
" HUACIIIHH !!"
Mona terlihat bersin-bersin beberapa kali hidungnya memerah serta matanya mulai terlihat sayup.
Berkali -kali Mona menyeka hidungnya yang meler dengan tisu sedangkan tangan kanannya sibuk mengotak atik kiboard laptop.
Pintu ruangannya tiba-tiba ada yang mengetuk lalu Mona mendongkak dan di tolehnya ke ruangan sang bosnya ia memastikan jika yang mengetuk pintu ruangannya itu adalah sang bosnya,Namun Mona melihat sang bos sedang asik dengan laptopnya.
Mona mengernyitkan kedua alisnya dengan menatap penuh tanya ke arah pintu.
" Masuk !!" Jawab Mona dari dalam.
" Pagi Mon !" Sapa Zeanu menyembul dari balik pintu dengan tersenyum ramah.
" Lo Zean,Kirain siapa ?" Ucap Mona seraya kembali menatap laptopnya.
" Ganggu gak ?" Ucap Banny seraya duduk di hadapan Mona.
" Lo ada perlu sama Pak Banny ?" Tanya Mona melirik Zeanu.
" Enggak,Justru gue ada perlu sama lo !"
" Perlu sama gue ?" Tanya Mona dengan penuh penekanan Zeanu hanya tersenyum-senyum kecil ke arahnya.
" Yap.!!" Jawab Zeanu singkat.
" Ada apa ?" Tanya Mona dengan tegang.
" Gak penting banget sii,Cuman nyokap gue kebetulan ulang tahun hari ini jadi rencananya gue mau minta bantuan lo buat buat milihin jam tangan yang cantik buat nyokap gue." Ucap Zeanu seraya menatap lurus Mona.
" Ikhh anak yang berbakti deh." Ucap Mona tersenyum haru dan sedikit menggoda Zeanu.
" Yaah meskipun itu bukan nyokap kandung gue,Tapi gue menyayanginya lebih dari itu."
" Maksdu lo ?" Tanya Mona mengernyitkan alisnya lalu menatap penuh tanya ke arah Zeanu.
" Hmmm..." Ucapan Zeanu menggantung lalu ia mengalihkan pandangannya ke hal yang lain sepertinya ia enggan untuk menceritakan hal pribadinya.
" Sorry gue gak ada maksud ingin tahu banyak hal tentang malasalah pribadi lo" Ucap Mona dengan tidak enak hati.
" Gak apa-apa,Tapi gue belum bisa untuk cerita untuk hal ini." Balas Zeanu tersenyum tipis.
" Ok gue paham !" Ucap Mona tersenyum simpul.
" Gimana lo ada waktu gak tar jam makan siang temenin gue.bentar saja !" Pinta Zeanu menatap penuh harap.
" Hmmm,Nanti gue liat sikonya ya,Gue gak janji loh." Ucap Mona tersenyum tipis.
" HUCCIHHHH....!!" lagi lagi Mona bersin kembali dan hidungnya semakin terasa meler.
" Mon lo sakit ?" Tanya Zeanu dengan penuh selidik.
" Tau nih badan gue agak meriang gitu pas tadi bangun tidur." Ucap Mona seraya menggosok-gosok hidungnya.
Dengan repleks Zeanu meraba jidatnya Mona dengan punggung tangannya.
" Mon lo demam ?" Tanya Zeanu dengan cemas.
Mona menggeleng lalu hendak bersin kembali.
" Lo sebaiknya ke dokter aja Mon periksa kesehantan lo." Ucap Zeanu dengan cemas.
" Gue gak apa apa Zean." Sergah Mona dengan pelan.
__ADS_1
" EHEMMM.." Ada suara mendehem cukup keras dari balik pintu lalu tak lama
Banny menyembul dari balik pintu dan menatap lurus ke arah Mona yang sedang meraba-rapa pipi serta dahinya untuk mengecek suhu badannya sendiri.
" Ban !!" Sapa Zeanu seraya berdiri menyambut kedatangan Banny dengan tersenyum kaku.
" Lo ngapain disini ?Udah lama ?" Tanya Banny kaku.
