
" Gue anterin pulang ya Mon!Gue khawatir lo kenapa napa.."Ucap Zeanu menghampiri Mona yang sedang bersiap siap untuk pulang.
" Enggak usah.Gue baik baik saja ko.."Sela Mona pelan
" Jangan nolak kebaikan,Gue cuman pengen nolongin lo aja." Ucap Zeanu menatap penuh perhatian.
" Emang lo udah selesai jam kantornya ?" Tanya Mona menatap Zeanu.
" Baru selesai dan gue tadi baru dari ruangan Banny memastikan pekerjaannya di mulai besok pagi."
" Besok akan ada penijauan pembangunan cabang perusahaan barunya,Lo pasti harus ikut.."
" ikut kemana ?"
" Yaa keluar kotalah nemenin sang Bos.."Ucap Zeanu sedikit menggoda.
" Besok ??" Tanya Mona dengan tak percaya.
" Iya besok emang lo belom di kasih tau sama bos lo ?"
" Beberapa hari yang lalu pak Banny menyampaikan hal itu see,Tapi belom memastikan lagi."
" Oh..."Ucap Zeanu menggantung.
Sejenak Mona masih merasakan sakit yang terasa begitu nyutnyutan dari pergelangan kakinya yang keseleo siang tadi,Ia pun berpikir tidak ada salahnya jika ia menerima tawaran baik Zeanu untuk mengantarnya pulang.
" Gimana lo mau gue antar pulang?" Tanya Zeanu menunggu jawaban dari Mona.
" Baiklah..." Jawab Mona dengan tersenyum tipis.
" Okehh.." Balas Zeanu tersenyum lega.
Monapun terhati seraya berhati hati melangkahkan kakinya yang lumayan masih terasa nyeri,Ia pun mencoba berjalan menuju keluar ruangannya dengan tertatih tatih.
Mona dan Zeanu berjalan beriringan menuju lobi utama.
Dia melintasi ruangan yang Amel dan Tamara yang masih berkutat dengan beberapa tugas di hadapan mereka masing masing.
" Mona..."Panggil Amel setelah ia melihat Mona melintas dan berjalan lurus tanpa menoleh ke arahnya.
" Lo kenapa ?? " Tanya Amel sambil berdiri dari kubikelnya dan menatap lurus Mona yang terlihat berjalan dengan terpincang pincang.
Mona terdiam ia tidak langsung menjawab pertanyaan Amel ia hanya menatap kaku sembari mengalihkan wajahnya.
" Tidak apa apa !" Jawab Mona sembari melangkah kembali tanpa menghiraukan Amel yang masih menatapnya dengan penuh harapan Mona bisa berbicara lagi dengannya.
Amel menghela dengan raut wajah sedih ia merasa bahwa Mona sepertinya telah berubah atas sikap kepada dirinya.
Zeanu mengangguk hormat seraya tersenyum simpul ke arah Amel yang ikut menatap kearahnya. Amel dan Tamara hanya membalas senyumannya dengan perasaan kaku dan tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya mereka.
" Monaa..!!" Lagi lagi Amel memanggilnya Ia memastikan Mona masih mau bisa menjawab panggilannya,Akan tetapi perkiraan Amel salah Mona terdiam tidak memperdulikannya.Raut wajah Amel berubah sedih ia hanya bisa bertanya dalam hatinya dengan sikap acuh Mona kepadanya.
" Lo ada masalah sama sahabat lo ?" Tanya Zeanu sembari menoleh ke arah mona yang terlihat termenung sambil berjalan.
__ADS_1
" Sedikit..."Ucap Mona dengan terlihat mengabaikan pandangan Zeanu yang menatapnya dengan penuh selidik.
" Kenapa,,,?Gak seru donk kalau kita sama sahabat saling diem dieman.."
" Gue lagi males bahas mereka."Ucap Mona seraya menuruni anak tangga satu persatu dengan meringis kecil.
" Gue see cuman nyaranin aja,Kalo ada masalah seharusnya bicarakan dengan baik baik gue liat mereka sepertinya sahabat baik lo.."
" Sahabat baik tapi kenapa ketika gue berubah penampilan mereka kaya gak suka,Seolah olah mereka seperti takut kesaing gitu.."Ucap Mona yang sudah terpancing dengan pernyataan Zeanu akhirnya berterus terang dengan ekspresi wajah merengut.
