CINTA 100 Hari

CINTA 100 Hari
CSH Episode 114


__ADS_3

GADIS bermata belo itu berjalan di belakang seorang pria bewajah tampan,mengikuti langkahnya dengan berbagai perasaan yang timbul di hatinya setelah melihat begitu sempurna nya ketampanan pria tersebut.Mona menatap lurus pundak pria itu yang berjalan dengan penuh wibawa.


Yea sekilas wajah pria itu nyaris mirip dengan seorang aktor negri hindustan Salman khan,kurang lebih seperti itu,wajahnya yang tenang serta hangat membuat yang memandang ikut terbawa dalam kelembutannya.


Meski ia perawakannya tak se-macho aktor tersebut namun untuk masalah tinggi tak kalah jauh.


Gayanya yang maskulin menggambarkan sosok pria yang rapih dan suka wewangian,jika Mona menyukai Banny karena ke gantengannya lain halnya dengan Zeanu,gadis tersebut menyukai pria ini karena penampilan-nya yang sederhana namun rapih serta sikapnya yang sangat pleksibel.


Gadis itu hanya menatap dengan perasaan yang sulit ia artikan ke arah pundak seorang pria yang berajalan di hadapannya.


Mona hanya bisa mengagumi tanpa bisa mencintai,dan hanya bisa memuji di dalam hatinya tentang sosok pria itu yang kini telah menjadi sodara laki-laki sambungnya.Usianya terpaut tiga hingga empat tahun dengan pria tersebut,jadi sepantasnya pria itu adalah kakak laki-lakinya.


Mona menoleh jam yang melingkar di tangan kirinya,waktu sudah menunjukan jam lima sore itu artinya ia hanya tinggal beberapa jam lagi untuk hadir di acara Anniversary-nya sang ibu.


Mona yakin jika acara anniversary orang tuanya itu bukanlah acara abal-abal biasa yang hanya di saksikan anggota keluarganya saja, melainkan acara ini sangat istimewa sehingga Zeanu memberanikan diri menjemput ke kantornya,tak hanya itu Zeanu pun mengantar dirinya mampir ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli baju untuk dirinya.


Zeanu dan Mona baru saja sampai di sebuah mall di tengah kota dan mereka pun segera berjalan mencari-cari toko baju.


Mona berjalan di samping Zeanu dan tiba-tiba pandanganya bersirobok dengan seorang perempuan yang tengah asik memilih sebuah dres cantik sebuah toko butik dan Mona mengenal betul akan sosok perempuan tersebut.


Mona menahan langkah nya dan menarik tangan Zeanu.


Pria itu menoleh ke arah gadis di sampingnya dengan menatap heran.


Tepat ketika mereka menahan langkahnya perempuan yang sedang mereka perhatikan itu dengan tidak sengaja menoleh ke arah mereka. dan pertemuan pandangan mereka pun bertemu.


Perempuan itu menatap terkejut ke arah Mona,lalu ia pun merubah tatapannya menjadi tatapan sangat sinis, bola matanya bergeser ke arah pria yang berada di samping gadis tersebut dengan tersenyum yang sulit di artikan.


" Yaa TUHAN,apa lagi kesalahan gue?hingga gue harus bertemu kembali dengan Kinaya dalam kondisi seperti ini,perempuan itu pasti akan membuli gue,setelah ia tahu gue berjalan dengan Zeanu sahabat mantannya." Rutuk gadis tersebut membatin.


Zeanu menarik tangan gadis tersebut untuk mengabaikan kehadiran Kinaya namun dengan sigap perempuan itu memanggilnya.


" Zean !!" Panggil Kinaya seraya berjalan cepat menghampirinya.


" Tunggu Zean !!" Serunya lagi dengan menghadang langkah mereka.


Zeanu menoleh lalu menatap lurus perempuan itu.


" Ada apa Kin ?" Tanya Zeanu datar.


" Gue gak salah lihat lo jalan dengan tunangan orang ?" Tanya perempuan itu melirik Mona dengan sinis.


" Memangnya kenapa ?gue lagi ada keperluan lain sama Mona." Jawab Zeanu ketus.


" Oya keperluan apa nih ?" Tanya Kinaya mengernyitkan matanya dan menatap penuh selidik.


Mona terdiam acuh ia tak ingin ikut campur terlalu dalam urusan mereka.