" Yah lumayan.Gue ada perlu sama Mona ?" Jawab Zeanu enteng.
" Memangnya di jam makan siang nanti gak bisa ?Ini jam kerja." Ucap Banny menatap tajam ke arah Zeanu.
Zeanu terdiam ia membalas tatapan Banny dengan ragu.
" Tadinya gue mau telpon dia tapi kayanya lebih enak ngomong langsung,Jadi gue sengaja datang ke sini,Lo keberatan ?." Tanya Zeanu dengan datar.
" Sepeting itukah keperluan lo hingga dagang di jam kerja ?" Balas Banny dengan menatap tidak suka ke arah Zeanu.
" Yaa bisa di katakan seperti itu." Jawab Zeanu dengan santai.
Mona berdiri lalu menatap tidak enak hati ke arah Zeanu.
Banny terdiam lalu menatap Mona yang telihat wajahnya kian pucat dan tak lama tiba-tiba saja tubuh Mona rubuh ke kursi.
Sontak Banny serta Zeanu terkejut melihat keadaan Mona yang tiba-tiba saja terjatuh.
Dengan sigap Zeanu segera memburu ke arah Mona yang nyaris ambruk dalam keadaan setengah tidak sadar Mona nampak meringis kesakitan seraya memegangi kepalanya.
Banny yang sedari tadi berdiri berniat ingin memburu Mona namun Zeanu tak kalah gesit darinya.
" Mon.Lo gak kenapa napa ?" Tanya Zeanu seraya meraih tubuh Mona dan menopangnya dari belakang.
" Kepalanya sakit." Rintih Mona dengan masih memegangi kepalanya.
" Badan lo panas,Gue bawa ke rumah sakit ya ?" Ucap Zeanu terlihat panik.
Sementara itu Banny hanya melongo menyaksikan Zeanu yang begitu sigap menolong Mona.
" Ban,Badan dia panas lo coba panggilkan Dokter ." Seru Zeanu seraya mengecek suhu tubuh Mona yang terasa panas tinggi sementara itu Mona masih dalam keadaan tak sadarkan diri.
Entah kenapa perasaan Banny di landa ketakutan yang kian mencekam pikirannya teringat akan kejadian semalam Mona terkena air hujan.
" Gue panggilkan Dokter !!" Seru Banny seraya mengeluarkan gawainya.
Beberapa menit kemudian seorang Dokter datang dan memeriksakan ke adaan Mona,Banny serta Zeanu menantinya dengan cemas.
" Gimana Dok ?" Tanya Zeanu menatap dalam sang Dokter.
" Bu Mona hanya mengalami kecapean saja jadi harus banyak istirahat dan demam tinggi bisa jadi karena faktor cuaca di karenakan kesehatan bu Mona lagi menurun." Jelas Dokter seraya merapihkan alat-alat petiksa yang di bawanya.
" Tapi dia gak kenapa-napa kan Dok ?" Tanya lagi Zeanu menatap cemas Mona yang masih belum sadarkan diri
" Tidak apa-apa,Nanti saya akan kasih obat penurun demamnya dan vitamin agar badannya pulih kembali." Balas sang Dokter tersenyum lembut mencoba menenangkan Zeanu yang semakin cemas dengan keadaan Mona.
Sementara Banny hanya bisa terdiam seraya mengamati wajah pucatnya Mona yang belum juga sadarkan diri.
Ada rasa bersalah dalam hatinya ketika ia ingat semalam Mona terkena air hujan dan itu telah membuat Mona jatuh sakit.
Sesalpun kian dalam saat melihat keadaan Mona yang membuat ia cemas.
" Ok pak Banny saya perpimisi dulu,Nanti saya akan buatkan resep untuk obatnya."
" Iya Dok,Terimakasih banyak Dok." Jawab Banny menyalami sang Dokter yang tak lain Dokter pribadinya sang papahnya.
__ADS_1
" Oya,Gimana kabar Bapak Wiguna ?" Tanya Dokter menatap Banny.
" Papah Baik baik saja Dok !"
" Syukurlah. Kalau begitu saya pamit dulu ya pak Banny sampaikan salam saya untuk papah anda." Ucap Sang Dokter berpamitan.