" Emang lo tau dari mana alesan mereka iri dan takut kesaing dengan penampilan baru lo itu?" Tanya lagi Zeanu sembari berjalan menuju pelataran parkiran.
" Gue kira seperti itu." Ucap Mona terhenti dan melirik pasti ke arah Zeanu.
" Gue sekarang mau tanya lo,Lo udah kenal berapa lama dengan sabahat sahabat lo itu ??"Tanya Zeanu menatap dalam Mona,Sejenak Mona berpikir keras dengan pertanyaan yang Zeanu ucapkan.
" Lumayan cukup lama gue kenal sama Amel,Semenjak kuliah sampe sekarang,Dan Tamara pas kerja disini saja." Jawab Mona dengan sedikit mengingat ngingat kembali ke masa masa persahabatannya dengan Amel dan Tamara.
" Dan sejauh mana lo mengenal karakter mereka ?"Tanya lagi Zeanu dengan kritis, Mona terlihat mengingat ngingat kembali akan sesuatu hal tentang kedua sahabatnya itu.
" Mmmm..,Sejauh ini gue belom pernah selek sama mereka,Dan ini yang baru pertama kalinya karena mereka melihat penampilan baru gue dan Gue sama mereka selalu kompak saling ngebantu kalo diantara kita ada masalah apapun itu masalahnya mereka selalu ada buat gue." Jelas Mona dengan berat nada suaranya.
"Dan hanya kali ini saja gue ngerasa mereka terlalu mengkritik gue berlebihan tentang penampilan baru gue.." Ucap Mona lagi dengan nada sedih.
" Mereka ada benarnya ko mengkritik keras lo dengan penampilan lo yang sekarang ini.!!"Ucap Zeanu dengan tenang.
" Dan gue yakin mereka adalah sahabat terbaik lo.." Jelas Zeanu dengan mengeluarkan kunci motornya dari saku jaketnya.
" Maksud lo ada benarnya ??"Tanya Mona dengan Menatap tajam Zeanu yang berdiri menatap jauh ke langit senja.
" Justru merekalah sahabat sejati lo,Karna sahabat sejati itu sahabat yang akan menyadarkan lo ketika lo terlena, Yang akan mengingatkan lo ketika lo lupa,Menjaga lo ketika lo dalam sinyal sinyal bebahaya dengan keadaan seperti lo ini, Mereka takut lo di tertawakan orang lain jadi Mereka berani tegas mengkritik yang telihat benar benar jelek di dalam diri lo mereka katakan sebelom orang lain yang mengkritik lo. Dan kritikan itu perlahan lahan bisa membangun jiwa lo ke hal yang lebih positif lagi.."Jelas Zeanu dengan panjang lebar.
Apa yang di ucapkan Zeanu terasa langsung menancap ke dalam hati Mona,Dia tersadar atas kekeliruan serta prasangkanya terhadap kedua sahabatnya itu yang jujur menanggapi perubahan penampilan barunya itu.
" Lo tau jika lo terus perpenampilan kaya gini,Gue yakin orang yang gak suka sama lo akan menertawan lo dengan puas.Dan justru itu ada sahabat lo yang langsung mengingatkan lo agar masalah itu jangan sampai terjadi dengan diri lo,"Ucap lagi Zeanu dengan penuh bijak dengan menatap lekat Mona yang masih terdiam tak bergeming.
" Ingat sahabat baik itu akan membuat dirimu jauh lebih baik dan jadi diri sendiri bukan jadi orang lain.." Tambah lagi Zeanu menyadarkan Mona dari kekeliruannnya.
" Yaa TUHAN gue sudah keliru menilai mereka Zean.." ucap Mona dengan wajah sedih.
" Gue yakin sahabat lo itu tidak akan menghianati lo.."
" Ko lo yakinn ?"
" Orang baik itu dipertemukan hanya untuk orang baik juga.."Ucap Zeanu dengan tersenyum manis menatap Mona.
Mona hanya menyunggingkan senyuman kakunya ke arah Zeanu yang masih menatap gemas.
sungguh sangat peduli Zeanu terhadap dirinya padahal dirinya belom begitu lama mengenali sosok Zeanu yang pola pikirnya sangat dewasa sekali.
Diam diam Monapun membandingkan Zeanu dengan sang Bosnya yang lebih jauh kebijakannya.
" Yukk lo mau pulang ga ??" Tanya Zeanu setengah mengejutkan Mona yang masih melamun.
