CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
episode 16~ Permintaan Sang Nenek.


__ADS_3

SETIBANYA di kantor Mona terlihat gontai raut wajahnya terlihat sangat letih,hari pertama menjadi seorang Sekertaris ia langsung bekerja dengan sangat Totalitas.Ia di tuntutnya untuk cepat tanggap dalam melaksanakan perintahnya sang bos.Pekerjaanya kali ini memang melelahkan namun ia tetap harus bersemangat.


Mona melangkah menuju kursinya lalu tak lama ia pun menghempaskan tubuhnya dengan pasrah.badannya membungkuk untuk melepaskan sepatu hak tingginya yang seperti sebuah penderitaan ketika memakainya.


"Oh TUHAN !!Seperti ini ya menjadi seorang sekertaris? lumayan membuat kaki gue gempor.Sepertinya gue harus bisa jalan cepat dengan pake sepatu kaya ginin,hmmn....,kayanya gue harus banyak belajar jalan nih pake sepatu aladin kaya ini.." Guman dalam hatinya seraya melemaskan otot-ototnya yang terasa kencang di bagian betisnya.


" Iiisss sudah jam empat aja nih !Dua ceriwis gue udah pada pulang belom ya ? Kok gue kangen mereka ya,batu sehari gak ngerumpi bareng mereka kok gue rindu." Ucap Mona yang merasa kangen akan kedua sahabatnya tersebut.


Mona kangen akan canda tawa serta keseruan kedua sahabatnya itu, padahal baru saja sehari ia berpisah dengan kedua sahabatnya itu ia sudah di landa rindu dan ia pun bergegas merapihkan meja kerjanya seraya mengecek beberapa laporan yang masuk telah masuk kelaptopnya itu.


Mona kembali mengecek agenda sang bosnya untuk hari esok,Mona tersenyum tipis ketika acara-acara untuk hari besok tidak terlalu padat.


" Aman,masih belum terlalu padat." Guman nya riang.


Mona sekilas menatap ke arah ruangan bosnya yang masih terlihat terbuka tirai otomatisnya menandakan bosnya itu masih berada di dalam ruangannya tersebut.


Lalu ia pun bangkit dengan berniat untuk menuju ke ruangannya.


Mona sudah berada di depan pintu yang bertuliskan


Di rektur Utama.


Dengan ragu ia mengetuk daun pintu itu cukup keras.


" Masuk !" Suara berat mempersilahkan ia masuk.


" Permisi Pak !" Sapa Mona setelah mendorong gagang pintu tersebut dengan pelan.


" Mohon maaf pak !Apa bapak masih perlu sesuatu ?" Tanya Mona dengn bersikap sopan.


" Kenapa memang ?" Tanya Banny menoleh nya kaku.


" Hmm, soalnya saya mau pamit pulang." Jawab Mona polos.


" Tidak,terimakasih " Jawab Banny kaku.Lalu ia menatap kembali layar laptopnya.


" Mmm....,Bapak belum pulang ?"Tanya Mona sok perhatian walaupun dengan perasaan deg degan dia memberanikan bertanya.Banny menoleh dengan raut wajah sangat datar.


" Perlu saya jawab pertanyaanmu.." Balas Banny dengan terdengar jutek.


" Oh maaf pak,kalau begitu saya pamit duluan yaa pak. Permisi..!!" Pamit Mona memohon ijin untuk pulang terlebih dahulu,Banny tidak menjawab hanya mengangguk pelan seraya menatap terus layar laptopnya.


Mona dengan perasaan sebal menutup daun pintu tersebut lalu Ia pun bergegas keruangannya dengan menyambar tasnya yang sudah siap di meja kerjanya itu.


Mona dengan rasa rindu yang tak tertahankan ia pun segera menjumpai kedua sahabatnya yang berada di lantai dasar perkantoran nya itu.


" Haaii bebeb !Gue kangenn kalian nih." Seru Mona menghambur ke meja kerja Amel dan Tamara.Beberapa staf yang berada diruangan itu saling menoleh ke arah Mona yang baru datang dari dalam kapsul lift dengan berseru riang.


" Eeh ibu sekertaris sudah pulang ya...?" Tanya Tamara dengam tersenyum meledek.


" Jangan meledek gue seperti itu." Tepis Mona dengan merengut manja.


" Iya donk ! secara kan elo sekarang udah jadi seorang sekertaris nya bapak Banny pratama wiguna.Dan elo gue panggil ibu dong, iya gak Mel ?" Ucap Tamara dengan riang.


