CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH Episode 219


__ADS_3

     " BAN apa apaan ini ?? gue butuh penjelasan elo !" tiba-tiba Zeanu menyerobot masuk ke dalam ruang kantornya Banny,sama sekali ia lupa untuk permisi terlebih dahulu,Alhasil Banny terkejut atas kelancangan sahabatnya tersebut.


Banny menatap sakartis ke arah sahabatnya tersebut.


       " Ada apa ini ?" tanya Banny menatap dingin.


   " Apa maksud semua ini?? Kenapa lo mau kembali ke Australi ?? " tanya balik Zeanu memberondong sahabatnya itu dengan berbagai pertanyaan sehingga ia bersikap sedikit arogan.


Banny menarik napas panjang,menenangkan perasaanya ketika Zeanu masuk ke ruangannya tanpa permisi,padahal dirinya tengah asik merapihkan barang-barang miliknya untuk di pindahakan dari ruangannya tersebut,maka dari itu Banny pun tak langsung menjawab ia masih tetap menatap penuh kedatangan sahabatnya tersebut dengan ekspresi kurang senang.


Banny menarik napas dan mengeluarkannya secara perlahan,menyimpan sebuah buku tebal di tangannya lalu menyimpannya di atas meja dengan sedikit kasar.


      " Bisakah elo bertanya secara baik-baik,dan sedikit ber etika ketika masuk ke ruangan orang lain." balas Banny sedikit merengut,tentu saja ia merasa keberatan jika Zeanu masuk ke ruangannya tanpa permisi terlebih dahulu.


 Zeanu menggeleng dengan tersenyum enteng.


      " Gue ini sahabat elo,bukan seorang perampok !!" ujar zeanu cukup kesal atas sambutan sahabatnya yang terlalu serius.


      " Setidaknya elo bisa mengentuk pintu terlebih dahulu!! karena gue tidak suka di kejutkan ." ucap Banny tandas.


Zeanu menghela napas,berurusan dengan seorang Banny memang cukup menguras emosionalnya.


   " Ok.Gue minta maaf." ucap Zeanu akhirnya mengalah,berdebat dengan seorang Banny hanya akan membuat teruji mentalnya.


  " Ada perlu apa ?" tanya Banny seraya melanjutkan kembali kegiatanya merapihkan beberapa buku serta surat-surat penting lainnya kedalam sebuah kotak dus.


    " Kenapa elo harus kembali ke Australi,bukannya disini elo memiliki karir yang begitu cemerlang,bahkan elo nyaris menjadi pengusaha muda yang sukses bahkan ternama." ucap Zeanu dengan penuh bangga,meski ia tak sabar ingin segera mengetahui alasan utama kenapa sahabatnya itu berniat akan kembali lagi ke luar negri.


Banny menghentikan kembali kegiatannya,lalu menatap lurus sahabatnya tersebut,ia menegakan badannya dengan sangat tegap.


       " Sepertinya gue tidak perlu menjelaskan apa yang menjadi alasan utama gue kenapa gue akan kembali ke luar negri." balas Banny dengan bersikap santai seolah-olah ia tidak terbebani dengan sikap ke ingin tahuan sahabatnya tersebut.


      " Tapi tujuan elo apa melakukan semua ini ?? Lalu Mona ?? Elo benar-benar akan berpisah dengannya ?why Ban,gue rasa elo menjadi seorang pengecut saat ini." ujar Zeanu geram.


Banny menatap tajam lalu menyoroti sahabatnya itu dengan tak biasa.


     " Ini bukan urusan elo." balasnya singkat ia kembali fokus meneruskan kegiatannya.


     " Gue peduli,karena setidaknya Mona bagian dari keluarga gue." ucap Zeanu bernada tinggi.


Tangan kekar itu menjeda aksinya membuka lembar perlembar buku tersebut.Tak lama pria dingin berwajah tampan itu mendecih dengan sinis,lalu melirik sahabatnya itu dengan ujung matanya.


