemudian pria itu mengusap wajahnya dengan perasaan frustasi rasa penasaran nya itu cukup menguras habis pikirannya.
Entahlah hati kecilnya merasa tidak yakin jika Mona dan Banny saling mencintai.
Pria itu menghela lalu menatap dalam ke layar laptopnya tersebut.
Apakah mungkin Kinaya adalah mantan dari Banny,dan bisa jadi jika Banny belum bisa melupakan sosok perempuan itu,lalu Mona ???
Apakah ini ada hubungannya dengan sebuah unggahan yang di posting oleh Mona tentang melepaskan sesuatu yang menyakitkan ?
Angkasa semakin menatap buntu perasaanya yang kian kacau dengan hadirnya opini-opini yang ia ciptakan sendiri.
Pria itu meremas rambutnya dengan gusar merasakan kejengkelan nya kian terasa buntu dalam menerka cintanya seorang Mona.
" Huuuhhh !!" Angkasa menghembuskan napasnya dengan kasar.
Punggung tersandar dengan tangan bersidekap di depan dada.
" Ang,kok belum tidur?Udah jam berapa ini ?" Tiba-tiba suara lembut menengahi perasaanya yang sedang gelisah.
Angkasa terhenyak lalu menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Seorang perempuan setengah baya berdiri di ambang pintu kamarnya dan menatap lembut ke arahnya.
" Oma !!" Panggilnya pelan.
__ADS_1
Lalu dengan cepat ia menutup laptopnya tersebut lalu memutar kursinya menghadap ke arah sang nenek yang masih berdiri menatapnya.
" Angkasa belum ngantuk." Balas pria itu pendek.
" Kamu masih banyak pekerjaan ?" Tanya perempuan itu mendekatinya,lalu melihat jam weker yang tersimpan di atas nakas,hari sudah malam,namun sang cucu terkasihnya itu masih betah duduk di depan layar laptopnya.
Angkasa hanya mengangguk dengan tersenyum tipis.
" Hmmm,sibuk terus !ingat jangan terlaku fokus dengan pekerjaan hingga kamu abai dengan kebahagiaan kamu sendiri." Ucap sang nenek seraya mengelus hangat pundak datar pria tersebut.
" Angkasa tidak abai oma,jutru Angkasa lagi memperkirakan akan kedatangan kebahagiaan itu." Ucapnya dengan tersenyum simpul.
Alis sang nenek mengernyit lalu menatap penuh arti ke arah sang cucu, ada yang berbeda dari cara berbicara sang cucu kesayangannya tersebut.
" Memperkirakan ??apakah kebahagiaan itu sebuah harapan yang selalu oma impikan ?" Tanya sang nenek mengubah posisi dirinya menjadi duduk di tepi ranjang sang cucu.
" Oma pasti berharap jika Angkasa sedang memprediksikan sebuah kebahagiaan untuk seorang pendamping Angkasa,iya kan ?" Ujar pria itu menatap sang nenek yang sedang menatapnya dengan antusias.Sang nenek mengangguk dengan tak sabar.
" Ah oma,sepertinya untuk hal itu Angkasa belum bisa memprediksikannya,dan kebahagiaan yang Angkasa maksud kali ini adalah kesuksesan Angkasa dalam mengelola perusaah nya Ayah yang kini kian berprogres,Angkasa semakin berpotensi dalam menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan-perusahaan ternama di ibu kota ini oma." Ujar pria itu dengan penuh kasih sayang menjelaskan kepada sang neneknya.
Senyuman perempuan tua itu menyurut setelah memahami apa yang di jelaskan sang cucunya tersebut.
Sang nenek mendesah pelan lalu menghebuskan nya dengan perasaan kecewa,saat tahu jika cucu terkasihnya tersebut memang belum bisa berpikir serius ke arah statusnya tersebut,dan itu bisa terlihat dari sikapnya yang masih santai dalam menikmati kesendiriannya tersebut.
" Angkasa,memangnya kamu tidak ingin melihat Ayah dan ibumu bahagia melihatmu kamu menikah ?" Tanya sang nenek dengan lirih.