" Akan saya sampaikan Dok." Balas Banny dengan tersenyum.
Zeanu masih duduk di samping Mona yang masih terbaring belum sadarkan diri.
" Mona sepertinya ia butuh istirahat." Ucap Zeanu seraya terus menatap lekat ke wajah Mona.
" Nanti juga dia akan membaik." Balas Banny seraya duduk di kursi tempat Mona.
" Lo gak liat dia pucat begini Ban,Gue sangat khawatir." Ucap Zeanu menoleh Banny yang terlihat santai.
" Memangnya gue gak khawatir ?Dikira lo gue gak bertanggung jawab atas sakitnya Mona?" Sela Banny dengan nada penuh penekanan.
" Bukan itu maksud gue." Ucap Zeanu menatap kaku ke arah Banny yang menatapnya dengan tajam seolah olah dia tidak suka akan keberadaanya di sini.
" Lalu ??" Tanya Banny menggantung sorot matanya terlihat semakin tajam ke arah Zeanu.
" Seenganya lo tau akan kesehatan sekertaris lo ini." Ujar Zeanu seraya duduk di ujung kaki Mona.
" Tadi pagi gue lihat dia baik-baik saja ko."Jawab Banny datar.
" Lo gak kan gak pernah merhatiin dia sedetail itu." Ucap Zeanu tersenyum sinis.
" Zean dia sekertaris gue dan bukan pacar atau istri gue jadi mana ada gue merhatiin dia sedetail itu." Jawab Banny dengan nada muali meninggi.
" Yahh tapi seengganya dia peduli sama kebutuhan lo sehingga dia bersedia mengorbankan perasannya demi kebahagian bokap lo juga kan ?" Ucap Zeanu Tandas.
" Maksud lo apa ?" Tanya Banny semakin meninggi ia mulai terpancing amarahnya dengan ucapan yang di lontarkan oleh Zeanu.
Belum saja Zeanu menjawab Mona terlihat menggerakan tangannya lalu tak lama ia pun meringis.
" Mon ! Sykukurlah Lo udah siuman ?" Ucap Zeanu dengan cepat memburunya.
" Aduhh kepala gue sakit banget. " Pekik Mona dengan meringis kecil.
" Lo istirahat aja ya ?,Apa lo mau pulang ?" Tanya Zeanu dengan cepat.
Mona menoleh ke arah Banny yang masih duduk di kursinya ia pun menatapnya dengan perasaan tak enak hati.
" Engga Zean,Gue baik-baik saja."Balas Mona dengan pelan.
" Badan lo panas Mon,Lo lagi sakit dan lo harus istirahat dulu." Sela Zeanu semakin penasaran.
" Gue gak papa Zean." Sergah Mona dengan cepat lalu ia berusaha untuk duduk.
" Hari ini gue banyak kerjaan." Selany lagi seraya mengusap wajahnya dengan pasrah.
" Lo minta izinlah sama Banny buat istirahat sehari ini saja pikirkan kondisi lo Mon" Ucap Zeanu seraya menoleh Banny.
" Zean,Ini masalah kerjaan gue sama Mona jadi lo gak berhak ikut campur." Ucap Banny dengan raut wajah dingin rupanya ia sudah terlihat kesal terhadap Zeanu yang begitu peduli terhadap Mona.
" Sorry !!,Ok.Ok.Gue emang gak ada hak buat ngurusin masalah ini,Tapi seengganya gue masih peduli atas kesehatan Mona." Ucap Zeanu seraya berdiri.
Banny terdiam ia membuang jauh wajahnya ke luar jendela ucapan Zeanu sudah membuat ia merasa semakin cemburu.
" Mon semoga lo baik-baik aja ya,Kalau ada apa-apa lo boleh hubungin gue." Ucap Zeanu menatap lembut Mona.
" Makasih Zean atas perhatiannya ya." Balas Mona seraya mengubah posisinya menjadi duduk.
__ADS_1
" Gue balik kantor dulu ya,Soal permintaan gue batalkan aja." Ucap Zeanu tersenyum tipis.
Mona hanya membalas dengan senyuman kaku seraya meringis kecil merasakan kepalanya yang masih terasa berat.