" Apa lo lagi memanfaatkan situasi ini dengan sebaik mungkin?yaa secara gitu cewek ini kan cuman tunangan settingan doang,jadi bisa jadi lepas dari mantan gue cewek ini bisa lari sama Zeab,bukan kah itu yang lo mau kan ?" Ucap Kinaya bertanya sinis ke arah Zeanu.


Pria itu tercekat lalu menatap tajam ke arah perempuan itu,ia berharap jikap Kinaya tidak mengatakan bahwa dirinyalah yang memberi tahu Kinaya soal hubungan sandiwara nya Mona dengan sahabatnya Banny.


Zeanu merasa ucapan perempuan tersebut mulai mengancam kenyaman-nya.Tepat Zeanu hendak berbicara untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak menjurus ke hal itu, namun gadis yang berada di sampingnya langsung menyela dengan cepat.


" Mba Kinaya, tolong hati-hati kalau bicara." Sergah gadis tersebut dengan menatap geram.


Perasaan yang sedari tadi di tahan akhirnya terlepas juga.


Perempuan itu melirik ke arah Mona dengan tatapan tidak suka.


" Loh memangnya kenapa ?bukannya kenyataan nya seperti itu ?,Jika Zeanu berharap lo tidak menikah dengan Banny." Jelas perempuan tersebut menatap penuh ancaman.Mona mengernyit menoleh Zeanu.


" Kinaya sudahlah,sebaiknya elo tidak usah ikut campur masalah mereka." Sergah Zeanu berusaha untuk memotong pembicraan mereka.


" Tapi Zean,lo pernah bilang sama gue,jika pernikahan mereka itu tidak akan lama kan ?dan itu artinya gue masih bisa berkesempatan untuk mendapatkan Banny kembali.Iyakan?" Terang perempuan itu menatap tajam ke arah Zeanu.


Dengan bersamaan Zeanu begitu pun Mona terhenyak kaget.


Jika Zeanu terhenyak karena Kinaya berbicara apa yang pernah ia bicarakan dengan Kinaya,sedari awal ia memang berencana ingin mendapatkan seorang Mona tentunya ia bekerja sama dengan Kinaya agar masing-masing mendapatkan apa yang mereka mau,tapi takdir berkata lain justru dirinya di sandingkan dengan gadis tersebut dalam ikatan persaudaraan.


Lain lagi halnya dengan Mona,ia terkejut bukan main jika Zeanu yang memberi tahu hal itu kepada Kinaya dan dugaan kedua sahabatnya pun benar adanya,jadi Zeanu lah yang memberi tahu perempuan itu akan sandiwaranya dengan Banny.


" Zean ???" Ucap gadis pelan seraya menoleh pria tersebut dengan tatapan tak percaya.


" Ja Jadi lo yang memberi tahu tentang sandiwara gue sama perempuan ini ?" Tanya Mona dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.


" Mona.Gue bisa jelasin." Sela Zeanu dengan cepat.


Perasaan nya mulai di liputi rasa bersalah.

__ADS_1


" Kok bisa sih,maksud lo apa ?" Tanya Mona menatap kecewa.


" Mona,lo jangan berburuk sangka dulu,gue bisa jelasin semuanya." Terang Zeanu mencoba meyakinkan hati


Mona untuk tidak salah paham dalam menanggapi permasalahan ini.


Mona terdiam lalu menatap dengan berbagai perasaan yang bercampur aduk dalam benaknya.


" Gue sih sebenarnya kasian ya lihat lo,yaa gimana ya ?lo itu cuman di jadiin alat buat Banny agar papah Banny tuh percaya sepenuhnya jika lo di nikahin sama mantan gue,tapi sebenarnya Banny itu tidak pernah butuh lo,jadi wajar jika cowok yang di samping lo ini akan siap-siap nampung perasaan elo heuh.." Ucap prempuan itu mendecih puas.


Raut wajah Mona memerah,jika ia tak sadar ini sedang berada di khalayak umum mungkin ia sudah menjambak habis rambut perempuan tersebut.Perlahan ia menahan amarah itu dengan sekuat tenanga.


Mona menatap kembali Zeanu dengan perasaan kecewa lalu sesaat ia pun kembali menatap wajah perempuan itu dengan perasaan muak.


" Mba Kinaya boleh senang melihat saya seperti ini,tapi saya akan pastikan jika pak Banny bisa mencintai saya dengan tulus tanpa sandiwara,dan perlu mba Kinaya tahu jika pak Banny tidak akan pernah kembali kepelukan mba Kinaya yang cantik rupawan." Sela Mona dengan nada marah.