" Ooh yaa..." Sela Mona sedikit terperangah dan kaget di buatnya.Entah kenapa Mona merasa begitu nyaman di dekat Zeanu.Dan entah kenapa sebabnya ia juga merasa begitu leluasa bisa mencurahkan segala kegelisannhanya jika berada di samping Zeanu.
__ADS_1
" Hhmm Zean makasih banyak ya.Lo udah ngingetin gue dan lo udah mau nolongin gue juga."Ucap Mona sembari membenarkan tas di pundaknya.
" Sama sama Mon.Yaa siapa tau gue juga bisa jadi sahabat lo,Mungkin bisa jadi lebih dari itu.."Ucap Zeanu sembari tersenyum penuh arti ke arah Mona.
" Apaan see Zean.." Sela Mona tersipu malu tatkala ia sempat mendengar kata kata yang terakhir Zeanu ucapkan.
Mona pun terdiam sembari melirik lirik Zeanu dengan berbagai perasaan.
" Ayo naik !!" Ajak Zeanu menoleh Mona untuk segera menaiki motornya.
Mona pun dengan cepaat naik ke atas motor Zeanu dan duduk dengan Manis.
Tak lama motor Besar Zeanu pun melesat meninggalkan arena parkiran.
*Beberapa menit kemudian....
" Makasih banyak ya Zean.Gue gak tau harus berterkmaksih pake apa lagi.."Ucap Mona setelah tiba di pelataran rumahnya dan turun dari Motornya Zeanu dengan sedikit kesusahan.
" Lo gak usah bilang kaya gitu,Buat gue kalo masih bisa berbuat baik kenapa tidak.."Ucap Zeanu menoleh Mona.
" Lo mau mampir dulu..?"Ucap Mona berbasa basi.
" Thank's lain kali aja gue lagi buru buru ni"Ucap Zeanu sembari mengangkat kaca helmya.
" Sampai ketemu besok ya.."Ucap Mona tersenyum lembut.
" Oke !" Jawab Zeanu membalas senyuman Mona dengan tak kalah Manis.
" Mona..!" Panggil Zeanu kembali, Mona menoleh dan membalikan badannya menghadap kembali Zeanu.
" Besok lo gak usah berpenampilan kaya gini lagi,Buat gue lo apa adanya sudah jauh lebih cantik ketimbang harus berpenampilan kaya gini.."Ucap Zeanu dengan lembut.
" Okee..." Ucap Mona mengangguk lagi lagi ia tersenyum manis ke arah Zeanu.
" Oke gue balik yaa..." Pamit Zeanu sembari menghidupkan kembali mesin motornya.
" Lo hati hati yaa.."Ucap Mona dengan melambaikan tangannya dengan semangat.
Mona menarik napas panjang seraya menatap lepas laju motor Zeanu yang mulai menjauh darinya.
************
~ MONA masih menatap lekat ke arah bayangan wajahnya yang terpantul dari cerminnya apa yang telah dikatakan Zeanu itu telah membuka mata hatinya,Ia merasa sangat bersalah akan sikapnya yang telah bersikap kasar kepada kedua sahabatnya.
Mona menyadari akan dirinya telah terhasut oleh kesombongannya,Padahal Mona sadar betul kedua sahabatnyalah yang selalu mendukung dirinya dengan sepenuhnya jiwanya didalam masalah karir pekerjaannya.
Mona pun teringat akan begitu semangatnya kedua sahabatnya ketika mereka mendukung dirinya untuk menggunakan kesempatan yang di berikan sang Bos untuk menjadi seorang Sekertaris.Kemudian Mona teringat kembali akan perjuangannya dengan kedua sahabtanya ketika mereka menjalani kehidupan di masa masa yang pelik dengan penuh keberasamaan.
Ada canda tawa yang tak bisa tergantikan olehnya dengan apapun di saat mereka berkumpul bersama.
Yaa perlahan lahan Mona menitikan butiran bening kepangkuannya ketika mengingat kesombongan dirinya yang begitu ponggah terhadap kedua sahabatnya.
dengan penuh penyesalan Mona menyeka air matanya rasanya ingin segera berlari dan memeluk kedua sahabatnya dengan haru lalu meminya maaf dengan penuh sesal.Perlahan lahan diapun merasa kangen akan canda tawa Amel serta Tamara yang selalu ada di sampingnya.
" Gue kangen lo berdua Mel,, Tam..,Maafin gue"Ucapnya dengan lirih sembari terisak lembut.
__ADS_1
# bersambung#