     " Bagian dari keluarga elo ?? heh. Elo yakin Mona adalah bagian dari keluarga besar lo,sementara Perasaan lo itu tidak akan pernah bisa berubah terhadapnya,dan gue rasa perasaan itu tidak akan mungkin berubah." balas Banny pelan namun terdengar begitu tajam.


      " ......."


Zeanu terpana menatap kaku sahabatnya itu,Banny kian menjelma menjadi sosok yang semakin menyebalkan di matanya.


Yaa semenjak Banny mengetahui perasaanya terhadap Mona,dia sering bersikap buruk sangka kepadanya,lebih tepatnya ia sering menuduhnya seorang pecundang yang mencintai perempuan itu dalam diamnya,jelas itu tidak masuk akal baginya.


     " Plis Ban,gue disini hanya ingin melihat elo bersatu kembali dengan Mona,gue sama sekali tidak ada kepentingan yang lain,berhenti menuduh gue berkhianat atas sebuah perasaan,disini gue hanya peduli tidak melibatkan sedikit perasaan apapun." balas Zeanu dengan tegas,intonasinya penuh penekanan di setiap kalimatnya.


Lagi-lagi Banny hanya tersenyum penuh cemooh,melahirkan sikap ironi yang begitu ketara,Banny menggeleng penuh lelucon.


       " Peduli ??? Lo pikir gue akan percaya begitu saja atas omongan lo." balas Banny tetap ngeyel.


Zeanu menekan kuat tulang rahangnya,Banny benar-benar membuatnya menjadi sentimen.


      " Keras kepala !!" desis Zeanu geram.


Bany terkekeh melihat kejengkelan sahabatnya tersebut.


     " Gue rasa elo akan mendapatkan peluang besar dalam perkara ini,yaa setidaknya gue akan segera berpisah dengan Mona,dan elo hadir sebagai pahlawan kesiangan." ucap pria tampan berwajah dingin itu tersenyum ironis.


Sontak perkataan itu mampu membuat kedua indra pendengaran Zeanu memanas.


      " Gue tidak semapia itu,memperguakan kesempatan ini untuk mendapatkan hati seorang perempuan.Gue rasa elo sudah menuduh gue terlalu jauh." balas Zeanu menatap tak suka.


   " Hati manusia tidak ada yang tau,kita sama-sama pria dewasa yang paham akan sebuah perasaan." imbuh Banny dengan menatap dalam ke arah sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Zeanu menyeringai,ia terlihat tersenyum datar guna mencoba mengusir hawa panas di dalam dadanya.


       " Itu semua tergantung persepsi lo dalam menanggapi niat gue, gue tegaskan,dalam hal ini gue hanya ingin melihat elo bersatu kembali dengan Mona tak lebih,gue sangat peduli atas nasibnya Mona.Mungkin bagi lo Mona bukan perempuan yang mampu memenuhi kriteria lo,tapi lo harus tau jika perempuan itu begitu besar mencintai lo." ujar Zeanu dengan suara bergetar.


Banny mengalihkan pandangannya menatap lurus ke arah sahabatanya tersebut,ia melihat sorot mata yang tak biasa terpancar kuat dari kedua manik pria tersebut.


Namun tak lama Banny terlihat tersenyum lucu,seolah-olah ia sedang meledek sahabatnya tersebut.Zeanu bereaksi kesal.


      " Thank's elo sudah perduli terhadap gue maupun Mona,tapi gue rasa percuma elo peduli Zean,toh adik sambung elo sudah tak peduli lagi terhadap perasaan gue." ujar Banny meledek sahabatnya tersebut dengan terkekeh.


    " Maksud elo ??" Zeanu mengernyit kedua matanya terlihat menyipit.


Banny menarik napas panjang,sejujurnya ia enggan untuk menjelaskan ke adaan yang sebenarnya,toh semua ini tidak akan merubah ke adaanya.