" Ikhh elo pada emang ya." Balas Mona medilak kesal.

__ADS_1


" Kok tumben sih elo berdua belum pada pulang ?gue pikir lo berdua udah pada pulang?" Ujar Mona membagi tatapan nya.


" Bu Silvi tadi sempet ngecek beberapa data para staff Mon.Termasuk dat-data nya gue Mon,tapi kan gue jujur mana ada yang aneh-aneh gue kerjakan.." Jelas Amel dengan bangga.


" Ini semua efek dari omongan kejujuran elo itu kali yaa?hingga semua staff bagian data barang kena infut pengecekan semua."Sela Tamara saraya merapihkan perlengkapan kerjanya.


" Bisa jadi.." Ujar Mona menambahkan dengan wajah lelah.


" Gue kangen lo berdua,seharian gua gak rumpi.." Sela lagi Mona sambil duduk di ujung meja kerjanya Amel.


" Eehh gimana kerjaan lo ?" Tanya Tamara dengan Antusias.


" Geeerrrrr.\*\*\*... !! asli gue merasa panas dingin beb." Balas Mona dengan bersikap seolah-olah sedang demam tinggi.


" Lo lagi demam Mon ?" Tanya Tamara polos.


" Gue panas dingin karena sikap nya boskul Tam." Jelas Mona dengan ekspresi wajah sabar saat Tamara mulai tulalit.


" Oh !" Balasnya dengan tak berdosa,Amel mendengus keki melihat sikap salah sahabatnya tersebut.


" Huuuhhh...." Sela Mona dengan menarik napas berkali-kali.


" Tapi kok si Manda bisa kuat yaa ngadepin sikapnya tu Bos.Gilaa tau gak ?seharian gue bareng dia sikapnya itu loh juteknya minta ampun deh,kalau gue gak ingat kerjaan gue udah minggat dari hadapan nya itu.." Jelas Mona dengan berapi-api.


" Emang nya elo di apain ama tuh Bos..?" Tanya Amel dengan mengernyitkan kedua alisnya.


" Sumpah tu orang percis kaya es balok ,Mana kalau ngomong pedesnya kaya gado-gado punya lo Mel, yang karet 2.." Imbuh Mona dengan badan nya bergoyang-goyang penuh ekspresi.


" Haa...haha....hahaa.. Itu baru sehari loh Mon,belum seminggu dua minggu dan seterusnya deh." Sela Amel tertawa lepas sehingga membuat para staff yang masih berkerja menoleh ke arah mereka dengan tatapan risih.


" Habisnya gue geli denger omongan lo itu, sumpah." Ucap Amel dengan memelankan suara tawanya.


" Pulang yuukk ! kita ceritanya di luar saja di sini takut kedengaran oranngya,tar gue di karetin lagi,nambah tiga deh tu karet gue haa haa haa." Celoteh Mona sembari terkekeh-kekeh.


Amel dan Tamara menahan tawanya, lalu mereka pun dengan cepat bergegas merapihkan peralatan kerjanya serta mematikan komputernya.


Mereka bertiga berjalan menuju pintu lobyy perkantoran.


" Sumpah gue ketawa ngakak denger cerita lo itu." Ucap Amel yang masih tertawa-tawa.


" Itulah mel,untung nya gue rada-rada kebal ya kalau masalah muka tembok ya secara gitu gue paling sering di bully gara-gara masalah jodoh.Dan gue sih ngerasa selalu baik-baik saja.Tapi kalau di jutekin Bos,jujur aja gue agak gak betah juga." Jelas Mona dengan ekspresi datar.


" Gue sih ngebayangin kalau lo di jutekin abis sama tuh Bos.Pasti Lo juga akan cuek juga tanpa memperdulikan tuh bos,gue sih paham akan watak lo gimana,paling lo bisa nya ngebatin ." Jelas Amel dengan masih tertawa lebar melihat raut wajah Mona yang terlihat sangat lucu.


" Alah nanti juga elo akan terbiasa Mon.." Sela Tamara dengan membenarkan Poni pendeknya lagi.


Obrolan mereka terhenti saat pak Eko security kantor itu berseru ke arah mereka.


" Bu Mona gak dijemput lagi ??" Tanya Pak eko berseru dari dalam pos penjagaan melongo ke arah Mona yang sedang berjalan beriringan dengan kedua sahabatnya itu.


Amel dan Tamara menoleh ke arah pak Eko.Dan seruan nya pak Security itu membuat Amel serta Tamara menatap Aneh sekaligus tanda tanya ke arah Mona.