Perempuan itu tercekat lalu dengan sikap membusungkan dada perempuan tersebut pun menatap galak gadis yang ada di hadapannya itu.Jujur saja apa yang di ucapkan gadis tersebut telah mengusik perasaan nya.


" Lo jangan sok kecakepan deh,cewek sekelas elo jangan halu deh bisa bersanding dengan pria sekelas Banny.Memangnya elo di rumah gak punya kaca yah?sehingga lo gak bisa ngaca diri lo senditi,heuhh." Ujar perempuan itu dengan mendecih semakin sebal.


Mona tersenyum sinis menatap dengan sorot mata menangtang.


" Ingat gue pasti bisa merebut kembali hati tunangan sandiwara lo itu,gimana pun itu caranya." Ucap perempuan itu mendengus.


Mona mendecih lalu tersenyum semakin sinis ke arah perempuan itu dan menatapnya remeh.


" Buktikan saja omongan mba Kinaya itu,karena saya yakin jika pak Banny tidak akan mengambil kembali sampah yang sudah terbuang.....," Ucap gadis itu dengan ekspresi wajah sangat menyebalkan.


Plaakkkkk....


Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipi gadis itu dengan keras.Zeanu terkejut melihat kinaya menampar keras Mona.Lalu Mona terlihat meringis menahan rasa panas di pipinya.


Zeanu dengan repleks mendorongnya tubuh perempuan itu hingga terhempas.


" Kinaya,lo keterlaluan !" Pekik Zeanu dengan menatap kesal.


" Mulut perempuan ini lancang sekali Zean." Sela Kinaya dengan menahan amarahnya.


" Lebih baik mulut saya lancang dari pada punya hati busuk seperti anda mba Kinaya." Ucap Mona dengan penuh penekanan dengan memegangi pipinya yang terasa panas.


" Asal lo tahu,lo itu cuman sekertaris,memangnya lo di bayar berapa sama mantan gue hingga lo mau jadi tunangan sandiwara dia?heuhh apa beda lo dengan wanita p*****r,yahhh realistis saja." Ucap Kinaya menatap penuh kebencian.Tepat perempuan itu selesai bicara.


Sebuah tamparan pun melayang tepat di pipi yang merah merona.


IMPAS......


Perempuan cantik itu merasakan juga hempasan tangan Mona mendarat kuat di pipinya,sontak membuat Zeanu kembali tekejut.


Atensi pengunjung mall yang beralulalang di hadapan mereka tersita menatap dengan berbagai opini di benaknya masing-masing.


Mereka yang menyaksikan saling berbisik dengan kecurigaan yang tanpa alasan.


" Ingat mba Kinaya yang cantik,Jangan menilai seseorang dari luarnya saja,Mba Kinaya tidak pernah tahu akan kehiduan saya,jadi jangan terlaku picik menilai kehidupan saya." Jelas Mona dengan menatap emosi.


" Kurang ajar," Desis perempuan itu seraya menahan sakit di pipinya.


" Lalu jika bukan karena uang,atas dasar apa lo mau terima sandiwara ini? karena lo memang tidak mampu untuk membalas kebaikan nya orang tua Banny, makanya lo nerima sandiwara murahan ini.Jadi yahhh apa bedanya jika harga diri lo ini di tukar dengan sandiwara murahan ini,bukan kah begitu?" Ujar perempuan itu semakin menjadi-jadi membuat gadis itu semakin marah.


Mona menatap dengan perasaan penuh telisik,dirasanya


Kinaya sudah sejauh itu mengetahui keadaan dirinya,dan kesabaran Mona pun akhirnya tak terkendali, ia berniat ingin menyerang kembali perempuan tersebut namun Zeanu dengan gerak cepat menahan nya dengan memegangi tangan gadis tersebut.


" Mona sudah hentikan." Sergah Zeanu menatap resah.


" Kita lihat saja,siapa yang akan di pilih oleh pak Banny?saya atau mba Kinaya yang sudah terbuang sia-saia oleh pak Banny." Ucap gadis itu seraya menunjukan jari telunjuknya ke dada perempuan itu dengan setengah mendorongnya.


Kinaya membalas dengan menatap angkuh ke arah gadis tersebut lalu dengan cepat ia pun menepis tangan gadis itu yang masih menunjuk lurus dirinya dengan menatap benci,lalu perempuan itu menarik kecut ujung sudut bibirnya.