    " Sepertinya gue tidak perlu menjelaskan apapun terhadap elo karena jawabannya sudah jelas.Gue akan kembali ke Australi apapun ke adaanya,cos tak ada lagi sesuatu hal yang bisa menahan ke inginan gue." jelas Banny sedikit lantang.


      " Termasuk perasaan elo terhadap Mona ?" cecar Zeanu sigap.


Banny mengangkat acuh pundaknya wajahnya terlihat pasrah.


      " Sepertinya harapkan itu tak lagi bisa gue andalkan,dari itu kembali ke luar negri sana mungkin gue akan mampu sedikitnya melupakan sesuatu hal yang mampu gue lupakan." ucap Banny tersenyum ringkih.


Ada raut wajah yang begitu sedih meski ke angkuhan itu masih tergambar jelas di wajahnya.


Zeanu menggeleng.


     " Ayolah Ban,seharusnya elo mampu memperjuangkan apa yang seharusnya elo perjuangkan,perkara ini tidak akan terlalu rumit jika kalian mengeyamping ego masing-masing,gue rasa elo terlalu egois menyerah begitu saja pada kenyataan. " ujar Zeanu melembut.Mencoba menurunkan perasaan marahnya.


      " Elo pikir gue egois ??? " tanya Banny menatap tajam.


      " Jika elo tidak egois,elo pasti akan berusaha untuk mencari keberadaan Mona dimana dan membicarakan permasalahan ini secara baik-baik." ujar Zeanu berkomentar.Pria berwajah dingin itu lantas menangguk-angguk dengan ekspresi keberatan.


      " Kalian tidak memiliki kesalahan yang begitu patal dalam permasalahan ini,kalian itu hanya salah paha saja Ban,terjebak dalam perasaan seseorang yang menginginkan diri lo ." ujar kembali Zeanu berusaha menyakinkan sahabatnya itu.


Banny terdiam lalu menatap sahabatnya itu dengan perasaan lelah.


      " Jangan memberi gue harapan palsu,ini sama aja elo berencana membuat gue kecewa bahkan lebih dari itu,bisa jadi patah hati untuk yang kesekian kalinya,perkataan elo mudah di ucapkan tapi realitanya sulit untuk di buktikan,elo tau jika hatilah yang akan menjadi taruhannya jika gue kecewa,sorry bro !! Sepertinya gue sudah lelah atas drama ini." ujar Banny dengan sikap khasnya yang begitu angkuh.


Banny tersenyum kecut,raut wajahnya terlihat asam baginya ucapan Zeanu terdengar begitu syahdu namun nyatanya justru ia mendapatkan kekecewaan yang begitu dalam ketika ia melakukan hal itu,niat hati ingin menjemput kembali Mona tapi nyatanya ia justru melihat pemandangan yang tak di inginkannya.


    " Elo tidak perlu mengajari gue hal itu,karena semua itu akan sia-sia saja,dan pada akhirnya gue tetap kecewa." decak sebal Banny dengan sewot.


      " Kecewa ??? " Zeanu mengernyit tak mengerti,ia tak paham atas perkataan sahabatnya tersebut.


Banny mengangguk dengan pasti.


" Yaa gue kecewa,kurang jelaskah gue bicara ?" ujar Banny bernadakan kesal.Meski Zeanu menyebalkan namun baginya dia adalah sosok sahabat yang begitu peduli akan ke adaanya.


 " Tapi kan gue tidak akan membuat elo kecewa,justru gue memberi elo suport supaya elo mampu mempertahankan pernikahan elo itu." desis Zeanu dengan tegas.


      "Elo memberi gue suport sementara elo sendiri tidak mampu mensuport Mona untuk mempercayai apa yang gue perjuangkan.Lalu gue harus memperjuangkan apa lagi ?" tanya Banny dengan nada kesal.