" Eeh Pak Eko ! jangan heboh dong pak.Tar di dengar sama kedua sahabat saya ini lain lagi nanti ceritanya."Jelas Mona sembari melirik penuh isyarat ke arah security kantor tersebut.Amel dan Tamara saling membagi tatapan.


" Ok dehh." Balas Pak Eko sembari mengacungkan jempolnya dan tersenyum penuh arti.

__ADS_1


" Lo di jemput...?? maksudnya apa sih Mon ?"Tanya Amel dengan menatap penasaran.


" Gue juga gak paham.Apa kata pak Eko..?" Sambung lagi Tamara tak kalah penasaran.


" Emang elo ada di jemput cowok?sejak kapan?" Tanya Amel menatap makin tajam ke arah Mona yang terlihat cengengesan.


" Hee...hee..hee..,Tadi pagi gue berangkat kerja bareng Zeanu dan gue naik motor dia..." Ucap Mona dengan tanpa ekspresi.


" WHATT..??,, gue gak salah denger ?" Tanya Amel shok sekaligus terperangah,mulutnya menganga lebarr


" Seriusan??"Tambah lagi Tamara tak kalah syok.


" Seriuss Mel,Tam!Makanya pak Eko ngomong kaya gitu,Seumur-umur gue kerja di sini Pak eko baru liat gue di antar cowok tadi pagi.Itupun gue gak sengaja berangkat bareng sama dia, karna gue kejebak macet gara-gara lampu merahnya lama." Jelas Mona dengan tersipu-sipu.



" Alah bilang aja lo emang mau berangkat bareng,so so an lampu merah di salahin lagi." Sela Amel menatap tak percaya sahabatnya itu.


" Hmmm...,sepertinya sahabat gue ini udah mulai ada perubahan ni Mel.."Sela Tamara melirik genit Mona.


" Lo gimana ceritanya bisa bareng sama cowok tanpa nama itu?"Tanya Amel penasaran sembari mengguncang- guncang tubuhnya sahabatnya itu.



" Zeanu Mel.." Sela Mona dengan melirik kesal.


" Iya kok lo bisa bareng sama dia ke kantor..?" Tanya lagi Tamara memberondong Mona dengan tak sabar.


" Haa..haa..haa..,Lo berdua kepoo yaa...??"Ledek Mona dengan tertawa lepas melihat sikap Amel dan tamara yang cukup shok mendengar dia di antar oleh pria yang bernama Zeanu ke kantornya.Dan ini adalah hal yang pertama kalinya dalam sejarah kehidupan seorang Mona.


Amel dan Tamara saling bertatapan dengan raut wajah sebal menatap Mona yang tak langsung menjawab pertanyaan-pertayaan mereka, malah sengaja Mona mencandai mereka berdua.


Dengan masih tertawa kecil Mona pun akhir nya ia menceritakan kejadian tadi pagi kenapa Ia bisa berangkat bersama Zeanu.


" Tapi Zeanu cakep juga kok Mon,sumpah !!" Ucal Amel menyela untuk memuji pria berkumis tipis itu.


" Idaman lah..."Lagi-lagi Amel menambahkan nya dengan ekspresi 'enggak banget.'


" Gue juga sih agak-agak kagum gitu,pas liat dia lagi berbicara di pertemuan tadi siang tuh.Dia terlihat sangat begitu menawan dan creami gituh." Puji Mona dengan membayangkan kembali ke hal tadi siang.


Amel dan Tamara saling menatap mesem melihat perubahan sikap Mona yang tidak terlalu cuek dalam menanggapi sikap seorang pria.


" Aaiihhh...,ehem ehemm.." Tamara terlihat mengoda Mona dengan berdehem genit.


" Gue rasa ada yang mulai jatuh cinta deh Mel.." Tambah Amel mengerlingkan matanya.


" Bisa jadi,bisa jadi..." Ucap Tamara penuh keyakinan.


Seolah-olah mereka udah paham jika Mona sedang naksir cowok tanpa nama itu,opsss maksudnya Zeanu,autor kebawa omongan Amel juga nih,hee..hee.


" Hii..hii...,Anugrah ya jadi seorang sekertaris,Sesuatu deh." Celoteh Tamara dengan menirukan gaya selebritis pemilik kata sesuatuu.


" Apaan sih kalian ?" Guman Mona dengan menatap lucu kearah kedua sahabatnya itu.Sontak saja raut wajahnya pun berubah merona.Merekapun berdiri di trotoar jalan untuk menunggu kendaraan umum.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2