" Elo gak usah halu ya !,level gue sama lo pasti jauh lah,dan gue lebih tau levelan Banny kaya apa?bukan cewek dekil macam lo." Balas Kinaya tak kalah sengit.


" Buktikan saja,bila sebuah kelevelan itu tidak menjamin sebuah rasa kenyamanan dan kesetiaan,buktinya saja perempuan selevel anda justru lebih murah,hanya dengan iming-iming harta hati anda bisa berapaling ke hati lain.Jadi sampai sini gue tahu sebenarnya level siapa yang murahan." Ucap Mona dengan menaikan satu alisnya dengan raut wajah berkarakteristik.


Kinaya tertekan dengan ucapan gadis tersebut,seolah-olah memojokan dirinya,ia tak menyangka jika ucapan gadis tersebut akan mengena di hatinya.


Zenau terkesima melihat aksi nya Mona yang dengan lantang menangtang perempuan itu untuk bersaing mendapatkan simpatiknya seorang Banny dengan penuh keyakinan.Jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa iba akan sosok gadis tersebut yang kini telah menjadi sodara sambungnya itu gigih dalam memperjuangkan perasaanya terhadap Banny sahabatnya.


Ahh....,seandainya Mona tahu jika Banny hanya berpura-pura saja mencintainya tentu perjuangan sodara sambungnya tersebut pasti tak akan berujung sebuah kekecewaan.


Zeanu menghela napas lalu menarik tangan Mona untuk menjauhi dari perempuan tersebut.

__ADS_1


" Sudah lah Mon sebaiknya kita pergi saja,kita tidak enak di lihat semua orang." Sergah Zeanu mencoba melerai pertengkaran itu.


Mona menepis tangan pria tersebut dan menatap penuh arti ke arah Zeanu,sekilas sorot matanya terlihat menyiratkan kekecewaan yang dalam terhadap pria itu.


" Lo dengan perempuan itu sajam saja!" Ucap Mona melengos lalu melangkah pergi meninggalkan Zeanu.


Pria itu terkesiap lalu menatap rasa bersalah.


" Mon tunggu !" Panggil Zeanu berseru.


Kinaya hanya tersenyum kecut dengan mengangkat acuh pundaknya saat Zeanu menoleh dirinya dan Zeanu pun menata kesal ke arah perempuan tersebut.


Dengan membuang perasaan kesal Zeanu pun segera berlari mengejar Mona yang melangkah cepat menuju luar mall tersebut.


Kinaya hanya tersenyum sinis etelah melihat gadis tersebut pergi dengan perasaannya yang tertekan,rasanya belum puas bagi dirinya untuk membuat perasaan Mona semakin hancur.


Sementara para pengunjung yang sempat memperahtikan ke arah dirinya hanya berpikiran,jika pertengkaran ini tak layaknya sebuah sinetron dengan tema seorang pelakor.


Kinaya membagikan tatapan nya dengan judes kesekelilingnya setelah pandangan orang-orang di sekitarnya membuatnya risih karena menatap iba ke arahnya.


" Kasian yah,,cantik-cantik ternyata di selingkuhin yah." Bisik salah seorang pengunjung perempuan ke arah temannya.


" Cantik tak jadi syarat di pelakorin yah." Sahut teman nya dengan beralu.


" Sial !! Kenapa gue dikira korban pelakor nya. ?" Guman Kinaya seraya mengelus pipinya yang mulai terasa sakit.


***********


Zeanu mencoba mengejar langkah Mona yang sangat cepat,ia berusaha untuk menjelaskan kesalapahaman yang terjadi antara dirinya dengan gadis tersebut.


" Mona,tunggu kasih gue kesempatan buat ngejelasin semuanya.Gue tidak seburuk apa yang lo pikirkan." Ucap Zeanu meraih tangannya Mona.


" Lepas Zean !,elo gak usah jelasin semuanya,gue udah paham kok." Balas Mona dengan perasaan mulai terlihat kesal.


" Mona,gue memang bilang tengtang sandiwara lo dengan Banny,karena waktu itu gue sayang lo Mon." Ucap Zeanu dengan cepat.


Mona terdiam lalu menatap tajam ke arah pria tersebut.


" Gue gak peduli.Sekarang gue balik dan gak usah hadir di acara anniversary nyokap gue.percuma !!" " Ucapnya dengan ketus.