      " Masalahnya gue kehilangan jejak dia Ban.Jika gue tau dimana Mona kini berada,maka gue orang pertama yang akan menemuinya dan berbicara akan permasalahan ini." ucap Zeanu tetap bersi keras ingin menolong sahabatnya tersebut,baginya melihat Mona dan sahabatnya itu bahagia adalah kepuasan tersendiri baginya,meski dirinya tidak akan pernah bisa memiliki perempuan itu dalam bentuk apapun.


     " Percuma !! Dia sudah memilih pria lain." seloroh Banny tanpa beban.


Zeanu tercekat menatap tak percaya,ia berharap Banny tidak sedang bercanda atau membuatnya kesal.


     " Elo gilla apa ?? semudah itu dia memilih pria lain ?,sedangkan apa yang lo tuduhkan selama ini saja tidak terbukti,jelas semua ini ulah seketaris cantik elo itu !!" ujar Zeanu geram,Banny menoleh tanpa ekspresi.


     " Ayo lah man nyali lo dimana ,kenapa logika elo harus terpaku dengan pikiran-pikiran buruk elo tentang Mona,elo terlalu over thingking tentang Mona.Justru kenyataanya apa yang elo pikirkan sama sekali tidak terbukti,." ucap geram Banny menyemprot sahabatnya tersebut tanpa ampun.Banny menggeleng ia masih mempertankan persepsinya.


          " Gue tidak percaya Mona melakukan hal itu,gue kenal betul seperti apa dia Ban." ujar Zeanu membela adik sambung tersebut.


      " Elo sebatas kenal dia saja,dia bukan sodara kandung elo pula,itu artinya bukan berarti elo tau segalanya tentang Mona." sela Banny dengan sikap keras mematahkan omongannya Zeanu.


Zeanu menggeleng,benar-benar kepala batu dan itu membuatnya kian terasa makan darah.


       " Ban !!" panggil Zeanu kesal.

__ADS_1


     " Sudahlah,keputusan gue tidak akan berubah ke adaan,ada baiknya gue menyerah dan memilih pergi,terlalu gila jika gue terus berada dalam situasi yang menyakitkan seperti ini." ujar Banny seraya melepar kasar sebuah map tebal kedalam kotak dus tersebut.


      " Gue tidak percaya jika Mona sudah memiliki pria lain," sela Zeanu kembali menyanggah pernyataan sahabatnya tersebut.


     " Elo percaya atau tidak gue tidak peduli." ujar Banny keras hati.


       " Memangnya elo sudah bertemu dengan dia ? Jangan sampe apa yang elo yakini semakin memperkeruh permasalahan ini." Ucap Zeanu,ia tetap bersi keras membela Mona.


Banny terdiam selama ini ia hanya melihat tanpa meminta penjelasan tentang hadirnya sosok Angkasa di kehidupan Mona.


      " Ahh sudahlah !!" tepisnya pasrah.


Zeanu menggeleng menatap pasrah tak tau lagi harus bersikap bagaiamana menghadapi keras kepalanya sahabatnya tersebut.


       " Belajarlah dari kejadian yang kemarin Ban,elo menuduh Mona selingkuh,tapi nyatanya sekertaris cantik lo itu yang menjebak Mona hingga elo tega mengusir Mona,dan sekarang....." ucapan Zeanu mengantung,tenggorokannya terasa kering.


Banny menatap lurus menunggu kalimat yang akan di ucapkan Zeanu.


      " Dan sekarang elo dengan mudahnya berkata jika Mona memilih pria lain,lalu bukti apa yang bisa membenarkan pikiran elo itu !! Elo benar-benar tidak bisa berprasangka baik terhadap Mona." ucap Zeanu tandas ucapannya semakin keras.


Banny menatap cepat kearah sahabatnya tersebut,sorot matanya terlihat menyalang.


      " Oh my Good !!" pekik Banny seraya memijit-mijit dahinya.Kegigihan sahabatnya dalam membela seorang Mona patut di acungin jempol,perkataannya benar-benar kritis membuatnya semakin terpaku.


       " Sudah !! Tak ada lagi pembicaraan tentang perempuan itu." imbuh Banny menutup obrolannya.