Angkasa tersenyum ringan,lalu menatap sang nenek dengan seksama,pertanyaan yang selalu di dengungkan itu kini terlontar kembali untuk dirinya,dan terakhir kalinya sang nenek bertanya akan hal itu ketika ia akan di pertemukan dengan seorang cucu perempuan dari temannya sang nenek,dirasa itu sudah cukup lama sang nenek tidak membahas hal itu lagi.
Segurat senyuman tipis adalah sebentuk reaksinya,Angkasa yang beranjak dari duduknya menatap lurus sang nenek.
" Oma sayang." Ucap pria itu pelan lalu menghampiri sang nenek lantas ikut duduk di sampingnya.
" Jika TUHAN sudah berkehendak maka tidak ada yang tak mungkin bagi siapa pun,termasuk tentang jodoh seseorang,tenang saja jodoh Angkasa tak akan kemana." Ucap Angkasa terdengar tenang dan sedikit berkelakar dengan sang nenek seraya merangkul pundak sang nenek dengan hangat.
" Iya tak akan kemana,tapi kalau kamunya gak kemana-mana gak akan ketemu juga." Ucap sang nenek mendilak dengan perasaan cemas.
" Oma ini,selalu saja memerintah Angkasa untuk segera menikah,sementara Angkasa saja belum puas membahagiakan oma." Ucap pria itu terkekeh seraya merangkul pundak perempuan yang sudah ringkih tersebut.
" Oma akan puas jika kamu segera menikah." Celoteh sang nenek melirik cucu terkasihnya dengan lembut.
" Menikah ??memangnya menikah itu gampang oma?Angkasa tidak bisa asal pilih dalam mencari seorang calon istri oma." Ucap Angkasa berusaha menepis kegelisahan yang bergelayut di wajah sang neneknya.
" Oma kan dari dulu mau menjodohkan kamu dengan cucu teman oma.Tapi kamunya selalu gak mau,banyak alasan,ini lah,itu lah,bikin oma kecewa." Jelas sang Oma dengan merengut menoleh cucu laki-laki semata wayangnya.
" Hahaa hahaa... Oma,oma.Emang masih jaman ya di era yang secanggih ini kita masih melakukan ritual perjodohan ?sekarang ini sudah jamannya milenial oma,semua bisa di lakukan lewat jejaring media sosial.Jika Angkasa mau bisa saja kan cari jodoh lewat medsos,gak perlu di jodoh-jodohkan juga seperti ini,saling mengenal tapi tak bertatap muka." Ucap Angkasa seraya memeluk sang nenek,menopang dagunya di pundak wanita yang paling ternyaman melebihi sang ibunya.
Yaa,Angkasa tumbuh besar bersama sang nenek hingga dewasa kini,dengan alasan sibuk akan pekerjaan kedua orang tua Angkasa dari dulu hingga sekarang selalu membiarkan anak laki-lakinya tersebut tumbuh dan dekat dengan seorang nenek.
Dan hal itu membuat Angkasa sangat dekat antara hubungan batinnya dengan sang nenek.Perempuan ini lah yang paling di kasihinya setelah sang ibunya.
" Tapi kamu belum lihat saja cucu teman Oma itu seperti apa,jika kamu sudah bertemu perasaan kamu tidak ada yang tahu kan,bisa saja tiba-tiba kamu menyukainya.Karena cucu teman oma itu orangnya baik dan mandiri,oma yakin jika gadis itu adalah tipenya kamu." Terang sang nenek dengan sangat antusias.
" Oma,oma.Oma tenang saja yah,suatu hari nanti oma akan melihat cucu oma ini membawa seorang gadis yang baik hatinya yang akan menjadi calon istri cucu oma ini." Jelas Angkasa melepaskan rangkulannya tesebut dan menatap dalam sang nenek.
" Yakin ??? " Tanya sang nenek membidiknya dengan sorot mata penuh ancaman.
" Insyaallah !!" Balas pria berkarismatik itu mengangguk dan tersenyum penuh arti.
Perempuan yang akrab di panggil oma itu mengelus kepala sang cucu dengan penuh kasih sayang.
" Semoga secepat nya yah." Ucap sang nenek tersenyum penuh arti.
Tanpa sadar Angkasa mengulas senyuman penuh arti sesaat sosok seorang Mona melintas di benaknya.
__ADS_1