" Mona,plis lo denger dulu,kalau lo kaya gini caranya itu artinya elo benar-benar gak menghargai perasaan nyokap lo dan...!!"


" APA ???,lo bilang gue tidak menghargai persaan nyokap gue ?lalu kenapa lo sendiri tidak pernah menghargai persaan gue ?


" Mona dengar kan gue dulu,Ok gue minta maaf atas kesalahan gue terhadap lo,tapi lo jangan batalin kehadiran lo di acara anniversary nyokap bokap gue cuman gara-gara masalah ini,gue lakuin semua ini karena gue sayang lo Mon."


Mona tertegun saat pria itu mengatakan apa yang di rasakan nya selama ini.


" Gue sayang elo,gue gak mau lo kecewa dengan harapan palsunya Banny,makanya gue bilang semua ini sama Kinaya agar lo tahu jika Banny belum bisa move on dari perempuan itu.Yah gue yang bilang jika elo dengan Banny sandiwara agar....." Ucapan pria tersebut menggantung.


" Agar perempuan itu tahu jika gue cuman sandiwara dengan pak Banny iya,dan perempuan itu dengan leluasa bisa balikan lagi dengan pak Banny,itu kan yang lo mau ?


" Bukan itu yang gue maksud Mon." Sela Zeanu cepat.


" Yaa..,gue paham dengan apa yang lo lakuin ini ,agar gue bisa jauh dengan pak Banny kan dan elo berharap sesuatu dari gue ?tapi itu sudah tidak mungkin Zean,lo sama gue sodara! dan lo udah gue anggap sebagai kakak gue sendiri." Jelas Mona dengan nada suara yang mulai meninggi.


" Untuk sekarang iya Mon,kita gak mungkin,tapi untuk sebelum hal ini terjadi gue berharap lebih dengan perasaan gue ini sama lo Mon,maka nya gue lakuin itu karena gue sayang sama lo." Jelas Zeanu menatap nanar mencoba untuk memaklumi perasaanya.


Mona terdiam lalu menatap dengan sorot mata yang rumit.


Zeanu membalas menatap dengan berbagai perasaan yang kian berkecambuk dalam benaknya.Jika perasaanya kini memang sudah tak bisa lagi di pertahankan,dirinya sudah tak bisa lagi berharap lebih dari gadis tersebut.


" Gue minta maaf Mon." Ucap Zeanu dengan menatap dalam,sorot matanya terlihat menyesal.


Gadis itu terdiam mencoba mengontrol emosinya yang kian menghimpit rongga dadanya.


" Maaf lo tidak bisa merubah ke adaan." Ucap Mona dengan pelan.


" Mona,jangan libatkan kesalahan gue dalam masalah nyokap lo,pliss demi nyokap lo,lo jangan berubah pikiran." Ucap Zeanu memohon.


" Kenapa sih,lo niat banget mempertemukan gue dengan nyokap,apa kepentingan lo ?" Tanya Mona menatap geram.


Zeanu terhenyak atas pertanyaan Mona kepada dirinya,dengan perasaan terluka ia menarik napas panjang lalu menatap gadis itu dengan perasaan sendu.


" Mon,gue ingin mempertemukan lo dengan nyokap lo tidak ada kepentingan apapun,sama sekali.Selain gue pernah merasakan hal apa yang lo rasakan,kehilangan orang tua dalam keadaan bermasalah seperti ini adalah sebuah penyesalan yang tak bisa kita lupakan.Dan elo akan merasakan hal itu ketika orang tua lo sudah gak ada di dunia ini,jangan sampai penyesalan yang gue rasakan lo alami,gue sudah meraskaan apa itu penyesalan." Jelas Zeanu dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya.


Matanya mulai terlihat basah menahan emosinya yang kian membuncah di dadanya.


Mona tertegun,ia terdiam dalam lamunan-nya,ucapan pria tersebut menembus perasaan kecilnya.Jika ia benar-benar kehilangan sang ibu selamanya tentu lah ia akan merasa sangat menyesal dan penyesalan itu laksana neraka.

__ADS_1


Yahh... Mona tertunduk ia terenyuh akan arti ucapan yang tersirat dalam perkataan yang di lontarkan pria tersebut kepada dirinya,dan untuk kesekian kalinya ucapan Zeanu mampu melunakan kembali hatinya yang mengeras.


Ke egoisannya masih belum bisa ia singkirkan sehingga ego itu terkadang selalu menguasai dirinya dengan begitu mudah.


__ADS_2