Zeanu meradang menatap dogkol ke arah sahabatnya tersebut.


     " By the elo ada perlu apa kesini ?" tanya Banny mengalihkan topik pembicaranya,kepalanya terasa sakit atas perdebatan ini.


      " Ban,kita masih perlu membicarakan masalah Mona." Zeanu tetap pada pokok pembahasannya.


9


9


      " Tidak ! Cukup !gue tidak ingin membahasa siapapun lagi.Ter,9masuk dia." ujar Banny tandas.


      " ....... !!"


Zeanu menarik napas panjang menatap dalam sahabatnya tersebut,sorot matanya terlihat begitu lelah,ada perasaan yang membuncah di dalam dadanya yang sulit ia artikan.


   " Ada perlu apa ?? " kembali Banny bertanya.


Zeanu menatap kecewa,sepertinya ini bukan perkara baik jika dia terus memaksa kehendak sahabatnya tersebut,ia menaui seperti apa karakter sahabatnya tersebut,tentunya ini akan menjadi perkara buruk bagi hubungan persahabatan dirinya dengan pria tersebut mengalah tak akan merendahkan harga dirinya.


Akhirnya Zeanu mengalah menekan kuat perasaan egonya.


   " Ok,ada beberapa perusahan besar ingin bekerja sama dengan perusahaan elo,mereka meminta bantuan gue untuk membicarakan hal ini,dari itu gue datang ke kantor lo,tapi sekertaris baru lo berkata jika elo sudah tidak memimpin perusahaan ini lagi." jawab Zeanu dengan nada kecewa.


        " Elo bisa bicarakan hal ini dengan Direktur baru perusahaan bokap gue,pak Hendra,dan gue telah menyerahkan semuanya atas kuasa perusahaan ini terhadap dia." jelas Banny dengan tenang.


       " Jadi elo serius akan hengkang dari perusahan bokap lo ini ? " tanya kembali Zeanu dengan nada sedih sekaligus kecewa.


Banny mengangguk pelan namun sorot matanya terlihat begitu pilu.


Zeanu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya,ia tak mampu berkomentar lagi ketika Banny telah menyerahkan semua atas kuasa perusahaanya terhadap orang lain.


Raut wajah pria berwajah tenang itu terlihat resah,bingung sekaligus kecewa dan rasa itu kini tengah mendominasi hati dan perasaanya.Kepergian Banny tentunya akan sedikit berpengaruh dalam pekerjaanya,tentu saja Zeanu mampu mendapatkan banyak proyek dari kolega-koleganya Banny jika salah satu perusaaan koleganya tersebut membutukan jasa Arsitekturnya.Ini membuatnya akan kehilangan kesempatan ia untuk terus berkarya denganmenghasilkan pundi-pundi rupiah yang cukup fantastik.


Zeanu mengangguk-ngangguk ia berusaha untuk tetap tenang,menghormati segala keputusan sahabatnya tersebut.


       " Ok ! Jika ini adalah keputusan elo yang terbaik,gue hormati,adakalanya kita tak harus peduli akan semua permasalahan yang terjadi." ujar Zeanu lirih


       " Rasa peduli itu tak akan merubah ke adaan,ia hanya mampu menguatkan saja.Itupun hanya untuk beberapa waktu saja." balas Banny datar.


Zeanu mengangguk-ngangguk memainkan bibirnya dengan perasaan kecewa.


       " Baiklah,semoga hari lo menyenangkan." ujar Zeanu.

__ADS_1


Banny mengangguk seraya tersenyum pahit,baginya memiliki sahabat seperti Zeanu adalah sebuah keberkahan tersendiri,sosoknya begitu peduli akan permasalahan yang tengah ia hadapi,walau terkadang ia selalu bersikap penuh curiga terhadapnya.Tapi kenyataanya Zeanu lah sosok sahabat yang selalu ada di sampingnya ketika dia kecewa.


__ADS_2